Elena, seorang gadis yang selalu kalah dan selalu di perlakukan tidak adil. Kini telah menemukan dunia baru, dengan tujuan hidup yang baru.
Mengejar cinta atau mencari harta? Elena akan melakukan keduanya sekaligus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
seblak
Setelah misi berbahaya kemarin, kasus pengejaran Isabella di ambil alih oleh Kaisar dan para pejabat besar. Anak-anak tidak di perbolehkan ikut campur, karena mereka aset berharga yang harus berumur panjang.
Jasa mereka menyusup kemarin sudah sangat membantu, jadi untuk pengejaran dan strategi keamanan selanjutnya akan di lakukan oleh para senior.
Hari ini saat semua jajaran atas sibuk. Daniel, Roxane dan Theor justru lagi-lagi datang ke manison Duke entah untuk apa. Mereka datang layaknya seorang teman, bahkan sekarang mereka sudah duduk di ruang tamu.
"Kalian pikir rumahku ini markas rahasia? kenapa kalian semua kesini lagi." Heran Elena, dia bahkan masih memakai rol rambut karena baru bangun tidur.
"Kita hanya ingin bermain, kau tau kan semua orang sedang sibuk melakukan banyak hal. Tapi kita berempat di larang ikut campur karena masih muda, padahal kita sudah memasuki usia dewasa." Ucap Roxane.
Elena hanya bisa memutar bola matanya lelah. Memang diantara mereka baru Daniel yang sudah berusia 20 tahun, tentu saja mereka di larang keras ikut campur urusan berbahaya.
"Jadi kalian kesini untuk bermain?." Tanya Elena, dia harus sabar.
"Ya, anggap saja seperti itu." Roxane mengangguk senang.
"Baiklah, bagaimana jika kita memasak bersama dan piknik di halaman?." Usul Elena.
"Memasak?." Syok Roxane.
"Kenapa sih, memangnya kau tidak bisa memasak? Aku bahkan sudah menemukan banyak resep makanan baru, dan semuanya enak." Pamer Elena.
"Benarkah? kalau begitu ayo memasak." Roxane jadi mau, padahal bangsawan di larang masuk dapur.
"Kalau begitu kalian berdua pergi petik mangga muda, apel, strawbery dan anggur di kebun belakang. Pelayan akan mengatar, tapi harus kalian yang memetik dan diperhatikan harus di ambil yang paling bagus." Ucap Elena pada Theor dan Daniel.
Theor dan Daniel iya-iya saja karena mereka juga bosan, memetik buah tidak terlalu sulit dan cukup menyenangkan. Akhirnya mereka membagi tugas, Elena mengajak Roxane ke dapur untuk memasak.
Kali ini Elena akan memasak seblak daging dengan jamur, membuat rujak buah dan sari buah dingin. Sangat cocok di cuaca panas seperti ini, membayangkan saja sudah membuat Elena menelan air liur.
"Perhatikan baik-baik Roxy, aku akan memasak resep rahasia milikku. Namanya Seblak daging dan jamur, rasanya memang pedas tapi bisa di takar sesuai selera kok. Jadi kita buat tidak terlalu pedas kali ini, kau harus membantu dengan benar loh." Ucap Elena.
"Aku akan melakukan yang terbaik." Roxane membara-bara.
"Lihat perhatikan bumbu apa saja yang aku haluskan, ini lah bumbu rahasia itu. Kau bisa membuatnya di rumahmu nanti, tapi harus memasak sendiri ya jangan sampai pelayanmu tau resep rahasia ini." Ucap Elena, sambil menumbuk bumbu.
"Siap!." Roxane mengangguk semangat.
Elena mengajari Roxane cara mencuci dan memotong sayuran. Mengiris daging dan memecahkan telur, Roxane terlihat sangat excited sekali sampai terlihat sangat ceria dan penuh energi.
Saat sedang menunggu seblak matang, Roxane di perbolehkan menghaluskan bumbu rujakan menggunakan kacang almond karena tidak ada kacang tanah. Meskipun berantakan, Roxane terlihat sangat gembira sekali membuat Elena merasa memiliki adik perempuan.
"Aku tidak akan membiarkanmu menangis Roxy." Ucap Elena hangat.
Deg.
"A-apa?." Kaget Roxane.
"Pfttt aku jadi merasa memiliki adik perempuan, kau terlihat menggemaskan." Ucap Elena tersenyum.
"B-bicara apa kau Elena, jangan membuatku malu." Roxane salting, dia anak tunggal jadi tidak tau seperti apa persaudaraan.
"Hahahahaha, wajahmu memerah loh." Ledek Elena.
"Diamlah." Roxane fokus menumbuk sambil mengomel.
Daniel dan Theor datang membawa buah yang Elena minta, mereka langsung di suruh mencuci dan memotong buah memanjang. Mereka memotong dengan sangat lihai sekali, karena pandai menggunakan pisau.
"Baiklah, sudah matang semuanya. Aku juga sudah menyiapkan penekuk untuk mencuci mulut, ayo kita pergi piknik." Elena riang gembira.
Para pelayan membantu menyajikan, bahkan Merida juga ikut sibuk meskipun tidak mendekat karena memberikan ruang privasi pada Elena. Roxane juga tidak membawa pelayan, karena sudah ada Daniel di sisinya.
Mereka sudah duduk diatas karpet dengan aneka makanan asing di depan mereka. Meskipun aneh tapi aromanya sangat harum, mereka jadi ingin mencicipi. Elena sudah meminta pada Bumi untuk menumbuhkan tanaman rempah dan palawija di kebunnya, untunglah itu bisa.
"Nah, ayo kita makan seblaknya lebih dulu. Hati-hati panas, ingat harus habis ya." Ucap Elena menegaskan.
"Warnanya merah sekali, apa ini pedas?." Daniel tidak suka pedas.
"Tidak, ini hanya menggunakan cabai panjang yang sama sekali tidak pedas meskipun warnanya merah menyala. Coba saja jika tidak percaya." Ucap Elena.
Mereka mulai menyruput kuah seblak level 1 itu, dalam suapan pertama segala rasa langsung meledak di mulut mereka. Ini rasa baru yang tentu saja enak, Roxane bahkan berkali-kali menyruput kuah untuk meyakinkan lidahnya.
"Benar-benar tidak pedas, bagaimana bisa." Roxane kagum.
"Karena memakai cabai merah panjang, ada banyak macam cabai dengan tingkat kepedasan berbeda." Ucap Elena.
"Ini jamur, sayur, daging, lalu apa lagi ini?." Daniel mengaduk ingin tau apa saja isinya.
"Ada telur dan kerupuk." Jawab Elena.
"Apa itu kerupuk?." Bingung Theor.
"Ah intinya itu buatanku sendiri, jadi ayo fokus makan. Kalau dingin jadi tidak enak loh, jangan lewatkan masa terbaik untuk makan." Elena sudah ingin makan dengan cepat.
Akhirnya mereka makan dengan lahap, meskipun tidak begitu pedas tapi mereka tentu saja berkeringat karena panas. Selesai makan seblak, mereka merasa sangat puas sekali dan anehnya itu mengenyangkan.
"Waahh bahkan lebih enak dari sup mahal yang Ayahku beli." Roxane menepuk perutnya puas.
"Hahaha jangan makan terlalu sering, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik." Ucap Elena menasihati.
"Baiklah, ayo lanjut ke menu buah ini. Apa ini semacam yogurt atau saus almond untuk cocolan nya?." Tebak Roxane.
"Ya, memang untuk cocolan sih. Tapi ini sambal pedas, manis, gurih intinya sangat cocok untuk makan buah yang masam." Ucap Elena.
"Baiklah, menurutmu buah mana yang paling enak Elena?." Tanya Roxane tidak sabar.
"Aku paling suka mangga muda." Jujur Elena.
Mereka serempak ikut mengambil mangga muda, mencocol dengan sambal rujak, lalu memakannya. Tentu saja mereka langsung melotot dan merem melek, itu asam tapi juga sangat enak karena sambalnya.
Mereka akhirnya ngerujak dengan riang gembira, sesekali bergosip dan merencanakan apa yang mungkin akan mereka lakukan minggu depan. Elena merasa senang karena memiliki teman, apalagi temannya ini bukan orang sembarangan.
"Aku sangat penasaran, kalian berdua ini kekasih kan?." Roxane masih heran dengan hubungan Theor dan Elena.
Interaksi keduanya sangat sedikit, hanya dari tatapan mata saja. Terlalu kaku untuk sepasang kekasih, tapi mereka terlalu dekat untuk seorang teman.
"Hmm.. apa ya." Elena melirik Theor.
"Ya, aku akan menikahi Elena secepatnya." Ucap Theor yakin, seyakin-yakinnya.
"Bicara.apa.kau.bocah.gila."
Tiba-tiba Duke Danilen sudah berdiri di belakang Theor, Theor mendongak dengan santai lalu pukulan mendarat di wajahnya.
ukhhh
Sepertinya masih memerlukan banyak perjuangan bagi Theor untuk mendapatkan restu dari Duke. Daniel dan Roxane menertawakan Theor dengan sangat puas, akhirnya mereka memiliki celah bagi Theor untuk di ejek.
kami tunggu karya selanjutnya💪💪💪💪
terbaik thor 😍
tetap semangat, semoga cepat sembuh dan pulih seperti sedia kala.
utamakan kesehatan 🥰
biar bisa berkarya lagi😍