Apa jadinya kalau seorang mahasiswa hukum yang playboy di jodohkan dengan seorang janda kaya raya?
Dalam pikiran Boy, janda adalah perempuan gendut dengan make up tebal. Seluruh tubuhnya sudah kendor dan bekas orang. Boy yang sering gonta ganti pacar cantik, tentu saja menentang keras perjodohan yang dilakukan kedua orangtuanya, apalagi di jodohkan dengan seorang janda walaupun kaya raya.
"Tidak mau! Lebih baik Aku mati daripada menikah dengan janda tua. Aku masih 21 tahun, Mi, Pi," tolak Boy dengan keras.
Padahal, Krystal tidak sejelek yang Boy pikir. Walaupun sudah berumur 28 tahun dan janda, dia sangat cantik seperti aktris Korea. Krystal juga masih perawan, karena belum pernah tidur sekamar dengan mantan suaminya.
Krystal yang tidak ingin salah memilih suami lagi, memutuskan menyamar menjadi mahasiswi hukum, satu kampus dan satu kelas dengan Boy, untuk mengetahui sifat asli calon suaminya. Terbukti, banyak mahasiswa maupun dosen pria yang naksir Krystal termasuk Boy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 04
"Terima kasih sudah membantu Saya," ucap Pak Reza ramah pada Krystal.
"Sama-sama, Pak. Kalau boleh Saya bertanya, lokal A kelas Hukum semester 6 di mana ya, Pak? Saya mahasiswi baru, ini hari pertama Saya kuliah di sini. Saya juga belum kenal siapapun," tanya Krystal dengan sopan.
"Kebetulan banget, Aku juga mahasiswa lokal A kelas Hukum semester 6. Ayo Kita barengan ke sana," tawar Boy.
"Saya dosen kelas itu. Saya juga mau menuju ke lokal A," jawab Pak Reza.
"Iya, Pak, Ayo," kata Krystal. Ucapan Boy dia abaikan.
Krystal pun berjalan bersama Pak Reza. Boy dan dua temannya di belakang merasakan aura berbeda. "Ini perasaanku saja, atau memang benar Boy di cuekin?" tanya Ryan.
"Baru kali ini ada cewek jutek sama Aku. Dia belum tau Aku siapa." Boy mengepalkan tangannya karena kesal.
"Udah Boy, mungkin tuh cewek beneran kesal sama Kamu. Dia kan habis di lempar mantanmu botol," ucap Doni.
"Cewek itu harus di berikan pelajaran. Lihat aja! Sebentar lagi, dia juga sama seperti cewek lain yang mengemis perhatianku," kesal Boy lagi.
"Emang Kamu bisa menaklukan tuh cewek? Di lihat dari tampangnya, tuh cewek gak mudah luluh sama rayuan cowok ganteng," kata Doni.
"Jangan sebut Aku Boy, kalau tidak bisa menaklukan dia!"
Kelas pertama sudah di mulai. Krystal duduk paling belakang di mata kuliah Pak Reza. Sementara Boy dan dua temannya duduk paling depan. Semua orang terlihat serius mengikuti mata kuliah, kecuali Krystal. Dari dulu Krystal tidak suka pelajaran tentang hukum. Menurutnya pasal-pasal dan undang-undang sangat membosankan.
Krystal lebih suka belajar saham dan manajemen perusahaan untuk mendapatkan keuntungan besar. Apalagi, dia adalah pimpinan perusahaan besar sekaligus lulusan S-2 Bisnis di MBA. Dalam kelas, dia hanya mengamati Boy, tidak lebih.
Semua orang tidak sadar kalau Krystal mengamati Boy diam-diam. Kecuali Dena, mantan pacar Boy yang melempari Krystal botol minum tadi pagi. Sebagai sesama wanita, Dena tau, Krystal pasti sedang mengamati Boy. Dena tampak kesal melihat Krystal mengamati Boy. "Awas aja nanti tuh cewek!" kesal Dena.
Dua jam perkuliahan sudah berlalu. Kini, kelas pertama sudah berakhir. Dena langsung menghampiri Krystal.
Brak
Dena menggebrak meja di depan Krystal dengan nyaring. Selain membuat Krystal kaget, semua orang juga kaget.
"Eh mahasiswi baru, Kamu naksir sama Boy? Aku liat dari tadi Kamu liatin Boy terus. Kamu terpesona sama dia yang udah nolongin Kamu tadi?" teriak Dena.
Krystal tidak menyangka Dena sadar kalau dirinya sedang mengamati Boy. Krystal menarik nafasnya dalam-dalam dengan pelan lalu menghembuskan. Dia harus sabar dengan emosi meledak-ledak anak muda. Jika dia ikut marah, semuanya pasti buyar. Andai Dena karyawan perusahaan nya, Dena sekarang pasti sudah di pecat, di hina dan di tampar wajahnya setelah bersikap tidak sopan seperti itu.
"Jawab!" bentak Dena.
"Aku tidak memperhatikan Boy, siapa itu Boy?" Krystal pura-pura tidak kenal Boy.
"Dia Boy, mantan pacarku!" tunjuk Dena pada Boy.
"Oh, Aku pikir siapa," jawab Krystal biasa.
"Kamu naksir Boy kan? Kamu melihat dia terus sepanjang perkuliahan tadi!"
"Siapa juga yang melihat Boy, Aku sedang melihat Pak Reza mengajar," ucap Krystal bohong. Untunglah di depan Boy tadi, Pak Reza sedang berdiri mengajar.
"Bohong! Aku gak bisa dibohongi!" kekeh Dena.
Krystal tersenyum penuh arti. "Ngomong-ngomong nama Kamu siapa?"
"Edelweis Gardena, biasa di panggil Dena."
"Edelweis Gardena, sepertinya Kamu sangat patah hati ya? Wajar sih, karena Kamu baru di putusi tadi pagi. Sampai-sampai semua orang Kamu musuhi dan Kamu kira ingin merebut Boy dari Kamu. Aku kasih Kamu nasehat sedikit, Boy itu bukan satu-satunya cowok ganteng di dunia ini. Dunia ini luas, Dena. Masih banyak di luar sana cowok ganteng dan setia. Apa lagi Kamu cantik, banyak yang antri untuk menjadi pacarmu," ucap Krystal panjang lebar.
Dena terdiam di nasehati Krystal. "Kamu tidak pantas untuknya. Jangan terlalu murahan pada laki-laki, belum tentu dia menganggapmu spesial!" lanjut Krystal lagi. Boy tersindir keras dengan ucapan Krystal. Sementara Dena mulai berpikir, semua ucapan Krystal ada benarnya.
Setelah selesai bicara, Krystal berjalan ingin keluar ruangan. " Tunggu!" cegah Dena.
"Namamu siapa?" tanya Dena pelan. Suaranya tidak keras seperti tadi.
"Aku Alexandra, panggil saja Alexa," jawab Krystal. Dia pun berjalan keluar.