NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia
Popularitas:29.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

"Mommy, lihat! Ada cokelat di hidung Mommy juga!" tawa Elio pecah, sebuah tawa yang sangat jarang terdengar di mansion Sebastian. Bocah itu menunjuk ujung hidung Cahaya yang terkena lelehan es krim.

Mereka kini duduk di bangku taman kota, tepat di bawah pohon yang rindang setelah acara sekolah selesai. Cahaya sengaja mengajak Elio ke sini karena tahu bocah itu belum ingin pulang ke rumah yang terasa seperti penjara baginya.

Cahaya tertawa, lalu menjilat ujung jarinya dan mengusap hidung Elio yang juga belepotan.

"Eh, jangan panggil mommy keras-keras, Elio. Nanti kalau ada orang yang kenal daddy-mu, Kak Aya bisa dikira penculik."

Elio menggeleng kuat-kuat sambil terus menjilati es krim cokelatnya.

"Tapi tadi Kak Aya bilang di depan bu guru kalau Kak Aya adalah mommy Lio kan? Lio bahagia saat mendengar itu. Kak Aya mirip sekali dengan mommy, terus... Kak Aya juga suka es krim cokelat sama seperti Lio. Kita mirip!"

Cahaya tertegun. Ia menatap lelehan es krim di tangannya. Benar juga, selera mereka hampir identik. Ia merasa ada ikatan batin yang aneh dengan anak ini, seolah mereka memang ditakdirkan untuk bertemu.

Namun, setiap kali sebutan mommy itu keluar dari bibir mungil Elio, jantung Cahaya berdegup kencang karena gugup.

"Ayo, pahlawan super, senyum yang lebar! Satu... dua... tiga!"

Cekrek!

Cahaya mengambil foto selfie mereka berdua melalui ponselnya. Elio tersenyum sangat lebar hingga matanya menyipit, sementara Cahaya berpose lucu dengan wajah terkena cokelat.

"Sekali lagi, Mom! Kali ini Mommy harus peluk Lio," pinta Elio manja.

Cahaya baru saja hendak merentangkan tangannya untuk memeluk Elio kembali saat sebuah bayangan besar tiba-tiba menutupi cahaya matahari yang menyinari mereka.

Hawa dingin yang sangat familiar mendadak menyergap tengkuk Cahaya.

"Siapa yang kau panggil mommy?" suara bariton yang rendah, dingin, dan penuh penekanan itu menggelegar tepat di belakang punggung Cahaya.

Cahaya membeku. Seluruh bulu kuduknya berdiri. Ia perlahan menoleh, dan benar saja, Jeremy berdiri di sana dengan setelan jas hitam yang sudah rapi kembali.

Kedua tangannya terlipat di depan dada, dan sorot matanya yang tajam seolah ingin menguliti Cahaya hidup-hidup.

"D–daddy?" Elio terperanjat. Ia langsung menyembunyikan es krimnya di balik punggung, ketakutan melihat wajah sang ayah yang tampak sangat murka.

Cahaya menelan ludah dengan susah payah. Ia mencoba berdiri, meski pinggangnya masih sedikit nyeri.

"Loh, Om... kok ada di sini? Katanya sibuk di kantor?" tanya Cahaya terbata.

Jeremy melangkah maju, memperpendek jarak hingga ia berdiri tepat di hadapan Cahaya.

"Kantorku punya telinga dimana-mana. Aku juga mendengar laporan menarik, bahwa istriku baru saja muncul di sekolah dan melakukan drama di atas panggung."

Wajah Cahaya memerah padam sekejap. "Itu... itu tadi situasinya darurat, Om! Lio sedih sekali karena tidak ada walinya yang datang. Guru-gurunya bertanya terus, jadi saya—"

"Jadi kau memutuskan untuk mencuri identitas istriku yang sudah meninggal?" potong Jeremy dengan nada yang sangat tajam. "Kau tahu apa konsekuensinya mengaku sebagai bagian dari keluarga Sebastian?"

Cahaya yang awalnya gugup, tiba-tiba merasa emosinya tersulut. Keberaniannya kembali muncul melihat Elio yang gemetar ketakutan di sampingnya.

"Identitas yang dicuri? Om, kalau Om punya hati, Om seharusnya malu!" Cahaya berteriak sembari menunjuk dada Jeremy. "Anakmu menangis di atas panggung karena ayahnya lebih memilih tumpukan kertas di kantor daripada melihatnya menyanyi! Saya terpaksa berbohong supaya dia tidak merasa seperti anak yatim piatu di hari bahagianya!"

"Tapi kau bukan ibunya!" bentak Jeremy.

"Memang bukan! Tapi setidaknya saya bertingkah lebih seperti orang tua daripada anda. Silakan marah, silakan pecat saya sekarang juga kalau Om mau. Tapi jangan berani-berani membentak Elio karena dia memanggil saya mommy. Dia hanya butuh kasih sayang yang tidak pernah Om berikan!" balas Cahaya.

Jeremy terdiam, rahangnya mengeras. Ia melirik Elio yang kini menunduk dalam, air mata bocah itu mulai menetes ke atas sepatunya. Kata-kata Cahaya kembali menghujam tepat di ulu hatinya.

"Pulang sekarang!" ucap Jeremy. "Kau dengar tidak bocah? Masuk ke mobil. Martha sudah menunggumu di sana!" perintah Jeremy tanpa menatap anaknya.

Elio menatap Cahaya dengan tatapan memohon, takut jika ini adalah saat terakhirnya bersama pengasuh barunya itu.

"Tidak apa-apa Lio," ucap Cahaya mengusap kepala Elio lembut. "Pergilah dulu sama bibi Martha, ya?"

Setelah Elio menjauh, Jeremy kembali menatap Cahaya dengan tatapan yang mengerikan.

"Kau benar-benar wanita paling berani dan paling menyebalkan yang pernah aku temui."

"Dan anda adalah pria paling menyedihkan yang pernah saya temui, Om," balas Cahaya telak, matanya menatap tajam langsung ke manik mata Jeremy tanpa rasa takut sedikit pun.

Suasana di taman itu menjadi sangat tegang. Mereka berdiri berhadapan, dua kutub yang saling bertolak belakang, di tengah hembusan angin Milan yang seolah ikut menahan napas menyaksikan pertempuran ego mereka.

"Kau pikir dengan panggilan itu kau bisa mengambil posisi istriku? Jangan bermimpi!" Jeremy mendekat dengan aura mengancam. "Kau tidak akan pernah menggantikan istriku, baik di rumah, maupun di hatiku. Kau cuma pengasuh. Jangan melewati batas!"

Cahaya justru tertawa hambar. Ia melipat tangan di dada tanpa rasa takut sedikit pun.

"Aduh, Om, tolong ya, percaya dirinya dikurangi sedikit. Siapa juga yang sudi menggantikan Nyonya Sebastian di hati Om? Dikasih gratis seumur hidup juga saya ogah!"

"Kau—!"

"Serius, Om!" potong Cahaya santai sambil menatap kuku jarinya. "Bisa mati muda saya kalau sampai menikah dengan pria kaku dan emosian seperti Om. Aura Om itu lebih gelap dari lubang hitam, tau? Saya masih ingin hidup panjang dan bahagia, bukan jadi pajangan di rumah angker Om."

Jeremy ternganga, kehabisan kata-kata karena dihina begitu telak.

"Kau benar-benar tidak tahu sopan santun!"

"Sopan santun itu untuk orang yang menghargai sesama, bukan pada monster yang tidak tahu cara memeluk anaknya sendiri," balas Cahaya dengan senyum kecut yang menusuk. "Silakan simpan hati Om yang membeku itu baik-baik. Saya sama sekali tidak berminat!"

Cahaya melenggang pergi meninggalkan Jeremy yang berdiri mematung dengan napas memburu.

Seharusnya, Jeremy memecatnya bukan? Atau lebih buruknya melubangi kepala Cahaya dengan glock miliknya. Tapi, kenapa Jeremy tidak melakukannya?

"Aku membiarkanmu mengasuh bocah itu karena terpaksa. Ingat gadis menyebalkan, terpaksa!" Jeremy meyakinkan dirinya sendiri.

1
Sri Rahayu
kamu anak yg baik hati Elio....meskipun daddy mu galak, sering membentak dan memarahi mu...tp kamu tetap sayang dan perhatian pd daddy mu...lanjut Thorr😘😘😘
Nice1808
nah loh jeremy dah mulai2 nich😃mulai menyukai makanan buatan aya dan lio sennagnya bukan main😃👍👍
Tiara Bella
Jeremy pngn nguasain cahaya sndiri bt diri dia sndiri.....
Kinara Widya
lah Jeremi macem2 bae
Kostum Unik
Ciiih duda sableng mulai posesif mendekati bucin
Senja: Wkwkw🤣
total 1 replies
Keysha Aurelie
ciee posesif dan cemburuan banget Tuan🤭🤣
tenang Dad saat ini nikmati saja sandiwara ini sampai jadi kebiasaan yang nyaman dan pastinya merindukan tak ingin jauh jauh🤣🤣
Sri Rahayu
akankah Cahaya mau menikah dgn Jeremi meskipun hanya kontrak 😇😇😇
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
lanjut
tinie
hadeeeuuh bumbu cemburu sudah ada
posesif mulai tumbuh
beeuugh apa lagi kalau bukan bucin 🤣🤣🤔
TRI SRI SULANJARI
kasihan alvin thor kasih juga dong buat alvin gadis yang baik/Puke//Sob/
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪💪
Keysha Aurelie
ciee Daddy berharap lebih sama Mommy😂
mulai posesif ingin Aya hanya dekat dan menjadi milik nya saja🤭
eitss tapi Aya kok aku gak yakin ya kalau kamu gak akan baper sama Jeremy 🤭
kamu bisa lho baper sama Jer yakin banget aku🤣
apa lagi nih si Jeremy mulai ada rasa sama kamu Aya jadi kesimpulan nya Jer akan berusaha membuat kamu punya perasaan sama Jer itu🤭
Keysha Aurelie: Mungkin setiap baca aku senyam senyum ikutan salting, apa lagi dengan tingkah Jeremy yang udah gak gengsi lagi
mengalir mengikuti perasaannya🤭🤣
total 3 replies
partini
aduh putus baik" aja lah ga usah kaya gitu Aya nanti malah ada kata prettt pada waktunya untuk kalian berdua 🤣
Keysha Aurelie: bener banget ih mending break dulu sama Alpin 🤭
tapi nanti keterusan break dan gak akan kembali🤣
berharap boleh gak sih😂
total 1 replies
erviana erastus
ih harusx kamu paham cahaya itu artinya cinta
Nice1808
Dia melarang krna dah mulai cinta dan merasa memiliki km cahaya🤣
Kostum Unik
Sukak
Tiara Bella
Elio seneng bngt semoga gk sementara ya Lio seneng nya
+21 🎂
mwehehehehehehe 🌚
Nice1808
Elio sngt bersemngat sementara jeremy merasa trtekan dgn kontrak yg dia buat😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!