NovelToon NovelToon
SURA Penahluk Siluman

SURA Penahluk Siluman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Berada di tengah laut jawa, Pulau Koriyaksa dihuni para siluman dalam segala bentuk, dipimpin oleh siluman tanpa nama berwujud menakutkan. Akhirnya setelah 50 tahun berperang, sebuah perjanjian damai ditandatangani.
Setiap malam satu suro, bangsa manusia wajib mengirim tumbal untuk dipersembahkan pada Sang Raja.
Namun Sura mahasiswa yang terlempar ke dalam buku harus menjadi tumbal ke-100, anehnya dia justru berhasil merebut hati Sang Penguasa. WARNING! HATI-HATI DALAM MEMILIH BACAAN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penjinak Naga

Di tengah reruntuhan, Pria itu bediri menatap pilar-pilar hancur yang dipenuhi tanaman rambat.

Siapa sangka ratusan mawar liar tumbuh subur dan merekah di kota yang telah ditinggalkan. Warna merah begitu indah, berkilau di bawah cahaya rembulan.

Semerbak wangi memenuhi sekitar,

"Kenapa lama sekali? Sudah kah Lawar menyampaikan pesanku..." gumam Sura mendongak menatap langit,

Tersenyum singkat mengingat kenangan saat mereka pertama kali keluar bersama. Dulu dia merasa aneh, melihat wajah Raja yang terpukau oleh sekuntum mawar merah.

Mengira kalau Raja buas sepertinya tak mungkin menyukai bunga. Namun setelah tahu identitas yang Raja sembunyikan, Sura memahami segalanya.

"Aku tidak sabar, menunjukkan tempat ini..."

Sura berbalik berjalan menjauh, menatap jalan kosong yang dipenuhi keheningan. Kakinya terus melangkah dengan mata tak henti mencari,

Hembusan angin terasa kencang, perhatian Sura teralih menatap benda asing yang terbang di atas awan.

"Apa itu?" Sura menyipit,

Benda tadi semakin mendekat secepat kilat, lalu mendarat menyapu bersih debu di sekitar.

"N-naga? Kenapa di sini ada naga?!" batinnya panik,

Dengan tubuh gemetar ketakutan, Sura mematung tak kuasa berpindah. Menatap dari kejauhan, mendapati Raja yang baru saja melompat ke bawah.

"Areel?"

Menatap sosok yang tengah mendekat,

"Areel..." Sura memanggil dengan sumringah.

DUK!

"Aw!" Sura mengernyit kesakitan, mengusap ujung kepala yang berdenyut.

"Dasar kurang ajar. Berani-beraninya kamu kabur dari istana!"

"Enggak. Aku ga kabur...aku cuma mengantarkan Ratih pulang,"

"Oh, perhatian sekali. Sepertinya wanita itu sangat penting bagimu,"

"Nggak. Aku cuma membalas budi, karena dulu dia pernah--"

"Tunggu...kenapa aku gugup, kayak orang ketahuan selingkuh?" batin Sura mengernyit kebingungan,

"Pernah apa?!" pekik Raja sambil melotot,

Meminta penjelasan pada pria yang tiba-tiba terdiam.

"Apa kamu cemburu?" tuduh Sura membalas dengan pertanyaan lain,

Menyengir jahil, menatap Raja yang langsung membuang muka. "Buat apa aku cemburu?"

"Aku cuma kesal. Gara-gara kamu seluruh istana jadi ribut!"

"Ng, iya...aku dengar dari Lawar, katanya Anubis menyebar fitnah tentangku."

"Iya. Sepertinya dia belum menyerah buat menyingkirkanmu,"

"Lalu, apa maksudnya ini? Kenapa kamu memintaku datang?" tanya Raja berpangku tangan,

Matanya sudah mengamati sekeliling, tak menemukan siapapun bahkan tak merasakan hawa keberadaan orang lain.

Sepertinya Sura benar-benar sendiri,

"Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan,"

Sura berbalik meraih tangan Raja, menggandengnya ke tempat lain. Raja hanya diam menuruti kemana langkah kakinya di bawa,

Berhenti di depan tempat penuh bunga yang memukau mata.

"HH?! Bagaimana bisa, ada bunga sebanyak ini..." bergumam takjub,

"Iya, kan? Aku juga kaget tadi."

Sura melirik, tersenyum puas melihat Raja yang termenung dengan raut riang.

"Aku tahu kamu menyukai bunga mawar. Jadi aku mau kamu melihatnya sendiri..."

"Dia cuma ingin menunjukkan tempat ini kepadaku?" batin Raja terheran,

Merasakan telapak sedingin es yang menggenggam tangannya. Baru sadar jika badai tadi membuat seluruh wilayah siluman diselimuti angin,

Baju tipis yang Sura kenakan tak mungkin cukup menghangatkan, apalagi kulit manusia tanpa bulu pasti sulit menahan hawa dingin di luar.

"Kenapa repot-repot melakukannya? Padahal masih ada hari esok..."

"Iya. Tapi ga yakin apa besok bunganya tetap sebanyak ini," sahut Sura tak keberatan.

Menoleh sambil tersenyum, bibirnya tampak membiru.

"Cih...besok aku akan menyuruh pelayan merubah gaya pakaianmu!"

"Ha, buat apa? Pakaian ini sudah nyaman." tanya Sura menatap bajunya dengan wajah polos,

"Aku ingin kamu memakai baju tebal yang menutupi semua tubuhmu,"

"Tapi, terserah kalau kamu menolak. Lagian kamu kan, sangat suka memakai baju mesum buat menggoda para pelayan."

"Kamu juga suka bertelanjang dada dan membiarkan mereka menyentuhmu,"

CETAK!

"Apa ini gara-gara kejadian tadi siang?" batin Sura tertohok,

"B-baiklah. Aku setuju mengganti model baju..."

"Hhh, ya sudah. Ayo cepat pulang," Raja mendengus berbalik mendahului.

Sengaja mempercepat karena cemas. Jangan sampai Sura terus berkutat di tengah cuaca dingin,

"Tunggu!" panggil Sura berlari menyusul,

Wajahnya tampak panik, merangkul erat lengan penuh bulu di depannya. "Apa kita ga pulang naik kuda saja?"

"Bagaimana kalau naga itu mengamuk?"

"Hng? Kamu tahu kalau itu seekor naga..." seru Raja keheranan.

"Tentu saja. Film, komik, drama, bahkan situs game...hewan itu sangat eksis di duniaku!" benak Sura bergidik ngeri,

"A-aku pernah membacanya di perpustakaanmu."

"Kapan? Kamu kan tidak bisa bahasa siluman,"

"Eh--Ng...anu--aku cuma lihat gambar dan kebetulan tulisan naga hampir sama dengan bahasa manusia." dusta Sura sambil terbata-bata,

Beruntung Raja tak bertanya jauh. "Dia cuma roh naga yang kupanggil,"

"Oh, berarti bukan mahluk hidup? Syukurlah. Berarti ga ngamuk kan..."

"Entahlah. Ini pertama kali aku memanggilnya, dan sepertinya dia tidak terlalu menurutiku." Raja menjawab, namun tak didengar Sura.

Sura terlalu cepat tenang, mengetahui itu hanya roh dan berpikir naga biru adalah hewan jinak.

Rasa penasaran memaksa tubuhnya berlari mendekat, mengawasi setiap inci tubuh naga yang masih berdiri tegap.

"Gila...jadi seperti ini, wujud asli naga? Keren!"

"Besar sekali, coba saja aku bisa memfotonya!" gumam Sura kegirangan.

Tangannya mengulur berusaha mengusap,

"Jangan!"

Raja berteriak panik, takut jika naga itu benar-benar mengamuk dan menyakiti Sura. Namun anehnya tak ada reaksi apa pun,

"Wush...wush...wush...naga baik," Sura terus mengusap lembut kaki yang sebesar tubuhnya.

"Apa ini? Padahal tadi dia tidak suka saat kusentuh,"

Semakin tercengang saat naga biru mulai menekuk satu kaki, menundukkan kepala seakan mengharapkan sentuhan lain dari Sura.

"Aku pernah lihat, kalau naga bisa berbicara dengan manusia. Apa kamu juga bisa?"

"Tentu saja,"

"Wah!" Sura menganga, mendapat sahutan.

"Siapa namamu?"

"Aku tidak tahu. Aku sudah lama tertidur dan melupakan namaku,"

"Hm...kalau begitu, bagaimana kalau aku menamaimu Laras? Artinya tegas dan kuat."

"Baiklah. Aku menyukainya,"

Naga itu tersenyum, menggosok pelan kepalanya ke tubuh Sura. Sigap menundukkan tubuh lalu memindahkan tubuh Sura ke atas,

"A-apa ini? Apa aku ga salah lihat...Kenapa naga biru menurutinya," sontak Raja kebingungan melihat kedekatan mereka.

"Dan apa-apaan nama tadi? Laras...jadi selama ini, naga biru adalah seekor betina!"

"Kenapa aku tidak tahu?! Lalu kenapa Sura bisa tahu?"

"Areel...ayo!" panggil Sura melambaikan tangan,

"Hm, Areel? Aku tidak tahu kalau kamu punya nama secantik itu." batin naga melirik sinis,

"Tentu saja, Sura lah yang mencarikan nama itu untukku." Raja menyeringai puas,

Melompat naik duduk di belakang Sura. Tanpa sadar dia malah bersaing memperebutkan seorang pria,

"Hh, kebetulan saja. Lagian ga ada gunanya punya nama cantik, kamu tetap siluman buruk rupa yang menyeramkan."

"Apa katamu? Apa kamu ga sadar diri...rupamu lebih mengerikan!" pekik Raja dalam hati,

"Pegangan yang erat." lugas Sura menarik kedua tangan Raja agar merangkul tubuhnya,

"Sial, siluman genit! Singkirkan tanganmu dari suamiku!" Naga biru melirik dengan tatapan tajam,

"Suami apanya? Dia takkan mau menikahi hewan jelek sepertimu!"

"Beraninya kamu! Lihat saja, akanku lempar kamu dari atas."

Sura hanya duduk tenang, tak menyadari pertengkaran mereka. Menikmati pemandangan dari atas awan,

"Laras, apa kamu bisa terbang lebih lambat?" sontak Sura merasakan perutnya yang terasa mual.

"Baik, suamiku!" Naga tersenyum, sigap menurunkan kecepatan.

"Kamu gapapa?" bisik Raja menyadari, kakinya langsung menendang keras tubuh naga biru. "Woi! Terbanglah dengan benar!"

"Aku gapapa. Pegangan padaku, jangan sampai kamu terjatuh..."

"Suamiku, kamu pegangan juga atau peluk saja aku..."

"BERHENTI MEMANGGILNYA, DIA BUKAN SUAMIMU!" batin Raja memekik kesal,

"Cih, dasar penganggu. Bilang saja kalau kamu iri dengan kemesraan kami,"

1
Lili
Seru thor😍
Lili
😍dapat rejeki banyak kalau gini
Anonymous
💪Gacor banget si Sura😍🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!