NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Letnan

Jodoh Sang Letnan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:35k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Ikuti saya di:
FB Lina Zascia Amandia
IG deyulia2022

Setelah hatinya lega dan move on dari mantan kekasih yang bahagia dinikahi abang kandungnya sendiri. Letnan Satu Erlaga Patikelana kembali menyimpan rasa pada seorang gadis berhijab sederhana yang ia temui di sebuah pujasera.

Ramah dan cantik, itu kesan pertama yang Erlaga rasakan saat pertama kali bertemu dengan gadis itu. Namun, ketika hatinya mulai menyimpan rasa, tiba-tiba sang mama membawa kabar kalau Erlaga akan dikenalkan pada seorang gadis anak dari leting sang papa. Sayangnya, Erlaga menolak. Dia hanya ingin mendapatkan jodoh hasil pencariannya.

Apakah Erlaga pada akhirnya menerima perjodohan itu, atau malah justru berjodoh dengan gadis yang ia temui di pujasera?

Yuk, kepoin kisahnya di "Jodoh Sang Letnan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Restu yang Mengalir

     ​Di kediaman keluarga besar Erkana, suasana yang biasanya tenang mendadak berubah sibuk. Di ruang tengah, Lettu Erlaga tampak mondar-mandir. Wajahnya yang biasa tenang saat menghadapi simulasi tempur, kini terlihat tegang dengan dahi yang berkerut dalam.

     Di tangannya, terdapat sebuah daftar panjang berisi barang-barang yang tampak asing bagi seorang tentara, kain kebaya kualitas terbaik, seperangkat alat salat dengan bordir handmade, hingga beberapa kotak perhiasan yang ia tata ulang letaknya berkali-kali.

     ​Pak Erkana yang sedang bersantai di ruang tamu dan Bu Zahira yang baru saja dari dapur, saling berpandangan. Mereka terheran-heran melihat putra kedua mereka yang saat ini terlihat begitu sibuk tidak seperti biasanya.

     ​"Kamu kenapa, Ga? Terlihat sibuk sekali, ada apa?" tanya Bu Zahira sambil mendekat, menatap tumpukan kotak beludru di atas meja.

     ​Erlaga menghentikan langkahnya, ia menarik napas panjang seolah sedang mengumpulkan keberanian sebelum meluncurkan serangan utama. "Ma, Pa... Laga memutuskan untuk tidak mau menunggu lagi. Laga ingin melamar Syafina secara resmi. Malam ini juga Laga ingin kita ke rumah Om Dallas."

     ​Mendengar itu, Pak Erkana langsung melipat korannya yang tadi dibaca dengan gerakan cepat, sementara Bu Zahira menutup mulutnya karena terkejut. Namun, kejutan itu bukan karena keberatan, melainkan karena rasa senang yang membuncah.

     ​"Kamu serius, Ga? Ini mendadak sekali," ujar Bu Zahira dengan mata berbinar, namun terselip sedikit keraguan. "Apakah Syafina tidak merasa terlalu cepat jika kamu lamar dalam waktu dekat ini? Kalian kan baru saja... bertemu beberapa hari yang lalu."

     ​Erlaga menggeleng pasti. Ia duduk di antara kedua orang tuanya. "Sepertinya tidak, Ma. Syafina justru memberikan sinyal kuat agar Laga segera menghalalkan hubungan kami. Beberapa hari yang lalu, Laga memang sudah menyatakan cinta dan memintanya menjadi kekasih. Tapi... respons Syafina tidak seperti perempuan kebanyakan. Dia tidak antusias, dia justru menunjukkan bahwa status 'kekasih' itu membuatnya tidak nyaman karena tidak ada kepastian hukum."

     ​Penjelasan Erlaga membuat Pak Erkana manggut-manggut paham. Sebagai seorang pria, ia mengerti kode yang diberikan Syafina.

     ​"Harusnya kamu paham kenapa Syafina memberi sinyal untuk segera dihalalkan hubungan. Syafina itu mantan anak pondok, Ga. Dia memegang teguh prinsipnya. Itu artinya dia menghargai dirinya sendiri dan menghargaimu sebagai pria. Kenapa harus ditunda kalau niatnya sudah baik?" ujar sang Papa dengan nada tegas namun penuh dukungan.

     ​Erlaga tersenyum tipis, merasa bebannya sedikit ringan. "Tapi, selain itu...Mama dan Papa mungkin belum tahu... sebenarnya, Syafina dan Laga sudah kenal sejak setahun lalu, tepat sebelum Laga dikirim satgas ke Sudan."

     Erlaga pada akhirnya membongkar perkenalan dirinya dan Syafina setahun lalu. Pak Erkana dan Bu Zahira terkejut, mereka tidak menyangka atas semua pengakuan Erlaga barusan.

     ​"Apa?!" Bu Zahira tersentak, begitu juga Pak Erkana. "Kalian sudah kenal lama ternyata?"

     "Iya, Pa. Selain prinsipnya yang teguh, mungkin itu juga alasan yang menguatkan kenapa dia ingin segera dihalalkan. Dia sudah cukup lama menunggu, dan mungkin dia takut Laga akan pergi tugas lagi sebelum status kami jelas."

     ​Pak Erkana menepuk bahu putranya dengan bangga. "Ternyata kalian memang sudah ditakdirkan jodoh, Ga. Hanya saja Tuhan ingin menguji kalian dulu lewat jarak dan waktu. Kalau begitu, jangan buat dia menunggu lebih lama lagi."

     ​Seketika suasana rumah berubah menjadi "pusat komando" lamaran. Bu Zahira yang tadinya ragu, kini malah menjadi yang paling antusias. Ia segera membongkar simpanan kain batik sutra terbaiknya untuk dijadikan tambahan hantaran.

     Pak Erkana pun sibuk menghubungi kolega untuk memastikan hantaran buah dan makanan terbaik tersedia sore itu juga.

     ​Kabar mengenai rencana lamaran kilat ini dengan cepat sampai ke telinga Arkala, kakak laki-laki Erlaga, dan juga Ernita adik bungsu Erlaga serta suaminya. Tidak butuh waktu lama, Arkala datang bersama istrinya, Syapala.

     ​Melihat kedatangan Syapala, sejenak suasana sempat terasa sedikit canggung. Mengingat Syapala adalah masa lalu Erlaga yang kini telah menjadi kakak iparnya. Namun, semua itu sudah terkubur dalam-dalam. Syapala yang kini tampak sangat bahagia mendampingi Arkala, justru menjadi orang pertama yang memberinya selamat dengan rasa senang.

     ​"Adik ipar, benarkah? Kamu akan melamar seorang gadis muda malam ini?" tanya Syapala dengan mata berkaca-kaca karena haru.

     ​"Benar, Kakak ipar," jawab Erlaga tersenyum tulus. Sejak keduanya berdamai, baik Syapala maupun Erlaga sudah keenakan memanggil kakak ipar dan adik ipar. Terlebih Syapala usianya juga tidak terlalu jauh dengan Syafina.

     ​Syapala tersenyum sangat manis, senyum seorang kakak kepada adiknya. "Aku ikut senang, Adik ipar. Syafina itu gadis yang hebat. Aku sudah dengar cerita dia dari Mama. Ingat, jaga dia baik-baik, jangan buat dia menangis!"

     ​Syapala yang dulu pernah singgah di hati Erlaga, kini mendoakan dengan setulus jiwa agar adik iparnya itu mendapatkan kebahagiaan sejati. Ia bahkan ikut turun tangan membantu Bu Zahira membungkus hantaran dengan hiasan pita yang cantik. Ia ingin memastikan bahwa calon istri Erlaga menerima penghormatan terbaik dari keluarga mereka.

     ​Arkala sendiri hanya merangkul pundak adiknya. "Gila kamu, Ga. Strateginya benar-benar serangan kilat. Tapi aku bangga padamu. Laki-laki itu harus kasih kepastian, bukan cuma kasih harapan."

     ​Erlaga menatap keluarganya yang begitu kompak mendukungnya. Ada rasa hangat yang menjalar di dadanya. Ia menyadari, perjuangannya selama ini tidak sia-sia. Dari luka masa lalu bersama Syapala, lalu terjebak tipu daya dokter Prita, akhirnya Tuhan membimbingnya pada pelabuhan yang terakhir dan dia adalah Syafina. Itulah harapannya.

     ​Sore itu, mobil-mobil keluarga Erkana sudah siap. Kotak-kotak hantaran sudah tertata rapi di bagasi. Erlaga berdiri di depan cermin untuk terakhir kalinya, merapikan kerah batiknya. Ia tidak membawa senjata, tapi ia membawa restu orang tua dan cinta yang sudah matang diuji waktu.

     ​"Ayo, Ga. Pasukan sudah siap," goda Arkala sambil tertawa.

     ​Erlaga mengangguk pasti. "Siap, Bang." Tangan Erlaga digandeng sang abang menuju mobil yang akan dinaikinya.

     ​Malam itu, mereka berangkat menuju rumah Dallas. Erlaga tahu, ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah "Operasi Penaklukan Hati" yang paling penting dalam hidupnya. Ia akan membuktikan bahwa status 'kekasih' bagi Syafina akan segera berubah menjadi 'kekasih halal' selamanya.

     "Ga, apakah keluarga Dallas sudah diberitahu kalau kamu akan melamar malam ini?" sela sang Papa sebelum mobil-mobil mereka berangkat.

     Erlaga tersenyum sejenak sebelum menyahut. "Tidak Papa, Laga akan memberikan kejutan pada mereka. Anggap saja ini operasi senyap Laga untuk mendapatkan hati Syafina."

     "Wah... kamu ini benar-benar akan membuat mereka terkejut kalau begitu."

     Mobil-mobil keluarga Erkana mulai melaju menuju kediaman Dallas, yang belum tahu bahwa malam ini Erlaga dan keluarganya sedang menyiapkan sebuah kejutan besar untuk mereka.

Apakah mereka benar-benar akan terkejut?

1
Esther
gak ada capeknya Laga....habis latihan langsung ngerjain istri😄
Lina Zascia Amandia: Lagi hangat2nya pengantin baru, heheh....
total 1 replies
Ayudya
lanjut kak
Ikaaa1605
Kiw kiw😅
Nice1808
romantis bnget🤣🤣lanjut thor
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
sabar shafina. erlaga juga kangen kamu
Kasandra Kasandra
lanjut
Nar Sih
sabarr ya fina,tiga hri gk lama kok ,pasti nanti stlh suami mu pulang puas,,in deh lepas rinduu
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
Patrick Khan
ahhhh apa q aja yg di tinggal suamik kerja luar kota malah seneng gk karuan🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan: hahaha.. iya kak
total 4 replies
Nice1808
sabar fina cuma 3 hari ntar laga pulang rindu nya menggebu2😃😃😃
Ayudya
sabar Fina hanya 3 hari ntar kalau Uda pulang peluk yg erat jangan lepaskan🤣🤣🤣🤣🤣
Eva Tigan
persiapkan diri ..jiwa dan raga saja Syafina..ini Pak Kapten pulang pasti rindunya menggebu gebu,harus siap segera digempur entah sampai berapa Ronde..😄
Eva Tigan: yup benar.. kekuatan prajurit pasti ekstra kuat di darat ,laut dan udara ..bahkan di atas ranjang sekalipun 😄
total 2 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
shafina, semangat tunjukkan prestasimu yaa
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semangat yaw😊
Nar Sih
sabarr fina ,jgn dgr kata ibu,,persit yg lain nya ,💪
Nar Sih
semagatt fina 💪jdi ibu persit 👍
Esther
dimana2 ya kalau yang senior itu selalu sok berkuasa.
Esther
Memakai seragam persit pertama kali....semangat Fina
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪 double up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!