NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Tujuh Naga

Pendekar Pedang Tujuh Naga

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bang Den

Karya ini adalah karya pertama saya. Karya ini saya ambil dengan tema kolosal dunia persilatan yang ada di daerah Nusantara.

Arga adalah seorang anak yang ditinggal mati kedua orangtuanya saat berusia delapan tahun. Arga memiliki adik bernama Ayu Ratih Permana. Arga dan Ayu berguru kepada guru dari kedua orangtuanya dan bertekad untuk membalas dendam kematian orang tuanya serta menjadi pendekar yang terkuat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran.


Karya ini hanyalah fiktif belaka, hasil khayalan dari penulis, bila ada nama/tempat/waktu yang sama itu hanyalah kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Den, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Raja

"Apakah kalian yang ingin menemui yang mulia raja?".

Arga dan yang lainnya berdiri, dan menjawab pertanyaan dari Patih Angga.

"Benar tuan! Kalau boleh tahu dengan siapa kami sedang berhadapan?". Arga menjawab sopan pertanyaan dari Patih Angga.

"Perkenalkan nama saya Angga Reksadana, Patih dari kerajaan Kalingga." Patih Angga juga berkata dengan sopan.

"Hormat kami Gusti Patih, maafkan kami yang tidak mengenali Anda sebelumnya." Arga dan yang lainnya membungkukkan badan memberi hormat kepada Patih Angga.

"Tidak apa-apa, berdirilah." Patih Angga menyuruh Arga dan yang lainnya untuk berdiri.

"Ada perlu apa kalian menemui yang mulia raja?". Patih Angga mulai menanyakan maksud kedatangan Arga dan yang lainnya.

"Kami ingin memberikan sepuluh guci obat titipan dari paman Dewa Obat, Gusti." Ucap Arga dengan sopan.

"Dia Jagad, murid dari paman Dewa Obat." Arga menunjuk Jagad Kelana untuk meyakinkan Patih Angga.

"Saya Arga!"

"Saya Ayu!"

"Saya Nilawati!"

"Saya Bedul yang paling ganteng dan paling lucu."

Mereka memperkenalkan dirinya masing-masing walaupun belum disuruh oleh Patih Angga.

"Baiklah, kalau begitu silahkan masuk." Akhirnya Patih Angga mempersilahkan mereka berlima untuk masuk ke dalam istana.

Setelah sampai di halaman istana, terlihat istana sangat luas dengan taman yang dipenuhi tanaman indah. Arga dan yang lainnya hanya bisa membuka mulut mereka lebar-lebar karena terpukau dengan pemandangan yang mereka lihat.

Tak lama kemudian mereka tiba di salah satu ruangan yang ada di dalam istana.

"Kalian tunggu disini untuk malam ini, besok baru kalian bisa menemui yang mulia raja." Ucap Patih Angga.

"Baik Gusti, terima kasih atas kebaikan Gusti."

Akhirnya Arga dan yang lainnya memilih berdiam diri di dalam ruangan yang telah disediakan untuk mereka.

Malam hari pun tiba, Bedul mengelus-elus perutnya yang seperti kelaparan. Dia mengira bahwa pihak kerajaan melupakan kedatangan mereka. Tetapi disaat dia ingin buka suara, tiba-tiba datang 5 orang pelayan yang membawa hidangan serta buah-buahan untuk mereka. Mereka meletakkannya di meja di dalam ruangan itu.

"Terima kasih." Ucap Arga kepada pelayan-pelayan itu sambil tersenyum.

Nilawati yang melihat hal tersebut menjadi cemburu. Di dekatinya Arga dan dipukul lah kepalanya.

"Bukk." Suara pukulan terdengar. Ternyata pukulan itu diakibatkan oleh Nilawati kepada Arga.

"Adu, sakit." Arga meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya.

"Kenapa kau memukul kepalaku Nila?" Arga kebingungan, dia menaikkan sedikit alisnya dan berpikir apa yang telah dilakukannya sehingga membuat kekasihnya itu marah.

"Siapa suruh kau kegenitan seperti itu." Balas Nilawati dengan lugas kepada Arga. Dia menaikkan alisnya dan memanyunkan bibirnya.

"Oh, jadi seorang Nilawati cempuru sama pelayan." Arga menggoda Nilawati dan mencolek-colek dagunya. Arga tersenyum canggung melihat kelakuan Nilawati.

"Hem." Nilawati mendengus kesal dan memalingkan wajahnya dari Arga.

"Dasar laki-laki. Tidak mau mengerti perasaan wanita." Sambungnya.

Ayu, Jagad dan Bedul yang melihat hal tersebut hal terkekeh-kekeh geli.

Bukkk." Tiba-tiba Ayu memukul perut Jagad dengan sikutnya.

"Awas kau kalau jelalatan." Ucap Ayu kepada Jagad dengan nada mengancam.

"Sudah...sudah mari makan. Aku sudah dari tadi menahan lapar." Ucap Bedul menengahi keempat temannya itu.

Akhirnya mereka menyantap makanan yang dihidangkan oleh pelayan-pelayan tadi. Sedangkan pelayan-pelayan itu hanya tersenyum kebingungan melihat kelakuan mereka.

*****

Keesokan harinya, Patih Angga kembali menemui Arga dan yang lainnya. Dia mengatakan bahwa hari ini mereka bisa menemui raja.

"Kalian bisa menemui raja hari ini, mari ikuti aku." Patih Angga mengajak Arga dan yang lainnya masuk ke dalam ruang pertemuan istana.

Ruang pertemuan itu sangat besar, terlihat sudah ada banyak orang yang menunggu disana. Dan yang paling mencolok di antara orang-orang itu tentu saja orang yang duduk di singgasana.

Terlihat juga seorang pemuda tampan yang berusia sekitar 25 tahunan di samping kanan sang raja. Dia terlihat gagah dan berwibawa dengan senyum manis di wajahnya. Mereka berlima menebak pemuda itu adalah pangeran Jatmiko.

Setelah sampai di hadapan raja Kertikeyasinga, Arga dan yang lainnya membungkuk memberi hormat.

"Ampun yang mulia, ini adalah 5 orang yang saya ceritakan ingin bertemu dengan yang mulia." Patih Angga membungkukkan memberi hormat.

"Berdiri, perkenalkan nama kalian dan apa tujuan kalian kemari." Ucap raja Kertikeyasinga yang sangat berwibawa.

Arga dan yang lainnya berdiri dan mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing.

"Nama saya Arga, saya adalah pengembara yang mulia." Arga berkata dengan sopan dan bersujud kepada Raja Kertikeyasinga.

"Nama saya Ayu, saya adalah adik kandung dari kakang Arga, yang mulia." Ayu kemudian berkata dan bersujud setelah Arga.

Dilanjutkan dengan, "Nama saya Nilawati, saya adalah teman seperjalanan Arga sekaligus murid dari Pendekar dari Bukit Menawan."

Semua orang yang mendengar pernyataan Nilawati mengangkat alisnya. Siapa yang tidak kenal dengan Pendekar dari Bukit Menawan. Dia adalah pendekar yang memiliki ilmu kanuragan tingkat tinggi yang dijuluki Pendekar Dewa Tidur karena kebiasaannya yang suka tertidur dimana saja yang dia inginkan.

Akhirnya sang raja mempersilahkan mereka melanjutkannya memperkenalkan diri.

"Saya Bedul, saya teman Arga dan berasal dari Hutan Kematian." Dia tersenyum kepada Raja Kertikeyasinga, memang Bedul adalah yang paling ceria dan bahagia diantara semuanya.

Semua orang yang mendengarnya kembali mengangkat alisnya. Karena tentu mereka terkejut mendengar ada orang yang berasal dari Hutan Kematian. Selama ini mereka hanya mengetahui bahwa Hutan Kematian di huni oleh siluman-siluman.

Terakhir Jagad yang memperkenalkan dirinya.

"Saya Jagad Kelana, murid dari guru Dewa Obat." Dia berkata sopan dan menundukkan kepalanya.

Mereka yang berada disana memandangi Jagad sebelum sang raja memanggil seseorang.

"Tumenggung Bahurekso, kau yang sering mengambil pesananku pada Dewa Obat. Apakah benar dia adalah murid Dewa Obat?". Raja Kertikeyasinga melirik ke arah seseorang yang duduk di sebelah kanan depannya.

"Ampun yang mulia, benar pemuda ini adalah murid dari Dewa Obat, hamba sering melihatnya." Jawab Tumenggung Bahurekso.

"Baiklah kalau begitu, sekarang apa tujuan kalian kemari?" Raja Kertikeyasinga bertanya dengan lembut dan sopan kepada semuanya.

"Maaf yang mulia, kami kemari untuk memberikan titipan paman Dewa Obat." Arga membungkuk, dan disambung dengan kata, "Dul berikan kepada yang mulia."

Bedul akhirnya maju ke depan dan memberikan sepuluh guci itu kepada Patih Angga, karena dia meminta untuk memeriksanya terlebih dahulu.

Setelah diperiksa ternyata memang benar sepuluh guci itu adalah obat yang biasa diberikan Dewa Obat kepada raja Kertikeyasinga.

Setelah Arga dan yang lainnya menyerahkan guci itu, mereka diminta untuk kembali ke ruangan yang sebelumnya disediakan. Mereka mengangguk dan meminta diri. Sedangkan raja dan bawahannya melakukan rapat di dalam ruang pertemuan itu. Mereka membicarakan sesuatu yang sangat penting tentang kelangsungan kerajaan Kalingga.

1
Nurul Huda
Luar biasa
Edy Sulaiman
jadi pendekar jgn tanggung sama bandit gol hitam, bunuh dan bunuh biar dikemudian tdk jadi duri.
Herry Susanto
Cerita silat yang bagus dan bermutu.
Kai Urip
cerita nya baik asyik ,tp terlalu banyak komenx
Khalil Shabron
lanjut thir smoga sukses amin
Mohammad Kasim
istri ke 2
Mohammad Kasim
pangilanya kok masih pake nama padahal udah uhuk uhuk coba di ganti kakang atau mas gitu
Mohammad Kasim
onyen onyen takye
Mohammad Kasim
rawa gak ada yg bening Thor biasanya becek 😂😂😂
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya sudah lumayan bagus, 👍👍
Isro Fil
N
Syamsu Alam
bedul makan tidur aja
nina hariah
terimakasih atas karyanya author
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt
rajes salam lubis
mantap
rajes salam lubis
lanjutkan thor
rajes salam lubis
lanjutkan
rajes salam lubis
mantap
rajes salam lubis
lanjutkan
rajes salam lubis
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!