NovelToon NovelToon
The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Anak Yang Berpenyakit / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Bagi Arkanza Malik, sentuhan wanita adalah racun yang mematikan. CEO dingin ini mengidap penyakit aneh yang membuatnya sesak napas dan kulitnya terbakar setiap kali kulitnya bersentuhan dengan lawan jenis. Namun, sebuah insiden di lorong hotel mengubah segalanya.
Aira, gadis miskin yang kabur dari kejaran rentenir setelah menghantam kepala pria yang ingin melecehkannya, tanpa sengaja jatuh ke pelukan Arkanza. Bibir mereka bertemu dalam kegelapan. Arkanza yang seharusnya mati karena alergi, justru merasakan napasnya kembali. Gadis kumal ini adalah satu-satunya penawar racunnya!
"Aku sudah melunasi hutang ayahmu. Sebagai gantinya, kau harus menjadi istriku dan biarkan aku menyentuhmu kapan pun aku membutuhkannya."
Aira terjebak. Menjadi "obat hidup" bagi CEO kejam yang tidak punya hati. Di antara kontrak miliaran rupiah dan intrik perebutan harta, mampukah Aira bertahan tanpa harus menyerahkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Barter Nyawa di Ujung Laras

Deru baling-baling helikopter di atas hutan Kent menciptakan badai angin yang menerbangkan dedaunan kering, menambah suasana mencekam di jalanan setapak yang gelap itu. Cahaya lampu sorot dari kejauhan mulai menyapu pepohonan, menandakan tim penyelamat semakin dekat.

​Namun, bagi Arkanza, waktu seolah berhenti saat melihat moncong pistol Syarif menekan kulit pelipis Aira.

​"Jangan bergerak, Arkanza! Mundur!" teriak Syarif kalap. Matanya merah, napasnya memburu tidak teratur. "Berikan tanganmu! Letakkan jarimu di atas sensor ini sekarang!"

​Aira memejamkan mata, tubuhnya gemetar hebat, namun ia berusaha tidak mengeluarkan suara agar tidak mengganggu konsentrasi Arkanza. "Arkan... jangan... jangan berikan padanya..."

​"Diam kau, Gadis Sialan!" bentak Syarif sambil menjambak rambut Aira, memaksa kepalanya terdongak. "Arkanza, aku hitung sampai tiga! Satu...!"

​Arkanza mengangkat kedua tangannya ke udara. Bintik merah di wajahnya kian menghitam, dadanya terasa sesak karena reaksi alergi dan amarah yang bergejolak. "Berhenti, Ayah! Oke! Aku akan melakukannya! Tapi lepaskan dia dulu. Kau tahu aku tidak bisa fokus jika kau menyakitinya!"

​"Kau tidak dalam posisi untuk menawar!" Syarif menyodorkan tablet itu dengan tangan kirinya yang gemetar. "Cepat!"

​Arkanza melangkah maju perlahan. Setiap langkah terasa seperti berjalan di atas paku panas. Ia menatap Aira, mencoba mengirimkan sinyal melalui matanya. Percayalah padaku.

​"Kau benar-benar sudah gila karena harta, Ayah," ucap Arkanza dengan suara rendah yang bergetar. "Kau mengkhianati Ibu, kau membunuh Riana, dan sekarang kau ingin membunuh menantumu sendiri? Apa yang tersisa darimu jika kau mendapatkan uang itu?"

​"Kekuasaan!" raung Syarif. "Tanpa uang, aku bukan siapa-siapa! Aku tidak akan membiarkan anak ingusan sepertimu menghancurkan kerajaan yang kubangun dengan darah!"

​"Kerajaan yang kau bangun di atas mayat orang lain," balas Arkanza dingin.

​Arkanza kini berdiri tepat di depan Syarif. Jarak mereka hanya terpisah oleh tablet digital itu. Arkanza perlahan mengulurkan ibu jarinya menuju sensor pemindai. Aira menahan napas, air mata mengalir di pipinya. Jika Arkanza menekan sensor itu, Syarif akan mendapatkan segalanya dan mereka kemungkinan besar akan segera dihabisi.

​"Lakukan!" perintah Syarif.

​Tepat saat ibu jari Arkanza menyentuh permukaan kaca tablet, Arkanza tidak menekannya dengan datar. Ia justru memutar jarinya dan menekan tombol fisik di samping tablet dengan kekuatan penuh—sebuah kode darurat yang hanya diketahui oleh pengembang sistem keamanan Malik.

​BIIIIP! BIIIIP! BIIIIP!

​Tablet itu mendadak mengeluarkan suara alarm yang memekakkan telinga dan lampu strobe yang sangat silau, membutakan mata Syarif seketika.

​"Sialan! Mataku!" Syarif terhuyung mundur, tangannya secara refleks menutupi matanya, membuat todongan pistolnya melonggar.

​"AIRA, TIARAP!" teriak Arkanza.

​Tanpa membuang detik berharga, Arkanza menerjang Syarif. Ia menghantam lengan Syarif hingga pistol itu terlepas dan terlempar ke semak-semak. Keduanya berguling di atas tanah. Arkanza, meski tubuhnya masih lemah dan dipenuhi alergi, bertarung dengan kekuatan murni seorang pria yang sedang melindungi dunianya.

​BUGH!

​Arkanza mendaratkan pukulan keras di rahang ayahnya. "Ini untuk Ibuku!"

​BUGH!

​"Ini untuk Riana!"

​Arkanza menarik kerah baju Syarif, mengangkatnya tinggi-tinggi. Wajah Arkanza tampak mengerikan—perpaduan antara bintik merah alergi, darah, dan dendam kesumat. "Dan ini untuk setiap detik penderitaan yang kau berikan pada Aira!"

​"Arkan, sudah! Cukup!" Aira berlari menghampiri, memeluk punggung Arkanza dari belakang. Ia bisa merasakan jantung Arkanza berdegup sangat kencang, hampir tidak manusiawi. "Hentikan, Arkan! Kau bisa membunuhnya! Jangan biarkan tanganmu kotor karena iblis seperti dia!"

​Arkanza terengah-engah, kepalan tangannya yang sudah berdarah tertahan di udara. Ia menatap wajah Syarif yang sudah babak belur dan ketakutan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Syarif Malik terlihat sangat kecil dan tidak berdaya.

​"Kau tidak layak mati di tanganku," desis Arkanza. Ia melepaskan kerah baju Syarif hingga ayahnya itu jatuh terduduk di tanah.

​Tepat saat itu, tim keamanan Reno dan polisi Inggris (Scotland Yard) mengepung lokasi dengan senjata lengkap. Arthur Kingsley dan anak buahnya yang lain sudah lebih dulu diringkus.

​"Tuan Arkanza! Nona Aira!" Reno berlari menghampiri dengan wajah cemas. "Anda baik-baik saja?"

​Arkanza tidak menjawab. Tubuhnya tiba-tiba limbung. Serangan alergi yang sedari tadi ia tahan dengan adrenalin kini menghantamnya dua kali lebih kuat. Ia jatuh berlutut, napasnya tersengal-sengal, bintik merahnya mulai melepuh.

​"Arkan!" Aira menangkapnya, membiarkan kepala Arkanza bersandar di dadanya. "Reno! Cepat panggil medis! Kondisinya memburuk!"

​Arkanza mencengkeram tangan Aira, menatapnya dengan pandangan yang mulai kabur. "Aira... kodenya... sudah kuhancurkan..."

​"Aku tahu, Sayang. Aku tahu. Jangan bicara lagi," isak Aira, menciumi kening Arkanza yang berkeringat dingin.

​Syarif yang sedang diborgol oleh polisi, berteriak dari kejauhan. "KAU BODOH, ARKANZA! KAU MENGHANCURKAN HARTA STERLING! KAU TIDAK AKAN PUNYA APA-APA LAGI!"

​Arkanza tersenyum tipis, matanya tertuju hanya pada Aira. "Aku punya segalanya... di sini..." bisiknya sebelum akhirnya matanya terpejam sepenuhnya.

​Tiga Hari Kemudian – Rumah Sakit Swasta di London

​Arkanza perlahan membuka matanya. Bau antiseptik dan sinar matahari yang menembus jendela menyambutnya. Ia merasakan kehangatan di tangan kanannya. Saat ia menoleh, ia melihat Aira sedang tertidur di kursi samping ranjangnya, masih menggenggam tangannya erat.

​Arkanza memperhatikan wajah istrinya. Ada memar kecil di pipi Aira, sisa dari kejadian di hutan, tapi bagi Arkanza, Aira tetaplah hal terindah yang pernah ia lihat.

​Arkanza mencoba menggerakkan jarinya, membuat Aira terbangun.

​"Arkan? Kau sudah sadar?" Aira langsung berdiri, wajahnya berbinar bahagia. "Dokter! Dia sudah sadar!"

​"Berapa lama aku... tertidur?" tanya Arkanza parau.

​"Tiga hari," jawab Aira sambil mengusap air mata bahagianya. "Kau membuatku takut setengah mati. Alergimu... dokter bilang itu hampir mengenai jantungmu."

​Arkanza menarik tangan Aira, mencium punggung tangannya lama sekali. "Maafkan aku karena membuatmu cemas. Syarif?"

​"Dia sudah di bawah pengawasan ketat. Edward Sterling juga sedang dalam penyelidikan internasional karena bukti yang kau kirimkan melalui sistem bank Swiss sebelum tablet itu meledak." Aira tersenyum bangga. "Kau benar-benar menghancurkan mereka, Arkan."

​Arkanza menyeringai kecil. "Aku hanya menjaga milikku."

​Tiba-tiba pintu terbuka. Arthur Kingsley masuk, tapi kali ini tanpa senyum liciknya. Ia membungkuk hormat pada Aira.

​"Nona Aira, Tuan Arkanza... Saya datang untuk menyampaikan bahwa meskipun kode itu hancur, dewan komisaris Sterling Enterprises di London telah memutuskan untuk mengakui Nona Aira sebagai pemimpin tunggal berdasarkan bukti DNA dan pengakuan Nyonya Santi. Selamat, Nyonya Malik. Anda sekarang adalah wanita terkaya di Inggris."

​Arkanza menaikkan sebelah alisnya, menatap Aira dengan tatapan posesifnya yang kembali muncul. "Jadi, sekarang istriku benar-benar bosku?"

​Aira tertawa, ia membungkuk dan membisikkan sesuatu di telinga Arkanza. "Hanya di kantor, Arkan. Di sini... kau tetap suamiku yang paling posesif dan menyebalkan."

​Arkanza menarik tengkuk Aira dan menciumnya dengan penuh kemenangan. "Ingat itu baik-baik, Nyonya Malik. Karena begitu aku keluar dari rumah sakit ini, aku tidak akan membiarkanmu lepas dari pandanganku walau sedetik pun."

...****************...

Saat mereka merayakan kemenangan, seorang suster masuk membawa sebuah buket bunga mawar hitam tanpa nama pengirim. Di dalamnya terselip sebuah kartu kecil bertuliskan: "Permainan di London mungkin berakhir, tapi warisan Riana bukan hanya soal uang. Apakah kau siap mengetahui siapa ayah kandung Aira yang sebenarnya, Arkanza? Karena Alan... hanyalah pelindung bayangan."

1
Ms. R
Ka ceritanya sangat menarik, saya suka. tapi nama2nya bikin gak mood baca, ini seperti cerita mafia Eropa tapi namanya indo banget, maaf ka gak enak dibaca nya
Ariska Kamisa: hehe maaf ya kak kalo kurang memuaskan🙏
latarnya emang di indo, tapi plot twist nya aira emang keturunan mafia, ibunya kabur ke indo.
total 1 replies
Suginah Ana
critanya bagus menegangkan q suka
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Ariska Kamisa
emang agak tsunder sih arkan 🤣
🍒⃞⃟🦅 ☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
ini dnamakan keluar mulut buaya masuk mulut harimau🤣 dua² ngeri
umie chaby_ba
seru nih ... penasaran akhirnya gimana ? apa penyakitnya Arkan akan sembuh atau selamanya akan bergantung pada Aira . /Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!