Sinopsis Season 1 (1-121)
Dimulai saat proses acara lamaran . Tiba-tiba Dilara seorang model terkenal di Indonesia mendadak mendapat tawaran yang menggiurkan menjadi seorang model Go Internasional impiannya sejak SD . dan di haruskan Dilara sekarang juga pergi ke Amerika Serikat untuk proses pemotretan yang di kontrak langsung oleh Produser yang sangat popoler di kota Washington .
Dilara hanya meninggalkan selembar kertas yang terletak di atas kasurnya.
"Mah maafkan aku! Dilara harus pergi. Ini mimpiku mah! Dan katakan Maafku kepada Rasya calon tunangkanku yang hari ini akan resmi melamarku , tolong katakan padanya tunggu aku pulang. Untuk Mikayla tolong sementara gantikan Mba menjadi calon tunangannya Rasya. Karena Mba dan keluarga Rasya sama sekali belum pernah bertemu karena kesibukan Mba di dunia intertaiment. Mba mohom gantikan Mba ya 😊 karena Mba gak mau membuat Tante Rere ibunya Rasya sakit jantungnya kambuh karena anaknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30.
Rasya sudah tiba di Club malam tersebut , di sana sudah ada Dilara dengan berpakian sangat minim sekali, sehingga lekuk tubuhnya terlihat begitu jelas.
Dilara menyapa Rasya dengan masisnya, Rasya merasa sangat risih melihat Dilara berpakaian seperti itu.
"Kenapa pake baju seperti itu?" tanya Rasya ketus.
Namun Dilara malah menaiki rok mininya keatas.
"Emang kenapa Sya? Kamu suka?" tanya Dilara dengan genitnya seraya jari-jarinya membelai halus wajahnya Rasya.
Dengan spontan Rasya menepisnya., Rasya membuka Jas nya tanpa melirik sama sekali ke arah Dilara, "Nih pake Jas ini, agar tidak terlihat NORAK!" tegas Rasya .
Rasya memberikan Jas hitamnya kepada Dilara agar bisa menutupi pakaian Dilara yang menurutnya sangat NORAK dan menjijikan.
"Langsung saja ke intinya, ada perlu apa menyuruh saya datang kesini? Maaf saya tidak punya banyak waktu."
"Rasya sayang... santai lah sedikit gak usah tegang dan terburu-buru gitulah... " kata Dilara genit.
"Oya Sya kamu mau minum apa?" tanyanya kemudian.
"Air putih saja," jawab Rasya ketus yang selalu buang muka.
Dilara memesan air mineral, ia berbisik kepada weiternya untuk memasukan 2 butir obat perangsang ke minumannya Rasya.
Rasya melirik, ia merasa curiga dengan tingkah Dilara yang bisik-bisik dengan salah satu weiters. Namun Rasya tetap diam, pura-pura tidak mencurigai Dilara.
2 botol air mineral sudah di letakan di meja, Rasya semakin kuat mencurigainya karena botol minuman nya sudah terbuka dan di kasih sebuah sedotan.
"Ini minuman untuk kamu Sya," kata Dilara seraya memberikan sebotol air mineral kepada Rasya.
Rasya pun mengambilnya.
"Eh itu ada apa yah disana?" kata Rasya mengalihkan pandangan nya Dilara.
"Dimana Sya?"
Setelah Dilara lengah buru-buru Rasya menukar botol air mineralnya.
"Gak ada apa-apa kok," ucap Rasya polos dengan senyum yang di buat-buat.
Rasya pergi ke toilet, Dilara meminum air mineral yang sudah di tukar oleh Rasya. Rasya menemui weiters yang tadi . Rasya memaksanya agar ia berkata jujur , dengan tawaran Rasya memberikan tips uang sebanyak 1juta cass. Weiters itu akhirnya buka mulut.
"Maaf tuan... saya cuman di suruh memasukan 2 butir obat itu ke dalam minuman tersebut, dan sepertinya itu obat perangsang," jelasnya.
"GAWAT..."
Rasya cemas, betapa bahayanya epek samping dari obat perangsang itu kalau yang meminumnya tidak mengeluarkan hastrat nya bersentuh badan dengan lawan jenisnya.
Rasya sangat menghawatirkan Dilara.
"Jadi dia menyuruh ku datang ke Club ini untuk menjebak ku... ya Tuhan Dilara... kenapa kamu senekad ini," gumam Rasya .
Rasya melihat Dilara dari kejauhan ia tidak berani mendekati Dilara karena takut dirinya ikut terbius juga. Efek dari obat itu sudah mulai bereaksi. Tubuh Dilara merasa panas, hawa nafsunya semakin tinggi. Sebelum Dilara tidak kuat mehannya Rasya meminta bantuan Wisnu. Rasya lebih percaya kepada Wisnu dari pada Dilara bersentuhan badan dengan laki-laki hidung belang.
Tubuh Dilara mulai sempoyongan, hasratnya ingin menyentuh tubuh laki-laki semakin tinggi, Dilara sudah kehilangan akal sehatnya ia berniat akan membuka bajunya karena ia sudah merasa sangat kepanasan , untunglah Wisnu datang tepat waktu. Wisnu membawa Dilara ke kamar yang ada di dalam Club tersebut.
Rasya akhirnya merasa lega , ia menghela nafas secara panjang lalu membuangnya secara perlahan-lahan.
Awalnya Wisnu menolaknya. Karena ia bukan tife laki-laki bejad yang memanfaatkan keadaan dalam kesempetin. Namun setelah melihat Dilara seperti itu Wisnu jadi kasian juga.
Rasya memutuskan untuk pulang.
"Apa jadinya kalau saya yang meminum obat perangsang itu?" desis Rasya.
Rasya sungguh ngeri merinding membayangkannya juga.
"Sorry Wis... kamu jadi terlibat," kata Rasya.
Rasya tiba-tiba tersenyum membayangkan Wisnu yang akan di perkosa Dilara malam ini.
"Mungkin kalian berdua berjodoh, hahaa... "
Rasya kembali fokus menyetir mobilnya dengan santai.
Wisnu di dalam kamar di perkosa abis-abisan oleh Dilara.
Dilara sangat GANAS sehingga membuat Wisnu kewalahan melayaninya. Desahan demi desahan begitu menggelegar di kamar tersebut untung saja suara music DJ nya sangat kencang sehingga desahan-desahan nafsu Dilara tidak terlalu terdengar.
Dilara benar-benar sudah sangat mabuk karena efek obat itu, ia melihat Wisnu seperti melihat Rasya sehingga Dilara menikmatinya.
"Ebusetttt... ternyata Mis Dilara sudah jebol toh... " desis Wisnu dalam hatinya.
"Untung saja Pak Bos tidak jadi menikahinya. Apa jadinya kalau Pak Bos yang masih tulen harus menikah dengan wanita yang sudan tidak perawan, eh tapi... apa mungkin Pak Bos yang sudah merenggut keperawanannya Mis Dilara?"...
Wisnu lagi di perkosa tapi pikirannya kemana-mana 🤣 Wisnu pasrah saja yang penting Dilara PUAS.
Ya Dilara mantan seorang model pastinya dia rela memberikan kesuciannya hanya untuk menggaet produser agar karir nya berkembang. Dilara emang sering bersentuhan badan dengan para produser hidung belang hanya demi karirnya melejit. Rasya yang sudah 2 tahun berpacaran dengan Dilara tidak berani menyentuhnya sama sekali.
dosa lho Sya..istrinya dianggurin