NovelToon NovelToon
My Sexy Daddy

My Sexy Daddy

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Eva sangat membenci ibunya yang terus-menerus membuat masalah, sementara ia harus bekerja keras seorang diri demi bertahan hidup.

Untuk meredakan stres, Eva gemar menari. Ia bekerja sebagai cleaning-service di sebuah perusahaan balet dan kerap mencuri waktu untuk menari sendirian saat gedung sudah kosong.

Hingga suatu malam, pemilik gedung yang tampan itu memergokinya, mengira Eva adalah penari balet sungguhan, dan Eva memilih tidak meluruskan kesalahpahaman itu. Pekerjaan ini terlalu penting untuk dipertaruhkan.

Farris Delaney.

Hampir semua perempuan di perusahaan itu tergila-gila padanya. Banyak yang berharap bisa menjadi kekasihnya. Eva berbeda. Ia hanya ingin rahasianya aman dan sebisa mungkin menjauh darinya.

Masalahnya, dosa-dosa ibunya kembali menyeretnya ke masalah yang lebih dalam. Dan perlahan Eva menyadari, Farris memiliki kuasa untuk mengubah hidupnya, bahkan menyelamatkannya dari kematian. Tetapi ia tidak tahu harus berbuat apa.

୨ৎ MARUNDA SEASON IV ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yacht

...୨ৎ──── F A R R I S ────જ⁀➴...

Kami terpaksa berpencar. Braun dan Tully stay, buat memastikan para istri mereka dan Rainn bisa pulang dengan aman setelah pertunjukan balet itu.

Cavell, Remy, dan aku ada di dalam helikopter yang diterbangkan Vloo. Kami menyisir samudra sialan ini, mencari kapal apa pun yang kelihatan mencurigakan, yang rasanya seperti mencari jerami di tumpukan jarum. Apalagi malam-malam begini.

"Ini kelamaan," gumam Cavell.

"Jelas!" geramku sambil mengecek dark web buat mencari informasi apa pun yang bisa bantu aku menemukan Eva.

"Aku nangkap aktivitas di udara!" kata Vloo tiba-tiba. "Tiga helikopter."

"Terus?" bentak Cavell.

"Mereka semua terbang ke arah yang sama," jawab Vloo.

"Enggak ada yang aneh," sahut Remy.

"Ikutin mereka!" perintahku. "Lebih baik daripada terbang sampai kehabisan bahan bakar."

Aku terus mencari petunjuk yang bisa kami pakai. Seiring waktu berlalu, rasa khawatirku soal Eva makin menjadi.

Susah buat enggak memikirkan apa yang mungkin sedang dilakukan para bajingan itu ke dia. Sebagai sesama orang kriminal, aku tahu seberapa kejam dunia ini sebenarnya.

Sebuah pikiran muncul di kepalaku, dan aku mulai mencari pesta-pesta privat dengan harga tinggi. Jumlahnya ratusan. Aku menambahkan kata-kata yang berhubungan sama air, soalnya Eva dibawa naik kapal.

Apa yang aku temukan, membuat tulangku terasa membeku.

...────୨ৎ────...

...Rp. 850.000.000...

...Fishing Trip....

...N/V. Pakai/Buang....

...────୨ৎ────...

"Sial," bisikku, saat jantung aku berdetak makin kencang.

"Kenapa?"

"Ada pesta privat di mana para perempuan bisa dipakai dan dibunuh. Siapa pun yang beli tiket bisa lakuin apa aja!" Aku menerjemahkan info yang baru aku temukan.

"Eva enggak ada di pesta itu!" kata Remy. "Terlalu kebetulan."

"Modus penjualan tiketnya sebagai perjalanan memancing," jawabku. "Aku berani taruhan kalau helikopter-helikopter itu lagi terbang ke Yacht (Semacam kapal pesiar) tempat pesta itu, dan kalau ada sedikit aja kemungkinan Eva ada di sana, aku bakal ke sana."

Cavell mengangguk setuju.

"Itu satu-satunya petunjuk yang kita punya."

"Semoga aja mereka lagi nunggu helikopter keempat!" gumam Vloo.

...જ⁀➴୨ৎ જ⁀➴...

Vloo harus memutari kapal sementara helikopter-helikopter itu bergantian mendarat dan menurunkan penumpang.

Kami menunggu sampai semuanya selesai, sebelum Vloo menurunkan kami ke yacht raksasa itu.

Remy buka pintu dan turun duluan, disusul aku, lalu Cavell.

Seorang cowok dengan tuksedo mengernyit ke arah kami. "Kami rasa enggak ada rombongan keempat!"

Seorang penjaga bersenjata melirik kami dengan waspada, jarinya melingkar di gagang senjatanya masing-masing.

"Kami datang dengan suka rela!" gumamku, sudah enggak sabar buat menyisir Yacht ini dan menemukan Eva.

Cowok lain, dikawal dua penjaga, naik ke tangga dan matanya langsung tertuju ke Cavell.

"Ngapain Marunda ada di sini? Ini bukan wilayah kalian!"

Aku menengok ke Cavell. "Kamu kenal dia?"

"Semyon," gumam Boss aku. "Pengedar PSK. Biar aku yang ngurus."

Cavell melangkah maju dan menghembuskan napas.

"Aku di sini gara-gara satu cewek."

"Kami enggak pakai siapa pun yang milik Marunda!" jawab cowok itu tenang, seolah dia sama sekali enggak khawatir bakal dibunuh.

"Tunjukin cewek-ceweknya, habis itu kami pergi!" gumam Cavell.

"Cuma kamu. Biarin yang lain nunggu di sini!" pekik cowok itu setuju.

Enggak senang, aku menyilangkan tangan di dada dan memperhatikan Cavell sama Vloo mengikuti cowok itu.

Waktu seorang penjaga menghentikan Vloo, Cavell bilang, "Ke mana aku pergi, dia ikut!"

"Biarin dia ikut!" sahut cowok itu, jelas mulai kehilangan kesabaran.

Kami enggak menunggu lama sampai Cavell dan Vloo kembali. Boss aku menggeleng dan bilang, "Ayo. Kita buang-buang waktu di sini!"

Sesaat aku memikirkan cewek-cewek yang bakal disiksa dan dibunuh, tapi karena aku harus fokus mencari Eva, aku balik ke helikopter.

Saat helikopter naik ke udara, aku melihat keluar jendela ke samudra luas, khawatir aku enggak bakal sampai ke Eva tepat waktu.

HP Cavell mulai berdering, menarik perhatianku. Aku pun memperhatikan dia mengeluarkan HPnya dan ekspresinya mengendur sepersekian detik.

"Aku lagi sibuk … Nggak … Nggak ...."

Aku dan Remy saling pandang sambil memperhatikan Cavell di telepon, karena dia kali ini kebanyakan bilang, “Enggak”. Cavel itu cowok yang biasanya cuma bilang satu kali, sebelum membunuh seseorang.

"Eggak … Nggak … aku tahu … Astaga, aku enggak punya waktu buat ini!" jawab Cavell. "Jangan telepon lagi!"

Dia menutup telepon. Kerutan di dahinya langsung makin gelap.

"Siapa itu?" tanya Remy.

"Enggak ada siapa-siapa.," gumam Cavell. "Vloo, bawa kita balik ke darat!"

"Kita enggak punya pilihan," gumam Vloo. "Kita harus isi bahan bakar kalau mau lanjutin pencarian."

"Aku juga perlu akses sistemku di rumah," kataku. "Kita buang-buang waktu di sini."

1
Macrina Catharina
Selalu ada saja penghalang, semoga kamu ttp kuat Eva.
Macrina Catharina
🤭
Adellia❤
eva punya mama tapi enggak berfungsi spt mama.. 😭😭
Adellia❤
farris bakal balesin kematian zella evaa😢
Adellia❤
terharu bangett... mewek... tissu mana tissu... 😭😭😭
Adellia❤
aaaa terhuraa Eva akhirnya ketemu farriss kangen banget tuch... 😭😭
Adellia❤
ikut deg" aaan
D_wiwied
lah udah tamat aja
D_wiwied: siapp ditunggu season selanjutnya👍👍
total 2 replies
erza elisah
terbaik
DityaR: Makasih kak🙏
total 1 replies
safaana
bagus banget,feelnya dapet gak berat ceritanya,kata perkatanya mudah di pahami,alurnya nympe ke hati pembaca dan pastinya ambil manfaatnya
DityaR: Yey, macii kak. /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
Ita Putri
gila sih ini ceritanya bagus banget🥰
DityaR: wkwkwk macii 🙏
total 1 replies
D_wiwied
dasar mafia kejam kau bahkan calon ibu mertuamu pun kau bunuh 😆😂😂
D_wiwied: hooh ya, berhubung dia pecandu dikasihnya racun yg dia sukai 😂😆
total 2 replies
Ita Putri
haaaa......serruuuuu
Ita Putri
very very lucky girl
D_wiwied
aah.. Eva bikin terharu, walaupun kehidupannya sdh mulai berubah tp kebaikannya ttp tdk berubah.. good job Va 👍👍
D_wiwied
gila! Faris emang gila, mafia yg baik hati, baik dg caranya sendiri.. smg kamu bener2 bs membahagiakan Eva 👍🥰🥰
Ita Putri
seruuuuuu🥰
D_wiwied
subuh yg hottt 🔥🔥
Adellia❤
whattt balik lagi ke gang royal ???
Adellia❤
semangatt farriss..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!