NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Jejak di Hutan Kuno

Hawa dingin Lembah Kematian perlahan memudar, digantikan oleh aroma tanah basah dan lumut purba yang menyesakkan indra penciuman. Xiao Yuan, dengan napas yang masih tersengal, berjalan di depan membelah semak belukar raksasa yang tingginya melampaui kepala manusia. Di belakangnya, Yun’er memegang ujung jubah Xiao Yuan dengan erat, sementara Sang Permaisuri Phoenix Es berjalan dengan keanggunan yang dingin, meskipun wajahnya masih menyiratkan kelelahan pasca kebangkitan.

Mereka kini telah memasuki perbatasan Hutan Kuno Para Dewa, sebuah wilayah terlarang yang memisahkan dunia manusia dengan gerbang menuju Alam Atas. Di sini, hukum alam tidak berlaku dengan semestinya. Pohon-pohon raksasa memiliki detak jantung, dan aliran sungai mengalir ke atas menuju langit, menentang gravitasi.

"Yuan, istirahatlah sebentar. Lukamu terbuka lagi," suara Yun’er memecah kesunyian hutan yang mencekam.

Xiao Yuan berhenti. Ia bersandar pada batang pohon yang kulitnya terasa sekeras baja. Benar saja, darah merah kehitaman merembes dari balik jubah hitamnya yang robek. Pertarungan melawan Ling’er dan boneka naga emas tadi telah menguras habis cadangan energinya. Kutukan "Tanda Buruan Surga" di dadanya masih berdenyut, meskipun tertutup lapisan es tipis dari sang Permaisuri.

"Aku tidak apa-apa, Yun’er. Kita tidak punya banyak waktu. Utusan langit itu tidak akan berhenti hanya karena kita masuk ke hutan ini," jawab Xiao Yuan, suaranya serak.

Sang Permaisuri Phoenix Es menatap Xiao Yuan dengan pandangan tajam. "Anak muda, kau memiliki keberanian yang besar, tapi kau bodoh jika berpikir bisa bertahan di hutan ini hanya dengan modal nekad. Hutan ini dihuni oleh Binatang Penjaga Zaman yang tidak mengenal ampun. Tanpa pemulihan energi yang cukup, kau hanya akan menjadi santapan mereka sebelum matahari terbenam."

Xiao Yuan menunduk, menatap liontin perak ibunya yang kini retak. "Ibu... dia dalam bahaya. Aku bisa merasakannya melalui retakan ini. Semakin lama aku menunda, semakin menderita dia di sana."

Yun’er mendekat, tangannya yang lembut menyentuh punggung tangan Xiao Yuan yang kasar. "Kita akan menyelamatkannya, Yuan. Tapi kita butuh kau dalam keadaan hidup. Ibumu pasti tidak ingin kau mati hanya karena terburu-buru."

Sentuhan Yun’er seolah menjadi penawar racun bagi emosi Xiao Yuan yang bergejolak. Ia menghela napas panjang dan akhirnya mengangguk. Mereka menemukan sebuah gua kecil yang tersembunyi di balik akar pohon raksasa.

Di dalam gua, Xiao Yuan duduk bersila. Ia mulai menjalankan kembali teknik Sembilan Transformasi Naga Suci. Namun, kali ini ada yang berbeda. Setiap kali ia menarik napas, energi alam di Hutan Kuno ini masuk ke dalam tubuhnya dengan cara yang sangat liar. Energi itu terasa seperti serpihan kaca yang mengalir di pembuluh darahnya.

"Ugh!" Xiao Yuan merintih, keringat dingin membasahi dahinya.

"Energi di sini terlalu padat dan ganas untuk tubuh manusiamu yang belum murni," jelas sang Permaisuri yang duduk tak jauh dari sana. "Kau harus memurnikannya menggunakan esensi Phoenix Es milik Yun’er sekali lagi. Hanya dengan bantuan energi es, energi liar ini bisa dijinakkan."

Yun’er segera mengambil posisi di depan Xiao Yuan. Ia memejamkan matanya, mengalirkan energi biru safir dari telapak tangannya menuju dada Xiao Yuan. Saat kedua energi itu bertemu api naga yang membara dan es phoenix yang dingin sebuah pusaran energi terbentuk di tengah gua.

Xiao Yuan merasa jiwanya ditarik ke dalam dimensi lain. Di sana, ia melihat bayangan dua naga; satu emas suci dan satu hitam purba, kini keduanya mulai dibungkus oleh aura biru es. Penyatuan tiga kekuatan ini mulai memperbaiki meridiannya yang hancur dengan kecepatan yang luar biasa.

Namun, ketenangan mereka terusik.

Grumble...

Tanah di bawah mereka bergetar. Sebuah raungan berat yang berasal dari bawah tanah membuat dinding gua retak. Dari kegelapan hutan di luar, sepasang mata berwarna hijau zamrud sebesar roda kereta muncul, mengawasi mereka dengan rasa lapar yang purba.

"Sial, Kera Lapis Baja Hijau," desis sang Permaisuri. "Makhluk ini setara dengan ranah Jiwa Baru (Nascent Soul). Dalam kondisi kita yang sekarang, ini akan menjadi masalah."

Xiao Yuan membuka matanya. Warna biru es di ujung rambut putihnya semakin terang. Ia berdiri, merasakan kekuatan baru yang mengalir di nadinya. Meskipun luka fisiknya belum sembuh total, secara internal, ia telah mengalami lompatan kekuatan.

"Biar aku yang menanganinya," ucap Xiao Yuan. Ia mengambil Pedang Keruntuhan Abadi yang kini mengeluarkan uap dingin yang membekukan lantai gua.

"Yuan, jangan! Dia terlalu kuat!" teriak Yun’er.

"Dia adalah batu asahan yang bagus untuk kekuatan baruku," Xiao Yuan berjalan keluar gua dengan langkah mantap.

Kera raksasa itu melompat dari kegelapan, tangannya yang dilapisi sisik hijau keras menghantam tanah tempat Xiao Yuan berdiri. Boom! Tanah amblas sedalam tiga meter. Namun, Xiao Yuan sudah menghilang menggunakan Langkah Bayangan Naga.

Ia muncul di udara, tepat di depan wajah monster itu. "Kau ingin memakan naga? Coba kunyah ini!"

"Teknik Naga Es Neraka: Tebasan Seribu Kristal!"

Xiao Yuan mengayunkan pedangnya. Alih-alih satu tebasan, ribuan fragmen es hitam meluncur seperti badai jarum, menusuk sela-sela sisik keras sang kera. Monster itu meraung kesakitan saat es tersebut mulai membekukan darahnya dari dalam.

Pertarungan berlangsung sengit. Xiao Yuan bergerak seperti kilat, setiap serangannya kini lebih terukur dan mematikan. Ia tidak lagi mengandalkan amarah buta, melainkan ketenangan yang mematikan dari es. Setelah beberapa menit, sang kera raksasa akhirnya tumbang, tubuhnya menjadi patung es raksasa di tengah hutan.

Xiao Yuan mendarat dengan napas teratur. Ia mendekati mayat monster itu dan mengambil Inti Binatang yang bersinar hijau dari dadanya.

"Ini akan membantu kita menyeberangi hutan ini," ucap Xiao Yuan sambil memberikan inti itu kepada sang Permaisuri untuk memulihkan kekuatannya.

Namun, kebanggaan Xiao Yuan atas kemenangannya segera sirna. Dari balik bayangan pohon, muncul sebuah tepukan tangan yang pelan dan ritmis.

Hong Yue, sang Ratu Bayangan, muncul kembali. Namun kali ini wajahnya tidak menunjukkan senyum. Ia terlihat terluka, gaun merahnya robek di beberapa bagian.

"Tuan Muda Xiao... jangan terlalu senang," Hong Yue terengah-engah. "Ling’er... dia tidak menunggu di sekte. Dia telah melakukan hal yang gila. Dia menggunakan darah ribuan murid sektenya untuk memanggil Panglima Perang Iblis dari Alam Bawah untuk memburumu di sini."

"Panglima Perang Iblis?" Xiao Yuan mengernyit. "Kenapa utusan langit membiarkannya menggunakan kekuatan iblis?"

"Karena bagi mereka, kau jauh lebih berbahaya daripada iblis mana pun," jawab Hong Yue. "Mereka sudah sampai di perbatasan hutan. Dan mereka membawa sesuatu... atau seseorang yang akan membuatmu tidak bisa mengangkat pedangmu."

"Siapa?!" raung Xiao Yuan.

Hong Yue menatap Xiao Yuan dengan mata yang penuh rasa bersalah. "Ayahmu... Pemimpin Klan Xiao. Mereka membawanya dalam kondisi sekarat sebagai umpan."

Dunia seolah berhenti berputar bagi Xiao Yuan. Meskipun ayahnya lemah dan tidak bisa melindunginya dulu, pria itu tetaplah orang yang membesarkannya. Kemarahan yang sempat mereda kini kembali berkobar, lebih panas dan lebih gelap dari sebelumnya.

Xiao Yuan berteriak marah hingga energi naga di sekitarnya meruntuhkan pepohonan purba. Di kejauhan, ia bisa melihat api ungu menyala di langit hutan, pertanda kedatangan Panglima Perang Iblis. Namun, di tengah kemarahannya, sang Permaisuri Phoenix Es menyadari sesuatu yang aneh pada tubuh Yun’er. Yun’er mulai bersinar dengan cahaya biru yang menyakitkan, seolah-olah jiwanya ditarik paksa keluar. "Tidak... segel penukar jiwa!" seru sang Permaisuri. Ternyata, Ling’er telah memasang kutukan tersembunyi pada Yun’er saat pertempuran di lembah tadi.

Bersambung....

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!