Lou Chen, seorang pemuda biasa yang hidup di dunia modern, tiba tiba mendapatkan System Cek-in harian yang misterius . dengan System ini dia bisa mendapatkan hadiah dan kemampuan baru setiap hari . Namun apa yang tidak dia ketahui adalah , bahwa system ini akan membawa dia ke dunia Kultivasi immortal yang penuh bahaya dan rahasia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tantangan dan Hadiah Langka
[07:00]
DING!
[Waktu cek-in telah tiba!]
Luo Chen membuka mata dari posisi kultivasinya. Tubuhnya masih terasa segar meski tidak tidur semalaman. Keuntungan menjadi kultivator—kebutuhan tidur berkurang seiring meningkatnya level.
"Cek-in!"
[Cek-in berhasil!]
[Selamat! Host mendapatkan: Manual Teknik Gerakan 'Langkah Bayangan Seribu']
[Keterangan: Teknik gerakan tingkat Langit. Memungkinkan pengguna bergerak dengan kecepatan ekstrem dan meninggalkan bayangan-bayangan ilusi. Pada tingkat sempurna, dapat menciptakan hingga seribu bayangan sekaligus]
[Manual telah ditransfer ke dalam pikiran Host]
Informasi mengalir masuk ke otak Luo Chen. Berbeda dengan teknik kultivasi Naga Langit yang fokus pada peningkatan kekuatan internal, Langkah Bayangan Seribu adalah teknik gerakan murni—untuk kecepatan, kelincahan, dan pengelabuan.
Luo Chen langsung mencobanya. Dia berdiri dan mengaktifkan teknik tersebut. Qi mengalir ke meridian kaki, membuatnya terasa ringan seperti bulu. Dia melangkah—
SYUUT!
Tubuhnya menghilang dan muncul di ujung ruangan dalam sekejap. Terlalu cepat sampai mata biasa sulit mengikutinya.
"Luar biasa..." Luo Chen menatap kakinya dengan kagum. Ini baru tingkat dasar. Kalau sudah mahir, dia bisa bergerak lebih cepat lagi.
Dengan teknik ini, dia punya keunggulan besar dalam pertarungan. Bahkan lawan yang lebih kuat akan kesulitan mengenainya kalau tidak bisa mengikuti kecepatannya.
Luo Chen membersihkan diri dan berganti pakaian. Hari ini dia harus ke paviliun obat untuk bekerja, tapi sebelum itu, ada yang harus dia lakukan.
Dia berjalan keluar dari asrama menuju area latihan murid terluar. Tempat itu sudah ramai dengan murid-murid yang berlatih—ada yang meditasi, ada yang berlatih pedang, ada yang berlatih tinju. Semua berusaha meningkatkan kultivasi mereka.
Di pojok area latihan, ada sebuah papan besar bertuliskan "Papan Misi." Di sana terpampang berbagai misi yang bisa diambil murid untuk mendapat kontribusi poin dan uang. Kontribusi poin bisa ditukar dengan sumber daya kultivasi seperti pil, senjata, atau manual teknik dari gudang sekte.
Luo Chen mendekati papan dan membaca misi-misi yang tersedia.
[Misi: Kumpulkan 50 Jamur Merah di Hutan Belakang - Hadiah: 10 Poin Kontribusi, 50 Keping Tembaga]
[Misi: Bantu Paviliun Senjata Membersihkan Gudang - Hadiah: 5 Poin Kontribusi, 30 Keping Tembaga]
[Misi: Kalahkan 3 Binatang Buas Tingkat Qi Refining di Gunung Utara - Hadiah: 30 Poin Kontribusi, 2 Keping Perak]
Mata Luo Chen tertuju pada misi terakhir. Berburu binatang buas. Ini berbahaya tapi hadiahnya bagus. Dan yang lebih penting, ini bisa menjadi latihan pertarungan yang bagus.
Dia merobek kertas misi itu dan membawanya ke meja administrasi di samping papan.
"Aku mau ambil misi ini," katanya sambil menyerahkan kertas.
Petugas administrasi—seorang pria paruh baya dengan janggut tipis—menatapnya skeptis. "Kau yakin? Binatang buas di Gunung Utara minimal tingkat Qi Refining 3, dan yang paling berbahaya bisa mencapai tingkat 5. Kultivasi mu berapa?"
"Qi Refining tingkat 3."
Pria itu mengernyit. "Tingkat 3? Berbahaya. Biasanya misi ini diambil oleh kelompok dengan minimal kultivasi tingkat 4-5."
"Aku akan ambil sendirian," kata Luo Chen dengan tenang.
"Sendirian?" Pria itu menatapnya seperti melihat orang gila. "Kau mau bunuh diri?"
"Aku tahu resikonya."
Pria itu menghela napas panjang. "Baiklah. Ini tanggung jawabmu sendiri. Kalau mati, jangan salahkan sekte." Dia mencatat nama Luo Chen di buku register. "Misi harus diselesaikan dalam tiga hari. Bawa kembali batu inti dari tiga binatang buas sebagai bukti."
Luo Chen mengangguk dan meninggalkan area latihan. Tapi sebelum dia sempat pergi jauh, seseorang memanggilnya.
"Luo Chen!"
Dia menoleh dan melihat Zhang Wei—pemuda gemuk yang memukuli tubuh aslinya beberapa hari lalu. Tapi kali ini Zhang Wei tidak sendirian. Di belakangnya ada sekitar sepuluh murid terluar lainnya, semua dengan ekspresi sombong.
"Ada apa?" tanya Luo Chen datar.
Zhang Wei melangkah maju dengan senyum licik. "Aku dengar kau kemarin mengalahkan lima orang yang dikirim Liu Gongzi. Hebat juga untuk sampah sepertimu."
Luo Chen tidak merespons, hanya menatap Zhang Wei dengan tatapan dingin.
"Tapi kau tahu," lanjut Zhang Wei sambil mengeluarkan sebuah surat dengan segel berwarna merah, "Liu Gongzi sangat tidak senang dengan tindakanmu. Jadi dia mengirimkan ini." Dia melempar surat itu ke Luo Chen.
Luo Chen menangkapnya dan membuka. Isi suratnya singkat:
"Luo Chen, murid terluar. Aku, Liu Yang, murid inti ranking tiga, dengan ini menantangmu untuk duel resmi di Arena Utama tiga hari dari sekarang, saat matahari terbenam. Kalau kau tidak datang, kau akan dianggap pengecut dan diusir dari sekte. Kalau kau datang dan kalah, patahkan kedua kakimu sendiri dan minta maaf di hadapan semua murid. Berani?"
Di bawahnya ada cap resmi sekte, artinya ini adalah tantangan resmi yang dicatat oleh administrasi. Luo Chen tidak bisa menolak tanpa konsekuensi.
"Jadi?" Zhang Wei menyeringai. "Kau berani menerima? Atau kau mau kabur seperti tikus pengecut?"
Luo Chen melipat surat itu dengan tenang. "Bilang pada Liu Yang, aku terima tantangannya. Tiga hari lagi, aku akan datang."
"Hah! Bodoh!" Zhang Wei tertawa keras. "Liu Yang itu Foundation Establishment tingkat 3! Kau cuma Qi Refining tingkat 3! Perbedaan satu realm penuh! Kau akan mati di arena itu!"
"Kita lihat saja nanti," jawab Luo Chen sambil berbalik pergi.
"Dasar sombong!" teriak Zhang Wei dari belakang. "Tiga hari lagi kau akan menyesal!"
Luo Chen mengabaikan teriakan itu dan berjalan menuju Gunung Utara. Tiga hari. Dia punya tiga hari untuk menjadi sekuat mungkin sebelum duel. Dan cara terbaik untuk cepat kuat adalah bertarung dengan nyawa sebagai taruhannya.
Gunung Utara terletak di pinggiran wilayah Sekte Langit Biru. Hutannya lebat dengan pepohonan tinggi menjulang, dan banyak binatang buas berkeliaran di sana. Tempat yang sempurna untuk berburu dan berlatih.
Luo Chen memasuki hutan dengan waspada. Pedang Bayangan Bulan sudah tergenggam di tangan kanannya, siap kapan saja. Matanya memindai sekeliling, mencari tanda-tanda keberadaan binatang buas.
Tidak perlu menunggu lama.
GRAAAAWR!
Sebuah auman keras menggema dari balik semak-semak. Seekor Serigala Besi—binatang buas dengan bulu seperti jarum baja dan taring tajam—melompat keluar dan menyerang Luo Chen.
Qi Refining tingkat 4. Lebih kuat dari Luo Chen satu tingkat.
Tapi Luo Chen tidak mundur. Dia mengaktifkan Langkah Bayangan Seribu dan tubuhnya menghilang. Serigala Besi menerkam udara kosong, bingung kehilangan targetnya.
SYUUT!
Luo Chen muncul di samping serigala dan mengayunkan pedangnya. "Tebasan Bayangan!"
Gelombang Qi tak terlihat melesat dan mengenai sisi tubuh serigala. Bulu besinya yang keras terpotong, darah segar menyembur keluar.
GRAWR!
Serigala itu meraung marah dan berbalik menyerang dengan lebih ganas. Cakarnya yang tajam menyapu udara, merobek apapun yang dilaluinya.
Tapi Luo Chen lebih cepat. Dia bergerak seperti bayangan, menghindari setiap serangan dengan margin yang tipis. Pedangnya terus bergerak, memotong sedikit demi sedikit pertahanan serigala.
Lima menit kemudian, Serigala Besi itu jatuh dengan luka-luka di seluruh tubuhnya. Napasnya tersengal sebelum akhirnya berhenti.
Luo Chen mengambil pisau kecil dari ring penyimpanannya dan membedah tubuh serigala untuk mengambil batu inti—kristal kecil berwarna merah yang terbentuk di dalam tubuh binatang buas. Batu inti ini adalah bukti kematiannya dan bisa dijual dengan harga lumayan.
[1/3 binatang buas dibunuh]
Dia melanjutkan perburuan. Satu jam kemudian, dia menemukan Harimau Angin—binatang buas tingkat Qi Refining 5 dengan kemampuan mengontrol angin. Pertarungannya lebih sulit, tapi dengan kombinasi Langkah Bayangan Seribu untuk menghindar dan Tebasan Bayangan untuk menyerang, Luo Chen berhasil mengalahkannya.
[2/3 binatang buas dibunuh]
Binatang ketiga yang dia temukan adalah Beruang Batu—monster besar setinggi tiga meter dengan kulit sekeras batu. Qi Refining tingkat 5, dengan pertahanan yang sangat kuat.
Pertarungan ini berlangsung lebih lama. Pedang Luo Chen hampir tidak bisa menembus kulit beruang. Dia harus menggunakan Tebasan Bayangan berkali-kali, menargetkan titik-titik lemah seperti mata dan leher.
Beruang itu meraung dan menghentak tanah, menciptakan gelombang kejut yang membuat Luo Chen terpental mundur. Tapi dia bangkit lagi, bergerak lebih cepat, menyerang lebih presisi.
Akhirnya, setelah pertarungan melelahkan selama sepuluh menit, Beruang Batu itu jatuh dengan luka fatal di lehernya.
[3/3 binatang buas dibunuh]
[Misi selesai!]
Luo Chen duduk di tanah dengan napas tersengal. Tubuhnya penuh luka ringan dan memar, tapi matanya bersinar puas. Ini adalah pertarungan yang bagus. Dia belajar banyak tentang cara menggunakan tekniknya secara efektif.
Dia mengeluarkan salah satu Pil Pemulihan Qi yang dia buat kemarin dan menelannya. Rasa hangat menyebar di tubuhnya, memulihkan Qi yang terkuras dan menyembuhkan luka-luka ringan.
"Pil yang kubuat sendiri ternyata berguna," gumamnya sambil tersenyum.
Setelah beristirahat sebentar, Luo Chen berdiri dan akan pergi ketika dia merasakan keberadaan sesuatu. Sesuatu yang sangat kuat.
Aura yang menakutkan memancar dari kedalaman hutan.
Luo Chen memicingkan mata. Kultivatornya mengatakan padanya untuk pergi, tapi rasa ingin tahunya menang. Dengan hati-hati, dia bergerak menuju sumber aura itu menggunakan Langkah Bayangan Seribu untuk meredam kehadirannya.
Di sebuah gua kecil tersembunyi di balik air terjun, Luo Chen menemukan sesuatu yang membuat jantungnya berdebar.
Sebatang pohon kecil dengan daun berwarna emas dan buah bercahaya merah menyala. Ini adalah Buah Surga Merah—ramuan langka tingkat Langit yang bisa meningkatkan kultivasi satu tingkat penuh tanpa efek samping!
Tapi di depan pohon itu, melingkar dengan mata terpejam, ada seekor ular raksasa dengan sisik hitam berkilau seperti obsidian. Ular Naga Hitam—binatang buas tingkat Foundation Establishment 1!
Luo Chen menelan ludah. Ini berbahaya. Sangat berbahaya. Dengan kultivasi Qi Refining tingkat 3, melawan binatang Foundation Establishment adalah bunuh diri.
Tapi Buah Surga Merah itu... kalau dia bisa mendapatkannya, dia bisa langsung naik ke Qi Refining tingkat 4. Itu akan sangat membantunya untuk duel melawan Liu Yang tiga hari lagi.
Luo Chen mengamati situasinya dengan hati-hati. Ular Naga Hitam itu sedang tidur dalam. Nafasnya pelan dan teratur. Mungkin... hanya mungkin... dia bisa mencuri buah itu tanpa membangunkannya?
Dia menunggu, mengamati pola nafas ular itu. Sepuluh menit. Dua puluh menit. Akhirnya dia menemukan ritme yang konsisten.
Dengan sangat perlahan, Luo Chen bergerak maju menggunakan Langkah Bayangan Seribu dalam versi paling pelan dan paling sunyi. Setiap langkah diperhitungkan dengan sempurna, tidak membuat suara sedikitpun.
Lima meter.
Tiga meter.
Satu meter.
Tangannya terulur perlahan menuju buah yang bercahaya. Jari-jarinya hampir menyentuhnya—
HISSSS!
Mata Ular Naga Hitam terbuka secara tiba-tiba, menatap Luo Chen dengan tatapan tajam penuh pembunuhan!
"Sial!" Luo Chen langsung menyambar buah itu dan melompat mundur dengan Langkah Bayangan Seribu secepat yang dia bisa.
ROAAAAR!
Ular itu meraung marah dan meluncur maju dengan kecepatan mengerikan. Mulutnya terbuka lebar, memperlihatkan taring beracun yang menetes cairan hijau.
Luo Chen berlari sekuat tenaga keluar dari gua. Di belakangnya, Ular Naga Hitam mengejar dengan aura yang menakutkan. Pohon-pohon di jalurnya hancur, batu-batu retak.
"Terlalu cepat!" Luo Chen mengaktifkan Langkah Bayangan Seribu sampai batasnya, tubuhnya bergerak seperti kilat di antara pepohonan. Tapi ular itu masih mengejar, jaraknya semakin dekat.
Luo Chen melempar Buah Surga Merah ke dalam ring penyimpanannya sambil terus berlari. Otaknya berputar cepat mencari cara untuk kabur.
Lalu dia melihatnya—tebing curam dengan sungai deras di bawah.
Tanpa pikir panjang, Luo Chen melompat.
SPLASH!
Tubuhnya menghantam air dingin dengan keras. Arus sungai langsung menyeretnya menjauh. Dia berenang sekuat tenaga sambil sesekali menoleh ke belakang.
Di tepi tebing, Ular Naga Hitam menatapnya dengan mata penuh amarah. Tapi binatang itu tidak melompat. Mungkin tidak suka air, atau mungkin menganggap Luo Chen sudah tidak layak dikejar.
Setelah beberapa menit terseret arus, Luo Chen akhirnya berhasil naik ke daratan. Tubuhnya basah kuyup dan kedinginan, tapi dia selamat.
Dan yang lebih penting—dia punya Buah Surga Merah.
Luo Chen tertawa kecil meski tubuhnya gemetar. "Gila... aku benar-benar gila..."
Tapi ini sepadan. Dengan buah ini, kekuatannya akan meningkat drastis.
Dia berjalan kembali ke sekte dengan pakaian basah, menarik perhatian banyak murid yang menatapnya heran. Tapi Luo Chen tidak peduli. Dia langsung menuju area administrasi untuk melaporkan penyelesaian misi.
"Tiga batu inti binatang buas," katanya sambil meletakkan tiga kristal berwarna-warni di atas meja.
Petugas administrasi—pria paruh baya yang sama—menatap Luo Chen dengan terkejut. "Kau... benar-benar menyelesaikannya? Sendirian?"
"Ya."
Pria itu memeriksa batu inti satu per satu, memastikan keasliannya. Setelah yakin semuanya asli, dia mengangguk dan mencatat di buku register.
"Misi selesai. Kau dapat 30 poin kontribusi dan 2 keping perak." Dia memberikan token kontribusi dan uang pada Luo Chen. "Bagus. Untuk murid terluar tingkat 3, ini prestasi yang mengesankan."
Luo Chen menerima hadiahnya dan pergi. Tapi dia tidak langsung pulang ke asrama. Dia pergi ke Paviliun Obat untuk menemui Lin Daiyu.
Gadis itu sedang di ruang alchemy, berlatih membuat pil. Wajahnya penuh konsentrasi saat menambahkan ramuan satu per satu ke tungku.
"Daiyu," panggil Luo Chen.
Lin Daiyu terlonjak kaget dan hampir menjatuhkan ramuan. "Luo Chen! Kau mengagetkanku!" Tapi saat dia melihat kondisi Luo Chen yang basah dan penuh luka ringan, ekspresinya berubah khawatir. "Kenapa kau basah begitu? Ada apa?"
"Tidak apa-apa. Hanya sedikit petualangan," jawab Luo Chen sambil tersenyum tipis.
"Petualangan?" Lin Daiyu menatapnya skeptis. "Kau habis berkelahi ya?"
"Berburu binatang buas di Gunung Utara."
"APA?!" Lin Daiyu berteriak. "Sendirian?! Kau gila?!"
"Tapi aku berhasil," Luo Chen menunjukkan token kontribusinya. "30 poin kontribusi."
Lin Daiyu menggeleng tidak percaya. "Kau ini... berani sekali. Atau bodoh. Atau kedua-duanya."
Luo Chen tertawa kecil. "Mungkin keduanya. Oh iya, aku dapat ini." Dia mengeluarkan Buah Surga Merah dari ring penyimpanannya.
Mata Lin Daiyu membulat lebar. "Itu... Buah Surga Merah?! Ramuan tingkat Langit?! Dari mana kau dapat ini?!"
"Temukan di hutan," jawab Luo Chen santai, tidak menceritakan bagian tentang Ular Naga Hitam. "Aku berencana menggunakannya untuk breakthrough."
"Kau harus pakai sekarang!" Lin Daiyu bersemangat. "Buah ini bisa meningkatkan kultivasi mu satu tingkat penuh! Dengan ini kau bisa mencapai Qi Refining tingkat 4!"
"Aku tahu. Tapi aku butuh tempat yang aman."
"Pakai ruangan di sini saja!" Lin Daiyu menarik tangan Luo Chen. "Aku punya ruang latihan pribadi yang aman dan tidak akan ada yang mengganggu. Ayo!"
Dia membawa Luo Chen ke lantai dua paviliun, ke sebuah ruangan kecil dengan formasi pelindung yang terukir di dinding. Ruangan ini kedap suara dan terisolasi dari gangguan luar.
"Ini ruangan yang kusewa dengan poin kontribusi," jelas Lin Daiyu. "Kau bisa pakai selama yang kau butuhkan. Aku akan jaga di luar, tidak akan ada yang mengganggumu."
"Terima kasih," kata Luo Chen tulus.
Lin Daiyu tersenyum manis. "Untuk apa teman kalau tidak saling membantu? Sekarang cepat kultivasi! Aku ingin lihat kau naik tingkat!"
Luo Chen masuk ke ruangan dan duduk bersila. Dia mengeluarkan Buah Surga Merah dan menatapnya sejenak. Buah sebesar kepalan tangan ini bercahaya lembut, memancarkan aroma yang memabukkan.
Tanpa ragu lagi, dia menggigitnya.
Rasa manis meledak di mulutnya, seperti madu murni yang dicampur dengan nektar surga. Tapi yang lebih menakjubkan adalah energi yang terkandung di dalamnya.
Energi murni tingkat Langit mengalir ke seluruh tubuhnya, langsung diserap oleh dantian dan meridian. Qi dalam tubuh Luo Chen meningkat dengan cepat—lebih cepat dari kultivasi biasa ribuan kali lipat!
Dia langsung memasuki posisi kultivasi penuh, mengaktifkan teknik Naga Langit Sembilan Transformasi untuk memandu energi buah itu agar tidak ada yang terbuang.
Satu jam berlalu.
Dua jam.
Tiga jam.
BOOM!
Aura meledak dari tubuh Luo Chen. Dinding bottleneck menuju Qi Refining tingkat 4 pecah seperti kaca yang dihantam palu!
[Selamat! Host telah breakthrough ke Qi Refining Tingkat 4]
Tapi energi buah belum habis. Masih ada banyak yang tersisa, mengalir dalam meridiannya, mengisi dantiannya sampai penuh.
Luo Chen terus kultivasi, tidak mau menyia-nyiakan satu tetes pun energi berharga ini.
Empat jam.
Lima jam.
BOOM!
Breakthrough lagi!
[Selamat! Host telah breakthrough ke Qi Refining Tingkat 5]
Akhirnya energi buah habis sepenuhnya. Luo Chen membuka mata, merasakan kekuatan luar biasa yang mengalir dalam tubuhnya. Dari tingkat 3 langsung ke tingkat 5 dalam beberapa jam—ini adalah lompatan yang gila.
Dia mengepalkan tangan dan sedikit Qi bocor keluar, menciptakan retakan kecil di lantai batu ruangan.
"Qi Refining tingkat 5..." gumamnya sambil tersenyum. "Dengan ini, aku punya kesempatan melawan Liu Yang."
Pintu ruangan diketuk pelan.
"Luo Chen? Kau sudah selesai?" suara Lin Daiyu terdengar dari luar.
"Ya, sudah."
Luo Chen membuka pintu dan Lin Daiyu langsung merasakan aura yang berbeda darinya. Mata gadis itu membulat.
"Kau... Qi Refining tingkat 5?! Naik dua tingkat sekaligus?!"
"Buah Surga Merah memang luar biasa," jawab Luo Chen.
"Luar biasa?! Ini gila! Biasanya butuh berbulan-bulan untuk naik satu tingkat di level Qi Refining atas! Tapi kau naik dua tingkat dalam beberapa jam!" Lin Daiyu menatapnya dengan kagum dan sedikit iri. "Kau ini... benar-benar monster ya."
Luo Chen tertawa kecil. "Monster yang beruntung."
"Dengan tingkat 5, sekarang kau setara dengan murid terluar terkuat!" Lin Daiyu bersemangat. "Bahkan murid dalam tingkat rendah pun tidak sebaik kamu! Oh, tunggu—" Ekspresinya berubah cemas. "Aku dengar Liu Yang menantangmu untuk duel tiga hari lagi. Itu benar?"
"Benar."
"Tapi dia Foundation Establishment tingkat 3! Masih jauh lebih kuat darimu!"
"Aku tahu," Luo Chen menatap keluar jendela ke arah Arena Utama yang terlihat di kejauhan. "Tapi aku punya tiga hari lagi. Tiga hari untuk menjadi lebih kuat."
Dan dengan sistem cek-in harian, tiga hari itu cukup untuk mengubah segalanya.
Lin Daiyu menatap Luo Chen dengan perasaan campur aduk—kagum, khawatir, dan sedikit penasaran. Ada sesuatu tentang pemuda ini yang membuatnya berbeda dari yang lain. Sesuatu yang membuatnya percaya bahwa mungkin, hanya mungkin, Luo Chen bisa melakukan yang mustahil.
"Baiklah," akhirnya dia berkata. "Kalau begitu, tiga hari ke depan aku akan membantumu sebisa mungkin. Kita akan latihan alchemy intensif, dan aku akan berikan semua pil yang kita buat untukmu. Dengan pil-pil pemulihan dan peningkatan, kau bisa kultivasi lebih efisien."
"Terima kasih, Daiyu," Luo Chen tersenyum tulus.
"Jangan berterima kasih dulu. Menang dulu baru berterima kasih!" Lin Daiyu mengangkat kepalan tangannya. "Ayo, kita mulai sekarang! Tidak ada waktu untuk santai!"
Malam itu mereka habiskan untuk berlatih alchemy. Luo Chen membuat puluhan Pil Pemulihan Qi dengan kualitas yang terus meningkat. Lin Daiyu mengajarinya teknik-teknik baru, cara mengatur suhu lebih presisi, cara memadatkan pil lebih sempurna.
Saat tengah malam, mereka akhirnya selesai dengan tumpukan pil yang cukup untuk mendukung kultivasi intensif selama tiga hari.
"Ini semua untukmu," kata Lin Daiyu sambil memberikan sebuah kantong berisi pil-pil itu. "Gunakan dengan bijak."
"Aku akan menghargainya," jawab Luo Chen sambil menerima kantong itu.
Mereka berpisah di depan paviliun. Lin Daiyu kembali ke asrama murid alchemist, sementara Luo Chen berjalan ke asramanya sendiri dengan pikiran penuh rencana.
Tiga hari. Dia punya tiga hari untuk mempersiapkan diri menghadapi Liu Yang.
Dan dia akan menggunakan setiap detiknya dengan maksimal.
[Akhir Bab 4]