NovelToon NovelToon
Gadis Cantik Milik Jendral Vampire

Gadis Cantik Milik Jendral Vampire

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Cinta Terlarang / Identitas Tersembunyi / Dunia Lain / Kutukan / Raja Tentara/Dewa Perang
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: bbyys

Saat Sora membuka mata, dia terkejut. Dia terbangun di sebuah hutan rindang dan gelap. Ia berjalan berusaha mencari jalan keluar, tapi dia malah melihat sebuah mata berwarna merah di kegelapan. Sora pun berlari menghindarinya.

Disaat Sora sudah mulai kelelahan, dia melihat sesosok pria yang berdiri membelakanginya. "Tolong aku!" tanpa sadar Sora meminta bantuannya.
Pria itu membalikkan badannya, membuat Sora lebih terkejut. Pria itu juga memiliki mata berwarna merah.

Sora mendorongnya menjauh, tapi Pria itu menarik tangannya membuat Sora tidak bisa kabur.

"Lepaskan aku." Sora terus memberontak, tapi pegangan pria itu sangat erat.

"Kau adalah milikku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bbyys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 Acara Berburu

Seminggu telah berlalu, masa berkabung mengenang kematian Myron telah berlalu. Semua orang sudah mulai beraktivitas seperti biasanya.

Pemakaman Myron dilakukan di kediamannya.

Sora tidak bisa menghadiri pemakaman itu karena Ashley tidak mengizinkannya. la takut kalau orang-orang kemarin akan datang dan menyerangnya lagi.

Remi masih marah kepadanya, ia tidak mau berbicara ataupun melihat mukanya lagi. Beberapa orang juga melakukan hal sama. Mereka takut terkena musibah jika dekat dengannya. Mereka semua menganggap dialah penyebab musibah itu.

Untungnya Soren masih bersikap seperti biasanya. Meskipun kadang ia terlalu waspada dan terus mengawasinya.

"Tidak ada yang berubah kan. Jangan khawatir." ucap Sora kepada Soren.

Sora membuat perjanjian padanya jika dia menjadi vampire ia bisa membunuhnya. Sebaliknya, jika tidak maka ia akan merahasiakan tentangnya yang sudah digigit vampire dan menganggap hal itu tidak pernah terjadi.

...****************...

"Aldrich." Panggil Sora. Yang sedang duduk membaca buku di sampingnya.

Saat ini mereka berdua ada di dalam perpustakaan. Sora membaca banyak buku semenjak hari itu. Membaca semua hal yang tidak dia ketahui. Dia berfikir jika memiliki banyak pengetahuan, maka akan bisa membantu yang lain.

"Penyihir putih itu apa?" Lontar Sora.

Aldrich menghentikan gerakan tangannya lalu menghadap kearah Sora.

"Kenapa tiba-tiba bertanya tentang penyihir putih? Apa kau pernah bertemu dengan mereka?" la balik bertanya.

"Saat kejadian kemarin, para penyusup itu menyebutkan Soren sebagai penyihir putih." sahut Sora.

"Apa kau tahu di sini yang penyihir hitam?"

"Kalau penyihir hitam aku tahu. Aku pernah bertemu dengan penyihir hitam itu. la menggunakan kekuatan kegelapan dan mengendalikan monster."

"Kebalikannya dengan penyihir hitam yang menggunakan kekuatan iblis dari dunia bawah, penyihir putih menggunakan kekuatan dari alam. Kekuatan mereka diturunkan dari turun temurun, kekuatan untuk bisa mengambil energi positif dunia." urainya. "Tidak ada banyak orang yang bisa menjadi penyihir putih. Biasanya jika terdahulunya adalah penyihir putih maka keturunannya akan mewarisinya dan akan terus seperti itu."

"Lalu, apa Soren termasuk penyihir putih?" timpal Sora.

"Aku tidak begitu yakin. Jika ia seorang penyihir putih, seharusnya ia bergabung dengan pasukan penyihir putih bukan dengan pasukan pemburu monster. Aku akan mencari tahu lebih detailnya." ujar Aldrich.

...****************...

Esok harinya Sora kembali bekerja di ruangan Ashley. Ashley telah kembali 2 hari setelah kejadian itu.

Ternyata selama ini Ashley juga mencari-cari keberadaan pasukan pemberontak itu. Saat kejadian di kediaman Count Prison ternyata asal racunnya dari pemberontak itu juga.

Ashley menjelaskan kalau pasukan itu tidak puas dengan keputusan kerajaan. Mereka tidak setuju Ramsey menjadi Raja selanjutnya. Mereka ingin menguasai kerajaan vampire. Maka dari itu mereka selalu mengincar Ramsey dan Ashley serta orang-orang sekitarnya. Ashley menyuruhnya untuk selalu waspada karena mereka sudah tahu kedekatannya dengannya.

"2 hari lagi akan ada acara berburu. Kau akan ikut denganku kesana?" Cetus Ashley.

Mata Sora terbelalak mendengar ucapan itu. "Aku?" Konfirmasinya. Dia takut salah dengar.

"Iya. Kau." Jawabnya. "Kau akan membantuku mengurusi beberapa hal disana. Bisa saja disebut sebagai pelayan pribadi."

"Kenapa tidak membawa orang yang lebih pengalaman. Jika aku yang ikut, aku takut aku tidak bisa membantu apa-apa."

"Tidak perlu khawatir. Kau hanya perlu mendengarkan perkataanku." timpal Ashley.

Sora tidak yakin. Itu adalah acara pertama yang dia lakukan bersama Ashley. Dia tidak bisa apa-apa, takut malah membuat masalah di sana.

'Bagaimana kalau aku membuat kesalahan?' Batin Sora khawatir.

.

.

.

Dua hari telah berlalu, acara berburu dimulai hari ini.

Sora dan Ashley naik ke atas kereta mewah miliknya. Kereta hitam dengan ukiran emas.

Sora diberi pakaian khusus dengan kualitas yang sangat bagus sehingga terlihat seimbang dengan Ashley. Baju terusan lengan panjang berwarna putih dengan rok berwarna biru muda. Bajunya dihiasi pita di bagian pinggang serta lengannya, membuatnya terlihat manis.

Acaranya dilaksanakan di hutan bagian barat yang jaraknya tidak jauh dari istana kerajaan. Dari situ dia bisa melihat dengan jelas istana yang megah. Seperti ada di dunia kartun.

"Javier!" Panggil Sora saat melihat sosok yang sudah lama tidak dia temui.

la menyambut mereka di pintu masuk.

Membukakan pintu dan membantunya turun dari kereta, sikapnya masih sopan dan lembut.

"Kau sudah kembali?" tanya Sora. Dia senang saat melihatnya. "Kemana saja kau selama ini? Apa kau baik-baik aja?" Sora terus melontarkan pertanyaan.

"Bertanyalah nanti." ujar Ashley menarik tangan Sora, berjalan ke suatu tempat diikuti Javier tepat dibelakang mereka.

"Kita akan kemana?" tanya Sora.

"Tentu saja ke tengah arena. Tempat dimana semua orang berkumpul." jawab Ashley.

Sora melihat banyak orang-orang disana. Tidak hanya pria tapi wanita bahkan anak kecil juga ada disana.

"Mereka semua adalah keluarga bangsawan yang akan berpartisipasi dalam acara ini." Ashley menjelaskan saat melihat wajah Sora yang penasaran.

Sora bisa membedakan penampilannya. Mereka semua memakai pakaian berkualitas tinggi. Para wanita itu memakai dress dengan rok yang mengembang.

"Bukankah pakaian itu tidak cocok dipakai di acara seperti ini." gumam Sora. "Acara ini adalah acara berburu, mungkin memakai pakaian yang lebih nyaman akan lebih baik." Pikir Sora. Dia benar-benar tidak mengerti jalan pikiran para bangsawan itu.

"Kau tunggulah disini. Aku akan mengganti pakaian dulu." Perintah Ashley.

"Apa perlu aku bantu?" tawar Sora.

Ashley mengajaknya kesini sebagai pelayan pribadinya. Membantu keperluannya mungkin adalah tugasnya.

"Kau yakin?" tanya Ashley, ia memandangi Sora dengan tatapan menggoda. "Apa kau ingin melihat bentuk tubuhku?" Ashley mendekatkan wajahnya ke wajah Sora.

lni terlalu dekat. Membuat wajah Sora menjadi merah, membayangkan tubuhnya yang telanjang di hadapannya.

"Tentu saja tidak." Sora mendorong tubuhnya menjauh. "Ka-kalau begitu, Javier bisa membantumu." tunjuk Sora mengalihkan pandangannya ke arah Javier.

"Lalu meninggalkan mu sendirian disini?"

Ia mengerutkan kening sepertinya ia tidak ingin membiarkannya sendiri. Mungkin ia berfikir dia akan membuat masalah jika ditinggal sendiri.

"Tetaplah disini bersama Javier. Aku bisa mengurus diriku sendiri." ujar Ashley. "Ingat jangan berkeliaran kemana-mana dan tetaplah disamping Javier!" Peringatnya.

"Memangnya aku anak kecil." ucap Sora sambil memonyongkan bibirnya.

Ashley pergi meninggalkan Sora dan Javier ditengah keramaian.

"Apa nona mau menunggu disana?"

Javier menunjuk ke arah pojokan dibawah pohon. Disitu terlihat sepi. Sora menganggukkan kepalanya mengiyakan. Lalu berjalan ke arah sana, menunggu di bawah rindangnya pohon.

"Apa kau benar baik-baik saja?" tanya Sora khawatir karena melihat wajah Javier yang sedikit pucat. "Sepertinya tugas dari Jendral sangat berat ya."

"Iya memang sedikit berat tapi itu sudah menjadi kewajiban saya. Terima kasih sudah mengkhawatirkan saya." sahutnya.

Sora selalu penasaran kenapa dari sekian banyak orang yang memiliki jabatan tinggi hanya Javier yang memanggilnya nona. Entah itu sebuah bentuk kesopanan atau atas perintah Ashley.

"Beritahu aku jika kau merasa sakit." Pesan Sora.

"Baik." sahut Javier. "Hmm ... nona, maafkan aku."

"Maaf? Untuk apa." Sora bingung.

"Maaf untuk waktu itu. Saya telah menuduh anda dan menjebloskan anda ke penjara." Suaranya terdengar pelan ada penyesalan dari nadanya.

"Tak apa. Itu semua Javier lakukan karena peduli dengan Jendral, kan. Kau tidak ingin membiarkannya terluka, kau tak ada pilihan untuk itu." ujar Sora santai.

Sora bisa mengerti dengan tindakan Javier waktu itu, meskipun itu berdampak buruk baginya.

"Terima kasih. Mulai hari ini saya akan selalu mempercayai anda dan membantu jika anda butuh bantuan."

Mereka berdua kembali diam, tidak banyak hal yang bisa dibicarakan. Sora melihat kesekitar. Ada pemandangan yang menarik perhatiannya.

"Javier, mereka itu siapa?" tunjuk Sora ke arah sekumpulan orang yang memakai jubah berwarna putih.

"Mereka adalah penyihir putih." sahutnya.

"Jadi, mereka itu penyihir putih." Sora memperhatikannya dengan seksama. Ada aura berwarna putih mengelilingi tubuh mereka. Setiap orang memiliki pancaran aura yang berbeda. Ada yang terlihat jelas dan besar, ada juga yang kecil dan samar-samar.

"Apa yang mereka lakukan disini? Apa mereka akan ikut perburuan juga?"

"Mereka datang ke sini untuk memperkuat dinding pelindung karena letak acaranya di dalam hutan. Akan bahaya jika tidak di beri dinding pelindung. Para monster dan penyihir hitam bisa saja datang menyerang."

Sora melihat mereka berkumpul dan berdiri di tengah arena. Mengangkat tangan mereka tinggi-tinggi, ada energi berwarna putih yang memancar keluar dari telapak tangan mereka. Memberikan kekuatan mereka ke arah dinding itu.

"Tapi kenapa hanya di bagian tengah?"

gumam Sora.

Sora merasakan keanehan itu. Dia memperhatikan dinding di bagian lain. Dinding yang paling jauh tampak sangat tipis sedangkan bagian tengahnya terlalu tebal.

"Apa memang seperti itu cara kerjanya?"

Pikir Sora. Dia terus memperhatikan pekerjaan mereka.

"Sora." Tiba-tiba suara lembut yang tak asing memanggilnya, membuat pandangannya teralihkan ke arah suara itu.

"Ashley" gumam Sora. Dia melongo melihatnya. Saat ini Ashley memakai setelan kaos berwarna putih dengan aksen bordiran hitam. Ukuran kaosnya pas dengan ukuran badannya, menampilkan dadanya yang bidang.

Lengan bajunya yang dipasang sleeve garter-penahan lengan baju serta memakai jubah bulu berwarna hitam. la juga menyematkan pedangnya di pinggang.

Sora baru pertama kali melihatnya memakai pakaian seperti itu, tapi sepertinya pakaian apapun yang dipakai Ashley selalu akan cocok ditubuhnya. Wajahnya itu yang membuatnya cocok. Sora tidak bisa mengalihkan pandangannya kearah Ashley.

"Lihat! Itu jendral Ashley." ucap seorang gadis.

"Wahh ... tampan sekali." sahut yang lainnya.

"Pakaian itu memang didedikasikan hanya untuknya." sambung yang lain.

1
Aksara_Dee
kalau baru pertama biasanya tangan dan bahu jarem
Aksara_Dee
waah perkebunan apel, inget waktu ke malang
Aksara_Dee
lampu otomatis 😅
Aksara_Dee
Nama pacarku disebut ...
Aksara_Dee
sampai sini dulu ya Thor, nanti lanjut lagi..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!