NovelToon NovelToon
Dewi Perang Tidak Pernah Takut

Dewi Perang Tidak Pernah Takut

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Transmigrasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

Iris Quinn hanyalah sekretaris culun yang mudah diinjak-injak. Di rumah ia dijadikan keset oleh keluarganya, di kantor ia jadi samsak perundungan. Bahkan sang CEO, Ethan Cole, memilihnya hanya karena yakin gadis itu tidak akan punya nyali untuk menggodanya.

Tapi mereka tidak tahu, Iris yang asli sudah mati.

Tubuh ringkih itu kini dikuasai oleh jiwa Valerie Crowe, jenderal perang wanita kejam yang tewas diterkam harimau di medan tempur. Bagi Valerie, menghadapi drama kantor dan keluarga picik bukanlah masalah besar. Ini hanyalah medan perang baru yang sangat mudah ditaklukkan.

Dengan kecerdasan otak Iris dan insting membunuh seorang jenderal, Valerie mulai mematahkan satu per satu harga diri orang yang pernah menindasnya. Saat Ethan Cole menyadari sekretaris penurutnya berubah menjadi wanita berdarah dingin yang bisa melumpuhkan lawan dengan tangan kosong, sang CEO justru mulai terobsesi.

Mereka pikir Iris bisa terus ditindas? Selamat datang di neraka. Permainan baru saja dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tempat Tinggal Baru

Iris memasuki apartemen barunya dengan langkah pasti. Bau-bau kebahagiaan mulai tercium memenuhi indra penciumannya.

Ia tidak membawa barang banyak. Hanya baju-bajunya yang usang, serta buku-bukunya yang menumpuk. Selebihnya ia tinggal di apartemen lama karena memang sudah tidak layak. Biarlah pemilik apartemen yang nanti akan membuangnya.

Apartemen barunya ini tipe studio. Memiliki satu kamar yang lengkap dengan ranjang, lemari dan pendingin ruangan nya.

Mungkin nanti Iris hanya tinggal membeli baju-baju baru yang lebih layak serta beberapa kebutuhan lainnya.

Saat Iris sedang mandi, ia menemukan bekas luka yang cukup lebar di kepala bagian kirinya. Luka itu memanjang dari kepala atas hingga hampir menyentuh tengkuk.

"Dari mana gadis bodoh ini mendapatkan luka seperti ini ?" pikirnya saat mencuci rambutnya.

Jika itu Valerie sang Jenderal perang, mungkin tidak heran jika luka itu ada di tubuhnya. Namun Iris bukan wanita yang pemberani yang dengan begitu saja mendapatkan luka ini.

Iris keluar kamar mandi dan mendengar ponselnya tidak berhenti berdering sejak tadi.

Tapi semua itu ia abaikan. Ada yang lebih menarik perhatiannya dari menjawab panggilan itu. Yakni sebuah layar besar yang menempel di tembok.

Chloe mengatakan itu adalah televisi. Di dalamnya kita bisa menonton drama dan berita. Berbekal ingatan yang ia tau, tangannya perlahan menekan tombol pada remot. Matanya berbinar saat layar sudah menyala dan menampilkan wajah seorang pria tampan.

"Tampan sekali pria itu.." ujarnya tanpa sadar.

Ia betah duduk lama di depan televisi hingga akhirnya tertidur dan baru bangun keesokan paginya. Sebagai Jenderal yang memimpin banyak pasukan, Valerie tidak pernah terlambat jika soal waktu. Dan hal itu tetap terbawa sampai sekarang saat ia berada di tubuh yang lain.

Hari ini weekend dan kantor libur. Valerie berencana menghabiskan uang Iris yang tinggal sedikit sisa dari menyewa apartemen.

Rencananya ia ingin membeli baju baru untuk bekerja. Jika ia tidak salah dengar, hari senin besok waktunya gajian dan ia akan punya uang lagi.

Sambil menunggu matahari agak tinggi, Valerie dalam tubuh Iris melakukan olahraga yang biasanya ia lakukan sebelum perang. Tapi tubuh Iris begitu lemah. Melakukan peregangan sebentar saja ia sudah merasa sesak nafas.

"Apa yang kau makan selama ini, Iris ? Kenapa kau lemah sekali. Aku dulu bahkan pernah tidak makan selama tiga hari tapi tidak selemah ini" gerutu Valerie lalu menghabiskan dua gelas air putih.

Ia berbaring di lantai menatap langit-langit yang berwarna cerah. Tidak mengelupas seperti tempat tinggalnya yang lama. Dalam hati Valerie merasa kasihan pada sosok Iris.

Dulu, di kerajaan Aurellia ia tidak pernah kekurangan seperti ini. Ia memang bukan putri raja. Ia hanya seorang anak pandai besi yang sejak kecil bermain pedang yang terbuat dari kayu.

lalu di usianya yang menginjak enam belas tahun, Ayahnya menghadiahkan pedang perak yang terukir namanya.

Banyak yang meremehkan kemampuan gadis biasa tersebut. Karena wanita jarang ada yang berminat pada senjata dan perang.

Valerie remaja pernah membantu menangkap para perampok di desanya. Ia juga bertarung dengan kawanan serigala saat membantu saudaranya menggembala domba. Hingga akhirnya cerita tentang Valerie yang mahir bermain pedang sampai ke telinga sang raja.

Raja Caelum memerintahkan Valerie untuk datang ke istana. Di hadapannya, ia melempar pedang seberat lima belas kilogram.

'Angkat pedang itu dan kau akan jadi prajurit ku" titah sang raja.

Para jenderal dan pasukan yang melihat itu hanya tertawa mengejek. Tidak mungkin seorang remaja perempuan sanggup mengangkat nya.

Namun tebakan mereka salah. Mulut mereka dibungkam terpaksa saat melihat Valerie mengambil pedang itu dengan satu tangan dan mulai mengayunkan nya. Valerie menunjukkan kemampuan bela dirinya.

Saat itu juga ia diperintahkan bergabung sebagai prajurit biasa untuk membasmi musuh yang mengusik daerah kekuasaan mereka.

Valerie berdiri di dekat Jenderal. Matanya tajam menatap lawan tanpa rasa takut. Ia adalah pasukan termuda dan yang terakhir terluka.

Mereka pulang membawa kemenangan. Dan lagi-lagi cerita tentang Valerie begitu membuat raja senang.

Raja tidak memiliki putri. Ia hanya memiliki tiga orang putra yang lemah. Ia ingin menjadikan Valerie sebagai menantunya namun permaisuri menolaknya.

Setelah satu tahun ia jadi prajurit biasa, di usianya yang ke tujuh belas tahun raja mengangkat nya menjadi jenderal perang yang memimpin ratusan prajurit untuk menjaga perbatasan Utara.

Ayahnya menghadiahkan sebuah tombak yang kelak akan menemani perjalanan Valerie menumbangkan musuh-musuhnya.

Di hari itu juga, ada sepasang mata yang menatapnya dengan rasa kagum dan hormat. Ialah jenderal Alexander, pemimpin pasukan di sayap kanan.

Sejak melihat Valerie untuk pertama kalinya, Alexander yang saat itu berusia dua puluh tahun seketika mulai jatuh cinta pada Valerie. Jenderal yang ditakuti karena jarang tersenyum itu dengan terang-terangan mengatakan Valerie adalah miliknya dan dia akan menghukum siapa-siapa yang berani menyakiti wanitanya.

Selama sepuluh tahun Alexander mengejar cinta Valerie namun Valerie belum menjawab iya. Ia hanya mencintai pertarungan dan Kael. Seekor harimau yang ia rawat dari bayi.

Hingga ajal menjemputnya, Valerie belum juga mengatakan iya. Dan detik-detik saat ia memejamkan mata, nama Alexander yang ia sebut.

'Aku mencintai mu juga, Alexander...'

"Huu tiba-tiba saja aku merindukan Alexander" gumam Iris saat sadar dari lamunannya. Ia duduk dan merenung sebentar.

Mungkin di kerajaannya, ia dijadikan bahan tertawaan musuh karena penyebab kematiannya yang konyol. Mati karena di terkam harimau.

..

Happy reading 🥰

1
Noey Aprilia
Hhhmmm.....
abs pnya apartmen baru,abs tu blnju baju yg bgus...trs k salon,kl prlu ptong rmbut biar buang sial.....
kl kluarganya mnta uang,jgn d ksih...lbh baik pke buat dri sndri aja...ok jendral....
Noey Aprilia
Hai kk...
Aku udh mmpir lg....crtanya seru,sm ky crtamu yg lain....😁😁😁...
ska bgt kl cwek tngguh ky gni,ga menye2 trs kl ada yg ngusik lngsng d bls....d tnggu up'ny y....smngttt....😘😘😘
Noey Aprilia: sama2...😁😁😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!