NovelToon NovelToon
Pemilik Spirit War Terkuat

Pemilik Spirit War Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Spiritual / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Han Yu, yang dianggap berbakat kini di anggap sia sia setelah membangkitkan akar elemen petir bintang satu dan Spirit War batu retak warna putih. Membuat dirinya menjadi bahan ejekan banyak orang.

Namun, saat batu itu berubah menjadi energi yang memasuki tubuhnya, Han Yu merasakan pencerahan tentang kekuatan luar biasa dari Spirit War batu retak satu langkah menempuh jutaan mil, satu lambaian menghancurkan planet, dan satu pukulan membakar musuh.

Setelah tersadar, Han Yu tertawa bahagia, "Aku akan menjadi Dewa Perang tak terkalahkan!" Namun, orang-orang hanya bisa berkata dengan iba, "Kasihan, seorang jenius yang kini menjadi gila."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Undangan Dari Nona Muda Klan Yun.

Bab 24. Undangan Dari Nona Muda Klan Yun.

Dalam ruang pengujian, Han Yu hanya membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama, karena setelah terkonfirmasi jika dirinya memiliki kekuatan yang melebihi ranah Evolusi Tubuh, maka pihak penguji dengan hormat menyerahkan token petualang resmi.

Pihak penguji itu menyerahkan token itu dengan tangan bergetar, karena yang ada di depannya bukan hanya seorang kultivator muda yang jenius, tetapi juga kultivator ahli pedang.

Dia sama sekali tidak berani menunjukkan

rasa tidak hormat sedikitpun, ada rumor yang beredar di kalangan para kultivator, dan itu bukan lagi hal yang baru.

Sudah menjadi hal yang dipahami oleh semua orang secara tidak tertulis, jika Ahli Pedang memiliki harga diri yang sangat tinggi, dan juga, mereka sangat tidak suka jika ada yang menyinggungnya.

Penguji itu tidak berani lalai sedikitpun,

Jika dia lalai, takutnya nyawanya sendiri yang melayang dan menjadi taruhannya, sementara ranahnya sendiri hanya berada di ranah Evolusi Tubuh level 9 tahap puncak. Yang mana, itu bisa dibunuh hanya dengan satu kali tebasan pedang.

Sebenarnya, Han Yu sendiri juga cukup terkejut karena peserta yang lain harus meletakkan tangannya di batu penguji untuk mengetes aura mereka, agar ranah kultivasi mereka dapat dikonfirmasi.

Akan tetapi, setelah berpikir beberapa saat, dia sendiri telah menyadari, sebelumnya, dai mengeluarkan auranya yang bahkan lebih tinggi dari ranah Evolusi Tubuh. Jadi, dirinya yang mendapatkan token petualang resmi lebih awal dari yang lainnya bisa di maklumi.

Setelah mendapatkan token tersebut, Han Yu melangkah keluar dari ruangan. Dia ingin segera pulang dan bertemu dengan kakek dan adiknyayang mungkin saja akan sangat marah karena dirinya tidak kunjung pulang.

Membayangkan itu semua, dia hanya terkekeh dan hanya bisa pasrah saat nanti keduanya akan bergantian mengomeli dirinya.

Saat baru saja keluar, tiba-tiba petugas resepsionis yang sebelumnya mengantar Han Yu ke ruang pengujian menahannya. Melihat itu, Han Yu pun mengerutkan kening. Lalu dia bertanya,

"Apakah kamu memiliki sesuatu untuk dikatakan? Jika tidak, aku akan pergi." ucapnya dengan nada tenang.

"Maaf jika mengganggu waktu anda, Tuan Muda, akan tetapi, Nona kami ingin mengundang anda." kata petugas resepsionis itu.

Mendengar itu, kerutan di dahi Han Yu semakin dalam.

"Mengundangku? Ada keperluan apa?

"Apakah dia nona muda yang menjadi penanggung jawab Paviliun Longtian ? tanyanya spontan sambil terkekeh.

Jelas, pertanyaan itu hanya candaan.

"Anda benar, Tuan. Nona kami memang penanggung jawab Paviliun Longtian. Dia mengundang anda secara pribadi. Untuk detailnya, saya tidak memiliki hak untuk mengetahuinya." jawab petugas resepsionis itu dengan sopan.

"Hah? Benarkah? tanya Han Yu tercengang.

Matanya terbelalak lebar, karena dia tidak menyangka jika pertanyaannya yang lontarkan dengan santai tenyata benar benar sungguhan.

Dia benar-benar diundang oleh Nona yang menjadi penanggung jawab Paviliun Longtian. Kabarnya Nona muda tersebut sangat cantik dan merupakan salah satu putri dari pemilik Paviliun Longtian yang ada di Ibukota.

Sedangkan yang berada d desa kecil ini, hanyalah cabangnya saja. Setelah menarik napas dalam-dalam, dan memikirkannya sejenak, akhirnya dia berkata,

"Baiklah, kalau begitu, antar aku menemuinya."

Han Yu sendiri merasa sedikit tertarik dengan undangan yang di berikan oleh Nona penanggung jawab ini. Baginya, ini bisa dianggap sebagai sebuah kehormatan yang cukup tinggi mengingat statusnya yang tidak biasa.

Baik tuan, silahkan ikuti saya. Jawab sang resepsionis.

Akhirnya, Han Yu pun melmagkah maju

menikuti ke mana arah resepsionis itu pergi. Setelah berjalan beberapa meter dan melewati beberapa belokan. Dia tiba di sebuah ruangan yang tertutup rapat.

Faktanya, meskipun dia resepsionis, akan tetapi sebenarnya dia adalah kepercayaan nona muda menanggung jawab Paviliun Longtian yaitu Yun Ru Yi.

TOK! TOK! TOK!

Receptionist itu mengetuk pintu dan berkata

"Permisi Nona, Tuan Han Yu sudah ada di sini," ucapnya dengan sopan.

Kemudian terdengar suara yang sangat lembut dari dalam.

"Baiklah persilahkan dia untuk masuk dan kamu bisa pergi."

Mendengar itu, resepsionis buru-buru menjawab sambil membungkuk hormat.

"Baik Nona."ucap Receptionist itu kemudian berbalik menatap Han Yu.

" Silahkan masuk Tuan.Nona Muda sudah menunggu Anda di dalam.Saya akan undur diri."

 Han Yu hanya mengangguk.

Setelah sang resepsionis itu benar-benar pergi,

tangannya terulur hendak membuka pintu.

Akan tetapi, tiba-tiba pintu itu terbuka perlahan dengan sendirinya. Seolah ada semacam energi dari dalam yang menarik pintu itu dari kejauhan.

Tanpa menunda waktu, Han Yu segera melangkah masuk. Sebelum dia sempat mengatakan apapun, suara yang lembut kembali menyapanya.

"Selamat datang, Tuan Muda Han Yu. Terima kasih telah menerima undangan dari saya." Silakan duduk."

"Baik."

Ucapan Han Yu yang langsung duduk di sebuah kursi yang disediakan tepat didepannya.

Tidak lama kemudian, seorang wanita yang begitu anggun muncul di balik sebuah tirai.

Wajahnya tertutup cadar, jadi Han Yu tidak bisa menilainya sepenuhnya. Akan tetapi dilihat dari matanya, sudah dapat di tebak jika dia adalah seseorang wanita yang cantik.

Wanita itu berjalan dengan begitu anggun dan saat jaraknya sudah begitu dekat, hanya 2 meter dari Han Yu, tangannya yang lembut mengambil sebuah teko yang terbuat porselen yang terletak di atas meja, mengambil cangkir, kemudian menguangkan isinya.

Tidak lama kemudian, bau harum dari daun teh langsung menyebar menyelimuti ruangan.

Yun Ru Yi berkata,

"Ini adalah teh terbaik yang dimiliki oleh Pavilion Longtian. Silahkan dicicipi." uapnya dengan suara lembut.

Mendengar itu, Han Yu hanya mengangguk, kemudian dia mengambil cangkir itu, meniupnya sebentar, kemudian menyisapnya secara perlahan.

Seketika, aroma teh yang harum langsung menyeruak masuk ke dalam mulutnya, lalu masuk kekerongkongannya dan akhirnya benar-benar tertelan sepenuhnya.

Dia berkomentar.

"Teh yang enak." ucapnya.

"Tentu saja, itu adalah teh langka yang setiap ons-nya di hargai dengan 10.000 koin emas," ucap Nona Muda tersebut sambil terkekeh.

Mendengar itu, Han Yu benar-benar tercengang sampai tak bisa berkata-kata.

Dia berpikir dalam hati

"Hah? 10.000 koin emas? Apa-apaan ini? Ini hanya daun teh. Kenapa harganya sangat mahal? Tadinya aku berkometar hanya untuk berbahasa basi saja, tidak menyangka ternyata harganya benar-benar selangit."

Melihat keterkejutan Han Yu, Yun Ru Yi tidak bisa menahan senyum.

"Tidak perlu terkejut. Jika Tuan muda Han Yi suka, saya bisa memberikan satu kilogram untuk Anda bawa pulang."

Han Yu tercengang dengan kata-kata Yun Ru Yi Dalam sekejap, dia merasa pusing. Entah kenapa, cangkir yang ada di tangannya tiba-tiba terasa begitu berat dan berharga. Saat tegukan pertama, dia merasa itu hanya teh biasa, tetapi setelah mengetahui harganya, dia merasa ini adalah harta karun yang berharga.

"Oh,itu...terlalu berlebihan, Nona." kata Han Yu dengan sedikit canggung. Aku hanya tidak menyangka jika teh ini tenyata memiliki harganya semahal itu..."

Han Yu menjeda ucapannya, kemudian kembali berkata.

Dan..yang lebih penting, sebagai seorang yang mengundang tamu, bukankah Anda harus memperkenalkan diri Anda terlebih dahulu nona penanggung jawab ?" Ucap Han Yu sambil tersenyum.

Mendengar dirinya dipanggil Nona Penanggung jawab, sedikit keterkejutan melintas di mata Yun Ru Yi.

Bukannya marah, akan tetapi, dia justru terkekeh.

"Menarik." Gumamnya pelan. Yang mana suara itu bisa didengar oleh dirinya sendiri.

Kemudian dia berkata,

Ah, maafkan saya yang agak kasar ini, Tuan. Perkenalkan, Nama saya adalah Yun Ru Yi, Penanggung Jawab Cabang Pavilion Longtian." ucapnya.

Mendengar nama Yun Rui Han Yu mengurutkan keningnya. Matanya melebar karena dia merasa nama ini agak sedikit familiar. Nama yang sama dengan seorang Tuan Putri dari Kerajaan Singa Emas.

Setelah menerik napas dalam-dalam, akhirnya Han Yu menekan keraguan di hatinya, lalu mengaguk pelan dan berkata,

"Yun Ru Yi kah? Nama Yang Indah, namun terasa agak familiar, ucapnya sambil tersenyum tipis.

Kemudian, dia kembali bertanya.

"Aku dengar dari petugas resepsionis sebelumnya, Nona Yun mengundang saya. Jujur, saya sedikit terkejut, dan tersanjung karena mengingat status anda yang tidak biasa. Apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu?" tanya Han Yu sambil bercanda.

Han Yu sengaja bertanya dengan santai. Lagipula, apa yang bisa dilakukan oleh kultivator kecil seperti dirinya, dibandingkan dengan orang yang memiliki latar belakang besar yang bisa menyandang status sebagai penanggung jawab Pavilion Longtian. Jelas latar belakangnya tidak sederhana.

Dan dia, sama sekali tidak layak disebutkan. Namun, apa yang dikatakan oleh Yun Ruyi selanjutnya membuat Han Yu benar-benar tercengang sampai tak bisa berkata-kata.

Yun Ru Yi tersenyum, lalu kembali menuangkan teh di dalam cangkir hanyu yang telah kosong.

"Ya, bisa dibilang saya memang membutuhkan bantuan anda, Tuan Muda Han Yu."

Mendengar itu, lagi-lagi, han Yu benar-benar tercengang, sejak kapan pertanyaan yang di

Lontarkannya dengan begitu santai benar-benar menjadi kenyataan.

Dengan ragu-ragu, Han Yu kembali bertanya.

"Bantuan?"

"Dengan status Anda sebagai penanggung jawab Pavilion Longtian yang selalu dihormati oleh semua orang. Jelas menunjukkan, jika latar belakang anda pastilah tidak sederhana."

"Lalu, bantuan apa yang bisa dilakukan oleh kultivator kecil sepertiku? Sepertinya anda salah orang nona," kata Han Yu. dengan tenang.

Ya, dari awal pertemuan hingga saat ini, Han Yu selalu menjaga ketenangannya. Hal ini sangat diperlukan dalam hal apapun. Terlebih lagi saat berhadapan dengan orang yang memiliki latar belakang yang besar seperti Yun Ru Yi.

Hal ini dia pelajari dari kakeknya yang selalu mengajarinya bagaimana cara bersikap sejak dia masih kecil.

Melihat Han Yu yang begitu tenang, Yun Ru Yi menunjukkan apresiasi di matanya. Jelas, ketenangan Hanyu membuatnya memberikan nilai positif.

Dia tidak menyangka di desa kecil ini masih ada orang yang begitu tenang saat berhadapan dengan orang yang memiliki latar belakang besar seperti dirinya.

Hal ini hanya membuat tekadnya semakin bulat untuk merekrut Han Yu ke pihaknya. Bukan hanya kultivator ahli pedang yang sangat jenius akan tetapi tempramennya dan ketenangannya juga sangat mengagumkan.

"Baiklah, kalau begitu, saya tidak akan berbasa-basi lagi. Tujuan saya mengundang Tuan Muda Han Yu adalah untuk merekrut anda ke pihak saya."

"Adapun bantuan, itu adalah keinginan pribadi saya, saya ingin Tuan Muda Han Yu mewakili Klan Yun untuk mengikuti kompetisi beladiri yang akan diadakan satu tahun lagi." kata Yun Ru Yi.

Mendengar itu sebergas keterkejutan melintas di mata Han Yu. Tetap berikutnya, senyum sinis terukir di bibirnya. Dia merasa jika nona muda yang ada di depannya benar-benar sangat konyol.

Lalu, dia pun berkata

"Mewakili klan Yun untuk mengikuti kompetisi bela diri. Hahaha, Apakah Anda bercanda Nona Yun?

"Baiklah, aku tidak akan berbasa-basi, dan mengatakannya secara langsung."

"Jika itu adalah kompetisi yang diikuti oleh Klan Yun, pasti itu adalah kompetisi besar yang pastinya lawannya juga sangat kuat. Apakah menurutmu, dengan kultivasiku saat ini sekarang aku bisa menang melawan mereka semua? Selain itu, apakah klan Yun anda setuju dengan hal ini?"

"Jangan-jangan saat mereka mengetahui jika aku yang seorang kultivator kecil ini mewakili klan mereka, mereka akan mengejek dan menghina dan meremehkanku. Jujur saja, hal itu benar-benar terjadi, itu akan membuatku merasa tidak nyaman. Dan..mungkin saja, aku tidak akan bisa menahan diri." kata Han Yu dengan tegas.

Han, You merasa pembicaraan ini tidak perlu dilanjutkan. Akan sangat konyol jika dia memutuskan untuk setuju-setuju saja.

Selain itu, dalam setahun kedepan, dia juga tidak tahu kekuatannya akan meningkat seberapa banyak. Mewakili klan Yun dalam seni beladiri, artinya dia harus melawan para kultivator dari berbagai tempat dengan keluarga besar lainnya yang setara dengan klan Yun.

Kenapa dia yakin jika klan Yun adalah sebuah keluarga besar? Karena identitas sebagai pemilik Paviliun Longtian saja sudah menjadi bukti yang nyata jika mereka berasal dari keluarga besar.

Hanyu bukanlah orang yang sombong dan membanggakan dirinya sendiri. Dia adalah orang yang santai dan low profile. Dia lebih suka meningkatkan kekuatannya diam-diam secara perlahan. Setidaknya, itu akan memberikan ketenangan lebih kepadanya. Dan yang terpenting, tidak akan menyinggung siapapun.

Dari yang dia dengar, urusan klan besar itu sangatlah rumit, banyak sekali intrik dan persaingan yang ada didalamnya. Bahkan, sesama saudara bisa saling serang dan menjatuhkan hanya karena ingin meningkatkan status.

Dan Han Yu, sama sekali tidak ingin terlibat dalam dunia yang penuh masalah seperti itu.

Dia tidak ingin kakek dan adiknya terkena masalah hanya karena dia salah mengambil tindakan. Salah satu impiannya adalah hidup tenang dan damai bersama kakek dan adiknya. Itu saja.

1
angin kelana
lanjuuuut thor...
angin kelana
lanjut duelnya...one bye one
Karolus Eriko ama
iya la
angin kelana
lanjuuut
angin kelana
lanjuuut
angin kelana
lanjuuut..
angin kelana
lanjuuuutt
angin kelana
lanjuuuut
angin kelana
lanjuuuut..
angin kelana
lumayan buat latihan tuh hewan buas...
angin kelana
bagus hajar saja...
angin kelana
lanjuuut..
angin kelana
lanjuuut
angin kelana
baru baca bab 1 cerita dan penjelasannya lumayan menarik,cuman kekurangannya jangan pake bahasa barat,ini kan fantasi timur pakai bahasa indonesia aja untuk tingkat kultivasai,teknik tempur dll gtu aja thor.
Dwi Andrianto
Thor, jgn lupa tanda bacanya (" ").
Dwi Andrianto
Thor, tanda bacanya mana Thor??
ITADORI YUJI
Luar biasa
Abi
up yg byk thor
Tomi Aza
klo gx niat buat novel gx usah buat thor, udh di tungguin brpa lama gx up" juga,,, 😐
Mia Sagitarius
mantap jiwa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!