NovelToon NovelToon
Office Girl Milik Tuan Mahrup

Office Girl Milik Tuan Mahrup

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!

Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!


Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?


Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OGMTM-10

..Di dalam ruangan yang remang-remang itu, berdiri sosok tinggi berjas gelap yang tengah menatap lurus ke luar jendela kaca, memegang selembar kertas dengan jemari yang mengepal erat.

Mahrup memejamkan mata sejenak, menghembuskan napas berat yang sarat akan beban pikiran. Kertas di tangannya adalah pesan kaleng memuakkan yang sengaja diterimanya tadi. Namun, saat ia memutar tubuh untuk merapikan berkas di mejanya, tatapannya tak sengaja menembus dinding kaca transparan yang mengarah ke luar lorong.

Di sana, di tengah remangnya pencahayaan malam lantai dua belas, seorang gadis bertubuh mungil tengah berlutut di atas karpet. Hazel. Gadis itu mengelap tepi lis dinding dengan gerakan yang begitu teliti, meski napasnya terengah pelan dan bahunya tampak terkulai kelelahan.

Kenapa dia masih di sini jam sebelas malam? batin Mahrup, dahinya berkerut dalam.

Rasa penasaran yang bercampur gejolak aneh mendorong langkah kaki Mahrup. Tanpa suara, sang CEO melangkah keluar dari ruangannya. Langkah pantofelnya teredam sempurna oleh tebalnya karpet lorong.

Hazel tidak menyadari kehadiran pria itu. Tangan mungilnya yang memegang kain lap perlahan melambat, lalu terhenti total. Kepala Hazel terkulai menyandar pada dinding marmer yang dingin. Kedua matanya terpejam rapat, menyembunyikan keletihan luar biasa yang tak lagi sanggup ia tahan.

Mahrup membeku dua langkah di sampingnya. Untuk pertama kalinya, ia melihat Hazel tanpa topeng cengiran tengil dan senyum ramahnya. Wajah gadis itu tampak pucat pasi, bibirnya kering, dan ada lingkaran hitam samar di bawah matanya yang sembap.

Di dalam genggaman tangan kirinya yang terkepal di atas pangkuan, terremas selembar kertas yang sudah lecek.

Perlahan dan sangat hati-hati, Mahrup membungkukkan badannya. Ditariknya kertas lecek itu dari jemari Hazel yang melonggar.

Itu adalah lembar penagihan deposit rumah sakit dengan stempel merah berbunyi UTANG TUNGGAKAN DARURAT, Nominal di bawahnya membuat rahang Mahrup mengeras seketika.

Uang yang bagi Mahrup hanya setara dengan sekali makan siang bisnis, ternyata menjadi beban hidup mati bagi gadis di hadapannya.

"Kenapa kamu memaksakan diri sampai seperti ini..." gumam Mahrup sangat pelan, suaranya yang biasa dingin kini bergetar samar oleh pendar rasa iba yang menghujam dadanya.

Mendengar bisikan halus itu, mata Hazel terbuka perlahan. Kesadarannya terkumpul samar. Saat iris matanya menangkap sosok Mahrup yang berdiri menjulang tepat di dekatnya, Hazel tersentak kaget dan berusaha langsung bangkit berdiri.

"E-eh! Tuan CEO?!" pekik Hazel lirih, hatinya mencelos panik. "Maaf, Tuan! Hazel enggak bermaksud tidur saat jam kerja! Hazel cuma... cuma merem tiga detik, beneran!"

Mahrup tidak membalas Ucapan konyol itu. Matanya menatap lurus ke dalam iris mata Hazel yang berkaca-kaca. "Kamu butuh uang ini untuk ibumu?" tanya Mahrup datar, mengangkat lembaran kertas di tangannya.

Wajah Hazel seketika memucat. Ia buru-buru merebut kertas itu dari tangan Mahrup, menyembunyikannya di belakang punggung dengan jemari gemetar.

"Bukan hal yang perlu Tuan pikirkan," jawab Hazel, berusaha menyunggingkan senyum tegar walau suaranya parau menahan tangis.

"Ini urusan keluarga Hazel. Hazel di sini cuma kerja lembur buat cari tambahan secara halal. Hazel janji enggak bakal malas-malasan lagi, Tuan."

"Kerja lembur sampai pingsan tidak akan menyelamatkan ibumu besok pagi, Hazelia," potong Mahrup tegas, tatapannya menyapu wajah layu gadis itu dengan kehangatan tersembunyi yang sulit diartikan.

Hazel menunduk dalam, tak sanggup lagi menahan kehangatan perhatian yang tak biasa dari sang penguasa dingin. Satu tetes air mata akhirnya lolos membasahi pipinya. "Hazel enggak punya pilihan lain, Tuan... Hazel cuma punya Ibu dan adik Hazel. Kalau Hazel enggak berjuang malam ini, siapa lagi yang mau menolong mereka?"

Kata-kata jujur yang keluar dari bibir Hazel berhembus bagai angin malam yang meruntuhkan sisa-sisa prasangka buruk di hati Mahrup.

Pria yang hatinya telah membeku akibat pengkhianatan masa lalu itu kini menatap Hazel dengan sudut pandang yang sepenuhnya baru: gadis ini tidak sedang bersikap manis untuk menggoda atau menipunya, melainkan sedang bertaruh nyawa demi keluarganya.

Mahrup menghembuskan napas panjang, merapikan kancing jasnya. Ia memajukan langkahnya satu tapak lebih dekat ke arah Hazel.

"Besok pagi, datang ke ruang kerja saya jam delapan tepat," perintah Mahrup dengan nada berat yang tak membiarkan adanya bantahan.

Hazel mendongak bingung, mengusap air matanya dengan punggung tangan. "M-maksud Tuan? Hazel mau dipecat ya karena ketiduran tadi?"

Mahrup menatapnya dalam-dalam selama beberapa detik tanpa menjawab, sebelum akhirnya berbalik arah membelakangi Hazel. Namun, tepat sebelum pintu ruangannya tertutup, Mahrup menoleh tipis dari balik bahunya.

"Pikirkan baik-baik bagaimana caramu menyajikan kopi besok pagi, Hazelia. Karena mulai besok... takdirmu di kantor ini tidak lagi berada di ujung gagang pel."

1
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!