Pensiun sebagai pembunuh nomor satu karena penyakit mematikan, Kenzo bereinkarnasi ke dalam novel kultivasi buatannya sendiri. Berbekal 'Sistem Sampah' yang ia modifikasi menjadi senjata maut dan pengetahuan sebagai sang pencipta, Kenzo siap membantai siapa pun yang berani mengusik waktu santainya bersama sang putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11: Kecanduan
Matahari siang menyengat kulit, namun Kenzo tetap bergeming di kursi malasnya dengan topi jerami menutupi wajah. Baginya, satu jam tidur siang tanpa gangguan adalah kemewahan yang lebih berharga daripada pil keabadian mana pun. Namun, takdir tampaknya belum mengizinkan sang pensiunan pembunuh ini untuk benar-benar menutup mata.
ROAAARRR!
Sebuah raungan menggetarkan udara, diikuti oleh embusan napas berbau amis yang menyapu topi jerami Kenzo hingga jatuh. Kenzo membuka mata perlahan, menatap seekor harimau raksasa dengan bulu keperakan dan dua taring panjang yang mencuat seperti pedang. Itu adalah Harimau Taring Guntur, binatang buas Ranah Penguasaan Qi tahap akhir.
"Ada apa lagi sih?" Kenzo bergumam malas. "Kenapa kalian semua senang sekali mengganggu tidur siang orang?"
Harimau itu menerjang dengan kecepatan kilat, cakarnya yang dialiri listrik menyambar kursi Kenzo hingga hancur berkeping-keping. Beruntung, Kenzo sudah melompat lebih dulu, mendarat dengan anggun di atas dahan pohon. Ia meraih Sniper Qi-nya yang bersandar di dekat gubuk.
DOOR! DOOR!
Dua peluru Qi melesat tepat sasaran, namun hanya meninggalkan bekas goresan hitam pada kulit tebal sang harimau yang ternyata memiliki pertahanan setangguh baja.
"Oh, jadi kau punya kulit ekstra tebal, ya?" Kenzo menyipitkan mata. Ia tidak panik. Sebagai pembunuh, ia tahu bahwa tidak ada perisai yang sempurna; yang ada hanyalah penembak yang kurang sabar.
Harimau itu kembali melompat, kali ini dengan niat membunuh yang lebih besar. Kenzo bersalto di udara, menghindari terkaman itu, lalu dengan presisi luar biasa ia menembakkan tiga peluru berturut-turut ke titik luka yang sama.
DOOR! DOOR! DOOR!
Peluru-peluru itu mengikis lapisan pelindung harimau tersebut sedikit demi sedikit. Darah mulai mengucur, dan gerakan harimau itu melambat akibat rasa sakit yang luar biasa. Saat harimau itu akhirnya tersungkur pingsan karena kehilangan banyak darah, Kenzo melompat turun dan mengarahkan moncong senjatanya ke tengkorak hewan itu.
"Ayah! Tunggu!"
Suara cempreng Lin-er menghentikan jari Kenzo pada pelatuk. Bocah itu berlari keluar bersama Ling Yue yang kini tampak anggun namun tetap terlihat cemberut.
"Wah, ini kucing besar sekali! Ayah, bagaimana kalau kita pelihara saja?" Lin-er mengusap bulu kasar harimau itu dengan mata berbinar. "Dia terluka, kasihan. Ibu, ayo kita obati dia!"
Ling Yue terlonjak mendengar panggilan 'Ibu', wajahnya memerah sampai ke telinga. "Y-ya, Lin-er. Ayo, i-ibu bantu. Lagipula, membunuh kucing besar ini hanya akan mengotori halaman saja."
Kenzo menghela napas, menurunkan senjatanya. Ia kembali ke sisa-sisa kursi malasnya yang hancur dan duduk di atas batang kayu. "Terserah kalian. Tapi kalau kucing itu menggigit perabotan, aku akan menjadikannya karpet."
Ia membuka layar sistem yang melayang di depannya untuk mengecek poin.
[Ding!]
[Kreator mengalahkan Harimau Taring Guntur Level 2. Mendapatkan 50 Poin!]
[Fitur Baru Terbuka: 'Gacha Keberuntungan Kreator'.]
"Undian?" Mata Kenzo berkilat. "Ini seperti lotre di dunia lamaku. Menarik. Aku butuh hiburan selain menembak kepala orang."
[Biaya: 10 Poin per undian. Apakah Anda ingin mencoba?]
"Mulai," ucap Kenzo penuh percaya diri.
Ding!
[Hadiah: Ampas (Tisu Bekas).]
"Lagi."
Ding!
[Hadiah: Ampas (Kulit Kacang).]
"Sekali lagi!" Kenzo mulai menegakkan punggungnya.
Ding!
[Hadiah: Ampas (Uap Air).]
Wajah Kenzo yang biasanya sedatar papan kini mulai memerah karena kesal. Ia sudah menghabiskan seluruh poin hasil jerih payahnya melawan harimau tadi dan tidak mendapatkan apa-apa selain sampah yang bahkan lebih tidak berguna dari sistem Ling Yue dulu.
"Hei, Ling Yue!" Kenzo berteriak ke arah wanita yang sedang mengoleskan salep pada luka harimau itu. "Kenapa aku tidak dapat apa-apa?! Kau pasti mencurangi sistem undian ini, kan?! Ini penipuan publik!"
Ling Yue menoleh, menatap Kenzo dengan pandangan meremehkan sambil terus membantu Lin-er. "Itu bukan urusanku! Keberuntunganmu memang buruk sejak lahir, Kreator. Urus saja dirimu sendiri dan berhenti menyalahkanku!"
Kenzo mengepalkan tangannya, menatap layar gacha yang masih berkedip-kedip seolah mengejeknya. "Judi memang racun... tapi kenapa aku merasa harus menariknya sekali lagi?"
[Saldo Poin Anda: 0. Silakan memburu monster lain untuk terus bermain.]
Kenzo berdiri dengan aura membunuh yang pekat, membuat harimau pingsan di dekatnya tiba-tiba terbangun dan merinding ketakutan. "Ling Yue, Lin-er, jaga rumah sebentar. Ayah akan pergi 'mencari poin' di hutan sebelah."
sebentar😅😅