NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Layar ponsel menyala.

Hati Zhea pun terasa lega.

Tanpa membuang waktu, jemari lentiknya langsung berselancar. Mengklik aplikasi chat.

"Kosong?" Dada Zhea mulai bergemuruh. Namun ia tak putus asa. Jari-jarinya berselancar lagi.

Lalu berhenti pada sebuah folder yang diberi nama Private Chat ... folder yang bahkan Zhea baru tahu. Ia segera menscroll.

Dan di folder itu, dia melihat nama ELARA.

Huruf kapital semua. Nama yang cantik, tapi berubah menjadi horor dan menjijikan di mata Zhea.

Zhea gegas membuka percakapan.

Dan kalimat pertama langsung menghantam dadanya.

"I can't wait to feel you again, Babe. Tadi kamu sukses bikin aku nggak bisa jalan. Kamu sangat perkasa seperti biasanya. Dan di hari ulang tahunmu ini ... aku sangat bahagia karena bisa merasakan keperkasaanmu tanpa penghalang. Thanks ya, Babe."

Jantung Zhea seperti berhenti sepersekian detik. Tangannya mencengkeram erat ponsel Zavier.

Di baris bawah, ada satu voice note. Beberapa menit yang lalu.

Zhea menekan play pelan sekali, volumenya diturunkan hampir nol. Tapi suara itu tetap terdengar cukup jelas.

"Besok malam kita lanjut lagi ya, Babe. Aku belum puas. Atau kalau bisa ... untuk tiga hari ke depan, kamu nggak usah pulang ke rumahmu. Menginap saja di apartemenku. Bilang saja ke istrimu yang bodoh itu ... kalau kamu ada pekerjaan di luar kota. Dia pasti akan percaya. Karena dia sangat mencintaimu."

Mata Zhea memanas. Bukan karena ingin menangis, tapi karena api amarah yang menyala.

Zhea buru-buru memotret percakapan itu menggunakan ponselnya. "Berzinalah kalian sepuasnya." Zhea buru-buru meletakkan ponsel sang suami ke tempat semula, karena air di kamar mandi sudah berhenti.

Dia menyimpan hp-nya juga ke laci nakas, lalu beranjak membuka lemari untuk mengambil baju.

Zhea duduk tegak. Napasnya tenang seolah tidak melihat dan tidak tahu apa-apa.

Pintu kamar mandi terbuka. Zavier keluar dengan handuk kecil tersampir di leher dan handuk putih melilit dari pinggang sampai pahanya yang kekar, bau sabun menguar, rambutnya basah. "Kamu setia banget sih, nungguin aku ..." Zavier menarik ujung hidung Zhea, gemas.

Zhea menatapnya. Tersenyum kecil. "Aku kan mau ngasih kue ulang tahun ke kamu. Kita tiup lilin sama-sama," katanya.

Zavier tertawa kecil, memakai piyama yang sudah disediakan Zhea. "Ya udah ... ambil gih kuenya."

Zhea mengangguk. "Bentar, ya." Zhea turun dari ranjang. Keluar dari kamar dengan emosi yang membuncah. Sambil menuruni tangga, wanita dua puluh enam tahun itu bergumam penuh amarah. "Seandainya tidak ada Zheza ... sudah kucakar wajahmu, Zavier. Tapi aku tidak mau memberikan trauma pada bayiku."

Zhea mengambil kue yang tadi ia bawa ke kantor Zavier. Memasang lilin angka tiga puluh lima dan menghidupkannya. Lalu dengan ekspresi yang sudah tak dipenuhi amarah ... ia menaiki tangga lagi untuk menemui suaminya.

"Happy birthday to you ... happy birthday to you ... happy birthday ... happy birthday ... happy birthday to you ..." Zhea menyanyikan lagu ulang tahun itu dengan penuh penghayatan. Jika tahun-tahun sebelumnya ia menyanyikannya dengan mata berkaca-kaca penuh syukur dan keharuan, berbeda dengan malam ini. Matanya memang berkaca-kaca dan akhirnya menitikkan air mata, tapi itu bukan air mata haru, melainkan air mata kekecewaan dan kesakitan. "Selamat ulang yang ketiga puluh lima, suamiku tercinta," ucapnya sambil menyodorkan kue ulang tahun itu tepat ke depan wajah Zavier.

"Terima kasih, sayang." Zavier mengusap air mata di kedua pipi Zhea, sebelum akhirnya meniup lilin itu dengan wajah bahagia dan mata berkaca-kaca. Lalu setelahnya, ia mengambil kue itu dan menyimpannya di atas nakas. "Kamu adalah istri yang sempurna," ungkapnya seraya memeluk Zhea dengan erat. Menciumi puncak kepala bersurai hitam itu. "Aku sangat mencintaimu, Zhea Aveline Winata. Terima kasih sudah memberikan kado terindah dalam hidupku. Kehadiran Zheza telah menyempurnakan hidupku." Pelukan Zavier mengencang, dan itu membuat Zhea ingin menjerit muak.

"Dasar pendusta!" desisnya dalam hati. "Mas ... udah dulu dong meluknya. Sesak tahu," kekeh Zhea.

Zavier tertawa pelan, lalu melepaskan pelukan.

Ia membawa Zhea naik ke ranjang, dan meraih tangan istrinya itu tanpa beban. "Apakah bekas jahitan operasi caesar-mu masih sakit?"

Tubuh Zhea sedikit menegang. Refleks wanita itu melepaskan genggaman tangan Zavier di jemarinya. "Ah, kalau sakit sih enggak, tapi masih ngilu," katanya sambil menyentuh jahitan di perutnya itu. "Kenapa? Mas mau minta hak, ya?" tanya Zhea dengan rasa jijik yang membuncah. Bayangan pergulatan suaminya dan Elara datang lagi. Nyaris mengikis kewarasannya.

Zavier menggaruk tengkuk, berdeham pelan. "Sebenarnya iya, sayang. Aku sudah sangat merindukanmu. Rindu pada hangatnya rahimmu. Tapi ... jika jahitan itu masih terasa ngilu, aku tidak ingin memaksa. Aku tak mau menyakitimu. Biarlah hasrat ini kutahan sampai kamu benar-benar siap," katanya yang membuat Zhea muak dan ingin tertawa terbahak-bahak.

"Menahan hasrat? Tai anj*ng! Dasar tukang silat lidah!" Zhea mengumpat kasar dalam hatinya. "Makasih, ya, Mas. Kamu benar-benar suami yang pengertian."

"Kita tidur, yuk!" ajak Zavier.

"Tunggu dulu, Mas. Aku mau ngobrol sedikit lagi sama kamu ..." terang Zhea.

"Ngobrol apa, sayang?" Suara Zavier lembut mendayu.

Zhea menatap wajah Zavier, wajah yang dulu sangat amat ia cintai dan kagumi sepenuh hati. Iris cokelat itu terlihat jernih, natural, tapi kini pandai menyimpan kebohongan. Dia memegang tangan Zavier. Pelan. Seolah penuh cinta. "Aku cuma mau nanya ..." Zhea mengelus punggung tangan suaminya. "Kamu nggak punya perempuan lain, 'kan?"

Zavier tersenyum begitu tenang, begitu meyakinkan. Tapi pupil matanya sedikit melebar. "Tentu tidak, sayang. Untuk apa aku melirik perempuan lain, jika di rumah ini ... ada bidadari cantik yang selalu menungguku. Di hati aku, cuma ada kamu seorang." Dia mengangkat tangan Zhea, kemudian menciumnya. "Kenapa kamu nanya gitu? Kamu udah nggak percaya sama aku, ya?" Zavier balik bertanya.

Zhea mendekat, memiringkan wajahnya beberapa senti dari wajah Zavier. Suaranya lirih. "Bukan nggak percaya ... cuma mastiin aja. Karena zaman sekarang, marak banget perselingkuhan. Aku takut kamu tergoda oleh daun muda di luar sana. Secara ... kamu kan pengusaha sukses. Tampan, mapan dan berwibawa. Aku tahu banget loh, kalau banyak perempuan yang naksir kamu. Termasuk karyawan kamu sendiri," paparnya sambil merengek manja.

Zavier menatap Zhea tepat di mata. Tak ada ragu, tak ada canggung, tak ada tanda bersalah. "Memang banyak yang naksir sama aku, tapi sekali lagi aku tegaskan ... kalau cinta dan hatiku hanya untuk kamu. Demi Tuhan ... aku tidak akan pernah berpaling darimu. Bagiku ... kamu adalah wanita paling sempurna. Paling cantik, paling seksi dan paling segalanya. Cintaku udah stuck di kamu, sayang." Zavier memajukan wajah, dan mencumbu bibir Zhea. Lalu tangannya naik ke atas dada. Ketika ia ingin meremasnya, Zhea dengan cepat melepas tautan bibir mereka dan mejauhkan tangan Zavier dari dadanya.

"Jangan diremas, Mas. Nanti ASI-nya banjir," ucapnya dengan napas tersengal. Bukan karena hasrat ingin disentuh suaminya, tapi karena jijik dicium dan disentuh Zavier.

"Upps, sorry, sayang. Mas lupa kalau kamu sedang menyusui." Senyum genit terbit di bibir Zavier. Dan bersamaan dengan itu, tangisan kecil Zheza terdengar.

Zhea buru-buru turun dari ranjang, menghampiri bayinya yang kehausan. "Mas tidur duluan saja, aku mau menyusui Zheza dulu. Dan untuk kado ulang tahunnya ... aku masih mempersiapkannya. Sabar ya, Mas."

Zavier mengangguk ceria. "Iya, sayang. Nggak papa. Aku akan menantikan kado  darimu."

"Tunggulah, Mas Zavier, sayang. Kadomu akan segera datang."

_______

"Sayang, aku berangkat dulu ya." Zavier mencium kening Zhea. "Gadis kecil Papa ... sampai jumpa nanti sore ya, sayang. Papa mau berangkat kerja dulu." Dia beralih mencium pelan pipi Zheza.

"Iya, Papa. Hati-hati. Semangat kerjanya ya, Papa." Zhea membalas dengan menirukan suara bayi.

Zavier melambaikan tangan sebelum masuk ke dalam mobil. Zhea membalasnya diiringi senyum manis yang jelas dipaksakan.

Setelah mobil suaminya keluar dari halaman rumah, Zhea kembali masuk dan meletakkan Zheza di stroller. Menoel pipi putrinya lembut. "Sayang, nanti siang ... Mama mau ke kantor Papamu lagi ya, kamu sama Bi Acih dulu ya. Mama punya misi yang harus diselesaikan."

___

"Pagi, Babe." Elara langsung memeluk Zavier yang baru datang dan masuk ke ruangan.

Lelaki itu tak menolak, dia balas memeluk sekretarisnya itu.

"Babe ... nanti malam jadi 'kan kamu nginep di apartemenku?" rengek Elara manja.

Zavier melepas pelukan Elara, menarik gemas hidung gadis itu. "Mm ... lihat nanti ya, sayang. Aku harus nyari alasan yang masuk akal. Kalau terlalu mengada-ada, nanti Zhea bisa curiga," balasnya yang membuat Elara memberengut.

"Bilang aja kamu lembur dan harus nginep di kantor," ketus gadis berambut bergelombang itu.

"Nanti aku pikirkan." Zavier memungkas obrolan tentang hubungan terlarang mereka. "Apa saja jadwalku hari ini?" tanyanya mulai menanyakan pekerjaan.

Elara dengan ogah-ogahan membacakan schedule Zavier dari pagi hingga sore hari.

_____

"Bi, saya titip lagi Zheza, ya? Saya mau ke kantor Bapak dulu. Nggak akan lama, kok. Paling satu jam-an. ASI sudah ada di kulkas. Dan tolong ... jangan tinggalkan Zheza sendirian."

Bi Asih mengangguk patuh. "Siap, Bu. Hati-hati."

Zhea mencium pipi putrinya sebelum akhirnya keluar dari rumah.

Tiga puluh menit kemudian, Zhea sudah sampai di kantor suaminya. Dia berjalan anggun masuk ke lobi dan basa-basi bertanya kepada resepsionis. "Dewi ... Bapak ada di ruangannya tidak?" tanyanya.

"Bapak sedang ada meeting di luar, Bu. Tapi tidak akan lama, soalnya sudah dari satu jam yang lalu," jelas Dewi, si petugas resepsionis.

Zhea mengulum senyum samar. "Kalau begitu, bolehkah saya menunggu di ruangannya?"

"Sangat boleh, Ibu." Dewi tersenyum kecil. "Silakan. Mau tiduran juga bebas. Kantor ini kan milik suami Ibu." Dari senyum, berubah menjadi kekehan.

Zhea pun ikut terkekeh. "Ya sudah. Saya ke atas dulu ya?"

"Iya, Bu. Silakan." Dewi mengangguk ramah.

"Sempurna." Zhea menyeringai lebar saat keluar dari lift. Dia melangkah anggun menuju ruangan suaminya.

Namun saat pintu ruangan itu ia buka, mendadak bayangan menjijikan tadi malam berkelebatan.

Zhea segera menepisnya. "Aku tidak boleh membuang waktu," desisnya segera masuk.

Sesuai dengan rencana yang sudah tersusun di otaknya, Zhea memasang kamera tersembunyi berukuran kecil di beberapa titik yang bisa merekam semua kejadian di dalam ruangan ini. Tak lupa, ia juga memasang perekam suara di bawah meja kerja suaminya. Di bawah meja sofa dan di lemari yang berisi berkas-berkas.

"Beres." Dia menjatuhkan tubuhnya di sofa, bertumpang kaki sambil menyeringai. "Kehancuranmu akan dimulai dari hari ini, Mas Zavier Dinata."

1
Arin
Alhamdulillah akhirnya Pak Gusti sadar sebelum ajal menjemput.....
@Mita🥰
ya itu wajar mas kita sebagai manusia gak sedih sama orang yang jahatin kita ..tapi tidak boleh dendam ....
Yunita Sophi
pantesan anaknya jd perempuan murahan... ibunya matre
Ama Apr: hehe wkwk
total 1 replies
Yunita Sophi
menyesal itu pasti Zavier... apa berguna ? tentu tidak 🤣🤣🤣
Ama Apr: menyesalnya di akhir sih
total 1 replies
Yunita Sophi
🤣🤣🤣🤣🤣 aq tertawa untuk pelakor nya... rasain luh 😄😄😄
Ama Apr: hihihahaha
total 1 replies
Yunita Sophi
jelas Elara sll menurut i kemauan nya lembut dan bisa memuaskan nafsu Zavier.... krn di belum jd istri kamu belum morotin harta kamu sampai ludah... liat aja udah dapat semua semua kejelekan nya pasti kluar...
Ama Apr: iya, itu cuma sementara ya. klo istri kan udh psti menerima semua kekurangan
total 1 replies
Yunita Sophi
aq suka cara Zhea membalas sakit hati nya... semoga terungkap pembunuh nya... apa masih ada CCTV Zhea bagus itu klo masih ada..
Ama Apr: lanjut kk
total 1 replies
Yunita Sophi
😄😄😄😄😄 knp marah Zavier itu kan perempuan yg kamu pilih... semoga cepat terungkap si Zavier yg membunuh... biar batal nikahin si pelakor yg gak tau diri
Ama Apr: sipp kk
total 1 replies
Arin
Apa.....???? Masih nyalahin Gantari karena sudah menyebabkan dirimu masuk penjara huh..... masih gak sadar juga... Insaf woy.... keburu ajal menjemput seperti istrimu...
Arin: Semoga deh....
total 2 replies
Yunita Sophi
thor jgn biarkan Zavier selamat dan bahagia dgn si ulet nangka... semoga pak Sony selamat
Ama Apr: lanjut kk🫰
total 1 replies
Yunita Sophi
anak DURHAKA pengaruh dari pelakor KEJI... penjarakan Zavier dan tarik semua aset nya biar tau rasadia dan pelakor nya...
Ama Apr: siap kk
total 1 replies
@Mita🥰
kalian. ....

iya ini kami ...🫣🫣🫣
Ama Apr: hehe iya, marah2 lg nggak tuh aki2
total 1 replies
Yunita Sophi
bikin mereka dua penghianat itu hidup sengsara... klo bisa miskin kan mereka sampe jd gembel thor...
Ama Apr: sip kk, lanjut
total 1 replies
Yunita Sophi
gimana gak menangis liat orang baik di khianati kurang apa coba Zhea jd istri 😭 suami nya gatel dan pelakor nya rayuan nya hebat krn liat Zavier kaya raya...
Ama Apr: huhu iya kk
total 1 replies
Yunita Sophi
doa yg tulus akan jadi kenyataan... semoga
Ama Apr: aamiin
total 1 replies
Yunita Sophi
kebanyakan orang hamil dan sehabis melahirkan pasti gendut... dan jarang dan krn dia sibuk mengurus bayi nya... tp tunggu beberapa bulan lg dia akan berubah seperti dulu lagi..😄
Ama Apr: betul, intinya hrs saling mengerti antara suami dan istri. Terutama suami yg hrs sabar
total 1 replies
Yunita Sophi
1 thn berhianat berarti Zhea baru mulai hamil dong... dasar suami luknat semoga dapat balasan yg lebih menyakit kan..
Ama Apr: pasti kk
total 1 replies
Yunita Sophi
nikmati kebahagiaan palsu mu Zavier... sebentar lg kamu akan bebas dari Zhea...
Ama Apr: iya 🥹
total 1 replies
Yunita Sophi
umur sih masih termasuk remaja.. tp wih pengalaman nya luar biasa si Elara... apa pun akan di lakukan asal cowok merasa di manjakan dan terikat..
Ama Apr: begitulah gundik
total 1 replies
Yunita Sophi
kamu yakin semudah itu Elara menendang Zhea dari kluarga Zavier? emang kamu siapa? kamu modal nya cuma buka baju doang kok
Ama Apr: pede selangit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!