NovelToon NovelToon
THE CEO’S SECRET SON

THE CEO’S SECRET SON

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Anak Genius / Cintapertama / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:381.8k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Blurb:

Dua belas tahun yang lalu, Jaxon Thorne memberikan segalanya, hatinya, janjinya, masa depannya pada wanita dengan sepasang mata hijau yang indah, Scarlett Reed yang merubah namanya menjadi Scarlett Quinn.

Lalu, dia terbangun di dunia yang hancur, hanya disisakan secarik surat perpisahan yang melukai hatimya.

Sejak saat itu, sang pewaris tunggal kerajaan bisnis Thorne itu membangun benteng kokoh di sekeliling hatinya, dingin, berkuasa, dan tak tersentuh.

Kekayaannya melimpah, tetapi kebenciannya pada pengkhianatan lebih membara dari apapun hingga dia tak percaya lagi akan cinta sejati dan suka mempermainkan wanita.

Namun, takdir berkata lain.

Semuanya berubah saat Jaxon bertemu dengan Dash Quinn, seorang bocah jenius berusia dua belas tahun pemenang olimpiade sains yang mendapat beasiswa dari perusahaannya.

Ada sesuatu pada senyum dan sorot mata anak itu yang membuat dunia Jaxon berguncang, sebuah pengingat yang tak tertahankan akan masa lalu yang dikuburnya dalam-dalam.

Semakin dekat Jaxon dengan Dash, semakin banyak fakta yang terungkap. Rahasia gelap itu akhirnya terbuka.

Penghianatan terbesar bukan berasal dari gadis sederhana yang dulu dicintainya, melainkan dari lingkaran terdekatnya sendiri, yaitu keluarganya.

Sekarang, dihadapkan pada kebenaran yang pahit, Jaxon harus memilih, tetap menjadi pewaris yang terluka seperti yang diharapkan keluarganya, atau menjadi pejuang yang mengambil kembali segala sesuatu yang telah dicuri darinya.

Sebuah perjalanan untuk menuntut balas, memperbaiki kesalahan, dan meraih keluarga yang tak pernah dia sangka bisa dimilikinya, sebelum segalanya benar-benar terlambat.

Mana yang akan dipilih Jaxon? Keluarganya yang licik atau keluarga barunya yang baru dia temukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jaxon Thorne

Jaxon Thorne sedang duduk di kursi kebesarannga. Dia bersandar. Sebuah pose kekuasaan yang telah menjadi ciri khasnya.

Mereka menyebutnya The Ice Prince di berita-berita bisnis, dan julukan itu melekat dengan sempurna.

Pada usia tiga puluh satu tahun, dia adalah pemimpin dari kerajaan bisnis Thorne Global, dan hari ini, dia baru saja menyelesaikan sebuah akuisisi yang cukup sulit.

“Rapat dengan tim dari Rusia telah dipindahkan ke pukul tiga sore, Tuan Thorne,” ucap Brice, asisten setianya yang telah bekerja selama lima tahun, tanpa menatapnya, matanya tertuju pada tablet. “Dokumen untuk proyek Dubai sudah ada di meja anda. Dan …” dia terdengar ragu, suatu hal yang sangat jarang.

Jaxon menoleh ke arahnya, matanya tajam.

“Dan?” dia mendesak, meletakkan tabletnya di meja.

“Ada undangan … untuk upacara pemberian beasiswa Thorne Future besok siang di atrium.”

Jaxon mengerutkan kening. Program beasiswa itu adalah inisiatif public relation-nya, sebuah cara yang sinis untuk memberi sedikit rasa kemanusiaan pada citra perusahaan mereka.

Dia biasanya menghindari acara-acara seperti itu. “Kirimkan saja Harrison dari PR. Itu tugasnya.”

“Dia yang meminta anda untuk hadir, Tuan,” Brice tetap bertahan, meski suaranya lembut. “Acara ini mendapat banyak perhatian media tahun ini karena … kandidat yang luar biasa. Akan baik untuk citra perusahaan jika anda muncul, meski hanya sepuluh menit.”

Jaxon mendesah. Dia membenci politik pencitraan, tapi dia memahami permainannya. “Sepuluh menit. Tidak lebih. Siapkan pidato singkat. Sesuatu yang cepat dan padat.”

“Sudah disiapkan, Tuan.”

Setelah Brice pergi, Jaxon berdiri menghadap jendela. Kota di bawahnya tampak hidup.

Malam itu, seperti banyak malam lainnya, dia tidak pulang ke penthouse mewahnya yang sunyi. Dia bekerja hingga larut, seperti biasa.

*

*

Ketika akhirnya dia pulang, dia melepas jasnya, melepas dasinya, dan berdiri di tengah ruangan yang luas dan tak berjiwa itu.

Tidak ada foto. Tidak ada kenangan. Hanya interior yang sempurna dan tak bernyawa.

*

*

Malam itu, ada sebuah kencan buta yang diatur oleh ayahnya dengan seorang putri sosialita. Restoran yang terlalu eksklusif, percakapan yang membosankan.

Wanita itu cantik, elegan, dan dengan jelas tertarik padanya, atau lebih tepatnya, pada kekayaannya dan statusnya.

Dia tak tersenyum. Hanya menjawab singkat dan membuat wanita itu canggung karena tak tahu apa yang menarik baginya.

Saat makan malam berakhir, dia mengantarnya pulang dengan sopan, menolak langsung ajakannya untuk masuk tanpa basa basi.

Dia melihat kilatan kekecewaan di mata wanita itu sebelum dia beranjak dari sana.

*

Mengapa dia melakukannya? Mungkin karena masih ada balas dendam kecil dan kosong terhadap semua wanita, terhadap satu wanita khususnya, yang telah mengajarinya bahwa cinta hanyalah sebuah omong kosong yang membuatnya bodoh.

Dia kembali ke penthouse. Lalu menuangkan segelas Scotch, menegaknya, dan merasakan kehangatannya yang palsu menyusuri tenggorokannya.

Dia berdiri di balkon, menatap lampu-lampu kota yang berkedip. Kekayaannya melimpah. Kerajaannya luas.

Tapi kebenciannya pada pengkhianatan, pada ingatan akan sepasang mata hijau yang telah menghilang, masih membara lebih dalam dan lebih panas daripada apapun.

Besok ada acara beasiswa. Sebuah formalitas. Lalu, merger berikutnya. Hidup akan terus berjalan, seperti mesin. Dingin. Cepat. Hampa.

Tak lama, ponselnya berdering, nama ayahnya terpampang di layar. Dengan enggan dia mengangkatnya.

“Halo.”

“Apa maksudmu bersikap seperti itu pada Britney?? Dia—“

“Sudah kubilang aku tak akan menikah!” bentak Jaxon.

“Owh … jadi kau sudah begitu sombong setelah semua saham kau kuasai?”

“Apa? Aku yang membuat perusahaan kita begitu besar seperti sekarang! Kalian sama sekali tak bekerja! Kalian memeras otakku dan aku bukan orang bodoh yang hanya bisa kalian perintah terus menerus!” geram Jaxon yang mulai emosi ditambah rasa lelahnya.

“KAU! Kau lupa bahwa kami yang mendukungmu kuliah hingga—“

“Kalian mendukungku? Bullshit!!” potong Jaxon. “Diam saja atau aku akan menghentikan semua bantuan keuangan untukmu, keluargamu, dan istri barumu itu!” Lalu Jaxon menutup ponselnya.

Jaxon memang tak pernah akur dengan ayahnya yang otoriter. Dulu dia masih terkekang dan mengikuti perintah ayahnya karena dia masih membutuhkan penyokong dana pendidikannya.

Tapi sekarang, Jaxon sudah tak terlalu menggubris sang ayah yang baru saja menikah lagi dengan wanita yang bahkan umurnya ada di bawah Jaxon.

1
Nonie Hlm
ayooo up 💪
Salim ah
dad Jaxon 😍
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Thea Luna Robert❤Jared KingS
Dash..kenapa kau cium2 pipi segala...gak ada di skenario lhoh🤣🤣🤣
Thea Luna Robert❤Jared KingS
buaya kok dikadalin...Dashhh serapihhh apapun kau tutupinn..Dady pasti akan tau😩🤣dan kau akan terjebak dengan permainan mu sendiri...🤣
Thea Luna Robert❤Jared KingS
gak akan bisa lepas kalian...serius dah🤣🤣🤣
vivinika ivanayanti
Jaaxoonnn.....jeli bangeettt....dan kayaknya jaxon juga tahu kalo Terra suka sama Dash 🤭🤭🤭
Rinduin
Sebuah jebakan dari bapaknya 🤣🤣🤣🤣
isni afif
⚘️⚘️🫰🫶🫶🫶🤗🤗🤗
isni afif
lanjut kak....
Lina Cuang
lanjut kakkkkk
Lina Cuang
jaxon dilawan 🤣🤣🤣
isni afif
🥰🥰🤩🤩😍😘😘😻😻🥰🥰
isni afif
pepet keluarganya....terra.. 🤣😂☺️☺️🤗
safaana
Dash jangan main kucing2an sama raja kucing
V_eRiL
camermu lebih bahaya dibanding ayahmu ya Terra tapi nanti lama² kau juga akan terbiasa kok 😁😁😉
V_eRiL
totalitas bgt nih aktingnya Dash sampai cari tau makanan kesukaan Terra 🤭🤭
V_eRiL
Jaxon sengaja mengikuti alur sandiwara yg dibuat Dash nih dan pada akhirnya dia yg akan membuat Dash terjebak dgn permainannya sendiri 😅😅🤭 good job dad Jaxon 👏👏👍
LANY SUSANA: pasti Dash tar jg jatuh cinta ke Terre cm masih jaim🤣🤣
total 2 replies
V_eRiL
Dash aktingmu kebablasan tuh 🤣🤣🤣🙉
V_eRiL
sepertinya Jaxon sudah menyelidiki latar belakang Terra deh, ngga mungkin kan keluarga Thorne sembarangan cari mantu 🤔🤔🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!