"Meiji....!" Teriaknya memeluk jenazah putranya.
Pada akhir hidupnya Lily menyadari, semua orang yang ada di sekitarnya adalah pengkhianat. Cinta mereka palsu!
Berakhir dengan kematian tragis.
Karena itu kala mengulangi waktu, dendam seorang ibu yang kehilangan putranya, membuatnya tertawa arogan dan berucap...
"Bukan kamu, tapi aku yang membuangmu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Oh...Lily
Seharian ini Lily sama sekali tidak bekerja. Meninggalkan rumah dalam keadaan seperti itu? Penuh pertengkaran dan perdebatan. Segalanya tidak pernah terbayangkan olehnya jika itu dulu. Tapi sekarang? Dirinya juga harus bahagia, lebih tepatnya juga berhak untuk bahagia.
Pergi ke dokter kulit, mendapatkan beberapa obat. Hari ini adalah me time tanpa bekerja. Tanpa dipusingkan masalah keluarga. Belanja brankas, pergi ke bank. Ada banyak hal yang harus dilakukan.
Wanita yang kembali mengunjungi tempat latihan taekwondo. Setelah lebih dari 5 tahun berhenti.
Yang terpenting me time! Karena Meiji belum lahir. Jika sudah lahir dirinya akan membawa putranya untuk berjalan-jalan bersamanya menikmati Family time.
Hingga kala sore menjelang barulah dirinya mulai membersihkan diri mengganti pakaian. Memilih tidak pulang, menyewa kamar hotel untuk malam ini. Pihak yang paling agresif adalah yang akan mendapatkan hasil.
Menggunakan gaun yang seksi menggoda. Walaupun wajahnya masih terlihat seperti kawah bulan, tapi setidaknya minyak jelantah hampir tidak terlihat. Menggunakan riasan salon, menatap penampilannya sendiri tidak percaya.
Jika Rini bagaikan malaikat, maka dirinya adalah... wanita penggoda kalau sudah berdandan.
Dengan cepat dirinya keluar dari kamar hotel menaiki lift menuju tempat parkiran. Menggunakan gaun yang sedikit terbuka. Demi Meiji apapun akan dilakukan olehnya.
Demi anaknya yang tampan, jenius, manis. Dirinya akan mempertaruhkan nyawanya sekalipun.
Menunggu cukup lama... benar-benar lama. Apa Neiji akan datang? Pria berkacamata dengan luka di pipinya yang hanya menjawab 'OK'
Tapi, benar saja tidak lama kemudian sebuah mobil tua senilai puluhan juta berhenti di hadapannya. Dari gayanya Neiji memang tidak ada elit-elitnya. Padahal dia berasal dari keluarga yang sama dengan Dilan. Lebih tepatnya kakak kandung Dilan?
Rambut berlumuran pome, kacamata tebal dengan luka menghiasi pipinya. Setelan jas kebesaran, tidak pas dengan ukurannya.
"Maaf! Membuatmu lama menunggu." Ucap Neiji canggung, membawa bunga mawar. Setidaknya membawa sekuntum bunga mawar.
Dirinya berusaha keras untuk tersenyum. Tapi apa yang diharapkannya? Tidak memiliki wajah secantik Rini. Bagaimana pria ini menjadi benar-benar tertarik?
Tapi.
Di luar dugaan, pemuda yang merupakan calon kakak iparnya ini bukan cuma datang. Tapi memberikan jasnya untuk dikenakan oleh Lily.
"Jangan sampai sakit." Ucap pemuda itu mengingat pakaian Lily yang terlalu minim.
Tapi yang ada di otak Neiji? Entahlah... mungkin tidak ingin tubuh wanita ini diliat oleh orang lain. Tidak boleh...atau tidak?
Ada banyak pertanyaan tentang sosok Neiji. Karena Lily juga tidak begitu mengenalnya.
"Ayo kita masuk..." Kalimat yang diucapkan pemuda ini.
***
Restauran hotel yang tidak begitu elite, mengingat ini hanya hotel bintang tiga. Tapi makanannya rasanya lumayan.
Mata Lily mengamati, bagaimana caranya bicara dengan pria yang irit bicara? Apa yang paling disukai pria di forum ya? Dirinya termenung berpikir.
"Aku..." Neiji yang hendak membuka pembicaraan membuatnya terkejut.
"Susu..." Lily menutup mulutnya sendiri merasa salah bicara. Bagaimana ini? Dirinya mengingat apa yang disukai pria, di forum adalah susu. Jadi keceplosan...
"Kamu ingin pesan susu?" Tanya pemuda ini datar.
Kali ini Lily benar-benar senang setengah mati. Pemuda ini menyelamatkan wajahnya.
"Pelayan! Aku pesan dua gelas susu." Kalimat yang diucapkan Neiji.
"Kamu pesan dua?" Tanya Lily.
"Karena aku suka susu." Pemuda yang tersenyum merapikan letak kacamatanya.
Jawaban singkat, padat, jelas, ulti. Membuatnya malu setengah mati, membayangkan malam pertamanya sebelum waktu terulang dengan pemuda ini.
Tidak! Dirinya harus bersabar! Harus ingat jika waktu telah terulang. Dan pria ini kemungkinan besar adalah makhluk dingin pecinta sesama jenis.
Menelan ludah memilin jemari tangannya. Bagaimana caranya untuk memulai pembicaraan dengan pemuda ini.
Malam ini begitu dingin, tolong hangatkan aku? Atau sepertinya aku pusing, tolong antar aku ke kamar? Kamu begitu tampan...tampan? Apa yang ada di pikirannya?
"Be... begini, aku memerlukan pertolonganmu." Wanita yang menelan ludah berucap pada akhirnya.
"Pertolongan?" Tanya Neiji tidak mengerti, menikmati makanannya.
Tidak mungkin dirinya minta tolong membuat anak pada pemuda yang baru ditemuinya. Jadi, satu-satunya cara memberanikan diri berucap.
"Apa kamu bisa membuatkan beberapa dokumen palsu untukku!" Lily memejamkan matanya, sedikit berteriak pada pemuda ini.
Matanya menatap ke arah Neiji yang masih diam tanpa ekspresi. Ah! Sial kenapa ini yang terucap.
Tapi di luar dugaan jawabannya."Tentu saja." Pemuda yang masih dapat tersenyum padanya tanpa menanyakan alasan dirinya membuat dokumen palsu. Padahal perbuatan itu melanggar hukum. Ada apa dengan orang ini sebenarnya?
"Kamu tidak khawatir, aku melakukan penipuan?" Tanya Lily tidak mengerti.
"Memang kamu bisa menipu orang?" Kalimat yang diucapkan oleh seorang pemuda yang masih saja dapat makan dengan tenang.
Dirinya menyipitkan mata memandang curiga. Pemuda ini begitu banyak memiliki berita tidak mengenakan. Dimulai dari, merupakan pencipta sesama jenis, memiliki kehidupan pribadi yang berantakan, hingga memiliki anak diluar nikah, mengidap HIV, ada juga gosip tentang pecandu narkotika. Semua gosip negatif bagaikan berpusat padanya.
"Jangan khawatir, aku dapat membayarmu dengan bayaran tinggi." Itulah yang diucapkan oleh Lily penuh senyuman menggoda, mengira pemuda ini tidak mudah tergoda.
Tapi bagaimana caranya menggoda Neiji. Sebelum mengulangi waktu, sudah pasti mereka terpengaruh obat. Tapi sekarang? Sudahlah alihkan dulu pembicaraan. Nanti baru kembali pada intinya.
"Jika pekerjaan ini berhasil, dan kamu mencapai tujuanmu. Aku minta bayarannya nanti saja." Pemuda berkacamata dengan luka di bagian pipinya menatap ke arahnya penuh senyuman. Tidak berubah sama sekali, justru perilakunya inilah yang semakin terlihat menyeramkan.
Dirinya bertanya, ini benar-benar karena penasaran."Omong-ngomong, Neiji, apa kamu penyuka sesama jenis?"
"Menurutmu?" Lagi-lagi senyuman memuakkan itu. Dirinya penasaran setengah mati, tapi pemuda ini selalu tersenyum menatap ke arahnya begitu menyeramkan. Apa sedang mengintimidasinya?
"Menurutku kamu aneh." Wanita yang perlahan tertawa bagaikan itu sebuah lelucon. Menghela nafas kasar, kalau begini bagaimana caranya dirinya memiliki Meiji. Mengajak ayah Meiji berkembang biak saja rasanya canggung.
"Apa kamu benar-benar mencintai Dilan?" Kali ini suara Neiji terdengar berat. Pemuda ini benar-benar dapat terlihat berbeda. Senyuman tidak terlihat di wajahnya, memotong daging tanpa rasa senang sedikitpun. Bagaikan menikmati memotong daging dengan barbeque saus.
"Tidak, lagi pula dia menyukai semua wanita cantik, dan aku tidak cantik." Lily menatap ke arah sekitarnya seperti mengalihkan pandangan, menghilangkan rasa tegangannya.
Pria ini benar-benar seperti monster dingin. Karena itulah sebelum mengulangi waktu dirinya memutuskan menolak pertanggung jawaban Neiji. Dan mempertahankan pernikahannya dengan Dilan.
Sedangkan Neiji menatap ke arahnya kemudian tersenyum kembali. Tidak seperti sebelumnya yang terlihat suram. Serti orang yang memancarkan aura berbeda.
"Lain kali jangan berpenampilan seperti ini, jika keluar dari rumah." Entah apa yang ada di otak pria ini. Tapi benar-benar irit bicara.
Lily sedikit terbatuk sopan, bertanya dengan ragu."Apa kamu pernah punya pacar sebelumnya?"
Tapi lagi-lagi jawaban sialan itu yang keluar dari mulut sialan itu."Menurutmu?" Ucap sang pemuda penuh senyuman memuakkan.
Lily berusaha keras untuk tersenyum, kemudian mulai pada pertanyaan inti."Apa kamu pernah berhubungan di ranjang dengan wanita sebelumnya. Sebenarnya aku..."
Neiji menghentikan gerakan tangannya yang tengah memotong daging. Bagaikan fokus menatap ke arahnya.
Tapi.
Benar-benar sial, ada yang aneh saat ini, seseorang memandang mereka dari jauh. Melangkah dengan cepat mendekati mereka.
"Apa yang kakak lakukan di sini, dengan si jelek?" Tiba-tiba saja Dilan datang entah dari mana. Sedangkan wanita itu menghela nafasnya rencananya kembali gagal, ingin menangis rasanya. Tidak bisakah dirinya berteriak pada Neiji, aku ingin tidur denganmu sekali saja.
Tapi dirinya tidak akan menyerah, untuk menemukan cara lain.
Neiji versi baru.
dasar Lisa bikin geram aja, setelah semua terbongkar bahwa Neiji bukan anak kandung gmn ya
ervan ati2 mulutmu kelak bakal kena slepet kembaran istrimu....
tp masa sihhh si raja iblis g ngerasa tu muka jelek anakny
masa baktinya udah selesai saat kau melukai Lily
selamat menikmati hari hari sedih mu yaa
jadi bayangin lagi muka nelangsa nya
kasiaaan 😜🤣🤣
lepaskan lah...yg harus dilepaskan 😜🤣🤣