mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23 cemburu yang berakhir buruk
Xyra masih berdiri mematung di tempatnya dengan tatapan mata yang terus terarah kearah tadi di mana ia melihat sosok Bryan untuk yang terakhir kali.
Sepuluh menit telah berlalu, tapi ia tak kunjung melihat penampakan laki laki itu lagi di bawah sana.
Jantung Xyra kian terasa tak baik baik saja, ia nampak melangkah mondar mandir ke sana kemari dengan sesekali menatap ke bawah.
Ke arah di mana tadi bayangan Bryan menghilang.
Tak tahan lagi dengan kecemasan yang tiba tiba mencekam,
Xyra memutuskan mendekat ke arah petugas flying fox di sana.
" mas..." panggil Xyra berniat menanyakan perihal Bryan.
" iya mbk...." jawab sang petugas
" itu..."
" kau mau apa ?! Kemari....jangan berdiri di sana "
Xyra masih belum sempat menyelesaikan ucapannya ketika tiba tiba sebuah suara barinton dari arah belakang mengagetkannya.
Sontak wanita itu menoleh ke arah sumber suara, nampak Bryan tengah berdiri tegak sambil menatapnya.
Tanpa sadar, Xyra bernafas lega.
" kemari..." ucap Bryan lagi sambil mengulurkan tangannya hendak meraih Xyra yang telah berdiri di arena flying fox.
Wajah Bryan nampak tegang.
" maaf mas...nggak jadi " pamit Xyra kepada petugas flying fox yang hendak ia tanya sambil tersenyum tipis,
laki laki itu tersenyum tipis sambil mengangguk.
Wajah Bryan seketika berubah semakin gelap melihat Xyra dan petugas flying fox itu saling melempar senyum.
" apa kau tuli ?!
cepat kemari...." panggil Bryan lagi sedikit keras.
Hatinya terasa panas kini.
Ia yang sudah berharap mendapat validasi sejak dari bawah tadi oleh Xyra,
kini malah melihat hal yang membuatnya panas.
Ya....
Setelah menyelesaikan permainannya tadi, ia buru buru naik ke atas kembali.
Harapannya hanya satu....mendapat validasi dari seorang Xyra atas apa yang telah ia lakukan.
Entahlah...
Apa ia sudah gila atau apa ia tak paham...
Selama ini....
ia sama sekali tak pernah menginginkan sebuah pengakuan dari siapapun.
Tapi dari Xyra....
Validasi seolah sangat ia inginkan,
Hanya karena sebuah pengakuan,
Waktu itu ia bahkan rela menunjukkan tubuhnya kepada wanita itu hanya agar wanita itu tahu jika ia memiliki segalanya di banding suaminya.
Terutama tubuhnya yang jauh lebih bagus, kekar dan tentunya lebih kuat dari suami wanita itu.
Dan sekarang....
Hanya karena melihat tatapan kagum Xyra kepada orang lain, ia juga ingin mendapatkan tatapan itu.
Ia ingin Xyra tahu...ia benar benar memiliki segalanya dan mampu melakukan apapun.
Tapi...
Setelah sampai di atas...
Ia justru melihat Xyra nampak sedang berbincang dengan pria lain.
Dadanya terasa terbakar.
Xyra melangkah ke arah Bryan dan setelah dekat laki laki itu segera meraih tangannya.
" kenapa kau suka sekali beramah ramah dengan laki laki lain ?!
Apakah bersikap ramah kepada semua laki laki semenyenangkan itu bagimu ?! " baru saja Xyra turun dan berada di hadapannya, Bryan sudah mencecarnya dengan amukan.
Wajah Xyra seketika berubah pias.
Yari saja tak pernah berkata kasar dan bersikap sekasar itu.
" suka...ramah kepada...semua laki laki ?! " cicit Xyra seolah tak percaya dengan apa yang laki laki di hadapannya itu tuduhkan kepadanya.
" ya....
kau suka sekali ramah kepada semua laki laki " ulang Bryan dengan wajah yang sudah memerah. Sungguh ia tak bisa menahan emosinya melihat Xyra berbalas senyum dengan petugas flying fox tadi.
" tuan muda...tolong jaga bicara anda,
anda salah paham, saya hanya mencoba bersikap sopan itu saja tidak lebih..."
" tidak usah sopan kepada siapapun, aku tidak suka tatapan kagummu kepada laki laki lain...aku tidak suka senyummu untuk laki laki lain dan aku juga tidak suka kau bersikap sopan kepada laki laki lain.
Hanya padaku....hanya padaku kau boleh bersikap seperti itu Xyxi...." jawab Bryan tegas.
" tuan muda....tolong jaga batasan anda, asal anda tahu saya bukan wanita murahan yang melakukan semua hal yang tadi anda sebutkan.
Dan kepada anda, tentu saya harus sopan karena anda cucu majikan saya tidak lebih.
Jadi tentang apapun alasan anda bersikap seposesif ini terhadapa saya itu bukan hak anda.
Suami saya yang jauh lebih berhak terhadap saya..." jawab Xyra tak kalah tegas.
Ia sudah muak,
" dan perihal perasaan anda terhadap saya jika itu memang benar maka saya menolaknya.
Dan jika anda hanya main main...maaf saya bukan mainan.
Saya istri orang dan tolong berhenti mengganggu saya...
permisi...." ucap Xyra lagi sambil kemudian ia memutar tubuhnya dan melangkah cepat setengah berlari meninggalkan Bryan.
Bryan yang sedikit terkejut dengan sikap berani Xyra baru menyadari apa yang terjadi.
Dengan cepat ia berlari dan mengejar Xyra.
" mau kemana kamu ?! " tanya Bryan sambil mencekal lengan Xyra untuk menghentikan wanita itu.
" lepaskan saya tuan muda...saya mau pulang, suami saya menunggu kepulangan saya... " sentak Xyra sambil mengibas kasar tangan Bryan dari lengannya.
" pulang....?! tidak aku ijinkan "
" anda izinkan atau tidak saya akan tetap pulang...
jam kerja saya sudah habis " jawab Xyra ketus.
" kamu...."
" permisi..."
sekali lagi Bryan terhenyak dengan penolakan Xyra terhadapnya yang terasa begitu frontal. Ia tak pernah di perlakukan seperti itu.
Jiwa tuan mudanya seketika berontak, ia kembali melangkah lebar dan menghampiri Xyra yang terus melangkah menjauh darinya.
Tanpa basa basi lagi, Bryan langsung meraih lengan Xyra kembali dan menyeretnya untuk mengikutinya.
Xyra sangat terkejut dengan perlakuan itu, ia memang tidak terlahir dari keluarga yang penuh dengan kasih sayang karena ia memang hanya tinggal di sebuah panti asuhan.
Tapi perlakuan sekasar ini sungguh tidak pernah ia terima dari siapapun.
Bahkan meski keluarga Yari begitu membencinya....
Mereka tak pernah bersikap sekasar ini.
Air mata Xyra luruh, betapa ia merasa di perlakukan seperti sampah.
" masuk..." perintah Bryan ketika mereka sampai di mobil dan laki laki itu telah membuka pintu mobil untuk Xyra.
" cukup tuan muda...cukup..." suara Xyra bergetar,
Bryan menatap Xyra, hatinya seketika berdesir dan terasa sakit bukan main melihat wanita itu berurai air mata.
" aku mungkin tak ada artinya bagi anda tuan muda....
aku sadar aku bukan orang terhormat seperti anda.
aku juga tidak memiliki keluarga yang kaya raya yang akan siap mendukungku kapan saja.
Tapi aku juga manusia....
Aku bukan sampah yang bisa anda perlakukan seenaknya..." ucap Xyra dengan mata yang telah berair.
Bryan membeku,
" terimakasih karena perlakuan anda padaku semakin membuatku sadar dan mengingatkanku akan di mana tempatku dan siapa aku.
Aku tidak meminta perlakuan baik dari anda tapi setidaknya hormati aku sebagai seorang manusia..." ucap Xyra pelan dengan suara yang jelas menyiratkan luka yang dalam di hatinya.
" dan satu lagi....
tolong...
jangan ganggu aku lagi, anda tidak tahu betapa aku sudah menjalani hidupku dengan susah payah.
Biarkan aku bekerja dengan tenang di vila " ucap Xyra untuk yang terakhir sebelum akhirnya ia melepas tangan Bryan yang memegang tangannya.
Meninggalkan Bryan yang berdiri seperti patung tak bernyawa di sisi mobilnya.
Kata demi kata yang keluar dari bibir Xyra barusan sukses membuat hatinya terasa tersentil.
Tapi ia berontak...
Itu bukan maksudnya....
Ia tak pernah menganggap wanita itu seperti itu, ia hanya ingin wanita itu tahu perasaannya.
Bryan menoleh dan berlari mengejar Xyra yang telah jauh di sana.
" kau salah paham padaku....
bukan itu maksudku...." cicit Bryan ketika ia telah berhasil mengejar Xyra kembali dan berdiri tepat di hadapan wanita itu.
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.