"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"
Nada Ageta Putri
"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"
Juna Genio Lin
"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"
Senar Anggriani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Zero kecil
"Kak,, pulang lah. Kakak butuh istirahat, kakak akan sakit jika kakak terus memaksa kan diri seperti itu" Ucap melody pelan pada lelaki yang sedari tadi menggenggam tangan Nada sembari mengecup nya.
"haa..." melody menghela nafas. Karena lagi-lagi ucapannya tidak di hiraukan oleh lelaki di depannya.
Rasanya sudah ratusan kali melody menghela nafasnya hari ini. Bukan hari ini saja, bahkan berhari-hari yang lalu semenjak sahabat nya berbaring tak sadarkan diri.
Sudah seminggu berlalu sejak kejadian itu. Dan seminggu juga Nada koma dan tak kunjung menampakkan tanda-tanda akan siuman.
Dalam seminggu Melody dapat menyaksikan drama secara langsung. Rasa kasian, sedih dan tak berdaya menjadi satu. Di satu sisi Enzo Abang Nada yang selalu menghalangi Zero untuk menjenguk Nada. Dan di sisi lain Zero dengan sikap tegas dan keras kepalanya kekeh ingin di samping Nada.
Sempat terjadi keributan dan perkelahian antara dia lelaki tampan yang sangat memperdulikan sahabat nya ini. Tapi berkat Mama Nada yang turun tangan semua bisa di atasi.
Melody yang tak tahan dengan kakaknya yang terus menatap Nada yang sedang koma. Memilih pergi keluar dan meninggalkan kedua pasangan tersebut.
"kapan kamu bangun sayang" keluh Zero mengelus sayang Nada yang memejamkan mata.
"Kakak rindu, sangat rindu"
"bertahun-tahun kakak menjauh. Tapi sekarang apapun yang terjadi. Kakak tidak akan membiarkan mu pergi lagi"
"Tolong bangun, kakak mohon" mohon Zero sedih.
Semenjak Nada koma. Zero memindahkan semua pekerjaan nya di ruangan Nada. Tak semenit pun meninggalkan ruangan tersebut. Walau dia tidak mendapatkan izin dari Enzo. Dia tak perduli sama sekali.
Baginya, cukup sepuluh tahun yang lalu dia pergi menjauh dari gadisnya. Menjaganya dari jauh dan membiarkan lelaki lain berada di sampingnya. Asalkan senyuman itu kembali dan tidak hilang, dia rela hanya melihat nya dari jauh.
Tapi saat ini apapun yang terjadi. Ia ingin gadisnya, ingin Nada nya, ingin dunianya kembali ke sisinya bagaimana pun caranya.
Dulu saat Nada hilang ingatan akibat kecelakaan. Hanya dirinya yang hilang dari memori Nada. Dia yang mencoba ingin membuat Nada mengingat dirinya. Malah membuat trauma di kepala Nada semakin parah dan mengalami koma sehari semalam.
Keluarga Nada memintanya menjauh kan diri dari Nada, melupakannya. Zero yang merasa bersalah berjanji untuk menjauhinya dan ilang dari pandangan Nada.
Bertahun-tahun Zero menjauh. Dari jauh dia dapat melihat Nada bersama lelaki sebagai kekasih nya. Apalagi mendengar Nada akan menikah.
Zero ingin marah, dan berteriak bahwasanya Nada miliknya, Nada gadisnya. Ingin menculik Nada dan mengurung nya agar dapat terus bersama nya.
Tapi dia sadar, jika dia melakukan hal itu. Senyum manis dari bibirnya akan hilang. Pancaran mata indah yang memikat nya akan redup. Jadi Zero hanya dapat melihat dan menjaga Nada dari jauh. Walaupun dia bersama yang lain.
Zero menyibukkan diri dengan pekerjaan nya. Agar dapat mengalihkan keinginan nya untuk memiliki Nada.
Dia sengaja membuka cabang baru di negara tetangga dan menjauh dari Nada sesuai janjinya. Zero menyuruh Melody untuk menjadi sahabat Nada dan menjaganya dimanapun dan kapanpun.
Zero membuat dirinya tenggelam dalam bisnis. Dan bersikap dingin dan kejam di kalangan para elit bisnis. Dan membuat perusahaan nya menjadi nomor satu dan menjadi di takuti.
Suatu hari Zero yang mendapatkan kabar dari Melody bahwasanya Nada tak jadi menikah. Segera meminta anak buahnya untuk menyelidiki nya.
Mendengar apa yang terjadi Zero marah, ingin menghabisi lelaki yang membuat gadisnya bersedih. Tapi Enzo melarang nya karena ia tahu bahwa Ayah Nada berteman baik dengan keluarga lelaki tersebut.
Apalagi semenjak kejadian itu, saham perusahaan keluarga Nada langsung anjlok. Dan berkat bantuan Zero, perusahaan nya kembali stabil. Dengan syarat yang di ajukan Zero. Ia akan mulai mendekati Nada secara perlahan.
Walaupun berat menerimanya. Enzo menyetujui nya. Sebab tanpa Zero perusahaan yang di bangun ayahnya pasti akan bangkrut akibat berita simpang siur yang membuat saham semakin anjlok.
"Nada, kakak rindu. Kakak kesepian, kakak sakit. Bangun sayang, temani kakak"
Zero yang sedari tadi terus berbicara dengan Nada yang sedang koma.
...****************...
Nada merasa takut, sedari tadi ia berjalan. Tapi tidak pernah mendapatkan ujungnya.
"Ayahh, Mama kalian dimana" teriak Nada menggema di ruangan putih.
"Abang Enzo, Abang Varo kalian dimana"
"Nada takut disini" teriak Nada terus menerus. Tapi hanya keheningan yang ia dapat.
Nada terus berjalan tak tentu arah.
"ini dimana, kenapa aku disini. Ayah, Mama, Abang Nada takut. Nada benar-benar takut. Kalian dimana" ucap Nada lirih melirik sekelilingnya.
"Nada, kakak rindu. Kakak kesepian, kakak sakit. Bangun sayang, temani kakak"
Nada mendengar suara yang tidak di kenalnya.
"Kamu siapa, kamu dimana. Kenapa kamu terus memanggil namaku. Kakak siapa yang kamu maksud " ucap Nada terburu-buru melihat sekeliling nya
"Hey,, kamu dimana" Nada mencari dimana suara itu berasal. Terus berjalan mengikuti suara itu. Sampai ia melihat sebuah pintu. Nada langsung berlari untuk menggapai pintu itu. Dan cahaya terang yang ia dapati saat membuka pintu tersebut.
Nada berada di depan rumah yang tampak terbengkalai. Walaupun takut ia memberanikan diri berjalan untuk masuk kedalam rumah tersebut. Di dalam rumah terdengar suara tawa menggelegar. Nada mencoba bersembunyi dan mengintip.
Sungguh yang ia lihat membuat ia refleks berteriak dan air matanya terjatuh seketika.
Seorang anak lelaki kecil yang mirip dengan Zero, sepupu Melody terluka dimana-mana. Matanya tajam terfokus pada satu titik. Nada dapat merasakan kemarahan dari Zero kecil. Melihat tidak ada orang di samping Zero kecil. Nada mendekat, tapi masih setengah jalan. Nada melihat ada lelaki yang mendekat. Nada takut, berdiri mematung dan berbalik melihat kearah lelaki yang baru datang. Tapi ia merasa aneh. Kenapa seolah-olah ia tidak terlihat oleh lelaki kekar itu. Dan benar saja, tubuhnya tembus saat lelaki itu melewatinya.
Lelaki itu menuju Zero kecil dan melukai Zero kecil. Nada berteriak, menangis meminta berhenti saat Zero kecil di aniaya dan di lecehkan oleh lelaki kekar itu.
"Kamu terluka, kamu berdarah" Isak Nada saat lelaki kekar itu sudah keluar dan mendekati Zero yang tampak roboh tak berdaya. Tapi berusaha untuk tetap duduk.
Nada terus menerus berusaha menggapai Zero kecil. Tapi tak kunjung dapat menggapainya. Nada sadar, ia hanya pengamat atas apa yang semua terjadi.
#TBC
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor