Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Sesampainya di kantor keduanya kembali keruangan masing-masing setelah mereka kembali dari makan siang.
"Bell, katanya Merry kerja di perusahaan pak Verrel yah? ". Tanya Nana dengan penasaran.
Dia mendengar cerita dari temannya tentang keberadaan Merry di perusahaan tempat temannya itu bekerja. Apalagi jabatannya sama seperti sebelumnya, dia khawatir kalau Merry kembali menggoda Niko.
Apalagi mereka akan sering bertemu karena dia perusahaan tengah menjalin kerjasama dan itu sudah berjalan, Verrel pasti akan sering datang kesini atau sebaliknya dan kemungkinan besar Bella dan Niko akan bertemu dengan Merry.
"Iya begitulah Na, dia bahkan berusaha untuk berbicara dengan Niko, tapi Niko bahkan tak mau melihatnya sama sekali, saat dia ingin berbicara, Niko langsung mengajak aku pulang dan sekalian makan siang sebelum kemari".
Nana menaikkan alisnya sebelah tanda sedikit tidak percaya perkataan sahabatnya itu. Dia sangat tahu jika Niko selama ini begitu menyukai Merry dia takut itu hanya trik untuk mengelabui Bella
"Sepertinya dia sudah sadar sepenuhnya". Cicitnya pelan.
"Entahlah na, aku hanya berharap semua ini berjalan mulus kedepannya, lagian kita tidak tahu apa yang terjadi nanti saat 49 hari kedepan".
"Memang kamu ada rencana lain setelah 49 hari nanti selain berjuang untuk rumah tangga kalian? , bukankah didalam perjanjian itu jika tidak dapat disepakati dan akan kembali bersama, kamu akan dengan suka rela bercerai tanpa meminta apapun yang menjadi hakmu".
Bella hanya menghela nafas, bukan itu yang dia pikirkan saat waktunya tiba, tapi bagaimana dirinya bisa mempertahankan rumah tangga yang sejak awal berantakan.
Dan jika mereka tidak bisa bertahan dengan rumah tangga itu, artinya semua yang dia lakukan sia-sia semata.
"Entahlah na, aku hanya ingin semuanya berjalan lancar sampai waktunya tiba saja, lagian aku lelah dengan semua masalah yang ada, walau Niko sudah mulai berubah tapi aku harus tetap jaga-jaga akan kemungkinan paling buruk sekalipun".
Nana hanya bisa mengangguk, dia tidak ingin terlalu ikut campur dengan masalah rumah tangga sahabatnya, biar bagaimanapun itu bukan urusannya.
"Ya sudah, kamu atur saja yang terbaik untukmu Bell, aku yakin kamu lebih tahu apa yang terbaik untuk keluarga kecil kalian nantinya, jangan terlalu dipikirkan, biarkan saja semuanya dulu".
Bella mengangguk tersenyum, dia sungguh-sungguh beruntung memiliki teman yang sangat perhatian dan peduli padanya bahkan sejak pertama kali mereka berteman perhatian dan kepedulian Nana padanya tidak pernah berubah
Sedangkan Merry yang baru pulang dari kantornya pun melaksanakan aksinya, dia sengaja untuk pulang lebih akhir karena tahu bosnya kini sedang kelimpungan mengurus laporan yang diinginkan oleh Bella dan Niko esok hari.
Dia akan mengambil kesempatan emas untuk bisa memiliki dan memeras Verrel seperti yang dia lakukan pada Niko dan beberapa lelaki sebelumnya, dia memang selalu mengincar pemuda kaya untuk bisa dinikmati uangnya
"Bos kok tidak pulang?, laporannya sudah saya betulkan, ada lagi yang bisa saya bantu?". Tanyanya dengan senyum menggoda.
Penggoda dimana saja tetap sama, mereka akan mengeluarkan jurus pamungkasnya untuk merayu laki-laki yang lemah akan iman dan suka dengan wanita seperti mereka.
Tentu saja selama uang berjalan mulus dia akan terus melakukan segalanya yang penting dia bisa hidup enak dan terjamin
"Aku sedang mengurus laporan ini Mer, besok harus aku pertanggungjawaban pada perusahaan tuan Niko, jangan lupa kamu ikut aku besok yah". Ucapnya dengan senyum senang .
Dia senang sekali mendapatkan perhatian dari wanita yang menjadi sekretaris nya ini, siapa yang tidak mau dengan sekretaris nya. Dia muda, pintar, cantik, seksi menggoda dan bisa membantunya dalam mengelola perusahaan, jika dia bisa mendapatkan Merry dia pasti beruntung.
"Baiklah pak, apa sih yang tidak buat bapak". Ucapnya dengan senang.
"Jika aku bisa mendapatkan bosku ini, aku tidak akan hidup susah lagi dan bisa kembali menikmati hidup mewah seperti saat bersama Niko ". Cicitnya dalam hati bersorak riang.
"Kok kamu belum pulang Merry?, kan ini jam pulang kantor bahkan sudah sejak tadi berlangsungnya, memang ada yang ketinggalan atau apa gitu?". Tanya sang bos tiba-tiba dengan penuh perhatian
Dia memperhatikan wajah cantik itu dengan seksama sambil tersenyum senang, dia akan mendapatkan perempuan cantik dan seksi didepannya ini
Merry tertawa kecil semakin menambah kecantikannya dimatanya, senyum yang selalu dia pakai untuk menggoda lelaki hidung belang yang sangat senang dengan hal seperti ini, dia yakin bos nya sama sekali dengan lelaki yang lainnya
"Aku hanya ingin tahu dan memastikan kenapa bos belum pulang padahal semua pekerjaan untuk hari ini sudah selesai, tapi bos malah berada dikantor dan wajah bos juga sedikit kusut sama seperti berhadapan dengan pak Bella dan Niko". Ucapnya berpura-pura peduli.
Dia memasang wajah sendu dengan penuh kepedulian agar bosnya ini semakin tersentuh karenanya, baginya lelaki itu sama semua karena pada dasarnya lelaki itu sangat senang dimanja dan diperhatikan.
"Adudu, manis sekali dan perhatian sekali kamu padaku Merry, kamu tahu saja aku suka diperhatikan seperti itu". Ucap sang bos tersipu malu.
Merry tertawa girang dalam hati melihat tingkah bosnya yang malu dan seolah menyambut perhatiannya, dia yakin bos nya juga akan tertarik padanya dan dia dengan mudah untuk bisa menjerat nya
"Aku hanya khawatir bos, nanti bos sakit kalau terlalu capek, kan aku jadi sedih". Jawabnya kembali memainkan perannya dengan lihai.
"Makasih yah, aku hanya sedang merampungkan ini kok setelah itu baru pulang, gimana kalau kita pergi makan malam untuk malam ini seperti nya menyenangkan". Ajaknya penuh harap.
Dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk bisa menikmati tubuh perempuan didepannya ini apalagi badannya begitu menggoda iman nya, dai yakin Merry sama seperti perempuan lain yang akan silau akan harta benda yang dia miliki
"Dasar lelaki bodoh dan mudah sekali ditipu, baguslah kalau termakan umpanku, dia lebih mudah didapat ternyata". Ucapnya dalam hati penuh kemenangan.
"Aduh boleh dong bos, dengan senang hati aku menyambutnya apalagi kalau bos yang ajak, siapa sih yang menolak diajak oleh bos tampan dan kaya seperti bos ini". Jawabnya dengan senyuman manis.
"Baiklah aku antar kamu pulang yah, supaya aku tahu dimana rumah kamu dan bisa jemput kamu nanti". Jawabnya dengan girang luar biasa.
Tenyata Merry menyambut dirinya, dia yakin siapa yang mau menolak dirinya, dia kaya, tampan dan punya segalanya tentu saja dia mudah mendapatkan perempuan manapun yang dia inginkan
"Lihat saja kamu akan bertekuk lutut dibawah kaki ku seperti Niko setelah itu akan ku manfaatkan dan aku kuras hartamu". Sinisnya dalam hati
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆