Sabrina Anastsya Nugroho seorang gadis muda yang diumurnya yang muda, ia harus melewati banyak ujian di masa SMAnya ia harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal akbiat kecelakan tak berselah lama kepergian orang tuanya sabrinapun harus menghadapi adiknya kecelakaan dan koma bertahun-tanun.
Dari kejadian itu semua ia bertemu dengan sahabat lama kedua orang tuanya. Dan dijodohkan dengan anak laki-laki sahabat kedua orang tuanya.
Menghantarkannya untuk jatuh cinta pertama kalinya, diselama pernikahan mereka banyak badai yang menerpa mereka.
Seberapa besar kah? Cinta keduanya. Apakah mereka akan bertahan, dengan banyaknya badai yang akan memisahkan mereka?
Selamat Membaca💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30.
David menatap Sabrina dengan lekat dilihatnya wanita itu sudah beranjak dewasa dan menambah pesona kecantikkannya, membuatnya teringat perasaannya yang telah lama ia simpan dan ia pendam selama ini.
David memang belum pernah mengatakan atau mengungkapkan perasaannya kepada Sabrina karena ia baru menyadari perasaan itu ketika ia berangkat kuliah di Australia, ia merasa ada yang hilang ketika ia berjauhan dengan wanita itu.
Dan setelah jauh ia mengakui bahwa ia sudah jatuh cinta kepada sahabat kecilnya ini, dia sengaja tidak mengungkapkannya saat masih di Australia dulu karena ia merasa bahwa belum waktunya untuk mengungkapkan itu semua.
Dan kepulangannya inilah saatnya ia mengatakan itu semua dan berniat melamar Sabrina menjadi istrinya. Tanpa ia sadari ia melamun dan mengabaikan Sabrina yang ada didepannya.
Sabrinapun memangil-manggil nama David sambil mengerakan tangannya kekanan dan kekiri.
"Kak David, kak ? kakak baik-baik saja ?."
"Ehhiya Sab aku baik-baik saja, maaf aku melamun tadi hehehe." Ucap David sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
"Emmm apa yang kakak lamunkan ?." Jawab Sabrina sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Tidak terlalu penting Sab hanya sebuah pekerjaan saja kok." Sahut David yang berbohong.
"Kamu belum menjawab pertanyaanku Sabrina !."
"Hah ? Pertanyaan yang mana ya kak ?."
"Pertanyaan ku diawal, Apa kabarmu sekarang ?."
"Sabrina baik kak, seperti yang Kak David lihat sekarang."
"Lalu dengan Syran ? Bagaimana perkembangannya ? Aku sudah mendengar semuanya Sab dari Lala. Maafkan aku tidak bisa datang langsung dan berada disisi kalian saat itu sab."
"Syran baik kak dan dia dalam keadaan stabil sekarang tapi, belum ada tanda-tanda dia bangun dari tidur panjangnya. Tidak masalah kak, Sabrina mengerti pada saat itu kakak masih sibuk kuliah dan mengurus cabang perusahan Ayah kakak i'ts okey kak, Sabrina paham." Ucap Sabrina sambil tersenyum.
Lama mereka berbincang membahas saat mereka dulu masih bersama dimasa waktu mereka masih kecil dulu, tanpa terasa hari sudah mulai siang dan mereka harus menghentikan pembicaraan mereka tersebut.
"Apa kakak sudah mau kembali bekerja lagi ?."
"Iya Sab siang ini aku ada janji bertemu dengan rekan bisnisku disaat makan siang."
"Wahh sayang sekali padahal Sabrina mau ngajak Kak David buat makan siang bareng tadinya."
"Next time ya Sab kita makan bareng, maaf hari ini aku engga bisa."
"I'ts okey kak, kalo giman nanti kita makan bareng bertiga bareng Syran kak ?."
"Eemmiya Sab, berdua juga engga masalah kok dan aku senang."
"Hah ? Maksud kakak ?."
"Enggapapa nanti aku atur waktu dan aku kabrin kamu oke ?."
"Oke Kak David."
"Kalo gitu aku jalan dulu ya sampai ketemu lagi."
"Iya kak hati-hati dijalan."
Sabrinapun mengantarkan David keluar sampai didepan toko bunganya dan melambaikan tangannya kearah David yang sudah didalam mobil dan melajukan mobilnya ke tempat ia harus bertemu dengan rekan bisnisnya.
~My Hubby Message.
'Honey apa kamu sibuk sekarang ?.'
'Sayang jangan buat aku khawatir.'
'Sayang balas pesan ku, aku benar-benar mengkhawatirkan mu sekarang.'
Sabrina berjalan arah meja yang terdapat ponselnya dia melihat ponselnya bergetar berkali-kali tanda ada notif pesan yang masuk di ponselnya, dan ia segara membuka dan terlihat notif itu dari suami tercintanya dan itu membuatnya tersenyum seluas bahkan sampai menyipitkan matanya pertanda bahwa dia sangat senang mendapatkan pesan itu.
...----------------...
~ My Wife Message.
'Sabrina baik-baik saja my hubby ❤'
'Jangan lupa makan siang kak !. Jangan telat makan Sabrina akan marah kalo kakak telat makan !'.
Rizky melirik ponselnya dan membuka langsung pesan dari istrinya itu dan ia tersenyum membaca pesan dari istrinya, yang memanggil dengan sebutan 'my hubby' dan emoticon Love. Dia serasa mendapat semangat lebih siang ini.
~ My Hubby Message.
'Aku mencintai mu ❤. Aku tidak akan telat makan siang, dan kamupun jangan telat makan siang. Terimakasih panggillannya aku sangat senang dengan panggilan 'My Hubby'. Aku akan ketemu rekan bisnisku siang ini, aku jemput nanti sore. Aku sangat merindukan mu sayang!'
Setelah membalas pesan dari istrinya, Rizky pun keluar ruangannya dan mengajak Gisel untuk bertemu salah satu rekan bisnisnya.
"Ayok kita berangkat Gisel."
"Baik pak."
"Sudah kau siapkan semua dokumen-dokumen yang diperlukan ?."
"Sudah pak."
Rizky berjalan didepan dan dibelakangnya terdapat sekertarisnya, yang sangat pelit berbicara yang menjawab pertanyaannya seperlunya saja dan Rizky tidak pernah mempersalahkan itu dan lebih baik lagi dia mendapatkan sekertaris seperti Gisel yang tidak banyak berbicara dan tingkah dari pada ia harus mendapatkan sekertaris yang genit dan centil dan itu bisa saja membuat dirinya muak.
Rizky dan Gisel berjalan masuk kedalam sebuah restoran mewah untuk bertemu dan meeting bersama dengan rekan bisnisnya itu. Yang ia kenal sudah lama dan bahkan mereka saat ini berteman baik, karena saking seringnya mereka bertemu dulu ketika di Australia.
"Maaf Bapak David Hermawan saya sedikit terlambat." Ucap Rizky, mendengar apa yang diucapkan Rizky membuat David tertawa.
"Hahahaha... Tidak apa-apa Bapak Rizky Argadinata. Hey apakabar bro ?!! Selamat atas pernikahan lu bro ! Maaf gue engga datang saat itu !."
"Gue sangat baik Vid apa loe engga liat sekarang gue benar-benar baik sekarang. I'ts okey vid gue paham."
"Iya gue liat loe memang sangat baik. Sebenarnya itu hanya basa-basi saja hahaha."
"Cih! Apa loe pulang untuk mengejar cinta loe yang loe pendam bertahun-tahun itu !."
"Jelas sekali itu Riz !. Bahkan tadi gue nemuin dia dan dia bertambah cantik dari sebelumnya."
"Hahahahaha... Ungkapkanlah perasaan loe sebelum dia menjadi milik orang lain atau dia sudah menjadi milik orang lain hahaha."
"**** loe Riz !. Jangan sampai itu terjadi !. Akhirnya loe nikah juga yaa sama si model yang paling loe cintai itu Riz."
"No dude !. Gue engga nikah sama tu model murahan !."
"Maksud loe ?! Bukannya loe cinta mati sama tu model ?."
"Cinta gue udah mati sama dia dan berganti penyesalan dan benci setelah gue tau dia berkhianat dibelakang gue."
"What ! Are you serious !?."
"Ya gue engga becanda dengan omongan gue Vid."
"Wah.. Wah... Wah.. Lalu siapakah Nyonya Rizky Argadinata sekarang ? Yang telah merebut hati seorang Rizky Argadinata ?. Bikin gue penasaran seperti apa sosok wanita itu."
"Yang jelas dia sangat berharga ! Daripada loe penasaran sama bini gue, mending kita bahas tujuan awal kita ketemu dan loe jangan berani-berani ngebayangin istri gue gimana atau gue hajar loe."
"Hahahaha.... Loe cemburu sama gue ?! Yang jelas-jelas belum pernah gue liat, ngebayangin aja engga boleh hahahaha... Oke.. oke... baiklah mari kita bahas tujuan awal kita, jangan melotot samapai mata loe mau keluar gitu."
Setelah itu Rizky dan Davidpun membahas tentang pekerjaan mereka, tentang kesepakatan untuk kerja sama antara perusahan mereka masing-masing yang mereka pimpimpin sekarang. Agar sama-sama mendapatkan untung.
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤