NovelToon NovelToon
Suami Tampanku.

Suami Tampanku.

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: selvi serman

"Menikahlah segera jika ingin menepis dugaan mama kamu, bang!."perkataan sang ayah memenuhi benak dan pikiran Faras. namun, bagaimana ia bisa menikah jika sampai dengan saat ini ia tidak punya kekasih, lebih tepatnya hingga usianya dua puluh enam tahun Faras sama sekali belum pernah menjalin hubungan asmara dengan wanita manapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata Gilang.

"Sebenarnya apa sih alasan mas ingin kita cepat pindah ke rumah baru? Padahal tinggal di rumah mama lebih asyik loh, di sana Za dan juga Zi, lebih rame." bukannya tidak senang menempati rumah baru, tapi Inara hanya ingin tahu alasan utama suaminya memutuskan untuk pindah lebih awal dari rencana sebelumnya.

"Justru karena terlalu rame makanya mas ingin cepat-cepat pindah." balas Faras seraya mengelus rambut panjang Inara yang kini berada dalam dekapannya. Kini Keduanya duduk selonjoran di sofa ruang tengah.

"Maksudnya?." jawaban Faras mampu menciptakan kerutan halus di dahi Inara, kepalanya pun sudah mendongak menatap wajah suaminya.

"Kalau di rumah mama terlalu rame, kita tidak bisa bebas. Kalau di rumah sendiri kan bebas, mau melakukannya di manapun tidak perlu khawatir ada orang lain yang lihat. di rumah sendiri kita bisa melakukannya di sini, di sana, di sana dan di mana saja yang kita mau, iya kan." Faras mengabsen setiap sudut ruangan di rumah tersebut, mulai dari sofa dan juga tempat lainnya sambil menaikan alis tebalnya dengan penuh makna.

Pantas saja suaminya itu memerintahkan asisten rumah tangga hanya bekerja pada siang hari saja dan pulang pada sore harinya, rupanya ada udang di balik bakwan. Inara langsung geleng kepala mendengarnya. "Kakak kelas yang dulunya aku anggap kalem, pendiam bahkan terkesan dingin, kenyataannya me-sum sekali ya."

"Memangnya salah me-sum sama istri sendiri." baru berujar, tangan sudah tak bisa di kondisikan.

Notifikasi pesan di ponsel Inara berhasil menghentikan kegiatan Faras, pria itu langsung menatap ke arah meja sofa di mana saat ini ponsel Inara berada.

"Lihat dulu! Siapa tahu pesan dari mama." kata Faras. Inara menurut, memeriksa pesan yang baru saja masuk ke aplikasi hijau miliknya.

"Pesan dari siapa?." tanya Faras saat Inara menatap layar ponselnya untuk waktu yang cukup lama.

"Nggak tahu pesan dari siapa, nomor baru soalnya."

Faras yang penasaran lantas menegakkan posisi duduknya lalu mengambil alih ponsel itu dari tangan Inara.

"Bolehkah kamu menemui ku di restoran XXX sepulang kerja besok, Inara!." batin Faras saat membaca pesan tersebut.

"Demi Tuhan, mas. Aku nggak tahu itu nomor siapa." Inara takut suaminya salah paham dan berpikir yang bukan-bukan tentang dirinya.

Faras langsung mengulas senyum. "Mas percaya, sayang." mengelus lembut pipi Inara dengan ibu jarinya.

Kini fokus Faras kembali pada pesan di ponsel Inara, mencoba membuka profil pemilik nomor tersebut tapi tak ada foto ataupun gambar yang tertera di sana. Inara jadi ikutan cemas melihat mimik wajah suaminya yang kini berubah serius. "Kira-kira siapa yang mengirim pesan ini?." gumam Inara.

"Entahlah...tapi sepertinya orang ini memang sengaja tak ingin kau tahu siapa dirinya, sebelum kamu bertemu dengannya di tempat yang sudah direncanakannya."

"Nggak perlu digubris mas, biarkan saja! bisa jadi orang itu hanya iseng."

Faras menggelengkan kepala. "Mas nggak yakin orang ini hanya berniat iseng, mas Yakin orang ini kenal sama kita."

*

Keesokan harinya.

Tidak terasa waktu terus berjalan jam kerja untuk hari ini pun telah usai. Semua pegawai SJ group satu persatu meninggalkan gedung, hendak kembali ke kediaman masing-masing. Sementara Inara, wanita itu masih berada di meja kerjanya menunggu Faras keluar dari ruangannya.

Tak lama kemudian Faras terlihat keluar dari ruangannya, menghampiri meja kerja istrinya.

"Ayo, sayang."

Inara beranjak dari kursinya, tak lupa meraih tasnya. "Aku kok jadi deg-degan, mas."

"Jangan takut, mas akan mengawasi kamu dari jarak yang aman!." Faras coba meyakinkan Inara bahwa semua akan baik-baik saja. bisa saja Faras mengabaikan pesan tersebut, akan tetapi pagi tadi pesan dari nomor yang sama kembali masuk ke ponsel Inara dan bunyi dari pesannya nyaris sama, mengajak istrinya untuk bertemu di restoran XXX. Hingga Faras tak bisa mengabaikan pesan tersebut begitu saja, ia ingin tahu siapa sebenarnya pemilik nomor telepon tersebut.

Di sepanjang perjalanan menuju restoran Inara nampak memilin ujung kemejanya guna mengurangi rasa tegang yang menyelimutinya.

Faras menggenggam tangan Inara dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya masih stay pada kemudi. "Kamu percaya kan sama mas?."

Inara mengangguk.

"Kalau begitu, tenanglah! Jangan tegang seperti itu!." Faras berusaha menenangkan Inara.

"Jika sampai dugaanku benar, akan ku pastikan kau akan menyesali kelancangan mu menggangu ketenangan Istriku." batin Faras.

Setibanya di alamat restoran yang dimaksud oleh pengirim pesan tersebut, Inara sengaja turun seorang diri tanpa ditemani oleh Faras. setibanya di ambang pintu utama resto, Inara menyapu pandangan, mencari nomor meja yang disebutkan oleh pengirim pesan. Ia kembali melanjutkan langkahnya setelah memastikan keberadaan nomor meja yang dimaksud.

Inara mengusap keringat yang mulai bercucuran di dahinya.

"Selamat sore, Inara." Inara sontak mengangkat pandangannya saat mendengar seruan seseorang yang kini sudah berdiri tepat dihadapannya.

"Kak Gilang."

Tindakan Gilang yang langsung menempati kursi dihadapannya, sudah cukup menjadi jawaban bahwa pria itulah yang mengirim pesan untuknya semalam dan juga pagi tadi.

Gilang mengangguk, seolah membenarkan apa yang ada dipikiran Inara saat ini. "Benar, aku yang telah mengirim pesan untukmu, Inara." aku Gilang dihadapan Inara dan itu mampu membuat seseorang yang saat ini menempati meja yang tidak jauh dari meja mereka sontak mengepalkan tangannya. pria dengan jaket hitam, masker serta kaca mata hitam yang bertengger pada hidung mancungnya tersebut berusaha untuk tetap tenang, seraya mendengarkan apa tujuan Gilang mengajak istrinya bertemu.

"Sebelumnya aku minta maaf, Inara! Mungkin apa yang ingin kau sampaikan ini akan mengejutkan bagimu, tapi aku mohon pengertian darimu!."

"Apa maksud kak Gilang?." Inara sudah merasa was-was.

"Sebagai sesama wanita, aku mohon padamu untuk sedikit mengerti pada kondisi adikku. Saat ini Yumi sangat membutuhkan dukungan dari orang yang dicintainya, dan aku rasa kau paham dengan maksudku, Inara." sebenarnya Gilang tak tega berkata demikian pada Inara, mengingat wanita cantik yang kini menjadi nyonya Sarfaras Wisatara tersebut pernah menempati tempat terindah di relung hatinya. Akan tetapi, kasih sayang serta kondisi sang adik memaksa Gilang menebalkan muka dihadapan Inara.

Hampir saja Faras kehabisan kesabaran mendengar penuturan gila dari mulut Gilang. suami Inara itu sudah nampak mengetatkan rahangnya.

"Apa sebelum mengatakan semua ini kak Gilang pernah berpikir sedikit saja bagaimana perasaan aku? Aku ini istrinya mas Faras, bagaimana mungkin kak Gilang meminta aku mengerti dengan kondisi Yumi jika caranya saja sudah salah, kak."

"Inara aku mohon padamu! Aku janji setelah kondisi Yumi lebih baik, aku tidak akan mengganggu hubungan kalian lagi." Gilang masih terus berusaha dan berharap Inara merasa iba pada kondisi Yumi.

"Maaf kak, bukannya Inara tidak mau mengerti dengan kondisi kak Yumi saat ini, tapi Inara tidak mau pada akhirnya Inara yang akan depresi akibat memikirkan suami Inara dekat dengan wanita lain." setelahnya Inara pun bangkit dari kursinya. Gilang yang merasa percakapan mereka belum selesai hendak mencegahnya. Tapi sayangnya, belum tangannya menempel pada lengan Inara, sebuah tangan besar milik seseorang langsung menepis tangannya dengan kasar.

"Jangan sekali-kali kau menyentuh istriku!." suara bariton Faras mengejutkan Gilang, begitu pun dengan Inara.

1
Violet
Yg ga waras bkn Yumi tp Gilang! Andaikata Faras dekatin Yumi yg ada endingnya mlh makin tebal cintanya & menggila obsesinya ke Faras! Org waras aja bisa makin dlm cintanya ke seseorg lah apalg ini yg divonis jiwanya terganggu bisa2 Faras yg dimatiin biar ga ada yg bisa munyain Faras!
Marina Tarigan
kok gilsng kekeh kali menjebloskan cleaning servis sih vilang memang sih kurang hati2 ksrena tempatnya bekerja dihuni orang gila berapa wanita yg mau sakiti gilang margin inara vleanig servis semoga dgn egois mu itu kamu akan menerima balasan seperti yumi otu
Marina Tarigan
lebih baik mati karena dari segala sisi yumi hanya menyusahkan orang2 disekitarnya kesembuhan bahi yumi tdk bisa lagi akibat terlampau banyak situadi yg menggrogoti ulahnua dan akibat perilakunya juga kelewat batas dan semua yg dia sakiti mendpt kebahagiaan semuanys
Marina Tarigan
rupanya ada wanita menghalakan degala cara utk mencspai cita2nua ada korban tap berbalik padanya lebih parah
Marina Tarigan
sebaiknya hamil yumi itu digugurkan kalau hamil dibiarkan bisa berbahaya bagi anak dan yumi karena hilanya ngamuk2 terus
Marina Tarigan
apa boleh buat tak usah disesali mungkin darah anak kembar syah setelah berubah jadi drakula yg membawa malapetaka bagi mereka berdua mudah2an gilang darah daging ayah berubah karen ketulusan hati margin dan ibunya kalau yumi mati di rmh sakit jiwa akhirny karena dia menginginkan sesuatu yg bukan haknya dan sdh menghancurkan orang baik2
Marina Tarigan
wah awalnya kita kira Margin itu jelek gigi tonggos pendek wajah kusam tdk menarik mknya gilang sangat benci padanya rupanya cantik lemah lembut pintar jadinya perbuatan biadap gilang membawa berkah luar biasa bagi margin dan Arga bahagia dan langgeng rmh tgganya kedepan
Marina Tarigan
kalian sepadan Arga Margin orang yg disakiti manusia biadap akan bahagia kedepannya
Marina Tarigan
nantinya pasti ayahnya Arga akan beri tahi Arga kelakuan Mirna di luaran sana sebgi pelavur kls tinggi ug serong ber ganti2 pria masjk hotel pria baik pasangamnya wanita baik2
Marina Tarigan
kehidupanmu dgn Margin nantinys kamu mdpt cinta sejst Arga katena Margin adalaj wanita baik2
Marina Tarigan
salah orang deh gilang mengorban kan 2 orang ke jurang malapetaka kasiham marhin
Marina Tarigan
tapi ada juga anehnya kok Faras dan keluarganya ada dirmh tdk mencari istrinya apa ada yg melapor inara sdh terlepas dari sekapan yumi
Marina Tarigan
sebentar lagi riwayatmu tammat yumi sm keluargamu juga akan kena kau terlibat penipuan pencurian di rmh Bsyu penculikan dan penyiksaan terhadap orang yg sangat berharga dimata Fatas dan keluarganya
Marina Tarigan
walaupun kamu sekap inara yummy Faras akan membunuhmu kalau kau dekati faras sebentar lagi tammat riwatmu
Marina Tarigan
mknya sangat sayang kpd saudara sangat patut tspi kalau teerlaammpau sayang akibatnya dibodohi sampai harga diri dipertaruhkan
Marina Tarigan
manusi nya ada yg gila ada yg sangat bodoh ada yg gatal lengkaplah
Marina Tarigan
si bayu ini dr beneran atau dr abal2 kok sampai segiyu jauh mau membantu kegilaan yumi
Marina Tarigan
lagi dr monyet mengikuti wanita psikopat d
Marina Tarigan
gilang laki2 aneh tdk waras masa suami orang disuruh dekat sama yumi wanita gatal itu kalsu adikmu itu cinta mati sm Pres Bill Clinton kamu juga bujuk presiden itu dan istrinya Hillary utk meluk2 cium2 humi orsng gila itu gilang kamu kebangetan membela yumi itu lebih baik kamu nikahi adikmu itu jgn ganggu rmh tgga orang yg gila itu justru kamu faras kamu hina serendah itu buang saja adikmu itu ke jurang sana selesai
Marina Tarigan
ada juga otaknya sdh keluar dari raganya ya masa mau menyuruh seorang ceo perusahaabesar mengjibur orang gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!