NovelToon NovelToon
Shen Yu Jalan Melawan Langit

Shen Yu Jalan Melawan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Alam Atas (Tiga Puluh Tiga Surga) sedang menghadapi akhir dari usianya yang telah berjalan miliaran tahun. Energi Dao mulai membeku. Para Penguasa Purba menyebutnya Kalpa Angin Salju. Untuk bertahan hidup dari kiamat kosmik ini, para penguasa Alam Atas menanam "Ladang Dunia Fana" (seperti dunia asal Shen Yu) untuk memanen energi kehidupan.

Kedatangan Shen Yu (Ketiadaan) dan Lin Xue (Teratai Primordial) adalah anomali. Bagi Alam Atas, Lin Xue adalah kayu bakar abadi yang bisa menghangatkan mereka dari musim dingin kosmik, sedangkan Shen Yu adalah badai salju yang akan mempercepat kehancuran mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Tarian Darah Sang Teratai

Surga Pertama - Gua Es Tersembunyi, Jurang Ratapan.

Di dalam gua yang sempit dan gelap itu, suhu melonjak drastis. Dinding-dinding es abadi mulai meneteskan air, kalah oleh hawa panas yang memancar dari tengah ruangan.

Shen Yu duduk bersila tanpa mengenakan atasan. Tubuhnya yang atletis dipenuhi bekas luka pertarungan dari dunia fana, namun yang paling mengerikan adalah luka tusuk di bahu kanannya. Luka itu tidak mengeluarkan darah merah, melainkan kristal es biru pekat yang terus menjalar, berusaha membekukan jantungnya. Hukum Es Ekstrem dari senjata patroli tadi bekerja seperti parasit yang hidup.

Di hadapannya, Lin Xue duduk dengan wajah serius. Di telapak tangannya, lima batang Rumput Api Sumsum melayang.

Gadis itu memanggil Api Teratai-nya. Namun, untuk menghindari pelacakan, dia menekan cahayanya hingga sekecil lilin. Proses peleburan yang seharusnya bisa diselesaikan dalam satu kedipan mata di dunia fana, kini memakan waktu berjam-jam dan menguras Qi murni Lin Xue secara ekstrem.

TSSSS...

Rumput merah itu akhirnya meleleh, berubah menjadi cairan kental yang mendidih seperti magma cair.

"Tahan, Guru," bisik Lin Xue. Tangannya sedikit gemetar saat dia mengoleskan cairan panas itu tepat di atas luka beku Shen Yu.

Shen Yu menggertakkan giginya hingga terdengar bunyi retakan. Urat-urat di leher dan dahinya menonjol. Cairan Rumput Api Sumsum itu menerobos masuk ke dalam meridiannya, bertabrakan langsung dengan Hukum Es Ekstrem.

Pertempuran dua elemen yang berlawanan di dalam satu tubuh fana menciptakan rasa sakit yang setara dengan dikuliti hidup-hidup. Namun, Shen Yu tidak mengeluarkan erangan sedikit pun. Dia memejamkan matanya, memaksa Dao Ketiadaan-nya untuk menelan sisa-sisa benturan energi tersebut. Ini adalah titik kritis. Jika konsentrasinya terpecah, meridian kanannya akan meledak.

Lin Xue terus mengalirkan Qi untuk mengendalikan suhu cairan tersebut. Keringat membasahi pelipisnya.

Namun, insting Lin Xue tiba-tiba berdenyut hebat. Hawa dingin yang masuk dari mulut gua bukan lagi sekadar angin badai, melainkan niat membunuh yang murni dan tanpa suara.

"Seseorang datang," batin Lin Xue. Matanya menyipit tajam.

Dia menatap Shen Yu yang sedang berada dalam trans meditasi terdalam, benar-benar tidak berdaya terhadap dunia luar. Di Alam Atas ini, gurunya telah melindunginya sejak mereka jatuh. Sekarang, giliran dia yang menjadi perisai.

Lin Xue berdiri perlahan. Dia memutar pergelangan tangannya, dan sebilah pedang ramping yang terbuat dari es teratai transparan bermanifestasi dalam genggamannya. Dia berjalan tanpa suara menuju mulut gua, membiarkan Shen Yu berjuang melawan lukanya dalam keheningan.

Di luar gua, badai salju mengamuk.

Namun, dari balik tirai putih itu, lima siluet melangkah maju tanpa meninggalkan jejak kaki di atas salju. Mereka mengenakan jubah putih pucat yang menyatu dengan badai, dan wajah mereka tertutup topeng perak polos tanpa ukiran. Masing-masing memegang pedang tipis yang memancarkan aura sedingin kematian.

Mereka adalah Bayangan Beku, pasukan elit dari Kuil Pedang Salju Pucat.

"Fluktuasi Dao Ketiadaan yang dicari Penguasa Pedang berujung di sini," kata sosok di tengah, sang Pemimpin Regu yang berada di Dewa Fana Tahap Menengah. Suaranya tidak memiliki intonasi, layaknya mesin pembunuh. "Ada anomali panas di dalam. Selesaikan dengan cepat. Potong kepala mereka, bekukan darahnya."

Kelima pembunuh itu melesat masuk ke dalam gua serentak, pedang mereka siap memenggal apa pun di dalam kegelapan.

TRANG!

Langkah mereka terhenti di lorong gua. Sebuah dinding es kristal yang dipenuhi ukiran bunga teratai tiba-tiba muncul dari lantai, menangkis tusukan lima pedang tipis tersebut.

Dari balik dinding es, Lin Xue melangkah maju. Mahkota cahaya tidak lagi menghiasi kepalanya; di sini, dia hanya seorang wanita yang memegang pedang demi melindungi pria yang dicintainya.

"Tidak ada yang boleh melangkah lebih jauh dari titik ini," kata Lin Xue, suaranya sedingin es abadi yang membentuk dindingnya.

Pemimpin Bayangan Beku itu memiringkan kepalanya, menatap Lin Xue. "Aroma jiwa yang sangat murni. Kau adalah target dari Pengadilan Langit. Serahkan dirimu, dan kami akan membunuhmu tanpa rasa sakit."

Lin Xue tidak menjawab dengan kata-kata. Dia merespons dengan hukum rimba yang diajarkan Shen Yu.

Lin Xue menghentakkan kakinya. Dinding es kristal itu meledak menjadi ribuan jarum es yang melesat dengan kecepatan kilat ke arah kelima pembunuh tersebut.

"Formasi Dinding Salju," ucap sang pemimpin datar.

Kelima Bayangan Beku menggerakkan pedang mereka secara sinkron, menciptakan pusaran angin badai yang menelan jarum-jarum es Lin Xue tanpa sisa. Mereka terorganisir, efisien, dan tidak membuang tenaga.

Tiga pembunuh melesat melewati pusaran badai, menyerang Lin Xue dari tiga arah mematikan: leher, jantung, dan perut.

Lin Xue mencondongkan tubuhnya ke belakang, menghindari tebasan pertama yang nyaris memotong lehernya. Dia memutar pedang teratainya, menangkis tusukan di jantung, namun pedang ketiga berhasil menggores pinggangnya.

Darah merah menetes, mewarnai jubah peraknya. Rasa dingin yang luar biasa langsung merayap dari luka goresan tersebut, mencoba membekukan meridiannya.

"Ugh..." Lin Xue menggigit bibirnya, mundur dua langkah. Mereka terlalu terkoordinasi, dan hukum Alam Atas menekan pergerakanku!

"Kemampuan bertarungmu berantakan," komentar Pemimpin Bayangan Beku, melangkah maju memimpin serangan kedua. "Kau memiliki energi yang murni, tapi kau tidak tahu cara membunuh."

Mata ungu Lin Xue berkilat. Tidak tahu cara membunuh? Ingatan tentang bagaimana Shen Yu membelah musuh-musuhnya melintas di benaknya. Lin Xue melepaskan paksa segel di Dantian-nya, membiarkan sedikit esensi Raja Abadi nya yang tertekan bocor keluar, bercampur dengan Api Teratai di ujung pedangnya.

"Kalau begitu... akan kubiarkan kalian mengajariku."

Saat Pemimpin Bayangan Beku dan dua rekannya menusuk secara bersamaan, Lin Xue tidak menangkis. Dia mengambil langkah maju yang nekat, mengorbankan pertahanannya.

JLEB!

Pedang Pemimpin Bayangan Beku menembus bahu kiri Lin Xue.

Namun, itu adalah jebakan maut. Lin Xue mencengkeram bilah pedang yang menembus bahunya dengan tangan kosongnya yang mulai membeku. Dia menarik sang pemimpin mendekat, lalu memutar pedang teratainya dalam jarak sangat dekat.

CRAAASH!

Pedang Lin Xue memenggal kepala salah satu pembunuh di sebelah kanan, sementara tangan kirinya yang bebas memancarkan Api Teratai langsung ke dada Pemimpin Bayangan Beku, membakar organ dalamnya dalam sekejap.

Pemimpin itu memuntahkan darah beku dan terlempar mundur, menatap dadanya yang berlubang dengan ketidakpercayaan. Wanita fana ini meniru gaya bertarung bunuh diri tiran itu!

"B-Bunuh dia..." rintih sang pemimpin sebelum akhirnya tewas, tubuhnya hancur menjadi serpihan es.

Tiga pembunuh tersisa ragu-ragu sejenak melihat pemimpin mereka tewas. Namun mereka tidak memiliki emosi. Mereka kembali menyerang dengan formasi yang lebih ketat.

Napas Lin Xue memburu. Kehilangan banyak darah dan melawan tekanan Alam Atas membuatnya berada di batas kesadaran. Dia menangkis satu tebasan, namun sebuah tendangan keras menghantam perutnya, melemparnya hingga menabrak dinding gua es.

Lin Xue merosot ke lantai, pedang teratainya retak.

Salah satu pembunuh mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, bersiap memenggal kepala Lin Xue yang tak berdaya.

Mata ungu Lin Xue melebar, menatap pedang yang turun membelah udara itu. Apakah ini akhirnya? Apakah aku gagal melindunginya?

TAP.

Bukan suara pedang yang memotong daging.

Suara itu adalah dua jari pucat yang dengan santai menjepit bilah pedang pembunuh tersebut, tepat satu inci di atas leher Lin Xue.

Udara di dalam gua seketika berubah. Bukan lagi dingin es, bukan pula panas magma. Ini adalah kehampaan absolut yang menyedot segala keberadaan.

Lin Xue mendongak.

Shen Yu berdiri di sampingnya. Dia masih tidak mengenakan atasan. Luka di bahu kanannya telah tertutup sempurna, hanya menyisakan bekas luka berbentuk urat merah menyala. Matanya satu ungu dan satu hitam pekat memancarkan arogansi yang mampu meremukkan langit.

"Kau melukai milikku," suara Shen Yu begitu pelan, namun membuat jiwa ketiga pembunuh itu bergetar hebat.

Pembunuh yang pedangnya dijepit itu mencoba menarik senjatanya, namun pedang itu seolah tertanam di dalam gunung besi.

Shen Yu hanya menjentikkan jarinya.

KLANG!

Pedang es pusaka itu patah menjadi dua.

Sebelum pembunuh itu menyadari apa yang terjadi, tangan kanan Shen Yu telah mencengkeram wajahnya.

"Melebur."

Hukum Ketiadaan yang baru saja berevolusi dari penderitaan menyerap Api Sumsum, kini meledak dari telapak tangan Shen Yu. Kepala pembunuh itu menguap menjadi debu dalam hitungan detik. Tanpa jeritan, tanpa sisa darah.

Dua pembunuh terakhir mundur serentak, ketakutan mulai merayapi benak mereka yang dikosongkan. Mereka membalikkan badan, berniat lari untuk melaporkan kelahiran monster ini.

Shen Yu mengambil patahan pedang es yang jatuh di tanah. Dia tidak mengejar. Dia hanya melemparkan patahan pedang itu dengan santai ke arah lorong gua.

Patahan pedang itu melesat melampaui kecepatan cahaya, ditarik oleh benang Ketiadaan yang tak kasat mata.

JLEB! JLEB!

Patahan pedang itu menembus jantung kedua pembunuh yang sedang berlari secara bersamaan, memaku mereka ke dinding es di mulut gua hingga tewas seketika.

Hanya dalam lima tarikan napas, Shen Yu menyapu bersih sisa pasukan elit Kuil Pedang Salju Pucat.

Shen Yu berbalik, berlutut di depan Lin Xue. Wajah tirannya seketika melembut. Dia mengulurkan tangannya, mengalirkan Qi murni yang kini jauh lebih padat untuk menutupi luka goresan dan bahu Lin Xue.

"Kau bodoh," tegur Shen Yu pelan, namun penuh dengan kehangatan. "Kenapa kau mengorbankan tubuhmu untuk membunuh satu pion rendahan? Kau seharusnya membangunkanku."

Lin Xue tersenyum lemah, menyandarkan kepalanya di dada Shen Yu yang hangat. "Aku hanya ingin kau beristirahat dengan tenang... walau hanya sebentar."

Shen Yu terdiam, hatinya serasa ditikam melihat darah di jubah Lin Xue. Dia mengangkat gadis itu ke dalam pelukannya.

"Penyembuhan sudah selesai. Fondasiku sudah stabil di alam ini," kata Shen Yu, matanya menatap tajam ke arah lima mayat pembunuh di lantai gua. "Kuil Pedang Salju Pucat. Mereka mengira bisa memburuku karena aku terluka."

Shen Yu melangkah keluar dari gua es, membawa Lin Xue kembali ke tengah badai Jurang Ratapan.

"Mereka salah," bisik Shen Yu ke dalam telinga malam yang membeku. "Mulai besok... kitalah yang menjadi pemburu."

1
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka...
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Bambang Widono
👍👍🙏🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍🙏🙏🙏
Bambang Widono
mantab lanjut Thor 👍👍💯💯💯💯👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
aleena
semua karyamu pasti bagus bagus
💪💪💪
Sang_Imajinasi: terimakasih 🙏
total 1 replies
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!