NovelToon NovelToon
Gulungan Tabib Langit Dan Bumi

Gulungan Tabib Langit Dan Bumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Di Benua Awan Timur, kekuatan adalah segalanya. Para kultivator jenius membelah gunung dengan lambaian tangan dan menghancurkan kota hanya dengan hembusan napas. Namun, epik ini tidak dimulai dari puncak kejayaan, melainkan dari sudut dunia fana yang terlupakan. Li Yun hanyalah seorang tabib muda biasa di kota perbatasan. Ia tidak memiliki akar spiritual surgawi, garis keturunan dewa, ataupun takdir pahlawan yang terpilih.
Ketika seorang kultivator sakti tewas di depan kliniknya yang sederhana, kehidupan tenang Li Yun hancur. Ia mewarisi sebuah teknik rahasia kuno yang tidak memberinya kekuatan penghancur instan, melainkan menuntut pemahaman mendalam tentang hukum alam, alkimia, dan aliran energi yang sangat lambat. Di dunia yang dipenuhi kejeniusan arogan dan sekte-sekte kuno yang kejam, Li Yun menyadari bahwa bertahan hidup membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan murni. Ia harus menggunakan kecerdasannya, menyembunyikan bakat aslinya di balik identitas seorang tabib sekuler.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Inspeksi Tengah Malam dan Pil Bau Bangkai

​Enam bulan berlalu bagaikan hembusan napas yang berat di Sektor Ketiga.

​Musim panas membawa suhu yang memanggang lembah, mengubah kabut tipis menjadi uap lembap yang mencekik paru-paru. Tingkat kematian para pencari herbal meningkat drastis akibat wabah demam rawa dan serangan monster liar yang semakin agresif. Namun, di tengah neraka dunia itu, tenda medis Tabib Li tetap berdiri kokoh.

​Secara rahasia, Li Yun telah meraup keuntungan besar dari kekacauan ini. Selama enam bulan menimbun dan memurnikan ribuan "sampah herbal", ia berhasil menembus Lapis Keempat Pengumpulan Qi. Di dunia kultivasi, mencapai Lapis Keempat adalah batas antara semut dan manusia; kekuatan fisik berlipat ganda, dan Qi dapat disalurkan ke luar tubuh secara tipis untuk membentuk pelindung.

​Namun, berkat pemahaman Sutra Pernapasan Kayu Mati yang semakin mendalam, fluktuasi Qi Li Yun justru terlihat semakin menyedihkan. Di mata siapa pun, ia hanyalah manusia fana berpenyakitan yang kebetulan tahu sedikit teknik pernapasan untuk memperpanjang napasnya yang sekarat.

​Hingga suatu malam, ketenangan rapuh di lembah itu pecah berkeping-keping.

​Sebuah pengumuman darurat mengguncang seluruh kamp luar. Tiga batang Ginseng Giok Bulan—herbal spiritual tingkat menengah yang sangat dijaga ketat—telah dicuri dari kereta pengiriman sekte yang melintasi Sektor Ketiga. Nilai ketiga ginseng itu cukup untuk membeli nyawa seluruh penduduk kamp ini.

​Balai Penegak Hukum Sekte merespons dengan kejam. Mereka tidak mengirim penjaga biasa, melainkan Inspektur Zhao Yan, seorang algojo berdarah dingin di Lapis Kedelapan Pengumpulan Qi.

​Malam itu, lolongan anjing pelacak roh terdengar bersahut-sahutan. Tenda-tenda dibongkar paksa, para pencari herbal diseret keluar dan diinterogasi dengan cambuk berduri. Bau darah segar mengalahkan bau rawa.

​Li Yun sedang duduk di dalam tendanya, menyeduh secangkir teh jarum perak sambil pura-pura mencatat resep obat. Telinganya yang tajam menangkap derap langkah berat dan dengusan anjing roh yang mendekat ke arah tendanya.

​Ia tidak panik. Tangannya dengan tenang merapikan meja, lalu secara diam-diam menendang sedikit abu arang untuk menutupi noda air di lantai tanahnya.

​Brak!

​Kain tenda dirobek dari luar menggunakan tebasan angin dari sebuah pedang. Dua anjing roh berwarna hitam legam melompat masuk, mengendus ke setiap sudut ruangan sambil menggeram ganas. Di belakang mereka, melangkah masuk Inspektur Zhao Yan. Jubah hitamnya memancarkan aura membunuh yang sangat pekat, membuat udara di dalam tenda tiba-tiba anjlok ke titik beku.

​Li Yun dengan sengaja menjatuhkan kuasnya, bahunya gemetar hebat. Ia buru-buru bangkit dan langsung bersujud di tanah berlumpur. "Y-Yang Mulia! Apa... apa yang terjadi?"

​Zhao Yan tidak menjawab. Matanya yang tajam seperti elang menyapu seluruh ruangan. Berbeda dengan Diakon Fang yang sombong dan bodoh, Zhao Yan adalah pria yang sangat teliti. Kesadaran Spiritualnya langsung memindai tubuh Li Yun, menelusuri setiap inci Dantian dan meridian sang tabib.

​Pindaian itu terasa seperti pisau es yang menguliti kulit Li Yun. Namun, Sutra Pernapasan Kayu Mati merespons secara otomatis. Pusaran Qi Lapis Keempat Li Yun memadat, bersembunyi di balik organ dalamnya, menampilkan kekosongan yang hampa. Di mata Zhao Yan, pria yang bersujud ini tidak lebih dari tumpukan daging dan tulang yang lemah.

​Namun, kecurigaan Zhao Yan tidak mereda.

​"Tabib kamp," suara Zhao Yan terdengar serak dan tajam. Ujung sarung pedangnya mengangkat dagu Li Yun dengan kasar. "Aku telah memeriksa catatan Paviliun Logistik. Enam bulan kau bekerja di sini. Kau menyembuhkan ratusan budak pencari herbal, menekan angka kematian hingga tiga puluh persen lebih rendah dari sektor lain. Sungguh prestasi yang luar biasa untuk seorang tabib fana."

​Keringat dingin benar-benar mengucur dari dahi Li Yun kali ini. Ia merutuki dirinya sendiri; ia mengira dengan menekan kemampuannya, ia sudah cukup bersembunyi. Ternyata, keberhasilannya membuat budak tetap hidup justru menjadi anomali statistik di mata seorang inspektur yang cermat.

​Zhao Yan mencondongkan tubuhnya. "Namun yang paling menarik adalah... kau tidak pernah mengambil jatah obat, koin tembaga, atau batu roh dari sekte untuk membiayai pengobatanmu. Kau hanya meminta sampah herbal yang membusuk. Kau pikir aku bodoh? Seseorang yang mencuri Ginseng Giok Bulan pasti membutuhkan tempat untuk mengekstrak dan menyembunyikannya. Apa tempat yang lebih baik daripada tenda seorang tabib yang penuh dengan bau obat-obatan aneh?"

​"Y-Yang Mulia salah paham!" suara Li Yun pecah, menampilkan kepanikan seorang rakyat jelata yang dituduh mati. "Hamba hanya menggunakan sampah herbal karena... karena hamba meneliti racun penawar racun! Hamba meracik herbal busuk itu untuk dijadikan obat salep murah!"

​"Kita lihat saja nanti," dengus Zhao Yan.

​Ia berjalan menuju pot tanah liat di sudut ruangan—pot yang persis digunakan Li Yun untuk memurnikan esensi herbal setiap malam. Anjing-anjing roh menggeram ke arah pot tersebut.

​Jantung Li Yun berdetak lambat dan stabil, meski wajahnya pucat pasi. Ia telah mengantisipasi hari di mana tempat penyulingannya akan digeledah.

​Zhao Yan menendang pot itu hingga terbalik. Belasan butir Pil Lumpur Spiritual berwarna hijau kecokelatan menggelinding ke atas tanah.

​Mata inspektur itu menyipit. Ia membungkuk, memungut satu butir pil lumpur tersebut, dan memfokuskan Qi ke ujung jarinya untuk meremukkan pil itu. Ia bermaksud mencari sisa-sisa esensi Ginseng Giok Bulan yang ia yakini disembunyikan di dalam pil sampah ini.

​Crak.

​Pil itu hancur. Detik berikutnya, bau busuk yang luar biasa memuakkan meledak di udara. Itu adalah kombinasi antara bau kotoran kuda berjamur, getah beracun, dan empedu busuk. Bahkan anjing-anjing roh sekte yang ganas pun langsung bersin-bersin dan melolong mundur, ekor mereka terselip di antara kaki.

​Zhao Yan terbatuk keras, matanya berair karena uap beracun yang menyengat itu. Ia segera membuang sisa pil tersebut dan membersihkan tangannya dengan Qi murni, menatap Li Yun dengan pandangan jijik yang luar biasa.

​"Apa-apaan benda terkutuk ini?!" raung Zhao Yan, mengibaskan jubahnya untuk mengusir bau tersebut.

​Li Yun tidak menyembunyikan Pil Lumpur Spiritual miliknya, melainkan melapisi energi spiritual murni di dalamnya dengan cangkang yang terbuat dari campuran racun fana paling menjijikkan yang bisa ia temukan. Energi dari Sutra Pernapasan Kayu Mati bersifat pasif dan tak bernyawa, membuatnya sempurna sebagai perekat untuk menahan energi murni di dalam cangkang bau itu. Jika tidak ditelan dan dilarutkan perlahan dengan Qi milik Li Yun di dalam perut, pil itu hanya akan terdeteksi sebagai gumpalan limbah beracun, bahkan oleh Kesadaran Spiritual seorang inspektur Lapis Kedelapan.

​"I-Itu adalah Pil Lumpur Empedu Kuda, Yang Mulia!" jawab Li Yun, masih bersujud dan bergetar hebat. "Ini racikan rahasia fana hamba! Racunnya sangat keras, jadi hanya hamba oleskan di luar luka para budak untuk membunuh belatung daging! Itulah sebabnya luka mereka cepat kering dan mereka bisa kembali bekerja!"

​Mendengar penjelasan yang masuk akal namun sangat menjijikkan itu, Zhao Yan merasakan perutnya mual. Pengetahuan kultivasinya yang tinggi menolak ide bahwa ada energi berguna di dalam tumpukan kotoran tersebut. Ia memindai pil-pil yang berserakan itu sekali lagi. Kesadaran Spiritualnya hanya menangkap aura racun fana yang kotor, tanpa sedikit pun fluktuasi Qi murni. Sama sekali tidak ada jejak Ginseng Giok Bulan.

​Pria di depannya benar-benar hanya tabib kampungan yang bereksperimen dengan kotoran binatang dan sampah beracun.

​"Tabib gila yang menjijikkan," cibir Zhao Yan, meludah ke lantai. "Kukira aku menemukan sarang tikus tanah, ternyata hanya sarang lalat tinja."

​Tanpa membuang waktu satu detik pun lebih lama di tenda berbau bangkai itu, Zhao Yan berbalik dan melangkah keluar, diikuti oleh dua anjing rohnya yang masih merengek karena hidung mereka terbakar bau amoniak.

​"Lanjutkan tugasmu," perintah Zhao Yan dingin dari luar tenda. "Jika kau melihat ada budak yang menggunakan energi di luar kemampuannya, laporkan pada penjaga. Jika kau menyembunyikannya, kau akan kurebus bersama pil kotoranmu itu."

​Langkah kaki Zhao Yan perlahan menjauh.

​Li Yun tetap dalam posisi bersujud selama satu jam penuh. Ia tidak mengubah posturnya sedikit pun, berjaga-jaga jika inspektur itu sengaja meninggalkan jejak Kesadaran Spiritual untuk mengintainya.

​Setelah ia benar-benar yakin area di sekitar tendanya aman, Li Yun perlahan bangkit. Tubuhnya sedikit pegal, namun matanya memancarkan cahaya yang tajam dan dingin. Ia memunguti Pil Lumpur Spiritual-nya yang berharga dari atas lantai tanah, meniup debunya, dan menyimpannya kembali dengan hati-hati.

​Taktik kamuflase ekstremnya berhasil menyelamatkan nyawanya malam ini. Namun, kedatangan Zhao Yan membawa sebuah informasi yang jauh lebih penting baginya.

​Ginseng Giok Bulan benar-benar dicuri. Dan karena Li Yun bukan pelakunya, berarti ada pihak lain yang memiliki nyali sebesar langit untuk merampok konvoi sekte di wilayah kumuh ini. Seseorang yang sangat kuat, atau sangat putus asa, sedang bersembunyi di Sektor Ketiga, menjadikan tempat ini sebagai medan pertempuran yang tak terlihat.

​"Air di lembah ini mulai mendidih," gumam Li Yun pelan, menatap langit malam dari celah tendanya yang robek. "Jika aku tidak segera menembus Lapis Kelima, riak sekecil apa pun dari pertarungan mereka akan menenggelamkanku."

​Ia kembali duduk bersila. Malam ini, ia tidak akan tidur. Ia mengambil dua butir pil lumpur menjijikkan itu dan menelannya, memulai meditasi panjang yang sunyi dalam bayang-bayang.

1
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
ARay
mantap Thor 😎
ARay
bagus ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!