Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.
Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.
Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.
Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ratu Peri Part 2
"Mungkin benar aku punya dendam dengan Kekaisaran, tapi lebih tepatnya orang-orang yang ada di kekaisaran!" jawab Lusy penuh dengan tekad.
"Hahahaha... Kamu sangat unik anak Muda! Siapa namamu?"
Ratu Peri mulai tertarik dengan Lusy, karena dia juga membenci orang-orang Kekaisaran yang bermuka dua.
"Lusy Verheiz!"
Lusy tidak menutupi sama sekali nama aslinya di depan Ratu peri, karena dia pikir, percuma juga menutupi hal tersebut dari peri yang bisa mengetahui segalanya di dunia peri.
"Lusy? Kamu dari keluarga
Verheiz?" Ratu peri sedikit terkejut dengan marga Lusy.
"Itu dulu sebelum aku di buang keluargaku! Karena itulah aku di sini!"
Wajah Lusy terlihat menggelap, energi sihirnya sedikit meluap keluar.
Ratu peri terkejut saat melihat energi sihir Lusy yang keperakan yang pekat, dia tahu jenis energi sihir tersebut.
"Energi sihir milik leluhur peri ternyata di turunkan padanya! Pantas saja dia tidak takut ataupun tertekan dengan keberadaan ku!"
Ratu peri bergumam dalam hati, dia yang merasakan dan melihat energi sihir Lusy sangat yakin, kalau energi sihir tersebut milik leluhur peri.
Rati peri meyakini kalau peri muda di depannya tersebut, suatu saat nanti akan mengguncang dunia peri.
Ratu peri berdiri, dia menghampiri Lusy dan mengeluarkan pedang peri yang di wariskan secara turun temurun oleh Ratu peri sebelumnya.
Lusy terkejut, dia mengira kalau Ratu peri akan membunuhnya.
Lusy juga berdiri dia mengeluarkan pedang legendaris, Gear-nya juga ikut keluar dari Cincin penyimpanan-nya.
Aura pedang legendaris langsung memadamkan Aura pedang ratu peri milik ratu, sehingga Ratu peri tersenyum getir.
"Sudah kuduga, kamu memang titisan-nya." ucap Ratu peri tidak berdaya.
Dia kembali duduk di ranjang Lusy.
Lusy mengerutkan keningnya, dia merasa heran dengan sikap Ratu yang tiba-tiba kembali duduk setelah mengangkat pedangnya.
"Turunkan pedangmu, aku tidak mungkin membunuh calon penerusku nantinya."
Ratu masih tidak percaya, kalau akan secepat itu penerusnya datang, padahal dia baru memimpin dunia peri seratus tahun.
"Apa maksudmu?" Lusy masih waspada dengan Ratu.
Ratu menghela napas "Apa kamu tahu pedang yang kamu pegang dan Gear yang melindungimu itu?"
Lusy menggeleng, tapi tangannya masih menggenggam erat gagang pedangnya, karena dia takut tiba-tiba Ratu akan menyerangnya.
"Seribu tahun yang lalu, Leluhur peri mengorbankan dirinya untuk membentuk dunia peri yang damai seperti sekarang! Dia menyegel pedang dan senjata miliknya yang kain entah dimana!"
Ratu peri menunjuk pedang Lusy "pedang dan Gear itu miliknya, artinya di mewariskan senjata itu padamu!"
Lusy mulai melemahkan genggamannya di pedang miliknya, dia mulai ingin mendengarkan lebih detail tentang senjatanya.
"Apa yang kamu katakan benar!?" tanya Lusy ketus.
"Lihatlah pedangku ini, tiga pedang Ratu peri terbuat hanya dari serpihan pedang tersebut, karena itulah aura pedang milikku akan langsung terserap oleh pedang milikmu."
Ratu peri tidak keberatan sama sekali menceritakan semuanya pada Lusy, karena dia merupakan Ratu peri yang murah hati, meski sangat keji dengan musuhnya.
"Simpanlah Rahasia ini, aku tidak akan memberitahu keberadaan pedang tersebut, hati-hatilah, karena akan ada orang yang memburumu jika tahu kamu memiliki pedang itu! Karena mereka yang tahu tentang pedang tersebut bukanlah orang-orang lemah!" Ucap Ratu
Ratu peri ingin melindungi Lusy, di pikir Lusy masihlah peri Muda yang masih kurang pengalaman dalam bertarung.
Lusy menyimpan pedang dan Gear-nya ke dalam Cincin penyimpanan, dia sekarang sudah sedikit mempercayai Ratu peri.
"Terima kasih Informasinya!" Lusy menangkupkan tinju untuk memberikan hormat pada Ratu peri.
"Besok datanglah ke tempatku! Aku ingin menguji kekuatanmu!"
Setelah mengatakan itu, hanya dalam satu tarikan napas, Ratu peri langsung menghilang dari hadapan Lusy.
"Gerakannya sangat cepat!"