NovelToon NovelToon
Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Persahabatan / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hidup bergelimang harta, tetapi tanpa kasih sayang seorang ibu, membuat Abiyan tumbuh menjadi sosok pemuda yang keras kepala dan pembangkang. Suatu hari dia melakukan kesalahan fatal dengan terlibat balapan liar yang mengakibatkan dirinya tertangkap polisi.

Akibat perbuatannya, Bastian sang ayah murka dan Abiyan harus menerima hukuman terberat: dia terbuang dari rumah yang selama ini menjadi istananya. Tanpa kemewahan, tanpa perlindungan, Abiyan terpaksa harus menghadapi dunia yang keras dan penuh tantangan seorang diri.

Mampukah Abiyan sang tuan muda yang terbuang, bertahan hidup dan belajar menjadi pribadi yang bertanggungjawab? Atau justru dia akan semakin terpuruk dalam kesengsaraan?

Ikuti kisahnya hanya di sini:

"Abiyan, Tuan Muda Terbuang" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Abiyan dan balapan liar

"Mau ke mana kamu, Biyan?" tanya Bastian, suaranya terdengar seperti guntur yang membelah kesunyian malam.

Pertanyaan itu menghentikan langkah Abiyan seketika. Kakinya yang sudah siap melangkah keluar pintu utama terasa terpaku di lantai marmer yang dingin. Perlahan, dia menoleh ke belakang, wajah yang semula bersemangat untuk bertemu teman-teman geng motornya, berubah menjadi terkejut bercampur cemas.

Di tengah ruang tamu dengan pencahayaan temaram, Bastian Arya Winata – ayahnya – berdiri tegak, dengan kedua tangan tersembunyi di dalam saku celana. Tatapan matanya dingin dan tajam, seolah menembus relung hati serta pikiran putranya.

Abiyan tersentak. Tak disangka, sang ayah akan memergokinya keluar rumah selarut ini. "Sial! Kenapa Ayah sudah ada di rumah, sih? Bukankah biasanya tengah malam baru pulang?" batinnya menggerutu, mengecam keberadaan ayahnya yang tiba-tiba muncul.

"Ayah tanya, mau ke mana malam-malam begini, Abiyan Putra Winata!" ulang Bastian dengan jelas, penuh emosi yang terkendali. Dia mendekat, wajahnya terlihat lelah.

"Jangan diam saja, Biyan? Tolong berikan ayah, alasan yang masuk akal," lanjutnya, kali ini suaranya terdengar rendah, penuh penekanan.

Abiyan berdecak pelan. "Ck, bukan urusan, Ayah!" jawabnya acuh tak acuh seraya mengangkat bahu.

Bastian mengerutkan kening, bibirnya menyunggingkan senyum sinis.

Pria paruh baya itu menghela napas panjang dan dalam, mencoba meredam amarah yang mulai membara di dadanya.

"Sampai kapan kamu akan seperti ini, Biyan! Sampai kapan kamu mau menjadi berandalan tak jelas begini? Selama ini ayah sudah berusaha memberikan yang terbaik untukmu! Inikah balasanmu?" ujar Bastian.

Dia merasakan frustrasi yang mendalam. Hari ini kesabarannya mencapai batas.

Kata-kata itu menghantam Abiyan seperti batu. Wajahnya memerah karena amarah yang meluap. Matanya melotot tajam ke arah ayahnya.

"Biyan sudah dewasa, Yah! Biyan berhak menentukan apa yang terbaik untuk Biyan. Bukan hanya mengikuti aturan Ayah!" bantah Abiyan meninggikan suaranya hingga menusuk keheningan malam.

"Biyan sudah lulus kuliah dengan nilai memuaskan – tapi Ayah selalu menganggap itu saja tidak cukup." Abiyan menambahkan dengan tersenyum getir.

"Justru karena kamu sudah lulus, seharusnya kamu mulai belajar untuk mengurus perusahaan. Bukan malah terjebak dalam kegiatan yang tidak berguna," sahut Bastian, suaranya mulai meninggi.

"Belajar, belajar, dan belajar terus yang Ayah tekankan! Kapan Biyan bisa menikmati masa muda?" protes Abiyan seolah menantang.

"Biyan masih muda, masih ingin bebas, Yah! Biyan stres selalu dihadapkan dengan tuntutan yang tidak ada habisnya," suaranya bergetar menahan emosi.

Dia melangkah maju, mempersempit jarak dengan sang ayah. "Selama ini Biyan selalu berusaha menjadi seperti yang Ayah inginkan, tapi Ayah justru semakin menuntut lebih. Biyan capek dan muak dengan semua ini. Kenapa bukan Kak Zeya saja, kenapa harus Biyan?" ungkap Abiyan dengan nada lirih.

"Karena kamu putra ayah satu-satunya, Biyan. Karena itu kamu perlu lebih banyak belajar lagi, agar kamu siap menggantikan ayah nantinya," Suara Bastian terdengar lebih lembut, tetapi tegas.

"Hidup itu keras, Nak. Tidak seindah dan semudah yang kamu bayangkan. Kamu..." Bastian menghela napas sejenak.

"Kamu... harus mulai terjun langsung mengurus perusahaan bukan hanya teori, Biyan. Sudah cukup kamu bermain-main, dan sekarang saatnya kamu bertanggung jawab pada apa yang sudah ayah tetapkan padamu," lanjutnya menambahkan.

"Kenapa Ayah selalu bicara tentang tanggung jawab! Tapi apa Ayah pernah bertanya, apa yang sebenarnya Biyan inginkan?" suara Abiyan bergetar, menahan amarah yang kembali membara.

"Biyan nggak pernah meminta untuk meneruskan perusahaan, Yah! Biyan punya mimpi sendiri! Tapi Ayah selalu memaksakan kehendak!"

Bastian tertegun. Dia tak menyangka, jika Abiyan memendam amarah sebesar ini. "Ayah hanya ingin yang terbaik untukmu, Biyan. Ayah tidak ingin kamu salah jalan," balas Bastian lirih, mencoba meredakan emosi putranya.

"Lalu, menurut Ayah jalan mana yang benar? Apa jalan yang Ayah tentukan? Biyan nggak bisa terus hidup dalam bayang-bayang, Ayah!"

Abiyan lantas berbalik, berusaha menyembunyikan airmata yg menggenang di pelupuk mata. Dia berjalan cepat menuju pintu, meninggalkan Bastian yang terpaku di tempatnya. Dia membuka pintu dengan kasar dan melangkah keluar, meninggalkan rumah yang terasa seperti penjara baginya.

"Biyan!" Bastian memanggil, tetapi Abiyan tak menghiraukannya. Dia menaiki motor sportnya, lalu meninggalkan mansion dengan suara ruangannya yang khas.

Bastian hanya bisa menatap kepergian putranya dengan perasaan cemas. Dia menghela napas panjang dan memijat pelipisnya yang berdenyut, memikirkan bagaimana cara untuk menyadarkan putranya, agar tidak semakin terjerumus ke jalan yang salah.

.

.

.

Tiba di markas "Shadowborn". Abiyan membuka helmnya dan tampak wajahnya yang kusut, seperti memikul beban berat.

"Bi... ada apa?" Aldo menghampiri Abiyan dengan ekspresi khawatir.

"Ada masalah sama Bokap loe lagi?" Benny menimpali.

Abiyan mengusap wajahnya kasar dan menggangguk sembari menopang dagu.

"Sabar ya, Bi. Kita pasti akan selalu dukung, loe," ucap Aldo memberikan dukungannya.

Baru saja Aldo selesai bicara, tiba-tiba, terdengar suara sepeda motor meraung-raung berhenti di depan pintu gerbang. Seorang pengendara melempar gulungan kertas ke dalam markas. Setelahnya mereka berlalu sambil menggeber sepeda motornya menimbulkan suara bising yang menggema.

Benny dan Aldo segera mengambil gulungan tersebut, lalu membacanya isinya.

"Shadowborn! Kami tunggu kalian di lintasan jalan baru malam ini juga! Jika kalian lelaki sejati datanglah. Jangan jadi pengecut!"

"Kurang ajar!" Abiyan mengepalkan tangannya erat-erat. Harga dirinya seakan terinjak-injak oleh mereka. Dia meraih helm dan memakainya.

"Kamu yakin menerima tantangan mereka, Bi?" tanya Aldo dengan tatapan khawatir.

"Siapa takut?" kata Biyan.

"Tapi Bi, mereka itu sangat licik! Siapa tahu ini hanya jebakan untuk mengelabui kita. Banyak yang tertipu dan terpedaya oleh mereka!" Aldo menghalangi.

Abiyan menggeser tangan Aldo. "Aku nggak peduli. Kita akan buktikan siapa yang terkuat!"

Tanpa pikir panjang, Abiyan menekan akselerator dan melesat mengejar geng motor tersebut dengan kecepatan tinggi. Aldo dan Benny yang berdiri terpaku dengan wajah penuh kekhawatiran.

.

Kesepakatan terjadi antara dua anggota geng motor, untuk melakukan balapan liar di jalanan baru yang sepi dan minim pencahayaan. Mereka saling menantang, beradu kekuatan dan harga diri untuk menjadi yang terbaik.

"Hai, Bro!" Martin sang rival datang mendekat. "Apa loe, nggak pengin mengucapkan selamat tinggal pada motor kesayangan loe itu?" Dia tersenyum mengejek sebelum memulai balapan.

Abiyan hanya tersenyum sinis di sudut bibirnya. Lalu membalas sengit. "Jangan terlalu percaya diri! Kita lihat siapa yang akan berjaya di lintasan nanti!"

Martin mengepalkan tangan. Wajahnya mengeras. Tekadnya kuat untuk mengalahkan Abiyan. Dia tersenyum remeh dengan tatapan mata tak terbaca.

Seorang gadis cantik mengangkat bendera, pertanda balapan akan segera dimulai dan menghitung mundur.

"Tiga...dua...satu...!" teriaknya dengan lantang.

"Priiit....!"

Kedua motor sport langsung melesat, melaju dengan kencang nyaris bersentuhan, ban berdecit di aspal menusuk telinga. Suara knalpot meraung-raung, membelah kesunyian malam.

Para pendukung masing-masing berdiri di atas trotoar jalanan bersorak-sorai sambil meneriakkan "yel-yel" untuk menyemangati pembalap andalan mereka dengan wajah-wajah yang penuh semangat.

Jantung Abiyan berdegup kencang, seirama dengan mesin motor sport yang dia pacu maksimal. Matanya terpaku pada garis finish yang semakin dekat. Kemenangan sudah di depan mata, dan malam ini dia akan membuktikan sekali lagi siapa yang terbaik di antara mereka.

"Lihatlah, Martin!" Dia menyeringai penuh kemenangan. "Malam ini loe akan menyesal sudah berani menantang gue."

Di belakangnya, Martin mengawal dengan sengit, mencoba mengambil alih kendali balapan, tetapi Abiyan terlalu kuat untuk ditaklukkan. Aroma persaingan semakin ketat, Martin berusaha memecah konsentrasi rivalnya, tetapi tak berhasil sehingga membuatnya frustasi.

Sorak sorai penonton menggema di udara, menyemangati Abiyan untuk terus memacu motornya. Abiyan semakin tertantang memacu adrenalin. Dia semakin tak terkendali dan tak terkalahkan.

Namun, saat dia telah memimpin balapan dan hampir mendekati finish, tiba-tiba...?

Apa yang akan terjadi selanjutnya...?

1
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
itu karena Lo aslinya bego🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ngarang aja lo
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
keok dia. makanya jgn curang
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
tuh yg ditunggu² udah datang😄
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ortu egois. kalau mau nikah lagi seharusnya cari laki² yg juga mau menerima putrimu
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
nungguin Abiyan ya🤭
Aditya hp/ bunda Lia
anak tiri emak durjana nya Naraya ....
Aditya hp/ bunda Lia: pasti 😂😂
total 2 replies
Cindy
lanjut
vj'z tri
waduh kalau Abi d tolak cewek terus apa kabar kalian 🤣🤣🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya udah terima nasib🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
emang kemjamu semula bagaimana? bentuk kodok atau kadal? di cci kan biar bersih, 🤧
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Esther
siapa dia
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah🤭
total 1 replies
ora
Mamanya, kah/CoolGuy/
Terus pemuda itu anak tirinya. Nggak punya sopan santun banget ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
ora
Haduhhh. Perkara kemeja aja jadi ngehina orang😒😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh anak manja kyk nya itu😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: masa????
total 1 replies
Tiara Bella
siapa lg nh perempuan ibunya kah.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
Esther
Aku juga cinta kamu Abiyan.....kata Naraya🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😍🫶🫰😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
pertanyaanmu terjawab setelah membuka tas bekalnya.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nar Sih
ungkapan cinta keluar juga ,pasti nara menerima cinta mu abyan ,tpi kmu mesti sabar nunggu hinga nara sdh lahiran
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Waaw, ... Biyan 👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
sudah kuduga. ayo Biyan, tunjukkan kalau kamu tdk bisa dipandang remeh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!