NovelToon NovelToon
Selingkuh Terindah

Selingkuh Terindah

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Dark Romance / Konflik etika
Popularitas:36.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Tasya Prameswari hanya ingin Dicky, putranya bisa kembali ceria seperti dulu, namun sebuah kecelakaan merenggut kesehatan anak itu dan menghancurkan keharmonisan rumah tangganya bersama Setyo Wirayudha.

Sang mertua hanya mau membiayai pengobatan Setyo, namun tidak dengan Dicky. Tak ada yang mau menolong Tasya namun ​di tengah keputusasaan, Radit Kusumadewa datang membawa solusi. Pria kaya dan berkuasa itu menuntut imbalan: Tasya harus mau melayaninya.

Pilihan yang sulit, ​Tasya harus melacurkan diri dan mengkhianati janji sucinya demi nyawa seorang anak.

Bagaimana jika hubungan yang dimulai dari transaksi kotor itu berubah menjadi candu? Bagaimana jika Tasya merasakan kenyamanan dari hubungan terlarangnya?

Note: tidak untuk bocil ya. Baca sampai habis untuk mendukung author ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selingkuh Terindah

Mendengar suara Tasya di ujung telepon sana, Setyo langsung berbicara, mengeluarkan kekesalannya sejak semalam. "Akhirnya kamu mengangkat teleponku, Sya. Kemana saja kamu? Kamu lupa kalau aku ini-" Sebelum Setyo selesai berbicara, Tasya langsung memotong ucapannya.

"Aku tidak lupa kalau Mas Setyo masih suamiku," jawab Tasya.

"Masih? Sya, aku ini-"

Tasya kembali memotong ucapan Setyo. "Aku sedang meeting dan keluar dari ruang meeting demi mengangkat telepon dari Mas." Tasya amat tegas kali ini. "Kalau Mas meneleponku hanya untuk memarahiku, nanti saja, Mas. Aku sedang mencari uang untuk biaya pengobatan Dicky. Bagi Mas, Dicky memang bukan tanggung jawab, namun bagiku, Dicky segalanya."

Setyo menghela nafas dalam. Ia sadar ucapannya telah menyakiti hati Tasya. Istrinya yang biasanya lembut dan ramah, kini begitu dingin dan ucapannya tajam bak pisau belati. "Maaf, Sya. Mas kemarin terlalu terbawa emosi. Mas tidak bermaksud menyakiti kamu."

"Seharusnya Mas berpikir sebelum berkata yang menyakitkan. Lupa kalau Mas sendiri yang bilang kalau keadaan Dicky bisa lebih parah dari Mas? Jika Mas tidak mau membantu dalam membiayai Dicky, setidaknya Mas tidak mendoakan hal yang buruk padanya." Tasya menghembuskan nafas kesal. Radit sudah membantunya menghilangkan rasa sakit hati namun Setyo malah mengingatkannya kembali. "Simpan saja maaf Mas, katakan sendiri saat Dicky sembuh nanti."

"Tasya, Mas-"

Tasya mengakhiri panggilan dengan Setyo. Tanpa salam penutup. Ia tak peduli jika Setyo marah dan sakit hati. Apa yang Tasya rasakan, jauh lebih menyakitkan dari apa yang Setyo rasakan kali ini.

.

.

.

Setelah meeting yang lumayan memakan waktu dan pikiran, Radit tidak mengajak Tasya kembali ke hotel melainkan ke tempat lain. Turun dari mobil, Radit menggandeng tangan Tasya, mengajaknya masuk ke dalam kawasan Kota Lama.

"Wow, kita dimana ini?" Tasya terpukau dengan bangunan peninggalan Belanda yang berdiri kokoh dengan arsitektur di depannya.

"Kita ada di Kota Lama, biasa dijuluki Little Netherlands. Kamu belum pernah ke tempat ini, sebelumnya?" tanya balik Radit.

Tasya menggelengkan kepalanya. "Belum." Tasya menatap pemandangan di sekitarnya dengan takjub. "Bagus sekali. Aku tak tahu ada tempat se-klasik ini di Semarang."

"Dunia ini luas, Sya. Masih banyak yang belum kamu ketahui." Radit tak melepaskan tangan Tasya sejak turun dari mobil, ia terus menggenggamnya dengan erat seolah takut kehilangan. "Aku mau kamu mengeksplore keindahan dunia ini, jangan terlalu larut dengan kesedihan."

Tasya menatap Radit, keduanya saling pandang. "Kesedihan dan masalah adalah dua sisi mata uang dalam hidupku. Akan selalu ada meski aku berusaha menghindarinya."

Radit menghembuskan nafas kasar lalu tersenyum tipis. "Kalau begitu, jangan dihindari. Lebih baik dihadapi dan dinikmati. Seperti semua pemandangan di depan kita, sangat layak dinikmati karena besok pagi kita sudah meninggalkan kota ini."

Radit mengajak Tasya berjalan santai sampai ke depan Gereja Blenduk. Senja sudah berganti malam. Lampu taman yang indah mulai dinyalakan. Lagi-lagi Tasya terpukau melihatnya.

"Gereja Blenduk ini terkenal dengan kubah peraknya yang akan bersinar tertimpa cahaya bulan."

Tasya mengikuti arah pandangan Radit. "Wow, indah sekali."

Radit menatap wajah Tasya yang sedang terpukau tanpa berkedip. Di mata Radit, Tasya adalah wanita tercantik yang pernah ia temui. Tasya punya pesona yang tak dimiliki wanita lain. "Menurutku, kamu yang lebih indah, Sya."

Tasya menoleh pada Radit lalu tersipu malu. Ia senang mendapat pujian. Entah sejak kapan terakhir kali Setyo memujinya. Sebagai wanita, ia rindu perlakuan romantis dari pasangannya. Sayangnya, hal tersebut tidak ia dapatkan dari Setyo.

"Ayo, kita cari makanan. Aku lapar!" Radit terus menggandeng Tasya. Ia mengajak Tasya pergi ke sudut Kota Lama, lalu masuk ke dalam sebuah cafe.

Cafe yang terletak di bangunan tua yang telah direstorasi tersebut nampak sangat cozy dengan langit-langit yang tinggi dan jendela besar. Pujian langsung Tasya lontarkan saat keduanya masuk ke dalam cafe yang luas tersebut. "Wow, cafe yang estetik sekali."

"Aku tahu kamu pasti suka." Radit mengedipkan sebelah matanya. Ia mengajak Tasya duduk di tempat yang nyaman lalu memesan makanan khas Italy yang mereka jual.

Tasya mengabadikan cafe yang estetik dengan ponsel miliknya. Ia sibuk mengambil beberapa gambar sampai tak menyadari kalau makanan dan minuman yang mereka pesan sudah tersedia di atas meja. Tasya lalu mengambil minuman dingin dan meminumnya.

"Stop. Jangan bergerak! Aku akan mengambil fotomu!" Radit mengeluarkan ponsel miliknya dan mengabadikan foto Tasya. "Lihatlah, cantik sekali dirimu di foto ini!" Radit menunjukkan hasil foto yang ia ambil pada Tasya.

Tasya tersipu malu. Ia selalu terbuai dengan pujian dari Radit meski hati kecilnya meragukan setiap pujian yang Radit berikan. "Bagus sekali. Kamu bak fotografer hebat. Bisa tolong kirimkan untukku?"

"Tentu." Radit mengirimkan foto yang ia ambil pada Tasya.

Tasya langsung menjadikannya wallpaper di ponselnya. Ia suka dengan dirinya yang nampak bahagia di dalam foto tersebut, bukan dirinya beberapa minggu belakangan ini yang selalu nampak tertekan dan murung.

"Kamu tahu, Sya. Walau banyak filter di aplikasi yang bisa digunakan, namun tak ada filter yang bisa menyembunyikan kebahagiaan yang terpancar dalam wajahmu. Semua ini natural." Radit tersenyum tulus. "Aku senang melihatmu bahagia seperti ini. Andai aku bisa terus membahagiakanmu seperti ini."

Tasya tersenyum lepas. "Semua berkatmu, Dit. Kamu yang membawa kebahagiaan di hidupku yang kelam."

Di balik senyum lepas Tasya, ia tersenyum getir. "Meski aku tahu semua ini hanya kebahagiaan sesaat yang tak mungkin bisa kumiliki selamanya, namun aku bahagia bisa mengenalmu. Ini adalah... selingkuh terindah dalam hidupku, pertama dan satu-satunya."

Beberapa meja dari tempat Tasya duduk, nampak seorang pria menatap dengan mata yang disipitkan. Ia merasa tidak yakin dengan apa yang ia lihat. "Bukankah itu istrinya Setyo ya?"

Pria tersebut mengeluarkan ponsel miliknya lalu membidik kamera ke arah Tasya dan Radit yang membelakanginya. Tasya nampak sedang mengobrol akrab sambil sesekali tertawa lepas mendengar cerita Radit yang konyol.

"Apa itu Setyo ya? Bukankah Setyo mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu? Masa sih sudah sembuh?" batin pria yang mengambil foto Tasya secara diam-diam. "Lebih baik kutanyakan saja pada orangnya langsung."

Pria tersebut mencari kontak Setyo lalu mengirimkan beberapa foto Tasya yang sedang tertawa bahagia dengan seorang pria yang membelakangi kamera. Sebuah pesan ia tulis bersama foto yang ia kirimkan. "Yo, ini istrimu, bukan?"

****

1
Mawar Hitam
Untung sdh dapT jatah ehm jadi papi Richard gak marah..
yeni NurFitriah
Tasya bakalan banyak ketawa juga kalo jadi bagian keluarga Kusumadewa yg pada sengklek,Tasya bakal ikut sengklek apalagi kalo bergaul sama Maya🤭
Eka Marliyani
diawal nyesek diakhir lucu
yeni NurFitriah
🤣🤣ah Aq terhibur kalo udah nyeritain keluarga Kusumadewa,masih mending Radit nyuri Singkong goreng Pi...lah istri orang juga di curi Pi..😅hukum tuh anakmu Papi..
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
ibumu menolong pengobatanmu ya sudah kewajibannya sebagai orang tua dari pihak laki2 lah, apalagi kamu anaknya
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
dari sini udah tahu klo Setyo anak yg takut ma orang tua
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
benar sya,banyak halangan di hubungan rumah tangga mu,mertua yang toxic dan adanya pelakorrr.. lebih baik pergi menjauh
Mommy'ySnowy 💕
jngankn singkong org,, bini org aja radit ajak kabur..🤭🤣🤣🤣
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
Mertua Lucknut memang
Nanysetyarsi24 Nanyse24
gantian rebutin singkong goreng
Wanita Aries
gak ank gk bpk sama tengilnya🤣

huhhh emaknya setyo pngen tak jitak
Dien Elvina
pasti ibunya s Setyo dan Siska bersorak gembira...pas Tasya pergi dari rmh nya 🤭
Dien Elvina
nah gitu Sya, pergilah dari rmh neraka itu ..carilah kebahagiaan mu ..tapi janganlah lupa ceraikan dulu s Setyo gendeng 🤣
Dien Elvina
wkwkwk rasain Lo Pi, singkong goreng nya d bawa kabur Radit 🤣
dari dulu keluarga Kusumadewa anggota keluarganya pada sengklek 🤣 tapi aku suka, keliatan nya jadi hangat ..antara anak dan ortu gak ada jaim nya 🤣
tehNci
Hahaha....lucu banget Icad sama Radit. Keluarga yg sangat hangat. Konglomerat yg lagi rebutan singkong goreng🤣🤣🤣🤣
Irma
good job sya mingat dari rumah mertua yg seperti meraka ,urus surat ceraimu dan kembali kepelukan Radit pasti mendapatkan kebahagiaan mempunyai mertua yg baik hati dan suami penyayang seperti radit
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Apa kabar dengan keluarga Leo ya...kangen sama mereka
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
🤣🤣🤣🤣🤣
eka perwita
yess ayo cerai Tasya, mommy adel psti syok klo tau Radit jd pebinor 🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
baguslah kalau Tasya pergi buat apa tinggal di rumah ibunya Setyo..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!