NovelToon NovelToon
Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:35.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Satu malam mengubah hidup Keyla selamanya.

Dijebak oleh ibu tirinya sendiri, Keyla kehilangan kehormatan dan masa depannya. Pria yang bersamanya malam itu bukan pria sembarangan—Dominic, mafia berbahaya yang tak pernah tersentuh hukum.

Bagi Dominic, wanita hanyalah alat. Kecuali istri yang amat sangat ia cintai.

Namun tekanan dari ibunya memaksanya mencari seorang pewaris, sementara istrinya menolak memberinya anak.

Saat Keyla muncul dalam hidupnya, sebuah keputusan kejam diambil Dom terpaksa menjadikannya istri kedua.

Tapi siapa sangka, hubungan yang diawali dengan paksaan justru menumbuhkan rasa yang sulit dikendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Mati Saja Kau!

"Wanita berisik! Mulut kalian lebih tajam dari silet, ya?"

Celetukan dingin Marco membuat langkah kedua wanita itu terhenti seketika.

Dari balik tembok rumah yang sedikit rimbun oleh tanaman merambat, Marco muncul dengan wajah datarnya. Jas hitamnya nampak kontras di tengah lingkungan perumahan itu.

Sebenarnya, Marco memang diminta oleh Dominic untuk mengawasi Keyla secara diam-diam.

Tuannya itu terlalu gengsi untuk mengaku khawatir, tapi tetap saja mengirim tangan kanannya untuk memastikan milik berharganya tidak terluka sedikit pun.

Marco melangkah maju, tangannya merogoh saku jas dan mengeluarkan sebuah benda hitam yang berkilau tertimpa cahaya matahari. Ia memutarnya dengan santai di jari telunjuknya.

"Bayangkan jika peluru sembilan milimeter ini menembus rahang kalian yang hobi bergosip itu. Kira-kira bagaimana ya rasanya? Apa kalian masih bisa mencibir orang lain dengan mulut bolong?" ucap Marco sinis.

"S–siapa kau?! Jangan main-main dengan kami, ya! Kau pikir kami takut? Paling-paling itu cuma pistol mainan korek api!" seru salah satu wanita dengan tubuh

mulai bergetar hebat.

"Benar! Dia pasti cuma menggertak. Oh, atau jangan-jangan kau ini salah satu om-om koleksinya Keyla yang datang untuk memuaskan jala-ng itu? Bukankah dia memang barang jualan Siska di klub?" timpal wanita lain sembari tertawa, berusaha menutupi ketakutannya.

Dor!

Satu letusan mengarah tepat ke dahan pohon di belakang kepala mereka. Rantingnya patah, jatuh menimpa salah satunya.

Seketika suasana menjadi hening mencekam.

Kedua wanita itu mematung, wajah mereka pucat pasi, bahkan napas mereka seolah berhenti di tenggorokan.

"Masih mengira ini mainan?" ucap Marco santai sembari meniup ujung moncong pistolnya yang masih berasap.

Marco melangkah mendekat, membungkuk sedikit hingga wajahnya sejajar dengan mereka.

"Awas kalau kalian masih berani mengganggu nona Keyla. Sekali lagi kudengar sebutan jala-ng keluar dari mulut sampah kalian, aku tidak akan segan-segan membawa kalian menemui malaikat maut sebelum waktunya. Mengerti?" bisiknya lirih dan penuh penekanan yang begitu mengintimidasi.

Tanpa menjawab, kedua wanita sosialita itu langsung mengambil langkah seribu. Mereka lari terbirit-birit hingga sandalnya tertinggal sebelah di aspal.

Marco mendengus geli.

"Dasar pengecut! Beraninya cuma sama gadis kecil," gumamnya sebelum kembali menghilang di balik bayangan untuk melanjutkan tugasnya.

Sementara itu, di dalam rumah yang terasa dingin dan asing baginya, Keyla melangkah masuk dengan perasaan campur aduk.

"Ayah? Ayah, Keyla pulang. Ayah di mana?" sahutnya lirih. Ia mencari keberadaan Devan, ayahnya yang biasanya siang begini duduk di taman belakang sembari memberi makan ikan koi kesayangannya.

"Bi, apa Bibi tahu di mana ayah?" tanya Keyla pada seorang pembantu paruh baya yang sedang membawa nampan makanan.

Pembantu itu menatap Keyla dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan tatapan merendahkan.

"Di kamar atas. Lagi sekarat mungkin," jawabnya ketus tanpa rasa hormat sedikit pun.

Keyla merasakan api kemarahan menyulut dadanya. Selama bertahun-tahun ia diam diperlakukan seperti pelayan oleh para pekerja di rumah ini hanya karena meniru sikap Siska.

Namun sekarang, statusnya adalah istri Dominic Fredrick. Ia tidak akan membiarkan dirinya diinjak lagi.

Saat pembantu itu hendak melangkah pergi, Keyla sengaja menjulurkan kakinya ke depan.

Prang!

Nampan berisi mangkuk bubur dan gelas kaca itu jatuh berantakan ke lantai.

Pembantu itu hampir saja terjungkal jika tidak berpegangan pada pinggiran sofa.

"Aduh, maaf. Kalau sudah lelah lebih baik kau istirahat di gudang saja, Bibi. Kasihan pinggang tuamu kalau dipaksa bekerja tapi mulutnya tidak bisa dijaga," ucap Keyla dengan nada tengil yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.

"Kurang ajar! Kau berani sekali, bocah pembawa sial!" maki pembantu itu sembari bangkit dengan wajah merah padam. Ia menoleh ke arah lantai yang kotor. "Astaga! Jika Nyonya tahu, dia bisa marah besar!"

"Biar saja dia marah. Lagipula, siapa kau berani memanggilku pembawa sial di rumah yang dibangun dengan uang ayahku?" Keyla mengabaikannya dan melangkah mantap menuju lantai dua.

Langkahnya terhenti tepat di depan pintu kamar utama yang sedikit terbuka. Suara perdebatan hebat terdengar dari dalam.

"Siska, ambilkan obat... dadaku sakit sekali," pinta Devan dengan suara parau dan lemah.

"Ambil sendiri! Tidak usah manja!" sahut Siska dengan nada kasar yang menyayat hati. "Kalau bukan karena instruksi dari pengacara soal harta, aku malas sekali mengurus pria tukang selingkuh sepertimu! Menjijikkan!"

"Sudah kukatakan berulang kali, Siska... aku tidak pernah berselingkuh. Keyla itu—"

"Anak wanita malam itu, kan?! Potong Siska tajam. "Kau tahu aku paling benci diduakan! Tapi kau malah sengaja membawa anak haram itu ke rumah ini dan memintaku merawatnya! Dasar lelaki tidak tahu diuntung!"

"Cukup, Siska! Keyla memang bukan putri kandungku! Aku menemukannya tergeletak di pinggir jalan saat bayi dan membawanya pulang karena kasihan! Tapi kau... kau tak pernah mau mendengar penjelasanku sama sekali!" seru Devan dengan sisa kekuatannya.

Pyar!

Tanpa sengaja, sikut Keyla menyenggol vas bunga keramik di samping pintu hingga jatuh.

"Siapa di sana?!" seru Siska dari dalam.

Keyla menutup mulutnya dengan kedua tangan, air mata langsung membanjiri pipinya.

"Tidak mungkin, aku bukan anak ayah?" gumamnya lirih di tengah isak tangis yang pecah.

Segala penghinaan, siksaan, dan rasa terasing yang ia rasakan selama ini mendadak mendapatkan jawabannya.

Pantas saja Siska dan Clara begitu membencinya. Pantas saja ia selalu dianaktirikan. Ia bukan darah daging keluarga ini. Ia hanyalah orang asing yang dipungut dari jalanan.

Keyla merasa dunianya runtuh. Jika ia bukan putri Devan, lalu siapa dia sebenarnya? Dan mengapa ia harus menanggung dosa selingkuh yang bahkan tidak pernah dilakukan ayahnya?

Kesedihan itu begitu menghimpit, hingga ia tak menyadari Siska sudah berdiri di depannya dengan tatapan penuh kebencian.

"Masih berani kau menginjakkan kaki di rumah ini setelah merebut suami putriku, hah?!" maki Siska.

Satu tamparan keras mendarat di pipi Keyla hingga sudut bibirnya berdarah.

"Ibu, aku... Argh!" Belum sempat Keyla membela diri, Siska sudah menjambak rambutnya dengan beringas. Wajah wanita itu merah padam, dipenuhi kebencian yang meledak-ledak. "Ikut aku! Kau harus menerima hukuman karena sudah lancang!"

Siska menyeret Keyla menuruni tangga menuju area belakang, tepatnya ke kamar mandi pembantu. Tanpa belas kasihan, ia mencengkeram tengkuk Keyla dan membenamkan wajah gadis itu ke dalam bathtub yang penuh air.

Keyla meronta, tangan kecilnya mencakar pinggiran bathtub untuk mencoba menghirup oksigen. Namun, setiap kali ia berhasil mendongak, Siska kembali menekan kepalanya ke dalam air dengan kekuatan penuh.

"Rasakan ini! Mati saja kau! Kau pikir dengan menjadi istri Dominic kau bisa bebas dariku?!" teriak Siska histeris.

Keyla mulai kehilangan kesadaran, paru-parunya terasa terbakar. Di ambang kepasrahan, ia hanya bisa berharap ada keajaiban yang menyelamatkannya dari kegilaan ibu tirinya sendiri.

Siska justru tertawa puas melihat tubuh Keyla yang mulai melemas di bawah cengkeramannya.

1
Uthie
Hahahaa... sekali-kali di tindas oleh keponakan bocil nya dan gadis 19 tahun gpp kan Dok 😜
Riza Afrianti
tinggal aja Dominic itu
mom'snya devadhamian
🤣🤣🤣🤣seorang CEO plus mafia di usir istri 19 tahun dari kamar buat tidur di luar Wkwkwk
olyv
nusuk bgt kata² dominic sabar y keyla
vj'z tri
bodel jadi juru kunci /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ pak tua
vj'z tri
jawaban salah /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
MamDeyh
Keyla jgn baperan dan jgn terbuai dg si Dom Dom.. Jd wanita kuat.
Erna Riyanto
dom kan udah mandi tadi sebelum minta disuapin keila...kok JD melonggarkan dasi..apaan 😄
Senja: Wkwk nanti diedit kak mungkin aku galfok🤣
total 1 replies
Sri Rahayu
kasihannn deh PAK TUA....dikerjain ponakan dan istri kecil nya 🤪🤪🤪
angel
semangat thorrr
ollyooliver🍌🥒🍆
nih siapa yg jadi jodohnya zoey nanti🤭🤣
ollyooliver🍌🥒🍆
terlalu baperan ..cuek.aja. lebih baik jadi wanita seperti itu drpd ujung"nya membuat orng merasa bersalah terus karna mata sembab mu bukan karna menyadari kesalahannya sendiri
ollyooliver🍌🥒🍆
kalau orng yg pernah jatuh cinta sampai bodoh..taulah gimana rasanya.
ollyooliver🍌🥒🍆
belum pandai bicara soal masa depan tapi sdh berani menikah🙃
ollyooliver🍌🥒🍆
wanita tangguh itu gk pusing..cuek aja. yg bakal frustasi itu dominic😌
Dew666
💃💃
Yuyun Yunita
dengar itu dom... papa mu itu sdh bnyk pengalamannya jd kamu hrs bnyk berguru dari nya🤔
Uthie
Keturunan Diego emang selalu menarik 👍😁
Senja: Hehe, nanti leon masih belum kak bakalan ada novel baru
total 1 replies
aku
gk usah disusul dom, nnti autor crikan pria diatas kau segalanya buat jd jodoh key 😌😌 greget bgt
Senja: Hheeee
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!