NovelToon NovelToon
Menjerat Sang Pengawal

Menjerat Sang Pengawal

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Obsesi / One Night Stand / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itta Haruka07

Terbiasa hidup dijaga oleh pengawal pribadinya yang tampan, membuat Ellena diam-diam menaruh hati pada pria itu. Namanya Marco, dan usianya jauh lebih matang dari Ellena.

Saat tahu pengawalnya sudah dijodohkan, Ellena menyusun rencana licik untuk menjebak Marco agar menikahinya. Akankah Ellena berhasil menjerat Marco dengan tali pernikahan impiannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MSP # Bab 4

Elena memeriksa setiap sudut kamar dan tidak menemukan Marco di mana-mana. Gadis itu juga mengendus seprei miliknya karena takut jika terjadi sesuatu antara dia dan Marco tadi malam tanpa disadari. Setelah memastikan semua aman barulah Elena bisa merasa lega.

“Aku ini istri yang takut diapa-apakan suamiku, kalau Kak Marco tahu aku masih virgin pasti dia akan sangat marah,” gumam Elena. “Tapi bodo amatlah, toh sekarang dia sudah menjadi suamiku. tidak mungkin ‘kan kalau suami menceraikan istrinya hanya karena istrinya masih perawan?”

Gadis itu terus meyakinkan diri sendiri bahwa hubungannya dan Marco akan baik-baik saja. Dia yakin, Marco orang yang sangat baik yang tidak mungkin akan menyakiti istrinya sendiri. “Tapi Kak Marco ke mana? Apa jangan-jangan dia melarikan diri?” pikiran Elena kembali melayang dan memikirkan hal buruk yang tidak-tidak.

Sampai akhirnya, suara ketukan pintu membuat lamunan Elena buyar. Dia berjalan cepat menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.

“Kamu sudah bangun?” Suara bariton dari Marco membuat Elena kaget sekaligus lega. Dia pikir suaminya melarikan diri, tapi ternyata laki-laki itu kini berdiri di hadapannya.

“Iya aku sudah bangun,” jawab Elena. “Kamu dari mana, Kak?” tanya gadis cantik itu untuk menghilangkan rasa penasarannya.

Marco menunduk karena merasa bersalah. “Maaf, tadi malam aku tidak bisa tidur. Jadi, aku tidur di kamarku. Maaf, Nona Elena!” Marco masih merasa canggung karena gadis yang selama ini dijaga sebagai majikan, kini telah menjelma menjadi istrinya. Bahkan, memanggil namanya saja rasanya sangat susah, seperti menyangkut di tenggorokan dan sulit untuk diucapkan.

Tanpa merasa canggung, Elena menarik tangan Marco agar masuk ke kamarnya. “Jangan panggil aku Nona lagi, Kak. Aku sekarang sudah menjadi istrimu!” kata Elena dengan wajah cerah dan pipi merona. Dia terlihat sangat bahagia menikah dengan Marco, lelaki idamannya sejak dulu.

Marco hanya mengangguk. “Aku ke sini ingin memberitahumu bahwa aku ingin mengajakmu bertemu dengan kedua orang tuaku. Apa kamu sudah siap?” tanya Marco dengan wajah serius.

Dada Elena berdebar keras. Dia sangat deg-degan karena akan bertemu dengan mertuanya hari ini. Selama ini dia hanya memikirkan bagaimana caranya menikah dengan Marco, tapi tidak pernah berpikir bagaimana rasanya memiliki mertua. Dia melupakan hal yang sangat penting itu.

“Apa mereka akan menerimaku?” tanya Elena sembari menatap mata Marco. Dia merasa takut setelah sadar diri bahwa Elena telah merebut Marco dari tunangannya.

“Aku tidak tahu. Kamu tahu sendiri aku baru saja bertunangan, kalau mereka tahu aku menikah dengan orang lain apa menurutmu mereka akan baik-baik saja?”

Marco menghela napas dengan berat. Dia sendiri juga sedang menyiapkan mental dan hati untuk menghadapi kekecewaan kedua orang tuanya. Marco menunduk sambil memejamkan mata.

“Kenapa kamu malah menakut-nakutiku, Kak?” tanya Elena dengan cemas. Dia jadi takut jika kedua orang tua Marco menolaknya sebagai menantu.

“Aku cuma ingin kamu menyiapkan hati saja. Tapi, apa pun yang terjadi aku akan melindungimu. Setidaknya, kita sudah memberitahu mereka tentang pernikahan kita!”

Meskipun awalnya ragu, Elena akhirnya menyetujui permintaan suaminya itu. Biar bagaimanapun mereka sudah menikah, dan restu orang tua Marco juga mereka perlukan untuk memulai kehidupan rumah tangga.

Setelah izin dengan Tuan Aland, Marco dan Elena pergi ke rumah orang tua Marco di luar kota. Atas permintaan Tuan Aland, Marco dan Elena pergi dengan mobil. Perjalanan yang harus mereka tempuh sebenarnya tidak terlalu lama sekitar tiga jam perjalanan darat.

Dalam perjalanan itu, Marco dan Elena sama-sama diam. Mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Marco sedang menyusun kata-kata untuk menjelaskan pernikahan diadakannya dengan Elena, sementara istrinya itu justru sibuk dengan pikirannya yang harus menyiapkan diri jika mereka kabur dari amarah kedua orang tua Marco.

Mobil yang mereka tumpangi akhirnya berhenti di depan rumah orang tua Marco. Ayah dan ibu Marco terkejut sekaligus bingung dengan kehadiran putranya bersama seorang gadis cantik yang sepertinya anak orang kaya.

“Ayah, Ibu, perkenalkan ini Nona Elena putrinya Tuan Aland!” Marco memperkenalkan Elena kepada orang tuanya sebagai anak majikan karena selama ini memang kedua orang tua Marco belum mengenal Elena secara langsung.

Elena dan kedua orang tua Marco pun saling berkenalan. Lalu, ibu Marco mengajak Elena dan Marco untuk masuk rumah.

Setelah berbasa-basi dan menunggu waktu yang tepat, Elena dan Marco saling berpandangan. Tentu saja Elena masih sangat takut menghadapi orang tua Marco. Takut ditolak dan juga takut diusir. Meski begitu, Marco bersiap untuk mengatakan tujuannya kembali pulang hari ini.

Beberapa kali Marco mengambil napas berat, mempersiapkan hati dan mentalnya. “Ayah, Ibu. Sebelumnya aku minta maaf sama kalian karena aku sudah memutuskan sesuatu sebelum meminta izin dari kalian.” Marco meraih tangan Elena, sedangkan gadis itu menatap Marco dengan perasaan takut.

“Ada apa ini, Marco?” tanya ayah Marco dengan mimik muka serius. Sebagai seorang ayah, laki-laki itu tahu jika putranya sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya gelisah.

“Aku dan Elena sudah menikah kemarin Ayah, Ibu,” jawab Marco yang kemudian menelan saliva dengan kasar. Setidaknya dia telah mengakui kesalahan, dan sekarang dia menunggu hasil dari keputusan sepihaknya itu.

***

1
nobita
keputusan yg bener papa Arland
nobita
merebutkan kamu Marco
nobita
Naina mungkin yg datang.. tunangannya Marco
nobita
tuhhh kan berhasil... ayah dan anak kompak.. menjebak Marco
nobita
aku mampir kak
Linda Liddia
Jgn mewek harus kudu ikhlas kan salah lo sendiri yg udah jebak marco
Linda Liddia
Ini nih versi cewek tolol kalo gak mau kebohongannya ketauan aturan noda darah itu ia tutupin jgn sampe Marco tau lah ini kagak ada persiapan apa2 syukurin tanggung resikonya dari ketololan hakiki
Linda Liddia
Egois bnr ellena ini gak sabar lg kayak mana kalo marco tau kebenarannya
Linda Liddia
Siap2 ya elena resiko yg kamu tanggung nyonya setelah kebenaran terungkap pasti Marco kecewa bgt sm kamu & ayahmu gegara permainan licik kamu,,Marco harus bertengkar & di usir oleh ortunya
Heriyani Lawi
emang obat perangsang ada dijual di apotikkah?
Dandelion
hmmmm
Si Memeh
Luar biasa
Kurnaesih
mantap Thor 🥰
Kurnaesih
berhasil hore🥳
Kurnaesih
belum kelar ngulang baca Nathan ..pindah lagi ke El ..kangen karya kanitta selalu simpel bga banyak tapi bagus banget 🥰 sehat 2 ya KA🥰😘💪
Sweet Girl
Wes ojok ngeyel koe Gib...
sana sama Otor aja... pasti mau dia...
Sweet Girl
Lllhaaaa mosok thoooo, kok aku gak ro ....
Sweet Girl
kecil dong... klo belut...
Sweet Girl
Sopo Mane....???
Sweet Girl
Bisa semakin dendam nieee si pincen.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!