NovelToon NovelToon
Pelacur Metropolitan

Pelacur Metropolitan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arindarast

Pelacur mahal milik Wali Kota. Kisah Rhaelle Lussya, pelacur metropolitan yang menjual jiwa dan raganya dengan harga tertinggi kepada Arlo Pieter William, pengusaha kaya raya dan calon pejabat kota yang penuh ambisi.

Permainan berbahaya dimulai. Asmara yang menari di atas bara api.
Siapakah yang akan terbakar habis lebih dulu? Rahasia tersembunyi, dan taruhannya adalah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arindarast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jala perempuan gila

Di sebuah kantor milik direktur utama, cahaya terang memantul dari gedung-gedung pencakar langit yang terpampang dari jendela kaca raksasa.

Arlo duduk di balik meja kerjanya yang besar dan elegan, terlihat sedang bergelut dengan tumpukan dokumen.

Sumber pertama. Bagian atas, ada laporan keuangan triwulanan yang memuat angka-angka kunci tentang pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Di bawahnya, laporan tentang strategi untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan di kuartal mendatang.

Sumber kedua. Dokumen yang berkaitan dengan pencalonannya, berisi rencana aksi dan materi kampanye.

Dahi Arlo sedikit berkerut, sebuah garis halus muncul di antara kedua alisnya saat ia bergulat dengan proyeksi yang menantang.

Ketika Arlo menangkap pemandangan kota yang mengagumkan dari jendela, ia merasakan inspirasi dan ambisi untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.

Tapi, ketukan pintu yang lembut membuyarkan konsentrasi Arlo. Ia meletakkan pulpennya, menunggu siapa yang berani muncul di balik pintu kayu jati besar mengkilap itu.

Pintu terbuka, menyingkapkan seorang wanita cantik dengan senyum ramah dan ia membawa nampan perak yang berkilauan, berisi hidangan yang tampak menggugah selera.

Aroma harum dari makanan itu, mungkin kue kering dan secangkir teh? Menyegarkan udara di ruangan tersebut.

Wanita itu dengan anggun meletakkan nampan di atas meja, menciptakan jeda singkat dalam kesibukan Arlo.

"Istirahat sejenak, Anda perlu mengisi kembali energi." Kehadiran wanita tersebut, dengan kecantikannya dan hidangan yang dibawanya, menambah sentuhan kehangatan dan kelembutan di tengah suasana kerja yang serius.

“Ya. Letakkan saja di sana.” Jawab Arlo dingin, tanpa menoleh ke arah asisten sekretarisnya. Kekecewaan menusuk Arlo, karena orang yang masuk, bukan yang ia tunggu.

Wanita itu, meskipun tampak sedikit tersentak oleh sikap Arlo, dengan cekatan meletakkan nampan berisi kue kering dan teh di atas meja kecil di samping sofa yang berada di depan meja kerja Arlo.

Bosnya itu bahkan tidak mengucapkan terima kasih dan melanjutkan pekerjaannya begitu saja.

...****************...

Sudah lewat jam makan siang tapi Atlas belum memberi kabar perihal Rhaell. Pelacur yang dipakai adiknya.

Rhaell adalah bagian dari masalah yang lebih besar dan ia tidak bisa membiarkan situasi ini berlarut-larut.

Akhirnya setelah beberapa saat menunggu, Arlo memutuskan untuk menghubungi Atlas. Ia menekan nomor telepon sekretaris pribadinya itu dan menunggu sambungan terhubung.

“Atlas, di mana kamu?” suara Arlo terdengar tegas.

“Lobi kantor, Pak. Sekedar info saja, Rhaell tidak mau bertemu dengan Anda,” jawab Atlas, nada suaranya menunjukkan bahwa ia juga merasa frustrasi.

“Kenapa dia tidak mau bertemu? Ini sangat penting, Atlas! Kita perlu menyelesaikan semua ini sebelum semakin rumit,” Arlo menjawab, merasa tidak sabar.

“Dia bilang tidak ingin terlibat lebih jauh. Saya sudah berusaha meyakinkannya, tetapi sepertinya dia tetap pada pendiriannya,” nada suaranya menunjukkan bahwa ia merasa putus asa.

Arlo meremas ponselnya, amarah semakin memuncak. “Coba cari cara untuk menghubunginya lagi. Saya perlu bertemu dengannya dan secepatnya.”

Setelah menutup panggilan, Arlo kembali menatap pemandangan kota dari jendela. Ia tahu bahwa situasi ini tidak bisa diabaikan.

Ancaman dari wartawan sejak pagi sudah mengalir deras, mengklaim memiliki bukti-bukti yang menunjukkan Marco terlibat dalam prostitusi.

Hingga saat ini, semuanya masih bisa dibungkam dengan sejumlah uang tutup mulut, tetapi Arlo sadar bahwa tak ada jaminan hal itu akan bertahan selamanya.

Ancaman-ancaman baru pasti akan muncul dan jika dibiarkan, bisa merusak semuanya.

Dengan pemikiran itu, Arlo sudah merumuskan skenario baru. Ia tahu bahwa Rhaell, meskipun berada di sisi yang berlawanan, adalah bagian penting dari teka-teki ini.

Jika Rhaell tetap berbicara dengan wartawan, itu bisa menjadi bencana bagi reputasinya. Maka dari itu Arlo berpikir cepat dengan menciptakan strategi yang dapat membungkam Rhaell dan mencegahnya berpihak pada wartawan.

...****************...

Lagu-lagu ceria mengalun pelan dari pengeras suara, menciptakan iringan yang menyenangkan bagi langkah kaki Rhaell. Di sudut kesayangannya, sudut aneka camilan, Rhaell seperti menemukan surga kecil.

Ia mendorong stroller belanjanya dan menikmati suasana yang tidak terlalu ramai, memilih camilan dengan santai.

Matanya tertuju pada sebuah rak yang penuh dengan berbagai jenis biskuit. Ia berhenti sejenak, tertarik pada kemasan biskuit Choco-Chips Delight yang baru. Kemasannya berwarna cokelat tua dengan gambar butiran cokelat yang mengkilat tampak sangat menarik.

“Kalorinya gede banget, tapi oke lah. Besok olah raga!” Gumamnya, berdebat pada diri sendiri sambil tetap memasukkan biskuit itu ke dalam keranjang.

Rhaell mulai asyik lagi menyelami lautan keripik kentang, jari-jari lentiknya memilih yang paling menarik, ketika brukk! sebuah benturan kecil mengguncang strollernya.

Penabrak itu tengah terpaku, tertuju pada label makanan di tangannya. Ia tampak begitu fokus membaca daftar bahan sampai tidak menyadari kehadiran stroller Rhaell.

"Eh, maaf maaf!" Perempuan dengan lesung pipit yang manis itu langsung meminta maaf, suaranya panik. Ia menunduk, merapikan keranjang Rhaell yang barangnya sedikit ambruk.

Namun, sedetik kemudian netra dengan manik berwarna biru itu melebar. Ia mengangkat wajahnya, menatap Rhaell dengan ekspresi terkejut yang tak bisa disembunyikan. “Rhaell? Ini... ini kamu?”

“Iya ini aku…” Rhaell mengerutkan dahi, mencoba melacak ingatannya, tapi nihil.

“Oh! Kenalin, aku Dayana… untung kita ketemu di sini. Hampir aja aku mau nyamperin ke tempat kerjamu.”

“Tempat kerjaku?” Rhaell tersenyum kecut saat mengingat tempat kerjanya adalah neraka. Sedangkan perempuan manis di hadapannya ini mengenakan setelan kantor yang rapi dan tampak resmi.

Sebelum Rhaell sempat bereaksi, Dayana tiba-tiba mendekat dan mendekap erat kedua tangan Rhaell yang sedang memegang chips, "Aku butuh bantuanmu, Rhaell," ucap Dayana, suaranya bergetar menahan sesuatu.

“Whoa whoaa… chill, relax.” Rhaell menarik paksa tangannya, merasa tidak nyaman dengan orang asing ini.

Rhaell berniat meninggalkan Dayana dengan segala keanehannya. Tidak. Dia sebenarnya takut kalau-kalau Dayana ini orang gila.

Roda-roda stoller Rhaell tidak mau bergerak walaupun sekuat tenaga ia mendorongnya. Seolah besi berkarat itu juga ingin mendengarkan kisah Dayana lebih lanjut.

“Aku mau dijodohin!”

Napas dalam dan panjang, serta senyum terpaksa tersungging di bibir Rhaell. “Ya terus aku harus apa, Day? Yana?” Pasrah, Rhaell akhirnya terjebak dalam drama Dayana yang harus digaris bawahi identitasnya sebagai stranger.

Di antara rak-rak dan para cemilan yang ikut menyimak kisah Dayana, Rhaell mengusap kasar wajahnya.

Pekerjaan yang sulit untuk ditolak jika itu menyangkut ribuan dolar. Dayana meminta bantuan Rhaell karena ia dijodohkan oleh keluarganya. Sedangkan Dayana memiliki kekasih se-gender di belahan bumi lain sana.

Dengan kejeniusannya yang merepotkan, Dayana meminta Rhaell untuk pura-pura menjadi kekasihnya, agar perjodohan itu tidak berlangsung. Dan panggung sandiwara akan berlangsung malam ini juga.

“Plis bantuin aku, Haell. Seribu, dua, bahkan tiga ribu dolar, aku bakal kasih berapapun yang kamu mau.”

Rhaell masih menimbang tapi diam-diam juga tergiur dengan bayarannya.

“Hotel The Gradiose. Ambil kunci kamarku di resepsionis, kamu tunggu di sana aja… kalo udah mulai acaranya, aku jemput.”

Rhaell menghela napas panjang, jari-jarinya mengetuk-ngetuk gagang stroller. "Hotel The Gradiose? Hotel mewah itu?" tanyanya, sedikit menutupi keterkejutan.

Dayana mengangguk semangat, "Iya, di sana. Keluarga besar calon tunanganku bakal dateng. Aku harus bener-bener ngeyakinin mereka kalo aku udah punya pacar."

"Kamu yakin bisa ngasih aku tiga ribu dolar?" Rhaell bertanya lagi, memantapkan hatinya.

Dayana tertawa kecil, "Tenang aja, Haell. Aku udah siapkan semuanya."

Rhaell tersenyum lebar. "Oke, deal! Aku mau bantu kamu, Day. Tapi aku bukan aktris profesional. Jadi, jangan ngarep aku bisa akting sempurna."

"Aku percaya kamu bisa. Lagian, aku juga bakal bantu kamu. Kita kan latihan dulu sebelum kesana."

Dayana mendekat, matanya berbinar-binar. "Terima kasih, Haell. Aku bener-bener beruntung ketemu kamu di sini."

Bersambung…

1
Grace
aku baca ini sambil makan 2 bungkus indomie, /Smile/
auralintang___-
marco, lu bisa minggir dlu gx? INI AREA ARLO DAN CIA OMEJII ngapa elu ngikut" sih ah elah ah elaaaah🤾🏻‍♀️🤾🏻‍♀️🤾🏻‍♀️🤾🏻‍♀️🤾🏻‍♀️
Galih
seru batt gilak
Mrlyn
jgn2 Cia udh diincer mau dijadiin ibunya Sienna 😅🤌🏻
Mrlyn
lanjutannya jgn lama2 ya thoorrr
Mrlyn
kira2 kenapa ya Arlo sedih 🤔
Mrlyn
Wangi manis 🌼🌼🌼🌼🌼 bayi mongmong bayi😌🫶🏻
Mrlyn
Tuh kan kepincut juga 🤣🤣🤣
Mrlyn
❤️❤️❤️❤️❤️
Mrlyn
Kasian Cia🤧 tp gpp nanti juga ada hikmahnya. sabar ya nduk
Mrlyn
wkwkwk makanya jgn macem2 sama Miss Lily🤣🔥
Mrlyn
makin menarik alurnya 😍🔥
Mrlyn
waduh udh mulai main apa🙈 awas loh kebakaran😌
Mrlyn
Nah ngejob begini aja Cia, kali ketemu jodoh 🙈
Mrlyn
Panjangin lagi babnya thorrrrrr, lagi asik baca tau2 abis🤧
Mrlyn
nungguin Arlo sama Cia interaksi lagi😍🔥
Mrlyn
Awas Lo Arlo ditandain Cia tr kepincut lagi🤣
Elok Senja
up dunk thorr....pliiisss 🤗🙏🥰
Elok Senja
ada typo kecil,
tu kan mo arah ke ❤❤ gituu 😅🤗
Elok Senja
jadi tertarik dg merek parfum nya Thor 🤣🤣😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!