NovelToon NovelToon
Gadis Gangguan Mental Itu Adalah Kekasih Ku

Gadis Gangguan Mental Itu Adalah Kekasih Ku

Status: tamat
Genre:Dokter Genius / Psikopat itu cintaku / Tamat
Popularitas:533.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: NisfiDA

Arvin Evano dia adalah seorang Dokter Psikiater bisa dikatakan Dokter Gangguan Mental/Jiwa dia sangat terkenal tidak pernah tertarik dengan siapapun.

Namun hal berbeda terjadi pada dirinya, saat diminta untuk menyembuhkan satu pasien Gadis yang sudah lama berada dirumah sakit jiwa tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Peduli

Setelah Arvin dari ruang dapur, dia berjalan kearah kantin yang ada dirumah sakit saat tiba Arvin mengambil satu box kecil kue, satu box kecil buah-buahan lalu dengan minuman jus untuk Priscilla.

Entah rasa kepedulian kepada Priscilla sangat tinggi dia juga merasa bingung ada apa sebenarnya dengan dirinya?

Saat sudah membeli semuanya kini Arvin kembali masuk dan melangkahkan kakinya menuju ruangan Priscilla.

*******

Tok. Tok.

Pandangan Priscilla beralih saat mendengar suara ketukan pintu, dengan cepat Arvin membuka pintunya dan masuk kedalam ruangannya tersebut.

Dimana pandangan Priscilla benar-benar tertuju kepada Arvin yang sedang membawa bingkisan tersebut.

" Hay, aku membawakan kamu sesuatu" kata Arvin dengan senangnya

Priscilla hanya diam saja namun pandangan masih saling bertemu dengan Arvin, lalu pria itu mendekat kearah Priscilla dan duduk disampingnya.

" Ini makanlah" kata Arvin

Priscilla merasa sangat bingung dengan hal itu, apakah dia benar-benar boleh makan? Merasa Priscilla hanya diam saja sambil memandang dia pria itu mencoba membuka suaranya.

" Ada apa hm?" tanya Arvin dengan nada lembutnya

" I-itu apa boleh aku memakannya? Biasanya aku dilarang lalu dimarahi jika memakan itu" jawab Priscilla dengan serius

Arvin hanya menghelankan nafasnya dalam-dalam, rasa kekesalan itu kembali lagi menghantui dirinya saat mendengar jawabannya Priscilla dengan jujur.

" Makan saja okey, dari besok kamu akan bisa makan apapun tidak perlu ada yang kamu takuti lagi"

Priscilla tersenyum lebar saat mendengar jawabannya Arvin ada rasa senang didalam dirinya biasanya dia selalu dimarah jika ingin makan.

Priscilla mengambil satu box kue didalam bingkisan tersebut lalu membukanya, raut wajah Arvin begitu sangat bahagia juga melihat Priscilla yang sedang makan tersebut.

Disisi luar ruangan, satu orang wanita yang begitu kesal sekali apa yang telah dia lihat. Siapa lagi kalau bukan Valencia.

Dia berniat ingin melampiaskan amarahnya kepada Priscilla namun malah lebih dahulu Arvin tiba disana hal itu benar-benar membuatnya sangat marah sekali.

" Apa yang lo lakukan disini?" tanya Dicky yang baru selesai memeriksa keadaan pasiennya

Dicky melihat kearah kaca ternyata dia melihat kearah ruangan Arvin bersama gadis itu, Dicky hanya tersenyum miring saat melihat wajah Valencia.

" Oh gue tau, lo ingin masuk kedalam lalu menyiksa gadis itu lagi ya tapi udah keburu Arvin yang masuk"

Seketika Valencia langsung menoleh kearah Dicky dengan wajah yang begitu marah sekali. Dicky hanya tertawa saja melihat itu.

" Jangan harap lo bisa memegangnya lagi, jika dia sudah jatuh ketangannya Arvin yang ada lo bakalan selalu kalah melawan Arvin"

Valencia hanya diam saja dia mengepalkan tangannya dengan erat, dia memang tidak menjawab satupun pertanyaannya Dicky namun sudah sangat terlihat dia benar-benar sangat marah sekali.

" Gue saranin deh, lo jangan ganggu gadis itu dia juga manusia dia juga ingin sembuh bukan untuk mainan lo saja seenaknya menyiksanya, tapi seterah lo sih mau mendengarkan atau tidak karena gue tau Arvin bukan tandingan lo"

Dicky menepuk pundaknya Valencia lalu dia pergi meninggalkan wanita itu yang masih kesal disana.

Valencia menghentak-hentakkan kakinya karena merasakan sangat marah sekali tidak bisa melampiaskannya.

Selama kedatangan Arvin rencananya benar-benar hancur, entah mengapa Direktur malah mengutuskan Arvin untuk menangangi Gadis itu.

********

Setelah hari menjelang sore, dimana Arvin kembali keruangannya Direktur Hendi untuk menanda tangani surat penyerahan pasiennya tersebut.

Arvin dengan cepat menanda tangani tersebut agar dia bisa menjaga gadis itu dengan sangat baik dan mencoba untuk menyembuhkannya.

Lalu saat ini Arvin sengaja mengunci pintu ruangan Priscilla agar tidak ada siapa pun yang berani masuk kedalam sana dan menganggu Priscilla lagi.

Kali ini siapapun yang menganggu Priscilla maka dia akan berhadapan dengan dirinya.

1
Nur Halida
ini dokter valencia yg gila bukan prisilianya yg gila
Ketut sariani Sariani
lnjutvdongvthor untuk senson dua ya
Dian Soedarminto
cerita yg indah
terima kasih♥️♥️
RINA WATI
Buruk
RINA WATI
Kecewa
Dian Soedarminto
ngeriiii
Dian Soedarminto
salut buat mb Nel
mmg harus ada yg berani menjelaskan sejelas²nya🤣🤣🤣
wily andriani
bisa jadi Valencia itu di suruh dari orang luar
Dian Soedarminto
jodoh kaliii😁😁
Dian Soedarminto
Luar biasa
Wisnu Mahendra
baru muncul di RS sudah bisa bawa obat berbahaya? dapat darimana?
Wisnu Mahendra
terang2an bilang mau membuat gila dan memusnahkan...bukannya bisa dipolisikan? sama dengan perencanaan pembunuhan
gempi
m
Andriyati
seperti nya dokter hadi nya yg harus di pecat,, keputusan nya selalu gak tegas,, anehh
Andriyati
aneh dokter hadi in8,, agak lain aku rasa
Ida Ayu Komang
Kecewa
Ida Ayu Komang
Buruk
Rifda Hanifah
menarik
kurtangga kiting
seharusnya di penjaralah dan cabut praktek dokternya,ini ma kayak menghukum karayawan supermarkat,
Erlinda
terlalu dibuat buat kayak nya masa rumah sakit hebat tapi manajement nya amburadul . aq kira cerita nya bagus ternyata ..ku menangis ..nya iikan terbang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!