NovelToon NovelToon
SISTEM TUAN TANAH DERMAWAN

SISTEM TUAN TANAH DERMAWAN

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

NOVEL GAGAL JANGAN DIBACA


Rahman Affandi adalah tuan tanah tua berusia enam puluh delapan tahun yang sangat kikir dan dibenci oleh semua penyewa kontrakannya.

Saat ajalnya tiba-tiba mendekat dan ia sekarat sendirian tanpa keluarga yang peduli, sebuah sistem misterius muncul di kepalanya.

Sistem itu memberinya sisa umur tujuh hari yang hanya bisa diperpanjang jika ia bersedia membahagiakan para penyewanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Brummm.

Hanya berselang beberapa detik setelah truk itu pergi, Anton berlari keluar dari area proyeknya.

Wajah manajer muda itu terlihat sangat panik dan penuh keringat.

"Hei! Mana truk material VIP saya?!"

"Tadi saya dengar suara truk berhenti di sini!" teriak Anton sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

Matanya kemudian tertuju pada tumpukan keramik porselen mengkilap di halaman Rahman.

Rahman berdiri di samping tumpukan itu sambil memegang nota pembayaran dengan gaya sombong.

"Apa yang bapak lakukan dengan barang-barang saya?!"

"Itu keramik impor khusus untuk proyek Kos Nusantara!" Anton menunjuk Rahman dengan wajah memerah marah.

"Barang milikmu?"

"Coba baca nama siapa yang bertanda tangan di nota lunas ini, anak muda."

Rahman menyodorkan nota itu tepat di depan wajah Anton.

Anton membaca nota itu dan matanya membelalak lebar.

"Bapak membajak truk saya?!"

"Ini pencurian namanya, saya akan panggil polisi sekarang juga!" ancam Anton histeris.

Rahman malah tertawa keras mendengar ancaman tersebut.

"Pencurian dari mana?"

"Aku membayar lunas barang ini menggunakan uang pribadiku seratus persen."

"Siapa cepat dia dapat, itulah hukum bisnis di jalanan ini."

Rahman memajukan wajahnya dan menatap Anton dengan kilatan mata berbahaya.

"Atau kau mau aku laporkan ke polisi soal tindakanmu mensabotase truk dari toko Koh Aseng pagi tadi?"

"Aku punya rekaman suara pengakuan Koh Aseng yang bisa membuatmu masuk penjara atas tuduhan monopoli dan sabotase bisnis."

Rahman kembali menggunakan trik gertakan palsunya.

Mendengar ancaman balik itu, nyali Anton langsung menciut.

Tindakannya mencegat toko Koh Aseng memang melanggar hukum dan ia takut hal itu sampai ke telinga bos besarnya.

"Cih, orang tua gila!"

"Kali ini bapak menang, tapi lihat saja nanti!"

"Bapak tidak akan punya uang tersisa untuk melawan promo gila-gilaan kami bulan depan!"

Anton berbalik dan berjalan kembali ke proyeknya sambil menghentakkan kaki karena frustrasi.

Begitu Anton menghilang dari pandangan, para penyewa kos langsung bersorak sorai.

"Horeee! Bos Rahman menang lagi!"

Maya melompat kegirangan sambil bertepuk tangan.

"Gila, bapak keren banget tadi menipu supir itu."

"Keramik porselen ini harganya sangat mahal loh Pak, kos kita bakal jadi mewah beneran ini," ucap Dimas sambil mengelus permukaan keramik.

Rahman mengusap dadanya yang berdebar kencang.

Kehilangan lima belas juta dalam sekejap benar-benar menguji kesehatan jantungnya.

Ting!

[Misi Sampingan Selesai.]

[Pengguna berhasil membalikkan keadaan dan merampas sumber daya musuh dengan kecerdikan tingkat dewa.]

[Hadiah: Tambahan umur 5 hari telah didistribusikan.]

[Hadiah: Kebugaran Fisik Ekstra selama 48 jam untuk seluruh penghuni kos.]

Rahman merasakan aliran energi hangat meresap ke dalam tubuhnya.

Rasa pegal di pinggangnya seketika hilang dan ia merasa sangat bertenaga.

Anehnya, Budi, Dimas, Maya, dan Rina juga merasakan hal yang sama.

"Eh, kok tiba-tiba badanku rasanya segar banget ya?"

"Padahal tadi pagi agak ngantuk," gumam Budi sambil meregangkan otot lengannya.

"Saya juga, Mas Budi."

"Rasanya seperti habis minum suplemen penambah tenaga," timpal Dimas keheranan.

Rahman tahu itu adalah ulah sistemnya, tapi ia diam saja.

"Jangan banyak bicara!"

"Barangnya sudah ada, sekarang waktunya kita bekerja keras memasang semua ini."

"Kita harus selesai sebelum malam agar manajer tengik itu tidak bisa mencari masalah lagi!" perintah Rahman.

Budi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Tapi Pak, masang keramik sebanyak ini butuh waktu berhari-hari kalau cuma kita berdua yang kerja fisik."

"Saya cuma punya dua tangan, Pak."

Rahman mengerutkan keningnya, menyadari kebenaran ucapan Budi.

Ia lupa bahwa merenovasi kos membutuhkan tenaga ahli yang banyak.

Dan ia sangat benci harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar tukang bangunan.

"Kamu kan mandor sekarang."

"Tidak bisakah kamu gunakan otakmu untuk mencari tenaga bantuan gratisan?" sindir Rahman sengaja memancing.

Budi terdiam sejenak, lalu sebuah ide cemerlang melintas di kepalanya.

"Oh iya, bapak benar!"

"Teman-teman di pabrik hari ini kebetulan sedang libur shift."

"Mereka sangat berutang budi karena bapak sudah menyingkirkan si Joko dari pabrik kemarin."

Budi segera mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan suara ke grup obrolan pabrik.

"Halo teman-teman, saya butuh bantuan darurat."

"Bapak kos saya yang tempo hari bantu kita di pabrik sedang butuh tenaga untuk renovasi kos."

"Yang mau bantu datang sekarang ya, makan siang dan kopi ditanggung penuh!" pesan Budi.

"Hei! Siapa bilang makan siang ditanggung penuh?!" protes Rahman panik.

"Tenang Pak, biayanya biar saya dan teman-teman yang patungan."

"Bapak sudah keluar uang banyak untuk beli keramik ini," bisik Maya sambil tersenyum menenangkan bapak kosnya itu.

Hati Rahman sedikit lega mendengarnya.

"Baguslah kalau kalian sadar diri."

Hanya dalam waktu tiga puluh menit, terdengar suara deru belasan sepeda motor mendekati gang.

Brummm brummm!

Sepuluh orang pria bertubuh kekar dengan otot kawat tulang besi tiba di depan gerbang Kos Putra Putri Melati.

Mereka adalah teman-teman buruh pabrik Budi yang siap bekerja.

"Lapor Mandor Budi!"

"Pasukan kuli dadakan siap menghancurkan dan membangun kembali kos ini!" seru salah satu pria bertato dengan semangat.

"Wah, ramai sekali."

"Ayo semuanya masuk, kita mulai dari membongkar keramik teras yang lama!" arahkan Budi dengan gaya mandor aslinya.

Operasi renovasi kos pun dimulai dengan skala besar.

Suara dentuman palu, mesin pemotong keramik, dan gelak tawa para buruh memenuhi halaman kos Rahman.

Kecepatan kerja sepuluh orang buruh pabrik yang dibantu efek Kebugaran Ekstra dari sistem benar-benar menakutkan.

Dalam waktu setengah hari, keramik kusam di teras setiap kamar sudah dibongkar dan diganti dengan keramik porselen mewah milik musuh.

Rahman duduk di kursi goyangnya, mengawasi pekerjaan mereka seperti seorang raja.

Di sudut halaman, Maya dan Rina sibuk memasak nasi liwet dalam panci besar.

Asap wangi dari ikan asin dan sambal terasi membuat para pekerja semakin bersemangat.

"Ayo bapak-bapak, makan siangnya sudah siap!"

"Makan yang banyak biar kuat ngecat tembok sore nanti!" teriak Rina dengan ramah.

Para buruh langsung menyerbu hidangan sederhana itu dengan sangat lahap.

Bagi mereka, kebersamaan seperti ini jauh lebih nikmat daripada makan di restoran mewah.

Rahman ikut bergabung, makan nasi liwet di atas daun pisang bersama para penyewa dan buruhnya.

"Wah, Pak Rahman ini ternyata bos yang sangat merakyat ya."

"Tidak gengsi makan lesehan bareng kuli kasar seperti kami," puji salah satu teman Budi.

"Jangan banyak memuji, telingaku gatal mendengarnya."

"Cepat habiskan makanan kalian dan kembali bekerja!" omel Rahman sambil mengunyah ikan asinnya.

Teman-teman Budi hanya tertawa mendengarnya.

Mereka sudah diberitahu oleh Budi bahwa bapak kosnya ini memang bermulut pedas tapi berhati malaikat.

Menjelang sore hari, seluruh dinding depan kontrakan sudah selesai dicat ulang.

Warna biru mudanya kini dilapisi dengan cat pelindung cuaca yang membuat warnanya sangat terang dan bersih.

Keramik porselen di lantai teras memantulkan cahaya matahari sore, memberikan kesan mewah yang tidak kalah dari hotel berbintang.

Anton yang mengintip dari lantai dua proyek sebelahnya hanya bisa menggigit jarinya sendiri karena marah.

"Sialan, barang imporku dipakai untuk mempercantik gubuk reyot itu!" rutuk Anton penuh dendam.

Di halaman Kos Putra Putri Melati, semua orang duduk kelelahan namun wajah mereka memancarkan kepuasan luar biasa.

Kos mereka kini telah naik level.

Ting!

[Pemberitahuan Sistem: Peningkatan fasilitas kos berhasil diselesaikan tanpa bantuan gaib.]

[Nilai estetika Kos Putra Putri Melati meningkat drastis, mengurangi kemungkinan penyewa berpindah tempat.]

[Progres Misi Jangka Panjang: 30 persen terselesaikan.]

Rahman tersenyum tipis membaca layar biru itu.

Ia menatap satu per satu wajah lelah namun bahagia dari orang-orang di sekitarnya.

Uang lima belas juta yang ia keluarkan terasa tidak ada artinya dibandingkan dengan rasa kebersamaan ini.

"Kerja kalian lumayan juga untuk ukuran amatir."

"Sebagai hadiah, malam ini kalian boleh pakai mesin cuciku secara gratis!" ucap Rahman dengan nada sombong.

"Hanya mesin cuci gratis Pak?"

"Kami kan capek setengah mati ini," goda Maya sengaja memancing.

"Jangan ngelunjak kamu, anak kuliahan!"

"Besok mesin cucinya bayar lima belas ribu, awas saja!" ancam Rahman yang langsung disambut tawa lepas oleh seluruh penghuni kos.

Malam itu, Kos Putra Putri Melati bersinar lebih terang dari biasanya.

Perang bisnis baru saja dimulai, dan Rahman Affandi sudah mencetak poin kemenangan pertamanya dengan sangat gemilang.

1
REY ASMODEUS
sistemnya pelit kasih hadiahnya bisa gini thor : 1 . peremajaan kulit
2. tulang naga dan jiwa abadi
3. saham di pengembang kos kosan nusantara.

ah tapi terserah othor lah baiknya gimana apa lagi bapak rahmat efendi kayaknya masih punya rahasia lain yang belum terbongkar...
REY ASMODEUS
lanjutkan........ pilih nomor 2..... 🤣🤣🤣
Nissa Safira: SIAP KAK! Nomor 2 emang paling memuaskan 🤣🤣
Lanjut ya kak, besok Budi bangun lihat gepokan duit di bantal + surat "jangan mabuk lagi atau sewa naik 3x lipat" pasti nangis kejer peluk kaki Rahman.
Makasih kak udah pilih nomor 2! malam ini saya lanjutin lagi misi renovasi kamar mandi gratisnya 🤣🤣😁🙏
total 1 replies
REY ASMODEUS
saya akan lawan,,, hidup rahman💪💪💪💪💪
REY ASMODEUS
siap tuan takur 🤣🤣
Nissa Safira: Siap! Bagus. Karena kamu siap, uang sewa komen naik 100rb ya. Bayar pake love & bintang 5. Jangan lupa setoran! 🤣🤣
total 1 replies
REY ASMODEUS
rasain loe tuan takarrrr🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: Rasain emang kak 😂 50rb aja pelitnya minta ampun, giliran sisa umur 7 hari baru panik. Tungguin kak bakal nangis tuh si rahman 🤣🙏
total 1 replies
Diana Lely
semangat thor
Nissa Safira: Semangat juga buat kakak! 🔥🔥
Makasih banyak kak udah mampir di kos pelitnya Pak Rahman🥰
Doain Rahman biar gak jantungan lagi pas disuruh sedekah🤣🤣
total 1 replies
xebeck D ron
Yoo novel baru
Nissa Safira: Hallo kak 🤣🔥 Iya kak novel baru😂
Selamat datang di kos-kosan dan kontrakan paling pelit se-Indonesia
Kenalin kak, ini Rahman 68 tahun bapak kos paling perhitungan, surga neraka baginya cuma soal uang sewa🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!