Xiao Nan pernah menjadi Godfather paling ditakuti di Bumi, membangun kerajaan kriminal sebelum tewas akibat pengkhianatan orang terdekat. Namun kematian bukan akhir. Jiwanya bereinkarnasi ke dunia kultivasi di Pulau Matahari Abadi, bangkit sebagai penguasa bayangan sebelum kembali dikhianati dan dijatuhkan ke Pulau Bulan Surga.
Di sana ia terlahir sebagai tuan muda Keluarga Xiao. Ibunya dibunuh, bakat Akar Naga dirampas ayahnya sendiri, dan ia dibuang ke Reruntuhan Dewa dan Iblis. Di neraka itulah Xiao Nan bangkit. Ia mewarisi Sutra Bayangan Naga dan Tulang Naga Dewa, memadukan insting mafia dengan hukum kultivasi. Bersama entitas misterius Finn, ia membentuk Fraksi Shadow Dragon, menghancurkan Keluarga Xiao dari dalam. Namanya mengguncang dunia dan menyeretnya ke Turnamen Jalan Langit Sepuluh Ribu Ras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon King Nan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 14 - GERBANG TERSEMBUNYI
Hujan mulai turun di Lembah Ratapan Arwah, namun bukan hujan air, melainkan hujan energi negatif yang terasa lengket di kulit. Xiao Nan memapah Yue Niang menyusuri tebing curam. Luka Yue Niang akibat ledakan energi Penatua Hantu cukup dalam; meridiannya terguncang dan butuh tempat yang aman untuk stabilisasi.
"Di sana," tunjuk Xiao Nan ke arah celah sempit di balik air terjun hitam yang mengalirkan air berbau besi. Mereka memasuki sebuah gua yang tersembunyi. Di dalamnya, udara terasa jauh lebih hangat dan bersih. Xiao Nan menurunkan Yue Niang dengan hati-hati di atas hamparan lumut lembut
"Istirahatlah. Aku akan memasang Formasi Sembilan Istana (Tingkat 5) di mulut gua agar tidak ada arwah atau sisa-sisa murid Sekte Arwah Gelap yang bisa melacak kita," ujar Xiao Nan. Yue Niang menatap Xiao Nan dengan wajah pucat, namun sudut matanya menyiratkan rasa kagum. "Bagaimana kau bisa tahu begitu banyak teknik tingkat tinggi? Formasi Sembilan Istana... itu bahkan jarang dikuasai oleh tetua di istanaku."
Xiao Nan tidak menjawab. Ia hanya bergerak dengan efisien, menancapkan beberapa batu energi yang ia rampas dari mayat murid sekte tadi di titik-titik strategis. Tangannya menari di udara, merapal segel yang memancarkan cahaya keunguan redup.
"Dunia ini hanya tentang pola, Yue Niang. Jika kau tahu polanya, kau bisa mengendalikan segalanya," jawab Xiao Nan datar. Setelah formasi aktif, Xiao Nan duduk bersila di hadapan Yue Niang. Ia mengeluarkan Pil Api Peningkat Darah (Tingkat 2) yang tersisa dan memberikannya pada wanita itu. "Makan ini. Ini akan membantu memulihkan sirkulasi darahmu yang membeku akibat hawa dingin lembah."
Saat Yue Niang mulai bermeditasi, Xiao Nan memutuskan untuk memeriksa bagian dalam gua. Instingnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres. Semakin dalam ia melangkah, dindin gua tidak lagi terlihat seperti batu alami, melainkan dihiasi dengan ukiran kuno yang menggambarkan peperangan antara makhluk bersayap dan bayangan raksasa.
Di ujung gua, ia menemukan sebuah struktur melingkar yang terbuat dari Kayu Petir Ungu (Tingkat 5) yang telah memfosil. Di tengahnya, terdapat sebuah retakan ruang yang memancarkan cahaya biru pucat yang berdenyut seperti detak jantung.
"Gerbang Dunia Roh..." bisik Xiao Nan.
Gerbang ini adalah portal menuju dimensi kecil yang biasanya hanya bisa dibuka oleh mereka yang memiliki Kompas Penata Bintang. Namun, retakan ini tampaknya terbuka secara alami karena ketidakstabilan energi di lembah.
Tiba-tiba, dari dalam retakan itu, sebuah tangan kecil berbulu abu-abu terjulur keluar, disusul oleh sesosok makhluk kecil yang menyerupai rakun namun memiliki tanduk kecil di kepalanya. Makhluk itu terluka parah, napasnya tersengal.
Xiao Nan waspada, belatinya sudah setengah tercabut. Namun, ia melihat makhluk itu memegang sebuah Fragmen Waktu (Tingkat 9) yang sangat langka. "Tolong... selamatkan... Putri..." makhluk itu berbicara dalam bahasa roh yang langsung diterjemahkan oleh kesadaran Xiao Nan berkat memori Qing Zhao.
Dari balik retakan, terdengar suara raungan monster yang mengejar. Xiao Nan menatap makhluk kecil itu, lalu menatap Fragmen Waktu di tangannya. Sebagai seorang Godfather, ia tahu peluang bisnis besar saat melihatnya. Jika ia menyelamatkan makhluk ini, ia akan memiliki hutang budi dari ras roh sekutu yang jauh lebih berharga daripada manusia manapun di sekte.
"Bawa dia masuk," perintah Xiao Nan pada dirinya sendiri.
Ia merenggut makhluk itu tepat saat sebuah cakar raksasa mencoba keluar dari retakan. Dengan satu hentakan Tinju Raja Naga, Xiao Nan menghantam cakar tersebut kembali ke dalam dimensi lain dan menggunakan energinya untuk menutup retakan tersebut secara paksa.
BUM!
Gua bergetar hebat. Retakan itu menghilang, menyisakan keheningan. Makhluk kecil itu pingsan di pelukan Xiao Nan. Yue Niang terbangun dari meditasinya karena getaran itu. "Xiao Nan! Apa yang terjadi?"
Xiao Nan berbalik, memegang makhluk roh tersebut. "Kita baru saja mendapatkan pengikut pertama kita, Yue Niang. Dan tampaknya, masalah kita dengan keluarga Xiao baru saja naik ke level yang jauh lebih berbahaya."
Di tangan makhluk itu, Fragmen Waktu mulai bersinar redup. Xiao Nan tahu, dengan benda ini, ia bisa mempercepat kultivasinya di dalam ruang tertutup. Namun, ia juga tahu bahwa siapa pun yang mengejar makhluk ini pasti akan mencari fragmen tersebut.
"Siapa dia?" tanya Yue Niang mendekat, matanya terbelalak melihat Fragmen Waktu. "Itu... apakah itu benda legendaris itu?"
"Namanya tidak penting untuk sekarang," ujar Xiao Nan sambil menatap makhluk roh itu. "Yang penting adalah dia membawa kunci untuk kita menguasai Pulau Bulan Surga lebih cepat dari yang dibayangkan siapapun."
Xiao Nan menyeringai. Rencananya untuk membangun sindikat "Shadow Dragon(Naga Bayangan)" kini memiliki aset yang tak ternilai. Ia tidak hanya akan menjadi yang terkuat di keluarga Xiao, ia akan menjadi penguasa dari dua dunia.