Berada di tengah laut jawa, Pulau Koriyaksa dihuni para siluman dalam segala bentuk, dipimpin oleh siluman tanpa nama berwujud menakutkan. Akhirnya setelah 50 tahun berperang, sebuah perjanjian damai ditandatangani.
Setiap malam satu suro, bangsa manusia wajib mengirim tumbal untuk dipersembahkan pada Sang Raja.
Namun Sura mahasiswa yang terlempar ke dalam buku harus menjadi tumbal ke-100, anehnya dia justru berhasil merebut hati Sang Penguasa. WARNING! HATI-HATI DALAM MEMILIH BACAAN!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Reinkarnasi Raja siluman
"Sistem dalam masa pembaharuan,"
"Ck! Apaan sih berisik amat," gumam Sura mengernyit risih.
Berguling ke samping ranjang untuk menjauhi suara, tanpa tahu jika sumbernya berasal dari dalam kepala.
Sura terlelap di dalam kamar, setelah kejadian semalam. Tak ada lagi rapat, sesampainya di sana hanya ada sekumpulan siluman yang terkaget.
Bukan karena kepulangannya, namun sebab naga biru. Binatang legendaris yang berhasil dijinakkan, mereka semua melihat naga biru berbicara dengan nada manja.
"Sistem telah diperbarui, memulai ulang dalam kehitungan---"
"1..."
"2..."
"3...Selamat berhasil membuka segel sihir dalam tubuh."
"Hh?!" Sura terbelalak, merasakan sakit yang menusuk jantung.
"ARGH!!!"
Tubuhnya bangkit, terus menekan tubuh, berharap mampu mengurangi nyeri yang diderita. Keringat mulai mengucur membasahi kening,
"Hhh...Hhh...Hhh..." Sura terengah, menahan rasa panas menjalar ke seluruh organnya.
Perlahan, menghilang dan berhasil padam. Sura menelan saliva, menghela nafas lega sembari melirik ke sisi lain.
Mendapati binatang kecil berwarna kuning, mirip seperti anakan burung terbang di sampingnya.
"Eh? Siapa kam--"
JLEB!
Belum sempat mengelak, tiba-tiba burung itu lenyap setelah menghantam tubuh Sura. Seakan terserap masuk ke dalam,
Sura semakin yakin, saat tubuhnya memancarkan cahaya keemasan, merasakan kehangatan yang menenangkan.
"Apa ini?"
"Izin menjawab, itu adalah sihir yang sempat tersegel di tubuh anda."
"Hah? Lho? Siapa itu?" Sura celingak-celinguk, tak menemukan siapa pun.
Gema suara di telinganya terdengar jelas dan tak asing. Seperti telah sering didengar,
"Saya adalah sistem."
"Sistem? Apa kamu yang selama ini memberikan kekuatan kepadaku?" Sura bertanya bingung,
Kedengaran seperti cerita fantasi yang sering dibaca. Namun dia masih saja, ingin menalarnya dengan logika.
"Itu benar. Saya adalah sistem yang mengatur tubuh reinkarnasi anda,"
"Reinkarnasi? Mm, apa kamu tahu kalau aku berasal dari dunia lain?"
"Tentu saja."
Sura mengernyit, berpangku tangan sambil mencubit pelan dagunya. Tampak ragu oleh sesuatu,
"Kenapa kamu baru muncul sekarang?"
"Sebelum ini saya terhalang oleh segel di tubuh Anda. Jadi saya tidak bisa leluasa berbicara,"
"Segel? Memang apa yang kulakukan, kenapa segel itu bisa terbuka?" Sura berpikir keras.
"Sejak masuk ke wilayah siluman, segel anda sudah mulai terbuka lalu aura naga biru menjadi faktor terbesar dalam menghancurkan segel."
"Ha...aku tidak paham. Apa hubungannya? Kenapa ada segel di tubuh manusia sepertiku,"
"Siapa yang bilang anda manusia? Anda ini adalah Raja siluman yang berhasil bereinkarnasi menjadi manusia ilahi."
"APA?!"
Sura tak henti menganga, oleh penjelasan panjang yang terdengar semacam bualan. Mana mungkin ada hal semacam itu,
Sura adalah Raja siluman pertama yang terobsesi menjadi manusia ilahi, atau sebut saja mahluk abadi.
Setelah mendapat tahta Raja siluman mencari cara untuk menjadi abadi, hingga melakukan perjanjian dengan Raja iblis tertinggi.
Setelah dia mati, dia akan terus hidup kembali menempati tubuh keturunannya sampai berhasil mengumpulkan tumbal sebanyak seratus ribu juta manusia.
Itu lah mengapa Raja siluman menyatakan perang dan membantai seluruh kaum manusia. Perang berjalan sampai tubuh pertama Raja siluman meninggal,
Dia berganti menempati tubuh putranya, namun ternyata tidak semudah itu. Jiwa asli putranya juga ada di sana, hingga menyebabkan beberapa kesalahan.
Seringkali mereka bertentangan pendapat, seperti merasa bersalah, bertindak iba, sampai melakukan perdamaian.
Raja siluman yang merasa rencananya akan gagal, akhirnya menciptakan sihir baru. Memadatkan jiwanya ke dalam mayat siluman,
Dan membangkitkan siluman itu menjadi manusia lemah. Dia sengaja menyegel sihirnya sampai benar-benar kuat dan bisa menguasai segala kesadaran tubuh tersebut,
Setelahnya Raja siluman akan kembali mengumpulkan tumbal dan membunuh jutaan manusia.
"Aku, Raja siluman? Haha...jangan bercanda, itu ga mungkin."
"Mana mungkin pria penyayang sepertiku, adalah tiran sadis sepertinya. Lagian aku tidak ingat apa pun," gumam Sura bersikeras menolak kenyataan.
"Ini efek karena segelnya terbuka lebih awal. Jadi ingatan dan sihir anda masih beradaptasi sengan tubuh ini,"
"Tapi tenang saja. Saya akan bantu ada mengingat, beberapa skill unik yang anda miliki."
"Apa maksudnya di tubuh ini, ada jiwa Raja siluman? Apa itu berarti, aku akan menghilang saat kesadaran Raja bangkit?" batin Sura tak menghiraukan ocehan.
Sibuk memikirkan nasib sendiri. "Gawat, gawat!"
"Kalau dia sadar. Bisa-bisa jiwaku menghilang! Bagaimana ini, apa yang harus kulakukan?"
"Kalau sampai Raja sekejam dia bangkit. Bukan hanya aku, tapi seisi dunia ini bakalan hancur!"
"Ng, apa tidak ada cara untuk menyegel jiwa Raja siluman?"
"..." Sistem terdiam tak memberi sahutan.
Sura sempat berharap mendapat bantuan, sampai lupa jika sistem itu adalah kekuatan yang dimiliki oleh Raja siluman.
Secara tidak langsung dia adalah bawahan. Mana mungkin akan membantu Sura,
"Ada."
"Eh? Yang benar..." Sura terheran.
"Segel itu akan kembali tertutup jika anda berhasil menciptakan kedamaian."
"Kedamaian? Maksudmu aku harus mendamaikan bangsa siluman dan manusia?"
"Yaps! Anda berhasil mendapat nilai 100," jawab sistem terdengar antusias.
"Anda bisa mulai, dari mendapatkan kepercayaan rakyat siluman sambil pelan-pelan merubah cara berpikir mereka terhadap bangsa manusia."
"Tapi, anda harus berhati-hati. Salah sedikit saja bisa memicu peperangan dan kebencian,"
"Semakin banyak rasa kebencian, maka akan semakin cepat Raja siluman bangkit."
"Kenapa kamu membantuku?" tanya Sura keheranan,
"Kamu kan anak buah Raja siluman. Bukankah bagus kalau dia bangkit lebih cepat?"
"Itu benar. Tapi saya tidak mendukung perbuatannya yang bisa menghancurkan dunia,"
GEDUBRAK!
"Sura!" panggil 2 kalong yang barusan masuk, berhasil mendobrak pintu.
Mereka terbang mendekat, tampak panik berkutat di sekitar Sura.
"Apa mereka mendengarnya?" batin Sura menelan saliva.
Dia tak ingin mengungkap kebenaran yang nantinya mengundang masalah. Cerita itu terlalu rumit dan tak mungkin dipercayai,
Yang ada para siluman akan menaruh curiga dan semakin membencinya. Mana mungkin Raja siluman berubah menjadi manusia,
"Sura, gawat! Ada yang mau merusak kebunmu."
"Mereka memaksa masuk ke dalam pembatas tapi gagal. Lalu mereka berencana menembusnya dari bawah tanah,"