NovelToon NovelToon
Mencuri Benih Mafia Mandul

Mencuri Benih Mafia Mandul

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Mafia / Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Ava Seraphina Frederick (20) memiliki segalanya kekayaan, kekuasaan, dan nama besar keluarga mafia. Namun bagi Ava, semua itu hanyalah jeruji emas yang membuatnya hampa.

Hidupnya runtuh ketika dokter memvonis usianya tinggal dua tahun. Dalam putus asa, Ava membuat keputusan nekat, ia harus punya anak sebelum mati.

Satu malam di bawah pengaruh alkohol mengubah segalanya. Ava tidur dengan Edgar, yang tanpa Ava tahu adalah suami sepupunya sendiri.

Saat mengetahui ia hamil kembar, Ava memilih pergi. Ia meninggalkan keluarganya, kehidupannya dan juga ayah dari bayinya.

Tujuh tahun berlalu, Ava hidup tenang bersama dengan kedua anaknya. Dan vonis dokter ternyata salah.

“Mama, di mana Papa?” tanya Lily.

“Papa sudah meninggal!” sahut Luca.

​Ketika takdir membawanya bertemu kembali dengan Edgar dan menuntut kembali benihnya, apakah Ava akan jujur atau memilih kabur lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

Ava dan Kenzo sudah berada di ruang meeting. Kenzo sedang menjelaskan alur presentasi singkat, namun Ava tidak fokus.

Pikirannya dipenuhi kekhawatiran tentang si kembar yang mungkin saat ini sedang menunggunya di sekolah.

Klik!

Pintu ruangan terbuka. Edgar melangkah masuk seorang diri karena Jeremy kembali turun untuk menemui Luca dan Lily. Aura kekuasaan Edgar langsung memenuhi ruangan.

Ava sedang memegang sebuah map laporan keamanan di tangannya. Begitu matanya bertemu dengan mata Edgar, mata yang sama persis dengan mata putranya Luca, map itu terlepas dari genggamannya.

Map itu jatuh ke lantai, menyebarkan beberapa lembar kertas laporan.

Edgar juga terkejut. Ia mengenal mata itu, ia mengenal keangkuhan yang sedikit panik itu.

Wanita yang tidur dengannya tujuh tahun lalu, wanita yang meninggalkan cek di bantalnya. Ava Seraphina Frederick.

“Edgar...” lirih Ava.

Keheningan melanda ruangan itu, menusuk hingga ke tulang.

Ava dengan cepat memaksakan dirinya untuk tetap fokus. Ia adalah seorang Frederick, ia tidak boleh menunjukkan kelemahan.

Ava berlutut secepat kilat, memungut mapnya. Ia segera berdiri tegak, memaksakan senyum tipis, seolah belum pernah bertemu pria ini sebelumnya.

“Selamat datang, Tuan Anderson,” sapa Ava dengan tenang seperti baru saja melihat rekan bisnis yang biasa. “Saya Ava Seraphina, asisten pribadi baru tuan Kenzo. Maaf kecerobohan saya membuat anda sedikit terganggu.”

Edgar menatapnya tajam. Ia tahu wanita ini sedang berpura-pura. Sikap acuh tak acuh Ava, seolah malam mereka hanyalah debu yang tertiup angin, membuat Edgar kesal.

Edgar telah mencarinya diam-diam selama ini, dan kini Ava berani bersikap seolah mereka orang asing.

Kenzo melangkah maju, memecah canggung diantara mereka. “Mulai sekarang, Ava akan menjadi asisten pribadiku, Paman. Kau tahu, dia punya otak yang sangat brilian di bidang analisis keamanan,” ucapnya.

“Edgar Anderson. Senang bertemu dengan anda, Nona.” Edgar mengulurkan tangan, lalu menggenggam tangan Ava lebih lama dari yang seharusnya.

Ava membalas jabat tangan itu, kontak fisik mereka singkat namun diwarnai gejolak masa lalu. Ia cepat-cepat menarik tangannya.

“Saya juga senang bertemu anda, Tuan Anderson.” Ava sama sekali tidak menunjukkan reaksi, dan sikapnya yang dingin itu justru memicu amarah Edgar yang terpendam.

“Brengsek! Apa dia sudah melupakan aku dan malam panas itu?” gumam Edgar dalam hati.

Setelah perkenalan yang canggung itu, Kenzo segera memulai presentasinya. Pembahasan beralih pada mata berlian yang hilang.

Ava duduk di samping Kenzo, bertindak sebagai asisten yang kompeten.

“Kenzo Corporation telah mengaktifkan semua network pemantauan perdagangan internasional, Tuan Anderson,” jelas Ava dengan suara lugas. “Modus operasi pencuri ini, yang disebut serigala gila oleh media, menunjukkan dia cerdas dan terorganisir. Kami yakin dia akan menjualnya ke pembeli di luar negeri.”

Edgar mendengarkan, tetapi matanya tidak lepas dari Ava. Dia bicara tentang serigala gila, seakan Ava dia tidak tahu apa-apa.

“Apa hubungan anda dengan Tuan Kenzo?” tanya Edgar tiba-tiba, memotong presentasi Ava.

Pertanyaan itu ditujukan pada Ava, padahal seharusnya Edgar membahasnya nanti selesai meeting. Bukan sekarang!

“Sebenarnya apa yang ada di dalam pikirannya?” batin Ava dengan memperlihatkan wajah kesalnya.

Edgar tersenyum tipis melihat diamnya Ava. Dan Ava bisa melihat senyum menyebalkan itu. Apa dia sedang mengejekku? Pikirnya.

“Tuan Kenzo adalah atasan saya. Dia merekrut saya karena saya kompeten, Tuan Anderson. Bukan karena alasan pribadi, jika itu yang sedang anda khawatirkan,” balas Ava.

Edgar menyeringai kecil. Sikap acuh tak acuh Ava semakin membuatnya ingin membalas.

“Saya yakin anda kompeten, Nona Seraphina. Saya ingat, tujuh tahun lalu anda juga menunjukkan kompetensi yang luar biasa dalam mengambil keputusan ekstrem di malam hari,” sindir Edgar, kata-katanya penuh makna ganda yang hanya dipahami oleh Ava sendiri.

Wajah Ava menegang sedikit, tetapi ia berhasil mengendalikan ekspresinya dengan cepat.

Kenzo hanya berkedip bingung mendengar sindiran yang aneh itu.

“Kalian saling mengenal sebelumnya?” tanya Kenzo.

“Kompetensi saya sekarang adalah menganalisis data, bukan membahas hal-hal yang tidak relevan dengan bisnis atau masa lalu anda yang tidak penting itu, Tuan Anderson,” ucap Ava mengabaikan Kenzo.

Edgar memajukan tubuhnya, mencondongkan diri ke meja.

“Tentu, Nona Seraphina. Saya harap kompetensi anda sekarang sepadan dengan gaji yang Kenzo berikan. Karena jika anda gagal menemukan berlian saya, anda akan menerima akibatnya. Saya tidak suka kegagalan. Dan saya benci diabaikan,” ucap dingin Edgar.

Kalimat itu jelas sebuah ancaman. Ava yakin, Edgar akan memburu Ava, baik sebagai serigala gila maupun sebagai wanita yang pura-pura tidak mengenalnya.

“Kenapa aku harus dipertemukan lagi dengan Edgar di saat seperti ini? Jangan sampai dia bertemu Luca dan Lily apalagi tahu, kalau mereka adalah darah dagingnya. Aku tidak mau berseteru dengan Ivy.” doa Ava dalam hatinya.

1
Bunda
nyimak,moga menarik😊🙏
Karo Karo
🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻
Melki
akhirnya...
irena
bagus banget thor ceritanya
Senja: 🙏🙏🙏 nuhun kk
total 1 replies
Macrina Catharina
Ivy wanita yang mtre dn ini atas kesalahn dgn ambisi dari ibunya sendiri 👍
Macrina Catharina
Jgn terpanjing. Ivy wanita licik Jeremy.
Macrina Catharina
Semangat...Edgar kejalah citamu. 🤭
Macrina Catharina
weeeyy sama aku juga ketawa.. ketiwi. ga bergerak tetap di tempat keren Thore berhasil bikin manula lupa makan.. 🤭😄😄😄
Senja: Hehe makasih oma,
total 1 replies
Macrina Catharina
Wahhh semakin semangat donk Edgargerak cepat biar sahhhh...t
Macrina Catharina
Baru mampir lagi Thorr. Ava si anak kembar . 🙏
Senja: Terima kasih akak🙏
total 1 replies
Melki
hmm.....
Weni Kasandra
cerita yang bagus
juwita
mampir
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 2 replies
nur
sangat menarik kak ceritanya
Ria Gazali Dapson
om jeremi kmna sih, udh akur ituh edgar ava edwar ara
Ria Gazali Dapson
jeremi kmna cih🤣
Ria Gazali Dapson
maxim sama cleo pantes sih, tinggal cari sunlight🤣🤣
Ria Gazali Dapson
kapan sih c jeremi d dor, ini semua gara² jeremi, jdi semakin kusut, sayang lah sama c cleo, d rayu² ivy , mao aja
Ria Gazali Dapson
ivy kapan sih d hancur nya
Ria Gazali Dapson
c author bikin geregetan aja sih, knp ivy g , ngilang js berikut dg ank n nrnrk nya, k laut keq gitu, ini semua gara² c bodoh jerrmi, biang kerok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!