NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Mantan

Terjebak Cinta Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Wardani

Setelah tiga tahun berpisah, Rocky kembali menggemparkan hati Ariana dengan membawa calon tunangannya.
Siapa sangka CEO tempat Ariana bekerja adalah sang mantan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marahnya Rocky

*****

Ariana refleks mundur satu langkah ke belakang. Mata nya terbelalak ketika mendapatkan perlakuan buruk dari bos sekaligus mantan kekasih nya itu.

" Pak Marvin bilang kamu salah satu karyawan terbaik nya. Apa ini cara kerja seorang karyawan terbaik? Cara kerja kamu ini sudah mempermalukan perusahaan." Rocky menatap nya dengan tajam.

Ariana berjongkok dan mengambil beberapa lembar kertas itu dan memeriksa nya.

" Tapi semua laporan ini sudah sesuai dengan permintaan klien pak. Bahkan saya sudah mengatur jadwal syuting untuk beberapa iklan. Dan pak Marvin juga sudah setuju." Bela Ariana pada diri nya sendiri.

" Masih nggak mau ngaku salah kamu? Sekarang di sini bos kamu siapa? Saya atau Marvin?" Kemarahan Rocky sudah tidak bisa dia kendalikan lagi.

" Bukan nggak ngaku salah, pak. Tapi saya memang tidak melakukan kesalahan apa pun. Semua ini sudah benar. Mungkin bapak yang..."

" Saya kenapa?" Bentak Rocky.

Ariana melotot dan bangkit dari jongkok nya. Dia menatap Rocky dengan perasaan heran. Tak menyangka Rocky tega melakukan ini pada nya. Dia tak menyangka Rocky yang sekarang sangat berbeda dengan Rocky yang dia kenal dulu.

" Berani nya kamu membantah saya. Ingat Ariana, di sini kamu itu hanya makan gaji. Kami menggaji kamu sesuai dengan kemampuan kamu memajukan perusahaan. Jika kamu sudah tidak mampu bekerja dengan baik, saya tunggu surat pengunduran diri kamu sekarang juga."

Tubuh Ariana bergetar hebat saat Rocky meminta nya mengundurkan diri. Tanpa terasa, mata nya mulai memerah.

Sebenar nya perasaan Rocky juga remuk redam melihat Ariana memucat seperti patung. Tapi mengingat yang di lakukan Ariana dengan nya dulu juga sangat menyakitkan. Mencampakkan Rocky di saat dia masih sangat mencintai Ariana.

Merasa tak sanggup lagi berada di dalam ruangan yang mulai memanas walaupun suhu nya Ac sudah sangat dingin. Ariana mencampakkan lembaran - lembaran yang tadi nya dia pegang ke lantai.

Dia mengusap air mata nya yang sempat jatuh dan keluar dari ruangan Rocky tanpa pamit.

Rocky merasakan dada seakan terbebas dari rantai besi ketika pintu itu tertutup, mengunci Ariana di baliknya.

Dada nya terasa sempat sesak saat dia meluapkan amarah nya pada Ariana tadi.

*

*

*

" Gimana, Ri? Loe nggak papa kan?" Tanya Lily panik saat melihat sahabat nya itu kembali ke meja nya.

Ariana tersenyum mencoba menyamarkan rasa kecewa nya.

" Gue nggak papa kok. Pak Rocky cuma menanyakan jadwal syuting saja." Jawab Ariana berbohong.

" Loe bohong, Ari. Gue tahu loe habis nangis kan? Loe di marahin ya?" Tebak Lily tepat sasaran.

Ariana hanya terdiam, matanya menatap Lily dengan penuh amarah. Dengan gerakan tajam, dia meraih rambutnya, menyisirnya ke belakang, dan menahan wajahnya dengan kedua telapak tangan, seolah mempertanyakan segala ketidakadilan yang baru saja dialaminya.

" Loe benar, Ly. Gue habis kena marah. Semua laporan dan jadwal syuting yang sudah gue buay di anggap salah sama Pak Rocky. Gue juga nggak tahu salah nya dimana. Perasaan gue sudah buat sebaik mungkin. Dan gue juga sudah konfirmasi dengan pak Marvin soal itu. Dan pak Marvin sudah oke. Tapi kenapa malah dia yang nggak setuju. Gue bingung, Ly." Keluh Ariana frustasi.

" Udah... loe tenang aja. Mana laporan nya. Kita perbaiki sama - sama ya." Ajak Lily membuka layar komputer di hadapan Ariana.

" Nggak perlu, Ly. Gue capek. Mungkin sudah waktu nya gue istirahat dari perusahaan ini."

" Maksud Loe apa?" Tanya Lily keheranan dengan maksud ucapan Ariana barusan.

" Mungkin gue resign aja kali ya. Kayak nya pak Rocky nggak suka sama gue. Kerjaan gue benar semua malah di bilang salah." Jawab Ariana menoleh pada Lily.

" Hah... nggak beres nih sama otak loe. Loe tunggu di sini, gue buatin cokelat buat loe biar loe bisa lebih tenang." Kata Lily melangkah meninggalkan Ariana.

" Aneh - aneh saja sih. Zaman sekarang cari kerjaan susah, malah mau resign. Nggak habis pikir gue." Gumam Lily lagi dalam perjalanan nya menuju pantry.

*

*

*

" Masih jam segini dah minum cokelat saja, Mbak." Ujar Dian yang juga sedang mengaduk kopi di atas meja.

Lily tersentak dan menatap Dian sinis.

" Ih.. Dian. Loe ngagetin gue aja sih. Nih bukan buat gue. Tapi buat Ariana." Jawab Lily menyeduh cokelat nya setelah dia tuang.

" Baik banget sih buatin buat Mbak Ariana."

" Ariana lagi sedih tuh. Tadi yang loe suruh ke ruangan pak Rocky, malah di marahin dia."

" Masa sih, Mbak?" Tanya Dian tidak percaya.

" Kenapa? Nggak percaya Loe? Kelihatan apa di wajah gue kalai gue lagi bohong?" Sentak Lily tajam.

" Ya nggak, Mbak. Soal nya sejak pagi pak Rocky itu wajah nya saja sudah masam. Serem deh, Mbak. Aku saja udah kena semprot pagi - pagi."

" Emang gila tuh bos baru. Baru dia tuh yang berani protes sama kerjaan nya Ariana. Selama ini juga pak Marvin nggak pernah komen. Dia selalu memeriksa ulang kerjaan nya sebelum dia serahkan. Ini malah bikin temen gue sampai mau resign gitu." Omel Lily mengaduk coklat di tangan nya.

" Jadi Mbak Ariana mau resign?"

" Mau nya dia. Tapi nggak mungkin lah, Di. Sekarang ini adik nya Ariana itu kuliah di fakultas kedokteran. Kalau Ariana nggak kerja, siapa yang mau biayain kuliah adik nya. Mana ini dia harus ngelunasin pembayaran koas buat adik nya lagi. Belum lagi bayar uang kuliah." Ungkap Lily dengan lirih.

" Kasihan banget sih, Mbak Ariana."

" Makanya bilangin tuh sama bos loe. Kalau mau marah lihat situasi dong. Jangan asal semprot aja. Udah ah. Gue duluan ya. Mau bantuin Ariana beresin kerjaan nya lagi."

" Sama dong, Mbak. Aku juga udah selesai kok."

Dan tanpa mereka sadari, sepasang telinga tengah mendengar kan obrolan mereka. Langkah yang tadi nya akan segera masuk ke dalam pantry langsung terhenti saat mendengar dua karyawan wanita itu mengobrol dengan serius nya.

*

*

*

Sudah hampir pukul sembilan malam saat Ariana mengecek jam di pergelangan tangan nya. Tapi dia belum bisa pulang karena harus menyelesaikan kembali laporan yang salah sebelum di serahkan pada Rocky besok.

Namun tiba - tiba Ariana mendengar suara pintu ruangan itu terbuka.

" Siapa tuh?" Gumam Ariana.

" Apa ada yang lembur selain gue?"

Dia berjalan dan mencari sumber suara. Tapi tidak ada orang di sana. Hanya ada suara derap langkah. Dan perasaan Ariana mulai tidak enak. Dia pun mengambil satu buku yang lumayan tebal dan bersiap melempar pada orang yang melangkah itu.

Dan suara langkah kaki itu semakin dekat. Dia hanya berpikir jika yang sedang berjalan itu pasti orang jahat, pencuri atau bahkan pembunuh.

Dan saat suara langkah itu semakin dekat, Ariana menarik nafas nya dan melemparkan buku tebal itu seraya berteriak.

" Aaa..."

" Ariana... ini aku."

Suara itu, Ariana kenal dengan suara itu. Ariana pun membuka mata nya. Seseorang yang sedang berdiri di depan nya sambil memegang kepala nya yang terkena lemparan buku tadi.

" Kenapa sembarang melempar seperti itu sih?" Protes Rocky.

" Maaf, Pak. Saya nggak tahu kalau itu bapak. Saya pikir maling." Jawab Ariana.

Rocky masih memegang kepala nya dan berjalan masuk ke dalam ruangan nya.

" Mati gue. Main lempar aja sih, Ariana. Jadi kena kan? Pasti di marahin lagi nih gue." Gumam Ariana panik.

Tak berapa lama Rocky keluar dari ruangan nya.

" Apa masih sakit?" Tanya Ariana.

" Apa nya?"

" Kepala nya?"

" Masih. Lecet nih." Rocky memegang kepala nya yang terkena lemparan Ariana.

" Nggak usah lebay. Saya melempar nya nggak kuat kok. Jangan berlebihan." Bela Ariana tak mau di salah kan.

" Tapi tetap saja kamu salah. Saya akan buat pengaduan soal kejadian malam ini." Ancam Rocky.

Ariana takut dan mendekati Rocky.

" Iya iya, saya salah. Mana luka nya biar saya lihat."

Rocky menunduk sedikit agar Ariana bisa melihat kening nya yang memerah.

" Hanya luka sedikit pak. Mau saya obati?" Tawar Ariana.

Rocky tersenyum dan semakin mendekat ke arah Ariana. Ariana semakin mundur dan memegang ujung meja.

" Bapak mau apa, pak?" Ujar Ariana mulai ketakutan.

" Jangan panggil aku bapak jika hanya ada kita berdua. Cepat atau lambat, semua orang kantor akan tahu soal masa lalu kita."

" Jangan dekat, Rocky. Jangan sampai ada orang yang melihat kita."

" Tidak ada siapa - siapa di sini. Apa kamu tidak merindukan sentuhan saya ini?" Rocky menyentuh pipi Ariana yang lembut.

" Rocky... jangan kurang ajar ya. Aku..."

" Aaakkk..."

Detik berikut nya ruangan menjadi gelap.

" Kenapa lampu nya mati."

" Jangan takut. Ada aku."

Rocky memeluk Ariana. Ariana berusaha melepaskan diri nya dari pelukan Rocky. Tapi semakin Ariana berusaha, Rocky semakin mempererat pelukan nya.

Kepala Ariana tepat berada tepat di dada Rocky. Dan dia bisa merasakan detak jantung Rocky yang begitu cepat. Posisi nya begitu nyaman. Pelukan yang tidak pernah Ariana rasakan selama tiga tahun ini.

" Terlalu nyaman untuk berada di sana?" Gumam Rocky.

Ariana dengan cepat menarik paksa kepala nya hingga kecanggungan menggerogoti sikap nya sekarang.

" Pekerjaan kamu di lanjutkan besok saja. Ayo pulang. Aku akan mengantar kamu pulang." Kata Rocky.

" Nggak perlu, aku bisa pulang sendiri." Tolak Ariana.

" Pulang dengan ku atau kejadian malam ini di lihat semua orang." Ancam Rocky dengan tegas.

Ariana mendongak memandang Rocky.

" Bukan kah semua CCTV di ruangan ini berfungsi dengan baik?" Gumam Rocky.

Merasa tak ada pilihan lain lagi. Ariana tanpa menjawab mengambil tas nya dan berjalan meninggalkan Rocky. Dia tahu ancaman Rocky kali ini tidak main - main. Dan dia tidak mau sampai semua orang kantor melihat adegan pelukan mereka tadi.

*

*

*

" Sudah mau pulang nona?" Tanya Jhoni menundukkan kepala nya pada Ariana.

Ariana mendesah pelan.

" Jhoni harus berapa kali saya bilang. Jangan bersikap seperti ini dengan saya? Saya ini kan bukan bos kamu." Protes Ariana dengan sikap Jhoni.

" Bukan bos. Tapi calon istri bos." Jawab Jhoni.

" Bukan saya. Tapi yang ada di rumah dia tuh."

" Itu bukan urusan kamu. Terserah saya yang putuskan siapa calon istri saya." Sahut Jhoni dari belakang.

Jhoni menunduk saat Rocky muncul.

" Jhoni, tolong clear kan rekaman CCTV malam ini."

" Baik, bos."

Di dalam mobil yang di kendarai Jhoni, Ariana duduk dengan canggung di sebelah Rocky. Mata nya berulang kali melirik Jhoni yang terus saja tersenyum memperhatikan mereka berdua.

" Jangan pernah berniat resign dari perusahaan." Kata Rocky memecah kesunyian di sana.

" Bukan kah aku karyawan yang kerjaan nya tidak becus. Takut nya bikin malu perusahaan kamu nanti nya." Bantah Ariana.

" Bukan kah kamu masih harus melunasi biaya kuliah Amel. Termasuk tunggakan biaya koas nya."

Ariana menoleh pada Rocky. Bingung dari mana Rocky tahu soal tunggakan uang kuliah Amelia. Mungkin kah ada yang menyampaikan pada nya.

" Kamu masih harus bekerja sampai Amel lulus kuliah."

" Nggak usah di ajarin, aku juga tahu." Jawab Ariana ketus.

" Berhenti dan tinggalkan kami." Perintah Rocky melirik Jhoni dari kaca spion nya.

" Baik, bos." Jawab Jhoni.

Mobil dengan segera menepi dan Jhoni bergegas keluar dari mobil meninggalkan Ariana kebingungan di dalam mobil itu.

" Kenapa berhenti?" Tanya Ariana heran.

" Jhoni tidak perlu tahu pembicaraan kita hari ini. Aku akan buat penawaran buat kamu. Sebagai ganti nya, aku akan membayar biaya koas dan biaya kuliah Amel sampai dia lulus." Jawab Rocky.

Ariana terdiam. Tak menyangka Rocky memberikan penawaran sebaik ini pada nya tanpa tahu apa yang dia lakukan pada Rocky.

" Tanpa syarat?" Tanya Ariana menatap Ariana sinis.

" Tentu tidak. Kembali berhubungan dengan ku seperti dulu. Makan, jalan, nonton, termasuk tidur bersama. Kita sudah pernah melakukan nya. Aku rasa tidak masalah jika kita melakukan nya lagi." Jawab Rocky.

" Aku tidak mau. Aku tidak perlu rasa kasihan dari orang seperti mu." Tolak Ariana.

" Kenapa kamu keras kepala sekali sih? Amelia butuh itu sekarang."

" Aku akan usahakan cara lain. Tapi tidak dengan syarat dari mu."

Rocky menarik tangan Ariana dan menggenggam nya.

" Ariana... aku tahu sikap ku tadi siang itu membuat kamu kecewa dan mungkin kamu sakit hati. Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa semarah itu sama kamu. Jujur aku masih sangat kecewa dengan apa yang kamu lakukan tiga tahun yang lalu. Kamu mencampakkan aku seolah aku ini nggak berarti apa - apa buat kamu."

" Aku tidak bisa, Rocky. Kita tidak bisa lagi bersama. Ada wanita lain yang lebih pantas buat kamu. Jangan lupakan itu."

" Aku tidak mencintai nya, Ari. Aku hanya mencintai kamu. Kalau pun perasaan itu sudah hilang di hati kamu, biarkan aku kembali mencoba merebut hati kamu. Kembali meluluhkan hati kamu untuk bisa mencintai aku lagi." Pinta Rocky dengan wajah sayu nya.

" Maaf, aku nggak bisa."

Ariana menarik paksa tangan nya hingga terlepas dari genggaman Rocky. Lalu mencoba untuk membuka pintu mobil.

Tapi belum sempat Ariana membukanya, tangan Rocky lebih cepat menarik kembali tangan Ariana dan memeluk nya dengan erat.

" Aku mohon, jangan tinggalkan aku, Ariana. Aku tidak bisa hidup tanpa mu." Ungkap Rocky dengan jujur.

* Yang pengen Ariana dan Rocky balikan lagi jangan lupa tinggalkan komentar ya.

Terima kasih. Salam sehat dan bahagia dari othor.

1
azzura faradiva
di FN judulnya sejuta cinta dari sang mantan karya Fitri Wardani sampai part 89
Fitri Wardani: author yang sama kak Zura.
Salam kenal dari Fitri Wardani 😍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
azzura faradiva
kok ceritanya mirip di FN sebelah yaaa🤔nantinya si Rocky ini tergoda sama tubuhnya si Neli dan mereka akhirnya HS
Fitri Wardani: kalai Rafa mirip.
silahkan lihat nama penulis nya mbak 🤭🤭
total 1 replies
azzura faradiva
parah....,walau dipaksa dan terpaksa tetap aja itu sangat menjijikkan,masa seorang pria tenaganya kalah sama perempuan gatel🥶🤮
Ara putri
Hay kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Fitri Wardani: siap kakak ku.
saling support pastinya.
total 1 replies
kalea rizuky
laki g tegas keluar dr pekerjaan aja lah dripada ketemu. mantan goblok
kalea rizuky
trs arina pergi knp ini bapak nya Rocky kayak dukung lo apa emak nya Rocky yg buat ariana pergi
kalea rizuky
masih menyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!