NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: GURU DARI KEGELAPAN

BAB 3: GURU DARI KEGELAPAN

Enam bulan telah berlalu sejak malam pengkhianatan itu, namun bagi Aarohi, setiap detik di dalam penjara terasa seperti satu tahun di neraka. Kulitnya yang dulu halus kini dipenuhi bekas luka kecil akibat perkelahian demi mempertahankan diri. Matanya tak lagi memancarkan binar kelembutan; yang tersisa hanyalah tatapan sedingin es yang siap membekukan siapa pun yang berani menantangnya.

Suatu sore, saat jam istirahat di lapangan penjara yang dikelilingi tembok beton tinggi dengan kawat berduri, seorang pria paruh baya dengan seragam sipir yang berbeda tampak memperhatikannya dari kejauhan. Pria itu bertubuh tegap, dengan bekas luka melintang di pipi kirinya. Namanya adalah Abhimanyu. Di penjara ini, ia dikenal sebagai kepala keamanan yang paling ditakuti, namun ia memiliki mata yang mampu melihat melampaui jeruji besi.

Aarohi sedang duduk sendirian di pojok lapangan, mencoba mengasah sebuah sikat gigi yang sudah ia patahkan ujungnya hingga tajam. Tiba-tiba, sebuah bayangan besar menutupi cahaya matahari di depannya.

"Kau tidak akan bisa membunuh Deep Raj Singh hanya dengan sikat gigi plastik itu, Nak," suara berat Abhimanyu memecah keheningan.

Aarohi tersentak, tangannya langsung menyembunyikan senjata rakitannya ke dalam saku baju penjaranya yang kusam. Ia menatap pria itu dengan waspada. "Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, Tuan."

Abhimanyu terkekeh, suara tawanya terdengar seperti gesekan batu kasar. Ia berjongkok di depan Aarohi, tidak peduli dengan debu yang mengotori seragamnya. "Aku sudah melihat banyak orang lewat di sini. Ada yang layu dan mati, ada yang menjadi gila. Tapi kau... kau memiliki sesuatu yang jarang kulihat. Kau memiliki api dendam yang begitu besar, namun kau tidak tahu cara mengendalikannya. Kau hanya akan terbakar sendiri jika terus begini."

Aarohi mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih. "Jika kau di sini hanya untuk mengejekku, pergilah. Aku tidak punya waktu untuk ceramahmu."

"Aku tidak di sini untuk menceramahimu, Aarohi," Abhimanyu merendahkan suaranya, matanya menatap tajam ke dalam mata Aarohi. "Aku tahu siapa Deep. Aku tahu apa yang ia lakukan pada keluargaku bertahun-tahun yang lalu. Kita memiliki musuh yang sama. Bedanya, aku sudah terlalu tua untuk bertarung, sedangkan kau... kau memiliki wajah yang bisa menjadi senjata paling mematikan."

Aarohi tertegun. Jantungnya berdegup kencang. "Maksudmu?"

"Tara," ucap Abhimanyu singkat. "Wanita psikopat itu adalah kelemahan Deep sekaligus kekuatannya. Jika kau ingin menghancurkan Deep, kau tidak boleh hanya menjadi Aarohi yang malang. Kau harus menjadi lebih 'Tara' daripada Tara sendiri. Kau harus belajar bagaimana caranya berpikir seperti iblis, bergerak seperti bayangan, dan mencintai seperti racun."

Mulai hari itu, kehidupan Aarohi berubah. Di bawah pengawasan rahasia Abhimanyu, setiap malam di dalam gudang penjara yang sepi, Aarohi menjalani latihan yang tidak manusiawi. Abhimanyu melatihnya bela diri jarak dekat, cara menggunakan belati dengan presisi, dan yang paling penting: cara memanipulasi emosi orang lain.

"Kau harus bisa tersenyum saat hatimu ingin mencabik-cabik lawanmu," bentak Abhimanyu saat Aarohi gagal menyembunyikan amarahnya dalam sebuah latihan simulasi. "Ingat, Tara adalah aktris yang hebat. Dia membunuh dengan tawa. Jika kau ingin menggantikannya tanpa ada yang curiga, kau harus membunuh egomu sendiri!"

Aarohi terjatuh ke lantai semen, napasnya tersengal-sengal. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. Namun, setiap kali ia merasa ingin menyerah, bayangan Deep yang sedang mengecup Tara muncul di benaknya. Rasa sakit itu kembali menjadi bahan bakar. Ia bangkit lagi, mengepalkan tinjunya, dan menyerang samsak pasir di depannya hingga tangannya berdarah.

"Lagi!" teriak Aarohi pada dirinya sendiri.

Selain fisik, Abhimanyu juga memberinya akses ke informasi luar. Ia membawa dokumen-dokumen tentang bisnis Deep, rahasia-rahasia gelap Tara, dan peta Mansion Raisinghania. Aarohi menghafal setiap detail; setiap lorong, setiap kamera CCTV, hingga kebiasaan sarapan Deep setiap pagi.

"Kau harus tahu musuhmu lebih baik daripada mereka mengenal diri mereka sendiri," kata Abhimanyu suatu malam sambil memberikan sebuah kotak kecil kepada Aarohi.

Saat dibuka, isinya adalah sebuah lensa kontak berwarna gelap dan beberapa peralatan rias profesional. "Gunakan ini untuk menyembunyikan jati dirimu. Di dunia luar, kau adalah Aarohi yang sudah mati. Mulai sekarang, kau harus menciptakan identitas baru. Seseorang yang akan masuk ke kehidupan mereka tanpa mereka sadari bahwa maut sedang mengetuk pintu."

Aarohi menatap pantulan wajahnya di sebuah cermin kecil yang retak. Dengan bimbingan Abhimanyu, ia mulai mengubah cara bicaranya, cara berjalannya, hingga cara ia menatap. Tatapan lugunya hilang, digantikan oleh sorot mata yang penuh teka-teki dan daya tarik yang berbahaya.

"Tinggal satu langkah lagi, Abhimanyu," ucap Aarohi sambil memulas bibirnya dengan lipstik merah tua yang ia dapatkan secara ilegal. Warna merahnya persis seperti warna darah di malam pernikahannya. "Kapan aku bisa keluar dari tempat ini?"

Abhimanyu tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengandung rencana besar. "Minggu depan akan ada kerusuhan yang sudah kusiapkan. Saat semua mata tertuju pada gerbang utama, kau akan pergi melalui saluran pembuangan di sektor barat. Seorang kurir akan menunggumu di hutan dengan pakaian dan identitas baru."

Aarohi mengangguk pelan. Ia menatap tangannya yang kini tak lagi gemetar. Ia siap. Ia bukan lagi domba yang menunggu untuk dikorbankan. Ia adalah pemburu yang sedang bersiap untuk menerkam.

"Tunggu aku, Deep. Tunggu aku, Tara," bisik Aarohi ke arah kegelapan malam. "Mimpi buruk kalian baru saja dimulai."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!