Kisah putri Prince Richard Carrington dan Princess Alisha Léopold
Zayn selalu percaya cerita Putri dan Kacang Polong untuk mencari putri yang tulus tapi tidak percaya gadis-gadis jaman sekarang. Akhirnya dia memakai sayembara mencari pasangannya. Naasnya saat dia sudah mengadakan sayembara, Zayn kecelakaan. Di hari H nya, semua princess yang diundang langsung menatap sinis ke Zayn. Kecuali Anette Carrington. Princess Inggris dan Belgia itu pun menerima lamaran Zayn.
Dari merasa iba, Anette dan Zayn jatuh cinta. Namun hubungan mereka terancam saat rahasia besar Zayn mulai terungkap. Bagaimana sikap Anette ke suaminya?
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersama Keluarga Anette
"Keluarga kamu sepertinya bisa menerima aku deh," ucap Zayn ke Anette yang berjalan di sampingnya. Zayn menolak didorong oleh Farouk dan Habas karena dia ingin bersama dengan keluarga Anette tanpa ada pengawal. Dia tahu pernikahan mendadak dengan Anette, akan membuat anggota keluarga klan Pratomo pasti bertanya-tanya kenapa.
"Selama kamu sayang padaku dan tidak aneh-aneh, mereka bisa menerima kamu. Apalagi kan aku memang mau menikah denganmu," jawab Anette.
"Aneeettteee!"
Zayn dan Anette menoleh, tampak Brayden dan Adrienne datang lalu menghampiri mereka.
"Halo mas Brayden, mbak Adrienne," senyum Anette yang langsung memeluk kakak dan iparnya.
"Bagaimana kabarnya? Maaf ya mbak Adrienne belum mampir ke Abu Dhabi. Jadwal tugas di Inggris cukup padat. Kamu soalnya sudah ikut di Abu Dhabi kan ya?" ucap Adrienne dengan wajah manyun.
"Yaaaa gantian lah mbak," kekeh Anette.
"Anette gituuuu!" rengek Adrienne. Kedua wanita itu lalu berpelukan sambil nangis drama.
Brayden hanya menggeleng sebal sementara Zayn melongo melihat istri dan iparnya beda jauh dengan di Abu Dhabi.
"Mereka tidak nangis beneran. Hanya dramatis saja!" ucap Brayden cuek. "Anette dan Adrienne memang suka dramatis."
"Aku kira mereka benar-benar bertengkar," gumam Zayn.
"Berantem gimana? Anette dan Adrienne itu langsung klik dari hari pertama. Apalagi saat putraku lahir, Anette yang paling semangat!" kekeh Brayden.
"Bagaimana Lucien?" tanya Zayn ke putra Brayden dan Adrienne.
"Tuh, dikompeni sama para opa dan Omanya. Yakin mereka saling pamer siapa cucunya yang paling menggemaskan!" jawab Brayden ke arah para tetua yang sedang mengobrol sambil membawa bayi-bayi yang merupakan cucu masing-masing.
"Lucien itu artinya cahaya bukan?" tanya Zayn.
"Benar. Oom Arsya yang minta untuk mengingat nama leluhur Léopold. Aku sih tidak masalah selama artinya bagus." Brayden menoleh ke Zayn. "Kamu bahagia menikah dengan adikku?"
"Bahagia sangat! Adikmu jago masak dan semuanya enak-enak! Bahkan kemarin Anette buat ... Sayang, kemarin kamu masak apa?" panggil Zayn mesra.
"Kemarin? Oh soto ayam!" jawab Anette.
"Soto kuning atau bening?" tanya Brayden.
"Kuning. Zayn marah sama aku, karena bisa gendut!" gelak Anette. "Nambah tiga mangkok!"
"Serius?" tanya Adrienne. "Tapi Anette memang enak kok kalau masak. Aku saja kalah."
"Eh tapi mbak Adrienne enak masak makanan khas Uyghur," ucap Anette. "Aku bikin tapi kurang pas seperti mbak Adrienne."
"Adrienne, kamu masih suka masuk dapur?" tanya Zayn.
"Kalau bisa . Soalnya Brayden suka masakan aku. Jadi aku dan Brayden buat perjanjian kalau akhir pekan hari masak bersama," jawab Adrienne.
Zayn menatap Anette. "Apa kita akan lakukan seperti Brayden dan Adrienne? Cooking together in the weekend?"
"Boleh saja. Aku senang-senang saja." Anette tersenyum manis.
"Semuanya ... Ayo kita masuk ke area pernikahan!" ajak Sahran Léopold.
***
Acara pernikahan Terry dan Ekavira semakin ramai karena para tamu semua diajak menari dengan lagu-lagu India sesuai permintaan pengantin pria. Anette dan Zayn yang berada di sebelah Ariella dan Akarsana, tampak bingung dan saling berpandangan satu sama lain.
"Serius kita nari Kuch Kuch Hota Hai?" tanya Anette saat para generasi ke delapan berkumpul di taman.
"Begitulah," senyum Ariella.
"Ampun deh!" sungut Anette sambil memegang pelipisnya.
"Bolehkah aku bilang kalau aku beruntung lumpuh jadi tidak harus nari lagu India?" kekeh Zayn.
Anette melirik gemas ke suaminya. "Aku lebih suka kamu bisa berjalan, Zayn. Bukan bilang begini jugaaa!"
Zayn tersenyum. "Aku ingin bisa berjalan lagi tapi ... Untuk kali ini aku lebih suka tidak harus menari India."
Anette hanya memegang kedua pipi Zayn. "Suamiku, sepertinya kamu cocok deh menari India."
Zayn memajukan wajahnya dan mencium lembut bibir Anette. "Sayang, rayuan kamu tidak mempan karena aku tidak akan pernah nari India."
Anette pun manyun. "Cih, tidak berhasil.".
Ariella dan Akarsana tersenyum melihat interaksi pasangan suami istri itu. Ariella sedikit malu karena Anette yang lembut, bisa manja ke Zayn.
"Itu Terry kenapa minta ada tarian India sih, Ella?" tanya Akarsana.
"Lha Oom Vikram dan Opa Raj Rao kan orang India. Wajar lah," kekeh Ariella."Ayo kita nari, Sana! Anette, Zayn, kita nari dulu." Ariella menarik tangan Akarsana ke arena dansa.
Akarsana menatap Ariella dengan wajah manyun.
"Hei Akar rambut! Beneran kamu pacaran dengan adikku?" seru Brayden Carrington yang menari bersama dengan istrinya, Adrienne.
"Iya. Is that okay?" balas Akarsana.
"Tidak semudah itu Férguso!" seringai Brayden yang menikah usai pernikahan Alan Sasongko dan Rayline McCloud.
"Mas Brayden mau ngapain?" tanya Ariella curiga.
"Penggagalan unboxing Ikan Teri lah!"
Akarsana menoleh ke Ariella. "Apa itu maksudnya?"
Ariella menatap tajam ke arah kakak sepupunya yang jahil. "Kamu akan tahu nanti!"
***
"Aku diundang acara penggagalan unboxing oleh Brayden. Memang isinya apaan?" tanya Zayn saat mereka sudah berada di kamar untuk beristirahat usai acara makan malam.
"Isinya itu mencegah Terry untuk malam pertama dengan Vira. Acaranya bisa macam-macam. Ada balapan kalau di Dubai dan Qatar, bisa adu menembak, atau cuma gosip ala pria tidak jelas," jawab Anette. "Kamu akan tahu bagaimana kacaunya keluarga aku."
"Apakah seru?" tanya Zayn.
"Kamu akan tahu nanti."
Suara ketukan di pintu kamar Anette dan Zayn terdengar. Anette membukanya.
"Zayn sudah siap? Bilang santai saja." Brayden berdiri di depan pintu bersama dengan Sahran.
"Sudah. Ayo kita kesana," sahut Zayn yang tampak santai dengan kemeja hitam dan celana hitam, outfit yang sama saat dipakai makan malam. Hanya saja tanpa dasi dan jas.
"Oke. Kita pergi ya Net. Pinjam suamimu dulu!" pamit Sahran.
"Jangan diajari aneh-aneh deh!" pesan Anette dan Zayn menarik tangannya lembut.
"Pergi dulu sayang," senyum Zayn sambil mencium bibir Anette lembut dan mesra.
"Aku tinggal tidur ya. Karena kalian pasti semalaman," ucap Anette.
"Untung kalian sudah resmi menikah! Hampir saja aku hajar kamu karena berani mencium adikku di depan aku!" gerutu Brayden membuat Sahran cekikikan.
"Sorry, kamu tidak berhak meninju aku karena aku suami Anette jadi sah-sah saja," seringai Zayn sambil menjalankan kursi rodanya.
"Makanya itu aku kesal!" balas Brayden. "Dik, kamu tidur saja. Nggak usah nunggu suami kamu!"
Anette mengangguk sambil tersenyum. "Have fun semuanya. Semoga tidak ada yang baku hantam ya?"
Zayn menatap bingung ke Brayden dan Sahran. "Apa beneran kalian akan baku hantam?"
Brayden dan Sahran hanya tertawa usil. "Kamu tidak akan tahu apapun bisa saja terjadi di luar dugaan."
***
Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
Aq sotoy
moga kamu bisa introspeksi diri dan masih bisa bertemu anakmu kelak
Betapa sakitnya hati Zafar
makanya jadi orang jangan seralah😅😅😅