Jason seorang CEO jatuh cinta dengan Lia, gadis yang selalu berani berargument dengan dirinya. Dengan memanfaatkan keadaan, Jason membuat Lia menandatangani surat perjanjian nikah.
Perjanjian 48 bulan sengaja dia buat agar Lia jatuh cinta dan sepenuhnya menjadi miliknya. Dengan Cinta pula Jason mengangkat martabat Lia, menjadi wanita yang tidak dapat disepelekan dunia.
"Ayo kita menikah. Cukup empat puluh delapan bulan. Setelah itu kau yang memutuskan akan tetap dalam pelukanku atau berlari bebas seperti kucing liar."
"Siapa takut asalkan kau bersedia memberikan uang sebesar empat puluh delapan juta dolar setelah kita bercerai."
"deal."
Mereka bersalaman dan menandatangani surat kesepakatan. Gadis itu tertawa penuh kemenangan tanpa menyadari syarat kedua dari kesepakatan tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegundahan Lia
Sehari setelah kencan kedua antara Lia dan Jason. Jason mengirimkan pesan kepada Lia, jika dia harus melakukan kunjungan ke beberapa negara Asia untuk mengontrol cabang disana. Dan dia berjanji, setelah urusan selesai, dia akan kembali menagih hutang lagi kepada Lia.
Lia yang membaca pesan tersebut, tidak membalasnya. Dia hanya meletakan kembali handphone nya di atas meja. Beruntung saat itu,kantor sedang libur. Dia tidak perlu buru-buru bangun dan merapikan diri dengan perasaan yang kalut.
Sekarang sudah satu minggu setelah kejadian tersebut. Jason hampir tidak pernah mengirimkan pesan kepada Lia. Lia yang hampir setiap saat dan setiap malam memeriksa handphone nya, tidak menemukan pesan maupun telphone dari Jason. Dan hari ini karena rasa jengkel, Lia menghapus nomor Jason dari contact.
Entah mengapa, Lia merasa sesak di dadanya. Perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Dulu pun ketika putus dengan kekasih nya Geraldo, perasaan sesak seperti ini pun tidak ada. Lia bahkan tidak menangis kecuali sebal dengan pria yang sudah berselingkuh itu.
Sekarang, dengan Jason. Banyak sekali perasaan yang tidak dia mengerti. Berada di dekat Jason mengeluarkan semua energi dan perasaan di hatinya. Marah, kesal dan kecewa. Yang dia tidak mengerti adalah kenapa harus ada air mata yang menetes.
"Ayo Lia sadarrrr!!!!!" Lia menepuk kedua pipinya.
"Ngapain kamu menangis! Dulu putus dengan Geraldo tukang selingkuh itu saja kau tidak menangis, bukan?!"
Lia berbicara di depan cermin sambil menunjuk-nunjuk dirinya sendiri dengan kesal.
"Lagian Jason apa mu, heh! Pria itu mau punya kekasih lain, mau pergi kemana, apa perdulimu?"
Kali ini Lia berkacak pinggang dan marah pada dirinya sendiri. Dia bisa melihat emosi dirinya melalui pantulan cermin.
"Pria itu menyebalkan, main cium seenaknya saja. Main tarik tangan sana sini. Apalagi kadang seenaknya saja main culik. Geraldo pun tidak pernah mencium pipi ku. Dasar Jason egois. Lalat buah jelekkkkkkkk!!!!"
Lia menjerit tertahan dengan suara berbisik. Dia tidak mau seisi mansion tahu jika dirinya sedang tidak labil.
"Briant lebih baik. Lebih tenang dan tidak egois seperti mu, lalat buah. Mau pergi, ya sudah pergi sana!"
Lia kembali melempar dirinya keatas tempat tidur dan membenamkan wajahnya. Air mata mengalir terus tanpa dapat dia bendung. Lia memukul-mukul bantal dengan kesal.
Tok.tok.tok.
Ketukan di pintu kamar. Lia tidak menghiraukan dia masih membenamkan diri di tempat tidur.
Tok..tok..tok..
"Kalau tidak di buka, kakak masuk sendiri loh ya," ujar Diana memaksa.
Diana merasa resah, karena Lia tidak juga keluar dari kamarnya. Gadis yang biasanya selalu ceria dan usil itu, tiba-tiba sering merasa kesal dan marah tanpa sebab.
Diana masuk dan melihat Lia yang masih mengenakan gaun tidur. Dia menghampiri Lia dan berbaring di sisi adik nya.
"Ada apa dengan dirimu? Ceritakan padaku, mungkin kakak bisa membantu mu," ujar nya lembut.
Lia menggosok-gosokan wajahnya di bantal. Diana segera mengambil tisyu dan memberikan pada Lia, sebelum gadis itu mengelap ingus di sarung bantal.
"Lihat wajahmu jadi jelek," ujar Diana.
"Biarin."
"Eh, katanya pingin tampil cantik selalu di depan Briant," goda Diana.
"Biarin. Sekarang kan gak ngantor. Gak ketemu sama Briant."
"Tapi apa yang membuat dirimu menangis?"
Meskipun Diana merasa jika air mata itu untuk Jason, tapi dia ingin menyakinkan diri dengan pengakuan Lia. Semejak malam ketika Jason mengantar Lia pulang, gadis itu menangis.
Lia tidak mengetahui jika saat itu, Jason masih berdiri di depan pintu kamar Lia dengan tertegun. Samar-samar dia mendengar suara tangisan di dalam kamar Lia.
Tapi, Jason tidak yakin akan hal itu. Saat itu, Jason hendak membuka pintu kamar dan melihat keberadaan Lia, tetapi kehadiran Diana membuat dia mengurungkan niatannya.
Diana melihat raut wajah galau di wajah Jason. Dan mendengar isakan di dalam kamar Lia. Saat itu dia tahu ada sesuatu diantara mereka berdua. Sikap Jason yang posesif terhadap Lia, menyakinkan Diana.
Lia diam tanpa menjawab pertanyaan Diana. Karena dirinya pun tidak mengerti apa yang dia rasakan sesungguhnya. Apa yang hendak dikatakan pun dia tidak tahu.
"Ayo, mandi. Kita keluar dan berjalan-jalan. Temani kakak shopping untuk baby," Diana menepuk perutnya yang sudah membuncit.
Lia dengan malas beranjak dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi.
Dengan di temani oleh Conrad, pengasuh dan pengawal. Mereka menuju ke sebuah shoppong mall ternama.
Sesaat Lia merasa senang, berbelanjan keperluan bayi dengan Diana. Dia bisa melupakan keresahan di hati. Dia berjalan dan memilih banyak hal yang menakjubkan.
Setelah lelah, mereka memilih untuk duduk di sebuah cafe.
"Nanti baju baby nya disimpan ya kakak, buat anakku kelak." ucap Lia dengan serius.
Pakaian dan peralatan bayi yang dibeli Andrew semuanya merupakan bahan terbaik. Sayang bukan? Berapa lama bayi akan memakai pakaian yang sama. Apalagi bayi yang belum lahir itu memiliki amat sangat banyak persediaan.
"Memangnya kapan kau akan menikah?" tanya Diana menggoda. Lia cemberut.
"Sudah menemukan pilihan hati?" lanjut Diana menggoda.
"Ah kakak. Sudahlah." pipi Lia bersemu merah.
"Kau harus memutuskan satu diantara mereka. Siapa yang lebih memperhatikanmu dan kepada siapa hatimu berlabuh." ucapan Diana membuat Lia merenung.
Saat itu mereka sudah duduk di sebuah coffee shop tepat didepan area Conrad bermain. Bocah itu kembali bermain setelah menikmati makan siang meninggalkan Diana dan Lia dalam perbincangan di cafe.
"Nyatanya keduanya bertolak belakang." ucap Lia lirih.
"Maksudmu?"
"Pria yang aku suka dan pria yang memperhatikanku mereka orang yang berbeda. ARGHHH sudah kakak. Aku masih mau bersenang-senang dulu." ucap Lia frustasi sambil meminum caramel frapucino.
Saat itu sebuah panggilan masuk kedalam handphone Lia. Diana melirik, tidak ada nama di nomor yang masuk itu. Tapi dengan sigap Lia, mengangkat nya dan menjauh.
Dari kejauhan, Diana bisa melihat wajah adiknya yang berubah ceria. Diana tertawa kecil melihat raut wajah adiknya yang menggemaskan.
Hari itu adalah hari yang penuh penyesalan dalam hidup Lia, akibat terlalu gembira mendapatlam telphone dari Jason, lia tidak memperhatikan Diana. Dan hari itu lah disaat Diana hilang di culik.
Semenjak hari itu lah, hubungan Lia dan Briant menegang. Pria perfectionist itu menyalahkan dirinya yang lalai menjaga Diana. Sikap otoriter Briant bahkan melebihi Andrew.
Memang akibat peristwa hilangnya Diana, lebih banyak menyedot waktu dan pikiran Briant sebagai asistent Andrew. Pria itu pontang-panting menjalankan perusahaan dan membantu Andrew mencari keberadaan Diana. Briant sebagai asistent bekerja ekstra dan tidak mempunyai waktu untuk dirinya sendiri.
Lia yang merasa bersalah menjadi menjauh dari Briant. Dan saat itu lah Jason datang mendukungnya. Jason tidak menyalahkan dirinya, bahkan Jason senatiasa memberi ketenangan pada Lia. Meskipun demikian, Lia masih berharap Briant memaafkannya dan bersikap lebih baik.
Satu hal yang Lia tidak tahu. Briant mundur teratur sebelum perasaanya mengembang, ketika melihat kedekatan Lia dengan Jason. Karena pada saat itu juga, perasaan Briant terbagi antara menyambut cinta lama yang tenang atau cinta baru yang dia tidak mengerti. Dan Briant memilih cinta lamanya. GRISELLA.
💗💗💗💗💗💗
Nah Loh... Lia gimana hayooo
emang terbit dimana thor 🙄🙄🙄
mknya g jodoh Hehehehe
tp gpp Jason kamu berhasil menjadi pencuri 😁😁😁