NovelToon NovelToon
SEESAW

SEESAW

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Arthur Bond, Rexana Nycekerh hidup bagai pajangan mahal di dalam sangkar emas. Demi menyelamatkan perusahan ayahnya yang terancam runtuh, Rex terpaksa menelan bulat-bulat dinginnya penghinaan dan tuduhan atas rahasia masa lalu yang enggan ia bocorkan. Namun, ketika kembali ke New York, takdir memainkan lelucon paling kejam.

Lexana, kakaknya sendiri, secara terang-terangan memamerkan kekasih barunya—Diedrick Glodereus Ashford.
Pria itu adalah pemilik masa lalu Rex, cinta pertamanya yang kini hadir kembali membawa dendam dan kepahitan.

Di tengah kepungan tuntutan keluarga yang tak berhati dan intrik kekuasaan, Rex harus berdiri sendirian di antara dua pria yang membencinya.

Akankah rahasia di balik perpisahan masa lalu mereka terkuak, atau justru Rex akan benar-benar hancur dalam permainan pembalasan dendam ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Mobil sedan hitam milik Draxler meluncur tenang menembus ramainya lalu lintas New York menuju fasilitas penahanan Distrik Manhattan.

Setelah kepergian rombongan Tuan Jasper dan Shopia menuju Bandara JFK, New York terasa sedikit lebih lega. Namun bagi Rexana, masih ada satu lembar masa lalu yang harus ia tutup dengan tangannya sendiri sebelum melangkah penuh ke masa depan.

Keluarga Nycekerh.

Di dalam kabin mobil, Diedrick mengemudikan kendaraan dengan satu tangan di lingkar kemudi, sementara tangan kirinya tak pernah membiarkan jemari Rexana lepas dari genggamannya.

Pria Ashford itu mengenakan kemeja hitam yang dikancing rapi hingga batas leher—sebuah kompromi langka untuk menutupi beberapa bekas cakaran halus Rexana dari pergumulan panas mereka semalam.

"Kau yakin ingin menemui mereka, Bellerina?" tanya Diedrick dengan suara berat yang menenangkan, melirik Rexana dari sudut matanya.

"Mereka sudah hancur. Tim hukum Ashford dan Whitmore sudah memastikan mereka tak akan menyentuh udara bebas untuk waktu yang sangat lama atas pasal penipuan dan perdagangan orang."

Rexana menghembuskan napas pelan, menatap lurus ke depan. "Aku harus menemui mereka, Diedrick. Bukan untuk membalas dendam atau memaki, tapi untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal. Tanpa mereka, aku tidak akan pernah mengerti arti sebuah keluarga... dan aku tidak akan pernah bertemu lagi denganmu."

Diedrick tersenyum tipis, meremas lembut jemari wanita di sampingnya. "Baiklah. Aku akan berdiri tepat di belakangmu."

Gedung penahanan sementara itu berbau karbol yang tajam dan mendinginkan kulit. Suara langkah sepatu bot sipir bergaung kaku di koridor berlapis dinding semen kelabu.

Di dalam ruang kunjungan yang dipisahkan oleh kaca tebal dan pembatas besi, tiga sosok berpakaian seragam oranye tahanan duduk berjejer.

Tuan Nycekerh terduduk kaku di kursi roda khususnya tanpa selang oksigen mewah yang biasa digunakannya, wajahnya tampak tua dan pucat pasi.

Di sisinya, sang istri menangis terisak-isak dengan riasan wajah yang luntur dan rambut berantakan.

Namun yang paling mengenaskan—sekaligus memprihatinkan—adalah Lexana. Gadis yang dulunya selalu tampil mengagungkan kemewahan dan riasan itu kini mengenakan penyangga leher kaku, matanya yang sembab menyala oleh kebencian, kegilaan, dan ketakutan yang meremukkan jiwanya.

KLIK.

Pintu akses dibuka. Rexana melangkah masuk dengan anggun, didampingi Diedrick yang berdiri tegap bagaikan pilar pelindung yang tak tergoyahkan di belakangnya.

Melihat kedatangan Rexana yang tampil sangat cantik dalam balutan coat krim yang elegan, sang Mommy langsung melompat dari kursinya, menempelkan kedua tangannya di kaca pembatas dengan tangis histeris.

"Rexana! Rexana, anakku!" jerit sang Mommy dengan suara pecah memohon dari gagang telepon interkom. "Tolong kami! Suruh pria Ashford ini mencabut laporannya! Kami ini orang tuamu, Rexana! Kami yang merawatmu dan memberimu makan selama dua puluh Enam tahun!"

Rexana mengangkat gagang telepon interkom di sisinya. Wajah porselennya tetap tenang, tanpa ada lagi binar ketakutan atau kepatuhan buta seperti masa lalu.

"Kalian tidak pernah merawatku sebagai anak," sahut Rexana, suaranya tenang dan datar, namun memancarkan wibawa dingin milik darah Whitmore. "Kalian memeliharaku bagaikan barang jaminan. Dan hari ini... aku datang hanya untuk mengatakan dua hal."

Tuan Nycekerh terbatuk-batuk hebat, menatap Rexana dengan mata redup yang sarat akan penyesalan mati.

"Pertama, terima kasih," lanjut Rexana lirih. "Terima kasih karena telah membesarkan ku dan tetap menetap di New York, karena dari tempat inilah aku menemukan takdirku kembali. Dan yang kedua... selamat tinggal. Ini adalah kali terakhir kalian melihat wajahku."

"Kau anak durhaka!" jerit sang Mommy memukul kaca.

Namun sebelum perkataan sang ibu berlanjut, Lexana mendadak menyambar gagang telepon interkom secara kasar!

Mata gadis itu melotot liar, penyangga lehernya bergoyang kaku seiring emosinya yang meledak bagai orang kesurupan.

"Tutup mulutmu, Rexana!" teriak Lexana dengan kata-kata kasar dan gila yang meluncur tanpa disaring dari bibirnya. "Kau pikir kau menang, huh?! Kau pikir kau bisa tertawa bahagia bersama Diedrick?!"

Lexana lalu memalingkan matanya yang liar pada Diedrick yang berdiri membisu di belakang Rexana. Gadis itu menempelkan wajahnya ke kaca pembatas, menyunggingkan tawa histeris yang sangat mengerikan.

"Diedrick! Dengarkan aku, Diedrick!" jerit Lexana liar dari balik telepon.

"Kau harus bertanggung jawab padaku! Bagaimana kalau aku hamil, huh?! Bagaimana kalau di dalam rahimku sekarang ada anakmu?! Malam itu di klub malammu dua bulan lalu... kita main gila bersama sampai subuh! Kau meniduriku! Kau ingat itu, Diedrick?!"

Suara jeritan gila Lexana begitu nyaring hingga gaungnya terdengar memantul di dinding ruangan.

Diedrick yang mendengar tuduhan liar dan bahasa yang mengumbar halusinasi gila itu mendadak menyipitkan matanya.

Pria Ashford itu sama sekali tidak panik; ia justru menatap Lexana dengan tatapan jijik yang teramat sangat, bagaikan menatap seekor serangga kotor di pinggir jalan.

Diedrick mengikis jarak, mengambil gagang telepon dari tangan Rexana, lalu menjawab dengan suara dingin yang menusuk hingga ke tulang:

"Kau ngobat di dalam sel sampai-sampai halusinasimu makin parah?" desis Diedrick dengan nada sangat tajam dan menghina. "Dua bulan lalu aku bahkan belum Mengenal mu, Sialan. Menyentuh kulitmu saja rasanya ingin membuatku muntah lima kali sehari. Kau benar-benar menjijikkan, Lexana."

Diedrick langsung membanting gagang telepon kembali ke tempatnya dengan berdenting keras!

"Diedrick! Aku hamil anakmu! JANGAN PERGI, DIEDRICK!" jerit Lexana histeris, memukul-mukul kaca pembatas dengan kegilaan murni hingga sipir penjara harus merobohkan tubuhnya ke lantai dan menyeretnya keluar dari ruangan.

Diedrick merangkul bahu Rexana, membalikkan tubuh wanita itu. "Kita pergi dari tempat kotor ini sekarang."

Perjalanan pulang menuju Mansion Ashford yang seharusnya dipenuhi rasa lega mendadak berubah menjadi medan ketegangan baru yang sunyi dan membakar.

Di dalam kabin sedan hitam, Rexana duduk bersedekap dada kaku. Pandangannya terbuang lurus keluar jendela mobil, bibirnya merapat kencang, dan aura dingin memancar kuat dari tubuhnya.

Pria mana pun mungkin bingung, tetapi Diedrick melirik wanita di sampingnya dan langsung menyadari satu hal: api cemburu yang sangat luar biasa sedang membakar dada Rexana.

Diedrick menghembuskan napas panjang, mencoba menggapai jemari Rexana di atas pangkuannya.

"Bellerina..."

SREK!

Rexana menghempaskan tangan Diedrick secara kasar, menepis sentuhan pria itu tanpa menoleh sedikit pun.

"Jangan sentuh aku," cetus Rexana dingin, suaranya menusuk dan dipenuhi kejengkolan luar biasa.

Diedrick meringis pelan, memelankan laju mobilnya di jalur lambat jalan tol.

"Bellerina, kau benar-benar percaya dengan omongan gila wanita gangguan jiwa seperti Lexana tadi? Dia hanya frustrasi karena akan membusuk di penjara!"

Rexana memutar tubuhnya seketika, menatap Diedrick dengan mata bulatnya yang menyala oleh cemburu murni. Pipi porselennya memerah padam.

"Aku tidak bilang aku percaya padanya!" semprot Rexana dengan nada tinggi yang sangat jarang diperlihatkannya. "Tapi kata-katanya tadi... 'main gila sampai subuh'... Bahasa dari mana itu, Diedrick?! Mengapa wanita gila itu bisa mengucapkan kata-kata persis yang kau katakan padaku semalam kalau kau tidak pernah mempraktikkannya pada wanita lain?!"

Diedrick membelalakkan matanya kaget, lalu mendadak merasa ingin tertawa sekaligus panik setengah mati. Rasa cemburu wanita di hadapannya ternyata berakar dari gaya bahasanya sendiri!

"Bellerina, demi Tuhan!" tutur Diedrick dengan nada memohon yang sangat sungguh-sungguh, menepi di bahu jalan tol dan mematikan mesin mobil.

Pria itu memutar tubuhnya sepenuhnya menghadap Rexana. "Masa laluku memang bajingan dengan gelar Casanova di klub malam, tapi aku bersumpah demi nyawaku dan nama Ashford, aku tidak pernah tidur dengan siapa pun!"

Rexana menyipitkan matanya curiga, melipat tangannya kencang. "Bohong! Seluruh New York tahu kau bergonta-ganti wanita setiap malam!"

"Itu panggung pameran yang kubuat!" gertak Diedrick gemas, menangkap kedua bahu Rexana dan menatap lurus ke dalam matanya dengan kejujuran murni yang membakar.

"Aku sengaja membayar wanita-wanita model itu hanya untuk duduk di bilik VIP-ku, minum sampanye, dan menyebarkan rumor agar media memberitakanku! Aku melakukan itu semua hanya agar namaku tetap bergema sampai ke Swiss, dengan harapan kau mendengar kabarku dan cemburu lalu kembali padaku!"

Rexana tersentak samar, matanya berkedip ragu. "Kau... membayar mereka hanya untuk rumor?"

"Ya, Bellerina!" tegah Diedrick mantap, suaranya berat dan sarat akan penyesalan sekaligus pemujaan. "Tubuhku, rasaku, dan gairahku hanya pernah disentuh dan dimenangkan oleh satu orang di dunia ini—yaitu kau! Empat tahun aku tidak pernah tidur dengan wanita mana pun karena hatiku dan tubuhku sudah terkunci untukmu. Kalau tidak percaya, tanyakan pada Dominic atau Draxler!"

Rexana menatap mata elang Diedrick yang memancarkan kejujuran tanpa celah. Kehangatan dan rasa lega perlahan merayapi dadanya, mengikis api cemburu yang sempat membakar jiwanya. Namun, rasa gengsi dan sisa kekesalan akibat kehebohan di penjara tadi membuat Rexana tetap memalingkan wajahnya sembari bersedekap.

"Awas saja kalau sampai ada wanita lain yang mengaku-ngaku pernah ditiduri olehmu lagi," gumam Rexana pelan dengan bibir merajuk yang sangat menggemaskan.

Diedrick yang melihat kepolosan dan kecemburuan manis dari calon istrinya itu terkekeh lega.

Pria itu mencondongkan tubuhnya, meraih tengkuk Rexana, lalu mengecup bibir merah wanita itu dengan ciuman lembut, dalam, dan penuh kepemilikan yang tak tergoyahkan.

"Tidak akan ada wanita lain, Bellerina," bisik Diedrick di depan bibir Rexana. "Hanya kau... selamanya."

1
Yusry Ajay
cerita ezquil dlu aja Thor 🤗🤗
Rosdianah 🌷: mohon maaf nggak bisa upload hari ini, karena author benar² sedang sibuk di dunia nyata.
total 1 replies
Yusry Ajay
waduh uda dewasa aja ya anaknya Thor 😁😁
Mei TResna Rahmatika
udah hampir se umuran brarti mereka sama anaknya james hazel🤣kaya nya ceritanya ezquil dulu deh kak seru soalny sama bar"nya kaya jett cm kalo jett kan dalem rumah goodboy bener kalo di luar bringas🤣
Rosdianah 🌷: bisa aja kak Reader 🤭🤣
total 1 replies
Isma Nayla
berasa sekejap bacanya Thor
boleh up lagi gak Thor 🤭
Rosdianah 🌷: arggg Esokkk ya kak🤭🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
lanjut up Thor 🤗💪
Mei TResna Rahmatika
otw baby moon ke helsinki thor🤭
Rosdianah 🌷: nah kejutan 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
selamat diedrick and rexana baby twins kirain triplets kaya 3D thor🤣
dan diedrick pria ashford paling bar" gak bisa tahan🤣
Mei TResna Rahmatika: ehh galfok kirain twins kak🤣
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
rexana sensitif apa hamil thor🤭
Mei TResna Rahmatika: wkwkwk biar anaknya penny punya saudara thor🤣 abis itu anaknya dom sama Ester otw🤣
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
lanjut kak🤭
Yusry Ajay
moga aja ga ada pelakor thor😁😁
Rosdianah 🌷: nggak janji🤭🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor,..💪🤗
Rosdianah 🌷: huhu author benar² minta maaf karena belum bisa double bab 🫶🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
duhhh...so sweet bgt Thor 🤗🤗🤗
Mei TResna Rahmatika
ada Dominic yg masih jomblo Sophia 🤣kalo Draxler udah punya si ember🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭 Demi kak readers 😍🫶
total 5 replies
Yusry Ajay
hu ... akhirnya bahagia 🤗🤗🤗
Mei TResna Rahmatika
apapun nanti badainya yg pntg diedrick sama rexana udah nikah🤣
Rosdianah 🌷: nah benar 🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
semoga jangan ada huru hara lagii ya thor🤭
Rosdianah 🌷: wkwkwk kak reader emang de best 🤭
total 3 replies
Yusry Ajay
mkasih uda up Thor 🤗🤗
Mei TResna Rahmatika
tenang sophia,jodohmu lagi di siapin sama author🤣
Rosdianah 🌷: wah wah boleh juga 🤣🤣
total 3 replies
Mei TResna Rahmatika
penasaran thor ada rahasia apa diedrick sama sophia
Mei TResna Rahmatika
banyak bgtt tantangan hubungan mereka thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!