Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 17
"Maaf apa anda baik-baik saja Bu Elea? Atau mungkin and atuh sesuatu? Wajah anda terlihat mulai pucat," tanya Reynaldi.
"Saya tidak apa-apa Pak Reynaldi, jangan khawatir. Silahkan jika anda ingin melanjutkan. pekerjaan anda," jawab Elea merasa agak kurang nyaman dengan perhatian dan cara bicara Reynaldi kepada dirinya.
"Tapi wajah anda semakin pucat Bu Elea. Lebih baik anda duduk dulu atau, ke klinik perusahaan saya saja, mari saya antar!" ajak Reynaldi Khawatir.
"Saya tidak apa-apa, Pak!" jawab Elea menolak, sedikit kesal sebenarnya karena suaminya lama sekali hanya mengambil pembalut di mobil.
"Ayo!" ajak Ghazi menarik tangan Elea pergi menuju toilet tanpa mempedulikan Reynaldy di sana.
"Apa mereka memiliki hubungan? Kenapa Pak Ghazi terlihat begitu perhatian kepada asistennya?" seru Reynaldi merasa aneh.
"Jangan aneh Pak, karena memang Pak Ghazi kan terkenal sekali pecinta wanita dan sering Gonta ganti wanita untuk dia ajak kencan saja..mungkin saat ini yang akan menjadi calon wanita teman kencannya itu asistennya dia! Makanya dia terlihat sangat perhatian dan baik seperti itu!" ucap asistennya.
"Apa? Aku kira dia hanya memilih para model muda dan baru saja yang cantik dan sexy? Tapi Bu Elea itu kan asistennya! Dan dia juga tak berpenampilan sexy?" bingung Reynaldi.
"Tapi dia itu cantik! Bahkan cantiknya sangat alami dan natural. Saya saja merasa tertarik kepada Bu Elea saat pandangan pertama. Dia itu nggak bosenin wajahnya. Belum lagi orangnya juga smart, walau terlihat galak sih! Tapi aku suka Pak," kekehnya jujur membuat Reynaldi menatap tajam ke arahnya.
Reynaldi sedikit ragu untuk pergi dari sana, karena dia agak penasaran dengan yang terjadi kepada Elea. Apa dia benar-benar sakit? Karena sampai pucat seperti itu, Gahzi juga terlihat khawatir dan bahkan menarik tangan Elea dengan penuh perhatian. Apa benar Elea adalah target wanita yang akan di kencani Ghazi kali ini?
"Pak Ghazi hanya akan berkencan satu kali saja dengan mereka. Setelahnya dia tak akan mau lagi. Walau aku dengar mereka hanya di ajak makan malam saja. Tapi entahlah, kan kita tak tahu apa yang terjadi antara mereka! Wajah tampan, uang banyak. Apa lagi yang bisa di sangkal dari Ghazi. Makanya banyak wanita yang rebutan antri menjadi teman kencannya!" asisten Reynaldi malah kembali mengompori.
Sedangkan di toilet, Ghazi menunggu Elea dengan setia di depan pintu, khawatir ada yang masuk ke dalam sana. Ghazi sedikit lama karena ternyata dia juga membeli benda-benda lainnya. termasuk dengan pakaian da-/lam yang pastinya di butuhkan oleh Elea. Dia pergi dulu ke mkni market yang ada di depan kantor.
"Wibby .... Kamu baik-baik saja kan? Apa aku perlu masuk buat bantu kamu?" tanya Ghazi mengetuk pintu toilet pelan.
"Berani masuk ku tendang kamu!" kesal Elea membuat Ghazi terkekeh.
Kalau istrinya masih bisa marah artinya dia baik-baik saja. Kecuali kalau Elea sudah tak bisa emosi padanya pasti terjadi sesuatu kepadanya. Cukup lama Elea akhirnya keluar dan masih mengenakan Jas milik Ghazi di pinggangnya. Karena dia mengenakan celana berwarna sedikit cerah sehingga membuatnya tetap harus menutupi ber-cak.
"Kita segera pulang dan bersih-bersih di rumah biar lebih nyaman!," ajak Ghazi mengulurkan tangannya kepada Elea.
"Iya, aku sepetinya butuh tidur. Lemas sekali, soalnya banyak sekali keluarnya. Mungkin karena aku minum jamu tadi apa ya? Soalnya aku nggak pernah minum jamu begituan!" celoteh Elea membuat Ghazi terkekeh.
"Bagaimana keadaan Bu Elea? Apa anda masih sakit? Kalau di perlukan bisa periksa di klinik yang ada di sini!" Reynaldi ternyata masih disana dan sedikit kaget melihat Ghazi menggenggam tangan Elea. Saat Elea ajan menarik tangannya, tapi Ghazi malah semakin mengeratkannya. Mereka lupa kalau saat ini berada di kantor orang lain. Tapi Ghazi malah terlihat cuek saja.
"Elea tak apa-apa, terima kasih sudah khawatir Pak Reynaldi. Kami permisi dulu!" jawab Ghazi dingin dan pergi dari sana dengan tangan tak lepas menggenggam Elea. Dia juga membukakan pintu dan memastikan Elea msuk ke dalam mobil dengan aman.
"Kan aku curiga sekali! Sepetinya Bu Elea adalah target selanjutnya! Astaga, kok aku rasanya nggak rela sekali kalau Bu Elea yang kali ini akan di kencani oleh pak Ghazi! Apalagi dia mulai mendekati dengan perhatian seperti itu!" kembali Fredy mengomel.
"Ya ampun Bu Elea aku! Jangan sampai percaya sama si kutu kupret playboy itu!" ucapnya kembali.
"Astaga kamu berisik sekali!" tegur Reynaldi, asistennya itu malah terkekeh.
"Abisnya saya gemas melihat Bu Elea di dekati Pak Ghazi, kalau saja say punya kekuatan dan segalanya. Saya akan selamatkan Bu Elea dari pria modelan Pak Ghazi itu! Pria playboy yang hanya akan menyakiti hati Bu Elea nantinya!"
"Bu Elea itu cantik kan Pak Rey! Anda juga pasti mengakui kecantikan dia seperti apa! Cewek Galak dan cuek yang akan asik di ajak ngobrol dan nggak akan membuat kita bosan. Hidup akan berwarna karena dia orangnya asik sekali! Cuma kalau sudah kesal dan marah seperti tadi dia sedikit mengerikan juga!" kekeh Fredy.
"Nggak usah bergosip! Cepat sana kerja!", kesal Reynaldi.
"Elea ... Wanita yang menarik! Awal bertemu dengan dia, gadis itu sudah mencuri perhatian aku! Matanya begitu indah, dandanan dan penampilan elegan tak berlebihan walau sedikit tomboy. Dan aura premannya juga bisa terasa. Benar yang di katakan Fredy kalau dia itu gadis yang sangat menarik dan unik. Tapi kenapa aku merasa jika dia memiliki hubungan lebih ya? Semoga saja Ghazi segera melepaskan Elea. Kasihan Elea kalau malah hanya di sakiti oleh Ghazi!" seru Reynaldi sambil terkekeh saat ingat wajah kesal Elea saat meeting tadi. Benar-benar sangat lucu.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan