NovelToon NovelToon
Cinta Yang Kembali Di Hari Vonis

Cinta Yang Kembali Di Hari Vonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dark Romance / Angst
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Rasa putus asa menyelimuti Jessica Zhou saat hakim menjatuhkan vonis hukuman mati atas dirinya karena dituduh membunuh kedua orang tuanya demi warisan.

Bandingnya ditolak. Harapan seakan habis.

Hingga kasus itu sampai ke tangan Hakim Li—Adrian Li—yang dijuluki “Hakim Gila” karena ketegasan dan caranya yang tak biasa dalam mencari kebenaran.

Adrian, yang selama ini hanya fokus pada pekerjaannya, dicintai oleh dua wanita: Jessica Zhou dan Holdie Fu. Holdie berambisi tinggi dan berusaha mendapatkan hati pria dingin itu, sementara Jessica memilih memendam perasaannya setelah cintanya ditolak sepuluh tahun lalu.

Kini, nasib Jessica berada di tangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab18

Pagi itu Adrian dan Max tiba di rumah sakit tempat JJ Zhou dirawat sejak kecelakaan yang membuatnya koma. Rumah sakit itu cukup besar dan memiliki fasilitas perawatan intensif.

Adrian tidak langsung menuju ruang perawatan.

Sebagai hakim yang sedang menyelidiki kasus sensitif yang mungkin melibatkan keluarga Zhou, ia memilih untuk bergerak diam-diam.

“Aku tidak ingin keluarga Zhou mengetahui kita datang,” kata Adrian pelan kepada Max.

Max mengangguk. “Saya mengerti.”

Mereka menuju kantor dokter yang menangani JJ Zhou. Di pintu tertulis nama dokter penanggung jawab pasien.

Max mengetuk pintu.

“Silakan masuk,” terdengar suara dari dalam.

Seorang dokter paruh baya sedang membaca laporan medis ketika Adrian dan Max masuk. Ia mengangkat kepala dengan sedikit heran karena tidak mengenali mereka.

“Maaf, Anda siapa?” tanyanya.

Adrian mengeluarkan kartu identitas resminya dan menunjukkannya dengan tenang.

“Saya Adrian Li.”

Dokter itu melihat kartu identitas tersebut dengan seksama. Ekspresinya langsung berubah lebih serius.

“Hakim Li,” katanya dengan nada hormat.

Adrian mengangguk sedikit.

“Saya sedang menyelidiki beberapa hal yang berkaitan dengan keluarga Zhou. Karena itu saya ingin menanyakan kondisi pasien JJ Zhou.”

Dokter itu menarik sebuah berkas dari meja.

“Pasien mengalami kecelakaan lalu lintas cukup serius beberapa minggu lalu,” jelasnya.

“Benturan di kepala menyebabkan cedera otak ringan hingga sedang, dan sejak saat itu pasien berada dalam kondisi koma.”

Adrian mendengarkan dengan tenang.

“Apakah ada perkembangan?”

Dokter menggeleng pelan.

“Kondisinya stabil. Tanda-tanda vital normal, tetapi pasien belum menunjukkan tanda sadar.”

Adrian kemudian berkata, “Saya ingin melihat data medisnya.”

Dokter menyerahkan berkas tersebut.

Adrian membaca laporan itu dengan teliti—hasil CT scan, laporan cedera kepala, serta catatan kondisi pasien selama dirawat.

Max berdiri di sampingnya, ikut memperhatikan.

Setelah beberapa saat, Adrian menutup berkas tersebut.

“Apakah selama perawatan ada orang yang sering datang menjenguk?”

Dokter menjawab, “Ayahnya, Jeff Zhou, beberapa kali datang. Selain itu hanya keluarga dekat dan staf rumah sakit.”

Adrian mengangguk pelan.

“Untuk sementara, jangan beri tahu siapa pun bahwa saya datang menanyakan kondisi pasien ini.”

Dokter itu memahami maksudnya.

“Baik, Hakim Li.”

“Di mana kamarnya?” tanya Adrian dengan suara tenang.

“Kamarnya ada di lantai dasar, ruang VIP perawatan intensif,” jawab dokter itu.

Adrian mengangguk. “Baiklah, terima kasih atas kerja samanya.”

Setelah itu Adrian dan Max keluar dari ruangan dokter. Mereka berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang cukup sepi, lalu turun menuju lantai dasar tempat ruang VIP berada.

Di depan salah satu kamar terlihat pintu tertutup dengan jendela kaca kecil. Lampu di dalam ruangan redup, hanya terdengar suara alat monitor yang berdetak pelan.

Adrian membuka pintu dengan hati-hati lalu melangkah masuk.

Di dalam ruangan itu, JJ Zhou terbaring di atas ranjang rumah sakit. Tubuhnya tampak lemah dan tidak berdaya. Beberapa alat medis terpasang untuk memantau kondisi tubuhnya.

Max berjalan ke sisi tempat tidur lalu mengambil catatan medis pasien yang tergantung di ujung ranjang.

Sementara itu Adrian berdiri di samping ranjang, memperhatikan kondisi JJ dengan seksama.

“Masih muda, tapi sudah seperti ini,” gumam Max pelan setelah membaca laporan medis. “Kalau saja Jeff adalah pelakunya… bukankah dia juga cukup kasihan.”

Max menutup berkas itu perlahan.

“Selama ini biaya pengobatan ayahnya juga yang membayar.”

Adrian tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tertuju pada tubuh JJ, seolah sedang memeriksa sesuatu dengan sangat teliti.

Dari rambut, wajah, hingga ke ujung kaki.

Kemudian pandangannya berhenti pada punggung telapak tangan JJ.

Ada bekas luka yang cukup jelas di sana.

Adrian sedikit menunduk untuk melihat lebih dekat.

“Lukanya cukup dalam,” katanya pelan. “Bukan hanya di luar, tapi sampai jaringan dalam.”

“Pantau semua pergerakan Jeff Zhou,” kata Adrian akhirnya. Dia target utamaku sekarang.”

Max mengangguk tanpa ragu.

“Baik.”

Adrian menatap JJ Zhou sekali lagi sebelum berbalik menuju pintu.

“Jika semua ini memang ulahnya…” lanjut Adrian pelan. Ia berhenti sejenak.

“Maka orang pertama yang akan menjatuhkannya… adalah aku.”

Beberapa saat kemudian Adrian dan Max meninggalkan ruangan itu dan berjalan keluar dari rumah sakit, sementara mesin monitor di samping ranjang JJ terus berbunyi pelan di ruangan yang kembali sunyi.

***

Gedung Kehakiman – Kantor Adrian

Siang itu suasana di lantai kantor para hakim masih cukup sepi. Di dalam ruangan kerja Adrian, seorang wanita cantik berdiri di dekat pintu. Ia mengenakan sepatu tumit tinggi dan pakaian kerja yang rapi. Rambutnya pendek sebahu, wajahnya anggun dan tegas.

Wanita itu melirik ke sekeliling ruangan.

“Di mana dia? Apa yang sedang dia sibukkan?” gumamnya pelan.

Ia berjalan mendekati meja kerja Adrian. Di atas meja itu terdapat beberapa tumpukan berkas perkara.

Rasa penasaran membuatnya mendekat ke kursi besar milik Adrian.

Wanita itu mengambil salah satu berkas lalu membukanya.

Di dalamnya terlihat foto Jessica Zhou.

“Jessica Zhou?” ucapnya pelan.

Alisnya sedikit terangkat. “Dia membunuh kedua orang tuanya?” Ia tersenyum kecil, seolah sulit mempercayainya. “Bukankah dulu dia yang paling bahagia di antara kami? Kenapa harus membunuh hanya demi harta warisan?”

Wanita itu menutup berkas tersebut perlahan.

“Aku tidak menyangka Adrian yang menangani kasusnya. Lagi pula… dia bahkan sudah dijatuhi hukuman mati.”

Tiba-tiba pintu kantor terbuka.

Seseorang masuk dengan langkah cepat, lalu berhenti begitu melihat wanita itu berdiri di dekat meja Adrian.

“Holdie Fu?” tanya pria itu dengan nada terkejut.

Wanita itu menoleh.

Ketika melihat siapa yang datang, senyumnya melebar. “John Wu?” katanya.

Ia berjalan menghampiri pria itu. “Aku tidak menyangka setelah lima tahun tidak bertemu… kita bisa bertemu di sini.”

Jaksa Wu masih terlihat sedikit kaget.

“Sejak kapan kau kembali?”

“Baru semalam,” jawab Holdie santai. “Ada urusan yang harus aku selesaikan.”

Ia kemudian melihat sekeliling ruangan lagi. “Di mana Adrian? Kenapa dia tidak ada di sini?”

Jaksa Wu menghela napas kecil.

“Adrian selalu sibuk. Dia jarang berada di kantor. Kalau ingin bertemu dengannya biasanya harus membuat janji dulu.”

Holdie tersenyum nakal.

“Aku datang untuk memberi kejutan.”

Ia berjalan ke arah sofa di sudut ruangan lalu duduk dengan santai. “Jangan beri tahu dia kalau aku ada di sini.”

Jaksa Wu hanya berdiri memandangnya.

"Di layar ponsel Adrian selama bertahun-tahun tersimpan foto Holdie. Adrian bahkan tidak menikah. Sekarang wanita ini kembali setelah lima tahun di luar negeri. Apakah Adrian akan segera menikahinya?” gumamnya dalam hati.

1
Raine
nah sesuai dugaan sebelumnya, kalau jj dalangnya dan cuman pura pura koma
erviana erastus
ya jj itu pura2 koma 🤭🤭🤭
Nadila Fathania Alfi
makin seru 😍😍
Melinda Cen
seruu lanjutkan lg
Nadila Fathania Alfi
min bikin cerita jangan pendek", panjang panjang aja 😄😄
erviana erastus
apakah dalangx JJ pura² koma🤔🤔🤔
Anonymous
Seru2…. Up yg bnyk Thor 💪💪💪
Melinda Cen
lanjut bykkan eps nya
Dian Fitriana
update
Melinda Cen
perbyk dong eps nya kk lg seru nih
Dian Fitriana
update
erviana erastus
selamat hakim chen kamu bakalan habis sama Adrian Li 🤭
Maria Mariati
kapokkk hadapin tuh hakin neraka ,main2 sama nyawa orang,siap2 hadapin hakim neraka
Dian Fitriana
update
erviana erastus
habis hidup mu chen ckckck keluar kadang harimau masuk ke kandang macan 🤣
Melinda Cen
lanjut kan kk, perbyk eps nya biar ga penasaran😄
Dian Fitriana
update
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
seru kayaknya
Melinda Cen
perbyk dong eps nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!