NovelToon NovelToon
Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Xiao, seorang Supreme Alchemist dan petarung tingkat Dewa di "Alam Kayangan", dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya demi merebut "Kitab Keabadian". Ia meledakkan jiwanya sendiri, tetapi bukannya musnah, ia bereinkarnasi 500 tahun kemudian ke tubuh seorang tuan muda yang dianggap sampah di sebuah kota kecil di Benua Bawah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Serangan ini berkali-kali lipat lebih kuat daripada milik Wang Lei. Ini adalah serangan penuh dari seorang Patriark!

"Wang Tian! Berhenti!" teriak Tuan Kota Liu Ming, terkejut dengan kegilaan Wang Tian. Dia mencoba bergerak, tapi jaraknya terlalu jauh untuk memblokir serangan pertama.

Lin Hai juga bereaksi, "Xiao'er! Awas!"

Namun, Lin Xiao tidak mundur. Dia tidak lari.

Dia berdiri kokoh, kaki kanannya menghentak tanah hingga lantai batu retak. Dia menarik napas dalam, Api Roh Ungu di dalam tulangnya bergejolak, menyatu dengan kekuatan fisiknya yang baru.

Dia tidak mencabut pedang. Dia mengepalkan tinju kanannya.

"Kau ingin membunuhku? Kau belum layak, Anjing Tua!"

Lin Xiao meninju ke atas, langsung menyongsong cakar energi raksasa itu.

Tinju Naga: Penghancur Langit!

Tidak ada teknik bunga-bunga. Hanya benturan kekuatan murni antara Qi merah dan tinju yang diselimuti api ungu.

BOOOM!

Ledakan dahsyat terjadi di tengah alun-alun. Gelombang kejut menyapu ke segala arah, melemparkan penonton di barisan depan hingga terjungkal. Debu tebal menutupi pandangan.

Semua orang berpikir Lin Xiao pasti sudah hancur menjadi bubur daging. Bagaimana mungkin seorang junior menahan serangan Patriark?

Namun, saat debu menipis, suara napas terkejut terdengar serempak dari ribuan orang.

Di tengah kawah kecil akibat benturan itu, Lin Xiao masih berdiri tegak.

Kakinya terbenam ke dalam tanah sampai mata kaki, tapi dia tidak mundur selangkah pun. Tinju kanannya berasap, ada sedikit luka gores di kulitnya, tapi itu saja.

Dia menahan serangan Tingkat 9 Puncak dengan tangan kosong!

Di udara, Wang Tian terdorong mundur, melakukan salto dan mendarat di tanah dengan wajah tak percaya. Tangannya gemetar.

"Mustahil..." Wang Tian bergumam. "Kekuatan fisik macam apa itu? Kau... kau bukan manusia!"

Lin Xiao menarik tangannya, mengibaskan debu dari bahunya. Dia menatap Wang Tian dengan tatapan merendahkan.

"Hanya segitu?" ejek Lin Xiao. "Aku kecewa. Ternyata Patriark Keluarga Wang hanyalah macan ompong."

Penghinaan ini adalah jerami terakhir.

"SEMUA TETUA KELUARGA WANG! DENGAR PERINTAHKU!" teriak Wang Tian histeris. "SERANG! BUNUH LIN XIAO! BUNUH LIN HAI! RATAKAN KELUARGA LIN HARI INI JUGA!"

Dari barisan belakang, lima orang tua melompat keluar. Mereka adalah Tetua Keluarga Wang, semuanya berada di Tingkat 7 dan Tingkat 8. Mereka mencabut senjata masing-masing dan menerjang ke arah Lin Xiao.

Perang terbuka pecah!

"MELINDUNGI TUAN MUDA!"

Lin Hai tidak tinggal diam. Dia melompat turun dari panggung, diikuti oleh Tetua Ketiga dan pasukan elit Keluarga Lin yang sudah bersiaga.

"Keluarga Wang sudah gila!" teriak Lin Hai. Dia memblokir serangan salah satu tetua Wang dengan pedang besarnya. "Anak-anak Keluarga Lin! Pertahankan kehormatan kita! Lawan!"

TRANG! CLANG! BOOM!

Alun-alun kota berubah menjadi medan perang dalam sekejap. Teriakan, dentingan senjata, dan ledakan Qi memenuhi udara. Penduduk sipil berlarian panik menyelamatkan diri.

Tuan Kota Liu Ming berdiri di atas panggung dengan wajah gelap. Situasi sudah tidak terkendali. Ini bukan lagi turnamen, ini adalah perang saudara.

"Pasukan Kota! Amankan perimeter! Lindungi warga sipil!" perintah Liu Ming. Dia belum turun tangan langsung, matanya terpaku pada satu titik: Pertarungan antara Lin Xiao dan Wang Tian.

Di tengah kekacauan itu, Wang Tian mengabaikan segalanya. Matanya hanya tertuju pada Lin Xiao. Dia merogoh sakunya, mengeluarkan sebuah pil berwarna hitam pekat yang memancarkan bau amis.

Pil Iblis Pembakar Darah.

Ini adalah pil terlarang yang membakar umur untuk meningkatkan kultivasi secara paksa.

Wang Tian menelannya.

"ARGHHH!"

Tubuh Wang Tian membesar. Otot-ototnya merobek jubahnya. Aura merah di sekitarnya menjadi hitam pekat. Kekuatannya melonjak menembus batas Tingkat 9, menyentuh ranah setengah langkah Inti Emas (Half-step Golden Core).

"MATI KAU, LIN XIAO!"

Wang Tian menerjang lagi. Kali ini kecepatannya dua kali lipat. Dia muncul di depan Lin Xiao dan menebaskan pedang besarnya.

Lin Xiao mencabut pedang hitam Xuan-nya.

"Menarik," mata Lin Xiao bersinar emas. "Akhirnya ada tantangan yang layak."

CLANG!

Pedang hitam bertemu pedang merah.

Tanah di bawah mereka ambles sedalam satu meter.

Lin Xiao merasakan tekanan berat. Kekuatan Wang Tian setelah memakan pil itu memang mengerikan. Tapi Lin Xiao tidak takut. Darah naganya justru mendidih kegirangan.

"Bagus! Terus tekan aku!" teriak Lin Xiao. Dia membalas serangan dengan Teknik Pedang Naga.

Slash! Slash! Slash!

Mereka bertukar puluhan jurus dalam hitungan detik. Percikan api beterbangan seperti kembang api.

Wang Tian semakin lama semakin ngeri. Dia sudah menggunakan teknik terlarang, tapi bocah di depannya ini masih bisa mengimbanginya? Dan yang lebih mengerikan, setiap kali pedang mereka beradu, Wang Tian merasakan getaran panas yang merambat ke lengannya—efek dari Api Roh Ungu yang melapisi pedang Lin Xiao.

"Kenapa kau tidak mati?!" teriak Wang Tian frustrasi.

"Karena kau terlalu lemah!"

Lin Xiao melihat celah.

Saat Wang Tian mengangkat pedangnya untuk menebas vertikal, Lin Xiao melakukan langkah Kilatan Hantu ke samping, lalu memutar tubuhnya.

"Teknik Pedang Naga Langit: Naga Mengibas Ekor!"

Lin Xiao menggunakan sisi datar pedang hitamnya yang berat, memukulkannya ke rusuk Wang Tian seperti memukul bola bisbol.

BUAAAK!

Suara tulang rusuk patah terdengar jelas di tengah kebisingan perang.

Wang Tian terlempar menyamping, menabrak pilar batu panggung utama hingga pilar itu roboh. Dia muntah darah hitam—efek samping pil iblis yang mulai menyerang balik.

Lin Xiao tidak memberinya napas. Dia melompat tinggi ke udara, memegang pedang Xuan dengan kedua tangan, ujungnya mengarah ke bawah.

"Berakhir di sini."

Pedang Lin Xiao turun, membawa momentum gunung yang runtuh.

Wang Tian yang terkapar di puing-puing melihat kematian datang dari langit. Matanya penuh keputusasaan. "Leluhur... selamatkan aku..."

Tepat saat pedang Lin Xiao hendak membelah dada Wang Tian...

"CUKUP!"

Sebuah gelombang energi putih yang sangat padat menghantam pedang Lin Xiao dari samping.

TING!

Pedang Lin Xiao tergeser beberapa inci, menusuk tanah tepat di sebelah leher Wang Tian.

Lin Xiao mendarat, mengerutkan kening. Dia menoleh ke kanan.

Tuan Kota Liu Ming telah turun tangan. Dia berdiri sepuluh meter dari mereka, satu tangannya terulur. Aura Ranah Inti Emas miliknya menekan seluruh alun-alun, memaksa semua orang—baik dari Keluarga Lin maupun Keluarga Wang—untuk berhenti bertarung.

Tekanan itu seperti gunung yang jatuh dari langit. Para kultivator tingkat rendah langsung jatuh berlutut, sesak napas.

"Pertempuran ini sudah keterlaluan," kata Liu Ming dingin. "Kalian ingin menghancurkan kota ini?"

Lin Xiao mencabut pedangnya dari tanah. Dia satu-satunya yang masih berdiri tegak di bawah tekanan Tuan Kota, meskipun dahinya berkeringat.

"Tuan Kota," kata Lin Xiao tenang namun tegas. "Wang Tian mencoba membunuhku berkali-kali. Dia menggunakan pil terlarang. Dia memulai perang ini. Apakah Tuan Kota ingin melindunginya?"

Liu Ming menatap pemuda itu dengan pandangan rumit. Anak ini... bakatnya terlalu menakutkan. Dia tidak boleh dibiarkan menjadi musuh Kekaisaran, tapi dia juga tidak bisa membiarkan pembantaian patriark terjadi di depan umum.

"Keluarga Wang telah melanggar hukum kota dengan memulai kerusuhan," pengumuman Liu Ming. "Wang Tian akan ditangkap dan diadili sesuai hukum Kekaisaran. Keluarga Wang akan didenda 80% asetnya dan statusnya sebagai Keluarga Besar dicabut."

1
jamanku
ga sabar nunggu
Op L
lanjutkan tor
Yuu Li
gas
Yuu Li
oke
Yuu Li
makinnnn seruuuu👍
Lucy Sandy
makin seru👍👍👍
Lucy Sandy
lanjutkan sampai tamat
Roy Kkk
ceritanya menarik
Roy Kkk
bagus👍👍👍👍👍
Roy Kkk
matap bangat karyamu
King Salman
bagus
Jinan 2
cepat update
Raikuu 1
bagus
Rayhan Purwanto
lanjutkan
Lamia Dante
semangat namatin
Lamia Dante
bagus ceritanya👍👍👍
Jake King
luar biasa ceritanya
Jake King
makin sery👍
Op L
ceritannya seru
Op L
makin seru lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!