NovelToon NovelToon
Kultivasi : Menilai Kecantikan, Meningkatkan Kekuatan

Kultivasi : Menilai Kecantikan, Meningkatkan Kekuatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action / Fantasi Isekai / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: MagnumKapalApi

Arc 1 : Bab 1 — 41 (Dunia Melalui Mata Bayi Ajaib)
Arc 2 : Bab 42 — ... (On-going)

Aku terlahir kembali di dunia kultivasi dengan ingatan utuh dan selera yang sama.

Di sini, kekuatan diukur lewat tingkat kultivasi.

Sedangkan aku? Aku memulainya dari no namun dengan mata yang bisa membaca Qi, meridian, dan potensi wanita sebelum mereka menyadarinya sendiri.

Aku akan membangun kekuatanku, tingkat demi tingkat bersama para wanita yang tak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MagnumKapalApi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 : Retakan Kecil di Dalam Dada.

[PoV Yu Yan]

Aku tidak bisa tidur walaupun malam sudah gelap.

Aku berbaring di kasur tipis di kamar baruku. Kasurnya keras dan berbunyi kalau aku bergerak. Jadi aku berusaha diam. Aku menatap atap kayu di atas kepalaku. Warnanya gelap, dan cahaya bulan dari jendela kecil membuat bayangan seperti bentuk-bentuk aneh. Kadang terlihat seperti tangan, kadang seperti wajah, jadi aku cepat-cepat berkedip supaya tidak takut.

Tangan kananku menempel di dadaku.

Di situ tempat yang sering sakit.

Hari ini sakitnya tidak terlalu kuat. Masih ada rasa tidak enak, tapi tidak seperti biasanya. Biasanya kalau aku tarik napas, dadaku terasa perih dan aku ingin menangis. Sekarang tidak begitu. Aku masih bisa bernapas pelan tanpa merasa mau pingsan.

Itu membuatku sedikit senang.

Tapi aku tetap tidak bisa tidur.

Dadaku terasa hangat. Bukan panas, tapi seperti kalau aku dipeluk selimut tebal. Bersamaan dengan itu, aku merasa aneh. Seperti ada yang tahu aku sedang bangun. Rasanya seperti waktu seseorang berdiri di belakangmu tapi kamu belum menoleh.

Aku merasa tidak sendirian.

Aku duduk dan turun dari kasur pelan-pelan. Kakiku menyentuh lantai kayu yang dingin dan aku meringis sebentar. Aku berjalan ke jendela kecil dan berdiri di ujung jari kakiku supaya bisa mengintip ke luar.

Di luar ada halaman belakang. Rumputnya kelihatan pucat karena cahaya bulan. Pohon-pohon diam, tidak bergerak. Jauh di sana ada bukit yang gelap dan besar. Bentuknya seperti binatang besar yang sedang tidur.

Aku menunggu.

Tidak ada suara. Tidak ada apa-apa.

Tapi perasaan aneh itu masih ada.

Aku jadi ingat Ayah.

Ayah pernah berkata padaku waktu aku duduk di samping tempat tidurnya.

“Yan’er,” kata Ayah sambil tersenyum lemah. “Dunia ini kadang suka melihat-lihat.”

Aku tidak benar-benar mengerti waktu itu.

Aku hanya tahu aku sering sakit. Aku tidak bisa lari lama seperti anak-anak lain. Dadaku sering terasa sesak. Kadang aku harus duduk lama sampai napasku kembali normal.

Aku tahu ada sesuatu yang salah di dalam dadaku. Aku tidak tahu bentuknya apa, tapi aku tahu rasanya berat.

Tapi sekarang aku tinggal di sini.

Dengan Ibu Shen.

Dan ada Shen Yu.

Aku memikirkan Shen Yu.

Bayi kecil yang jarang menangis. Matanya tenang. Kalau dia melihatku, aku merasa lebih nyaman. Dadaku tidak terlalu sakit. Seperti waktu aku memegang bantal kesayanganku saat demam.

Aku tersenyum kecil.

Aku tidak pernah punya adik. Aku juga biasanya tidak suka bayi. Bayi berisik dan suka menangis.

Tapi Shen Yu berbeda.

Dia menatapku lama, seolah dia mengenalku. Seolah dia tahu aku sering kesakitan.

Aku kembali ke kasur dan duduk bersila seperti yang diajarkan Ibu Shen. Kakiku terasa pegal dan aku hampir meluruskan kaki, tapi aku ingat kata Ibu Shen, jadi aku bertahan.

Aku memejamkan mata.

Aku menarik napas pelan.

Lalu menghembuskannya.

Aku membayangkan udara masuk ke tubuhku. Rasanya seperti angin hangat yang pelan. Ibu Shen bilang itu baik untuk tubuhku.

Di dadaku ada sesuatu yang berat. Aku membayangkannya seperti batu hitam besar. Biasanya aku tidak suka memikirkannya karena rasanya sakit.

Tapi malam ini berbeda.

Aku merasa batu itu tidak sekeras biasanya.

Seperti ada garis kecil di atasnya. Seperti retakan di batu.

Dari sana keluar cahaya kecil berwarna perak. Tidak terang, tapi cantik. Seperti cahaya bulan yang jatuh ke lantai.

Aku senang.

Aku tidak bergerak. Aku takut cahayanya pergi kalau aku bergerak. Aku duduk diam sambil terus bernapas pelan sampai tubuhku terasa capek sekali.

Mataku terasa berat.

Aku tidak tahu kapan aku tertidur.

Dalam mimpiku, aku berada di tempat yang sangat luas. Semuanya berwarna perak. Tanahnya bersinar, dan bulan di atas sangat besar.

Di depanku ada Shen Yu.

Dia tersenyum padaku. Dahinya bercahaya emas dan terasa hangat di mataku.

“Aku akan membuatmu tidak sakit,” katanya lembut.

Aku merasa dadaku hangat.

Aku tersenyum.

Dan aku tidur dengan perasaan yang baik.

1
^_^
tampar balik aja wajahnya (๑˃ᴗ˂)ﻭ
Aku Suka Plagi, Kamu Diam
aku nunggu adegan insectnya kk
Auzora Taraka Vesta
yang komentar Ironside semua /Sweat//Sweat//Sweat/
Auzora Taraka Vesta: Tapi bagus tuh...bang yoga jadi ada reader setia /Proud//Smile/
total 5 replies
Ironside
/Doge/
Ironside
owalah, kukira timeskip
Ironside
Gak sadar, udah lima tahun aja 🗿
Lin Mei: kecepatan kalo timeskip lima tahun, Pace slow-burn ini bg Leo 🗿
total 1 replies
Ironside
Tidak bisa dipungkiri, memakai antithesis itu enak /Chuckle/
Ironside: bentuk keren dari penolakan
total 2 replies
Ironside
👀
Ironside
Dongjua /Tongue/
Lin Mei: ahh iya typo njrr
total 1 replies
Ironside
Pengungkapannya kurang bagus menurutku, sebenarnya bisa tunjukkan lewat deduksi Malingseng aja 👀
Lin Mei: iyasih seharusnya MC yg ambil kesimpulan soal mata saktinya, tapi yg tahu soal seluk beluk dunia itu cmn si ibu 😭
total 1 replies
Ironside
Mana mesumnya? 🥀💔
Lin Mei: belum 🗿
total 1 replies
Ironside
Mirip-mirip nih novel Fantim Ucok, gak pakai dinkus.
Lin Mei: fantim emang aku ambil referensi dari Ucok, termasuk pecah bab juga
total 1 replies
Ironside
kyknya ini lupa tanda petik
Lin Mei: jirr iyaa 🗿
total 1 replies
Ironside
Chapter ini mengingatkanku dengan satu karakter wanita berambut pink itu /Chuckle/
Lin Mei: hentikaaaan bg Leo /Curse/
total 1 replies
Ironside
Kebiasaan malingseng dengan elipsisnya
Lin Mei: aowkaowkaok hampir setiap dialog, bahkan narasi pun /Facepalm/
total 1 replies
Ironside
Yey ... susu itu kembali
@Xiao Han (GG) ୧⍤⃝🍌 : SUSU!!
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!