NovelToon NovelToon
After Married

After Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: zahra

apa yang akan terjadi jika kamu bangun dari tidur mu , tiba tiba sudah memiliki suami yang begitu menolak mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kalah saing

"ayah ibu ," igau Thalia dengan napas yang memburu, seolah baru saja melarikan diri dari labirin mimpi saat kesadarannya kembali merayap di bawah remang lampu kamar.

" Hei,Tha.. bangun. Thalia, bangun!"

Suara berat itu merobek tabir mimpi buruknya.

Xiao Mei—atau kini dikenal sebagai Thalia—tersentak bangun dengan napas tersengal. Di hadapannya, bukan lagi hutan gelap atau darah, melainkan wajah cemas Cavin yang menatapnya dalam.

" kak Cavin..." gumam Thalia, berusaha mengumpulkan kembali jiwanya yang seolah tertinggal di masa lalu yang kelam.

Usai makan siang dan meminum obatnya, Thalia memang dipaksa rebahan oleh Cavin sementara sang suami kembali tenggelam dalam tumpukan berkas di sofa.

Lylo telah di jemput oleh orang tua nya sebelum makan siang di mulai, yang awalnya enggak mau pulang karena merasa punya teman sepermainan.

harus di paksa dengan iming-iming akan beli bola warna warni hingga akhir nya mau meninggalkan kediaman orang tua Cavin.

Sebuah pesan dari Mama Hera, menginstruksikan agar pekerjaan kantor dialihkan ke rumah, sehingga cavin bisa bekerja sambil menemani istrinya, karena beliau akan quality time bersama suami nya.

Beruntung, Thalia memiliki mertua yang begitu bijak merangkul nya di era modern ini,

Thalia bahkan dibimbing dalam kelas kepribadian untuk memoles jati dirinya.

"Kak, Lylo di mana?" tanya Thalia lirih.

"Sudah dijemput orang tuanya. Cepat mandi, udah mulai sore" jawab Cavin tenang.

"Iya, Kak. Kakak mau ke mana?" Tatapan Thalia terpaku pada sosok suaminya yang telah rapi, terbungkus jaket kulit hitam yang memancarkan aura maskulin yang tegas.

"Ke apartemen Ronald sebentar. Jika Mama bertanya, katakan saja begitu, mengerti?"

"Baik,om eh kak."

"kenapa masih memanggil kak ?" Cavin menyipitkan mata.

"Eh, iya sayang, maaf karena belum terbiasa," elaknya gugup.

"Oh, sudah berani bersandiwara?" pancing Cavin

Ia hafal betul gerak-gerik Thalia; gadis itu ibarat anak kecil yang menyangkal memakan cokelat, padahal noda manisnya masih tertinggal jelas di sudut bibir.

"Iya... itu tadi keceplosan," cicitnya.

Dalam benak Thalia, bayang-bayang masa lalu kerap tumpang tindih.

Saat pertama kali melihat Cavin ia mengira pria itu adalah sosok 'Paman' yang dulu berjanji membawanya pulang menemui orang tuanya.

Harapan itu pulalah yang membuatnya bertahan, meski jauh di lubuk hati, ia masih merindukan kedamaian di Keranjang Gloria.

Lampu kota mulai menyala saat Cavin tiba di apartemen Ronald. Di sana, Sardi, Gio dan Erick masih mengenakan kemeja kantor yang tampak lecek, sisa perjuangan seharian penuh.

"Bagaimana bisa kau seaktif ini?" tanya Cavin nadanya menyimpan rasa heran.

"Maksudmu? Aku tak paham," sahut Sardi bingung.

"Kau kan bentar lagi menikah."

Sardi tertawa kecil. "Oh, itu. Istriku sedang dibawa Mami pergi belanja. Biasalah, urusan perempuan.

" Cavin hanya mengangguk samar"

"kenapa kau tidak ke kantor?" Ronald menimpali sembari mengganti pakaian. Ia sendiri baru saja menginjakkan kaki di rumah beberapa saat sebelum Cavin datang.

"Dikelabui Mama," jawab Cavin pendek, enggan memperpanjang keluh kesah.

Tiba-tiba, sebuah notifikasi memecah keheningan. Ting.

"Siapa? Jangan bilang dari kekasihmu itu," sindir Ronald. Ia tak pernah menyukai ketidak tegasan Cavin dalam mengurus hubungan asmaranya.

"Mama," jawab Cavin singkat setelah melirik layar ponselnya.

Ia menghela napas panjang.

"Ada apa? Tante baik-baik saja?" Gio bertanya cemas.

"Dia tidak pulang malam ini. Katanya mau quality time" ujar Cavin dengan nada datar yang dibuat-buat.

"Wah, Om dan Tante memang luar biasa, tidak seperti..." Gio menggantung kalimatnya, membiarkan keheningan mengisi ruang di antara mereka.

Semua hanya tertawa, mereka tahu siapa yang dimaksud Gio.

Namun, Cavin memilih membisu. Hatinya sedang di persimpangan; antara sisa-sisa perasaan lama yang mulai luntur dan kenyataan pernikahan yang harus ia jalani.

Ia hanya menunggu detik yang tepat untuk mengakhiri sandiwara ini batinnya.

Tiba-tiba, Cavin bangkit dari sofa.

"Eh, mau ke mana? Begitu saja merajuk?" tegur Gio merasa bersalah karena menyinggung perasaan cavin yang sekarang mulai sensitif jika yang di bahas adalah tentang Thalia, mereka semua tahu cavin mulai menyukai istri nya tapi karena ego nya setinggi langit

"Jangan terlalu sensitif, Cavin,kami hanya menggoda mu "tambah Ronald ia yang paling dewasa diantara mereka semua jadi sering menjadi penengah tapi beda lagi kalau mabuk dia lah yang paling di khawatir kan

"Aku mau ke mal sebentar mumpung masih sore. Ada yang ingin ku beli. Nanti aku kembali," ucap Cavin sembari meraih helmnya.

Ia lebih memilih memacu motornya menembus kemacetan kota daripada terjebak dalam obrolan yang kian menyudutkan hatinya. Bukan nya ia tidak tegas dalam mengambil keputusan tapi ia hanya menunggu timing yang tepat.

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

Oh iya ini bukan plang giat cerita sebelah ya, akun yang bernama Zahra Hasyim itu akun saya juga , cuman udah enggak bisa log in karena udah ganti hp setiap log-in masuk ke akun yang ini

karena saya liat pada minta up jadi balik ke akun lama dan up date ulang dengan cara ngetik ulang loh jadi ya gitu deh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!