Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 – Aku Akan Memberimu Kesempatan Lagi!
“Kevin Sanjaya, kita memang pernah satu sekolah, tapi mulai hari ini, hubungan kita berakhir.”
“Kamulah yang tidak tahu mana yang baik untukmu. Jangan salahkan aku kalau nanti aku tidak menahan diri.”
Dengan amarah membara, Regina berteriak pada para pengawal lainnya,
“Apa yang kalian tunggu? Hajar dia!”
Namun, meski wajah mereka dipenuhi amarah setelah melihat rekan mereka dipukul, para pengawal itu justru ragu-ragu.
Kekuatan Kevin Sanjaya jelas berada di atas level mereka.
Saat ketegangan memuncak, sebuah Bentley panjang berhenti di depan gedung.
Seorang wanita berwibawa turun dan melangkah mendekat.
“Ada masalah apa ini?”
Wanita itu adalah asisten partner tertinggi Imperial Entertainment, sosok yang kekuasaannya hanya berada satu tingkat di bawah ketua perusahaan.
Semua orang mengenalnya sebagai Nyonya Julia.
Dalam beberapa hari terakhir, dialah yang berkomunikasi langsung dengan Kevin Sanjaya.
Bahkan perintah agar Regina datang ke perusahaan pagi ini pun berasal darinya.
“Bu Julia!”
Begitu melihat Nyonya Julia, rasa percaya diri Regina langsung melonjak.
Sebagai artis papan atas Imperial Entertainment, ia merasa memiliki hubungan dekat dengannya.
“Bu Julia, Kevin Sanjaya ini sudah menggangguku dan bahkan berani memukul pengawalku. Tolong bantu aku!”
Dengan dukungan Nyonya Julia, Regina menatap Kevin Sanjaya dengan nada sombong.
“Kevin, kamu tahu kan hubunganku dengan Bu Julia?”
Namun yang membuatnya terkejut, Kevin justru tersenyum santai.
“Lalu… kamu tahu hubunganku dengan Bu Julia?”
“Apa katamu?”
Regina mencibir. “Kamu cuma kurir Ojol pengantar makanan!”
Ia lalu berbalik ke Nyonya Julia dan berkata tajam,
“Bu Julia, aku mohon, tolong bereskan orang ini. Pastikan dia kehilangan pekerjaannya!”
“Apa?”
Plaaak...!
Tanpa ragu sedikit pun, Nyonya Julia menampar wajah Regina dengan keras.
“Regina, kamu menyuruhku melawan Pak Kevin?”
“Apa kamu sadar dengan apa yang sedang kamu lakukan?”
“Berani-beraninya kamu bersikap kurang ajar pada bos barumu!”
“Apa kamu masih ingin bertahan di dunia hiburan?”
“Kalau tidak, itu urusanmu. Tapi jangan seret aku ikut jatuh bersamamu!”
Sambil menahan pipinya yang perih, Regina menatap Kevin Sanjaya dengan mata membelalak.
Ia benar-benar terpukul.
Kevin terkekeh ringan.
“Bagaimana? Masih ingat yang kukatakan tadi malam? Aku mungkin adalah bos barumu.”
“Apa?!”
Mata Regina membesar penuh keterkejutan.
Ia tak pernah menyangka bahwa ucapan Kevin di acara reuni kemarin bukan sekadar omong kosong.
Ia benar-benar… bos barunya.
Bagaimana bisa?
Regina menatap Kevin Sanjaya yang kini berdiri dengan penuh wibawa.
Bagaimana pria yang dulu tak pernah menonjol itu bisa berubah menjadi sosok sebesar ini?
Bukankah dia dulu hanya orang tak berarti?
“Direktur Kevin, apa keputusan Anda?”
Suara Nyonya Julia terdengar dingin. Tatapannya menusuk ke arah Regina.
“Jika Anda tidak ingin melihatnya lagi, saya bisa membuatnya menghilang dari dunia hiburan… atau bahkan dari dunia ini.”
Nada bicara Nyonya Julia membuat tubuh Regina menggigil.
Ia yakin, sekali Kevin Sanjaya mengangguk, kariernya akan benar-benar tamat.
“Tidak perlu sejauh itu,” ujar Kevin tenang.
“Adikku menyukai lagu-lagunya.”
Ia lalu menatap Regina.
“Aku akan bertanya sekali lagi. Mau atau tidak kamu menyanyi di pesta ulang tahun adikku?”
“Aku mau!”
Regina mengangguk cepat.
“Tenang saja! Kalau adik Anda senang, aku siap bernyanyi seharian penuh!”
“Kalau dari awal kamu langsung setuju, bukankah semua ini tidak perlu terjadi?” Kevin Sanjaya berkata datar.
Ia melambaikan tangan.
“Pergilah. Aku dan Bu Julia masih ada urusan penting. Untuk sementara, aku tidak ingin melihatmu.”
“Baik! Aku pergi sekarang!”
Regina menghela napas lega.
“Terima kasih… dan maafkan aku.”
Begitu masuk ke dalam mobil van, jantung Regina masih berdegup kencang.
Begitu pintu tertutup, air matanya langsung jatuh tanpa bisa ditahan.
Bagaimana mungkin Kevin Sanjaya, pria yang dulu begitu biasa…
kini berdiri di puncak kekuasaan?
Namun satu hal masih terus menghantuinya, Jika dia memang pria sebesar itu…
mengapa dia masih mengantar makanan?
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁