NovelToon NovelToon
Ketika Kota Bertemu Desa

Ketika Kota Bertemu Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Perjodohan itu bukan untuknya. Hanya saja, dia terpaksa pergi ke desa untuk menikah dengan pria desa yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya. Semua gara-gara adiknya kabur karena tidak ingin dinikahkan dengan pria desa tersebut. Dan yang paling menyakitkan adalah, sang adik kabur bersama pacar yang seharusnya akan menjadi tunangan Airin dalam waktu dekat.

Akan kah kepergian Rin bisa menciptakan kebahagiaan setelah badai besar itu datang padanya? Lalu, bagaimana dengan sambutan Mbayung atas kehadiran Rin yang datang untuk menikah dengannya? Bagaimana pula kehidupan adik dan mantan pacar yang telah mengkhianati Rin selanjutnya? Ayok! Ikuti kisah mereka di KETIKA KOTA BERTEMU DESA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBD Part *10

Setelah kepergian kedua orang tuanya, rumah itu jadi semakin sunyi. Rin yang tidak terbiasa dengan keheningan desa, jadinya semakin merasa asing dengan keadaan yang sedang dia alami saat ini.

Di tambah pula dengan kepergian Bayu untuk melihat sawahnya. Rumah itu benar-benar terasa sangat sepi. Rin juga tidak tahu apa yang bisa ia lakukan. Ponsel tidak bisa dia gunakan karena sinyal desa yang sangat sulit.

"Apa ini? Bagaimana caranya aku bisa bertahan dengan kondisi ini?"

Dalam keheningan ketika pertanyaan itu muncul, ingatan sebelum orang tuanya pergi terdengar dengan sangat jelas. Kedua orang tuanya berpesan dengan penuh harap.

"Rin. Tolong jangan permalukan mama dan papa nantinya ya. Jangan mengambil keputusan dengan tergesa-gesa."

"Mama juga minta padamu, Rin. Bertahanlah di sini. Walau keadaan sangat tidak memungkinkan. Jangan tiba-tiba kabur. Karena jika itu kamu lakukan, kami akan sangat malu."

"Kamu harus ingat, kondisi papa mu bisa drop kapan saja. Keadaan keluarga kita sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu, mama memohon dengan sangat padamu, apapun keluhan yang kamu punya, kamu harus bisa bertahan. Setidaknya, dalam hitungan bulan."

Pesan itu cukup melukai hati Rin sebenarnya. Tapi, apa mau di kata. Kondisi di desa memang tidak seperti yang Rin duga. Sang mama berpesan begitu jelas tahu bagaimana hati anaknya.

Di sisi lain, Bayu yang sibuk di sawah di hampiri beberapa petani yang lainnya. Mereka sepertinya ingin mengajak Bayu bicara.

"Bay. Kamu masih sempat ke sawah hari ini?"

"Kenapa memangnya?"

"Lho. Anak ini gimana sih? Tadi malam baru menikah. Tapi siangnya malah ke sawah. Yang benar sajalah, Bayu."

Senyum kecil nan singkat Bayu perlihatkan.

"Kenapa memangnya? Orang yang baru menikah tidak bisa bekerja ya?"

"Aish. Anak ini."

"Oh iya, Bay. Gimana istrimu? Gadis kota yang cantik itu sikapnya arogan gak sih?"

Bayu menoleh. "Entahlah."

Tentu saja dia tidak punya jawaban yang pasti. Karena baru saja bertemu dalam hitungan yang sangat singkat.

Obrolan itu akhirnya berakhir tak lama kemudian. Mereka semua pun kembali di sibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing.

Hari semakin tinggi. Para petani satu persatu meninggalkan sawah mereka. Ada yang langsung pulang. Ada pula yang hanya beristirahat di rumah jerami yang menjadi tempat untuk beristirahat di sawah tersebut.

Biasanya, Baju tidak pulang kalau siang. Dia hanya akan pulang setelah sore menyapa. Tapi hari ini, karena ingat dengan Rin, dia memilih untuk pulang.

"Ke mana, Bay?"

"Pulang."

"Oalah. Lupa aku tuh. Kamu kan sudah punya istri di rumah kan yah. Wajar pulang."

Lagi, Bayu hanya tersenyum singkat. Entahlah. Dia tidak tahu harus menjawab dengan kata apa. Istri di rumah. Gadis kota yang dia sendiri tidak tahu, seberapa lama gadis itu akan tetap tinggal di rumahnya.

Sampai di depan pintu, Bayu mencium aroma masakan. Awalnya, dia pulang karena ia ingat ada Rin di rumah. Dia berpikir, jika dia tidak pulang, istri yang baru ia nikahi itu mungkin akan kelaparan. Maklum, di desa ini tidak bisa go food makanan. Gimana cara istri kotanya itu mau makan kalau dia tidak kembali?

Tapi apa yang ia temukan malah berbanding terbalik dari apa yang benaknya pikirkan. Saat pintu ia buka, Rin tidak sedang duduk. Dia malah sedang sibuk di dapur.

"R-- Rin."

Rin menoleh. "Kamu sudah pulang?"

"Apa yang kamu lakukan?"

"Aku? Sedang masak. Kenapa? Apa ... ada hal yang tidak boleh ku lakukan di dapur ini?"

"Oh, bukan. Maksudku, bukan itu. Kamu, bisa masak?"

Satu pertanyaan yang langsung membuat Rin memberikan tatapan tajam ke arah Bayu. Pertanyaan kamu bisa masak. Sudah pasti dia bisa masak. Walau dia dari kota, kalau butuh makanan, dia juga harus memasak agar makanan itu siap untuk di makan.

Tatapan tajam Rin langsung membuat Bayu salah tingkah. "Ah, maksudku ... bukan begitu. Anu-- "

"He ... lupakan lah. Aku tau apa yang kamu pikirkan. Tenang saja, kalau soal masak, aku bisa. Karena di kota juga kalau mau makan, aku harus memasaknya terlebih dahulu. Baru makanan itu bisa ku makan."

Bayu terdiam. Ucapan Rin memang benar. Benaknya menyetujui itu tanpa berdebat lagi. Tak lama kemudian, masakan yang Rin masak sudah matang. Wanita itu mengangkatnya. Memindahkan ke wadah yang lain.

"Sudah siap. Kamu, tidak cuci tangan dulu?"

"Ah, iya. Hampir lupa."

"Baiklah. Aku tunggu di meja makan."

"Hm."

Sambil menunggu Bayu selesai membersihkan diri, Rin menyiapkan peralatan untuk mereka makan. Dua piring, semangkuk kecil cuci tangan. Lalu mengeluarkan nasi dari penanak nasi.

Saat Bayu selesai, Rin sudah duduk manis di kursi. Pria itu menatap Rin dengan tatapan lekat yang sulit untuk Rin pahami maksudnya.

"Kenapa?"

"Nggak."

"Oh. Ayo makan!"

"Iya."

"Ee ... aku hanya bisa masak sayur bening dan telur dadar. Karena itu yang bisa ku temukan di rak bahan makanan mu. Dan aku tidak tahu di mana warungnya. Jadi, aku tidak belanja."

"Ah, iya. Aku lupa kalau aku belum belanja. Gak papa. Ini saja sudah sangat cukup. Sudah di masak kan pula." Bayu berucap pelan pada beberapa kata terakhir.

Lalu, mereka makan dengan tenang. Setelah makan, Bayu langsung membawa piring kotornya untuk ia cuci. Ketika Rin ingin melakukan hal yang sama, pria itu malah menghalangi.

"Biar aku saja. Kita bagi tugas. Karena kamu sudah masak, biarkan aku yang berberes."

"Ha?"

"Hm. Biar aku saja."

"Iy-- iya. Baiklah."

Setelah selesai makan, Rin langsung ke kamar. Ingin rasanya hati itu duduk di teras panggung yang ada di depan rumah. Namun, dia belum berani untuk di tatap oleh orang desa. Dia masih belum siap untuk menampakkan dirinya secara langsung.

Tak lama setelah Rin duduk di depan jendela kamar, Bayu datang menyusul. "Rin."

"Hm." Rin berucap sambil menoleh.

"Mm ... ini uang buat mu jika ingin membeli apa yang kamu butuhkan. Tidak banyak, tapi aku rasa, ini bisa membantu kamu buat belanja."

Rin melihat Bayu sebelum melihat uang yang pria itu sodorkan. Wajah tulus tanpa beban. Entah mereka baru bertemu barangkali. Tapi, wajah pria itu benar-benar terasa teduh untuk hati Rin.

Sejujurnya, Rin bingung. Dia ingin menolak uang yang Bayu berikan, tapi takut Bayu berpikiran aneh-aneh. Lalu, jika untuk menerima, sama saja. Rin merasa tidak enak hati.

"Ee ... Bayu. Bagaimana kalau kamu saja yang belanja ke warung. Aku ... aku belum terbiasa," ucap Rin pelan sambil menunduk.

Bayu mengukir senyum kecil. "Tenang saja. Kalau untuk belanja kebutuhan makanan kita, aku yang akan belanja. Uang ini untuk pegangan mu."

1
Patrick Khan
akhirnya gol juga💃💃🤣
Rani: uhuk. terbatuk kakak mu.
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: a syiap👍🫰
total 1 replies
tehNci
Sikap Bayu yg anteng, mandiri, pendiam.berubah jadi manja dan iseng ke Airin stlh kejadian semalam. Gemesin banget sih kalian...
Rani: huhuhuhu .... kaka mu yg terharu. 🤭
total 1 replies
Dew666
🥰🥰🥰🥰🥰
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: womeh👍🤭
total 1 replies
Patrick Khan
ayo gas lah.. mumpung udah buka puasa😁😁😁
Rani: hua hahahaha
total 1 replies
tehNci
Akhirnya....setelah bbrp Minggu hidup bersama sebagai suami istri dan masa penjajakan, inilah saatnya saling membuka diri dan saling menerima. Saatnya menjadi suami istri sesungguhnya...menunaikan hak dan kewajiban masing2. Semoga cinta diantara mereka semakin kuat
Rani: yuhu.... 🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
🅰️isyah Rendr🅰️
Plis dong jangan bertele² lagi Bayuuu 😭🤣🤣 gaskuy sudaaaaahhhh nahhh.. Airin kan sudah menunggu 😂
🅰️isyah Rendr🅰️: hihihii
total 4 replies
Dew666
👑👑👑
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Cindy
lanjutt kak
Rani: laksanakan🤭
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: yuhu .... siap
total 1 replies
tehNci
Ternyata Bayu banyak fans nya ya ... Ayo Run, tunjukkan kuasamu sebagai istri Bayu, gandeng terus Bayu nya, biar bisa dilihat orang² kalo kalian punya hubungan yg erat dan romantis. Biar yg berharap Bayu jadi pasangannya mundur😄
Rani: Yuhu ... anak emas aku itu ih. emang banyak yg suka.
total 1 replies
Heny Stiawati
dengan semua penerimaan dan ketulusan Bayu.,.. takkan sulit membuat Rin jatuh cinta
Rani: 🫰🫰🫰🤭 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Heny Stiawati
bagus
Rani: makasih banyak 🫰
total 1 replies
Patrick Khan
ayo lah rin.. lupakan. jgn lemah mosok lanangan ngnu sek di piker ae.. wes ada Bayu gitu . kesan nya km masih kecintaan sm dia😖😖
Rani: tenang. Rin udah dapat batu akik kok. masa iya mau sama kerikil di tepi kali.
total 1 replies
tehNci
Itu karena air mata yg keluar bisa ngurangin rasa kesal dan kecewa yang ada di hati..Biar plong, gitu...
Rani: iya kan yah...
total 1 replies
Dew666
👍👍👍👍👍
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
tehNci
Mela, jangan coba² jadi pelakor ya... Sudah lihat sendiri kan, kalo Bayu sangat perhatian terhadap istrinya. Mundur segera sebelum hatimu terluka banyak.
Rani: nah lho Mel. Kamu diingatin tuh. dengar🤭
total 1 replies
Patrick Khan
Mela mw JD pelakor kah🤔
Rani: uhuk. kaka mu nggak jahat. tenang. tapi kadang, agak tegaan aja sih. 🤭
total 1 replies
Nur Haswina
namanya juga org suda menikah, masah iya mau berperilaku kayak bujangan padahal suda nikah ada2 aja si mela ini
Rani: Nah iya, si Bayu jelas mau jagain hati istrinya kan yah. walau pernikahan itu gak atas dasar cinta. tapi kan, Bayu menghargai Rin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!