Berawal dari hubungannya dengan seorang pria bernama Aldi, Rindu terlalu naif dan berfikir hanya Aldi lah satu satunya pria yang tulus mencintainya.
hingga suatu kejadian pahit membuat Rindu tersadar,jika Aldi bukanlah pria yang tepat untuknya. dan kisah Rindu pun bermula, kejadian demi kejadian pahit membawanya pada sosok seorang pria angkuh. siapa sangka pria itu akhirnya menjadi suaminya.
akankah Rindu menemukan kebahagiaan setelah pernikahan?
atau cobaan demi cobaan masih harus menguji Rindu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia Riadii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.30# Ingin Mengenal Rindu
Bukan cinta namanya jika tidak ada konflik.
menguji hati di butuhkan banyak pengorbanan dan waktu.
Rindu merasa sudah lelah dan ingin menyerah dengan perlakuan aldebaran. seakan terbebas dari mulut macan malah masuk ke kandang singa, kira kira seperti itulah rindu menafsirkannya.
Suasana di dalam mobil masih saja memanas. al selalu mengulangi kesalahan yang sama, menuduh tanpa bukti.
suasana hening seketika, tubuh rindu merasakan panas yang luar biasa.
"sudah cukup al, aku lelah dengan sikapmu yang seperti ini,aku bukan anak kecil yang dapat kamu kekang seenaknya"
al tersenyum sinis.
"benarkah?lalu kebebasan seperti apa yang kamu mau"
"aku hanya ingin hidup normal, dan bebas bergaul dengan setiap orang"
"tidak!kau tidak bisa bebas bergaul dengan sembarang orang"
"baiklah, kalau begitu aku akan pulang ke rumah om hermawan"
"aku tidak mengizinkan"
"dia keluarga satu satunya yang aku punya al, lagipula sekarang aku sudah merasa aman.aldi tidak akan mengejarku lagi"
"kau fikir saat nyawamu dalam bahaya sipa yang menolongmu? aku, cuma aku yang datang buatmu!"
rindu tidak bisa berkata kata.dan perkataan aldebaran kali ini memang benar adanya.ia lah yang rela mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan dirinya.
"lalu apa mau kamu al?"
"sederhana saja,kau tetap berada di sisiku. dan jangan pernah dekat dekat dengan pria selain aku"
"lalu jika ternyata malah kau yang meninggalkan aku?" tanya rindu.
"aku tidak akan pernah meninggalkamu, aku tidak akan pernah mengkhianatimu"
"hati orang bisa saja berubah al"
"hatiku tidak akan berubah"
perdebatan pun berakhir.
dua orang itu kembali melangkahkan kakinya masuk kedalam kantor.
"apa kalian sudah merasa lebih baikan?" bima menggoda mereka.
rindu hanya tersenyum tipis.
***
Vano yang sudah dua kali bertemu rindu, masih tetap memikirkan cara untuk lebih mengenalnya.
rasa penasaran nya semakin menjadi.
berbagai rencana sudah vano siapkan untuk mendekati rindu.
Hari beranjak malam, rindu segera bersiap pulang.
"sudah selesai?"tanya al.
rindu menganggukan kepala.
dalam perjalanan,tiba tiba rindu teringat indah. setelah keluar dari rumah sakit, ia belum lagi bertemu dengannya.
"al bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" tanya rindu dengan sangat hati hati, dia tidak mau membuat al naik darah lagi.
"katakanlah, apapun yang kau mau aku akan berikan"
"benarkah?"
"tentu saja, asal permintaanmu itu tidak macam macam"
"aku ingin ketemu indah, aku ingin pulang ke rumah om"
al termenung sejenak.
"boleh, tapi cukup untuk malam ini saja. aku khawatir keselamatanmu tidak terjaga disana"
rindu tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.
"iya, tidak apa walau hanya semalam"
"aku kirim dua orang pengawal untuk menjagamu disana"
"jangan terlalu berlebihan al, tidak akan terjadi apa apa"
"oke kalau begitu kau lebih memilih untuk pulang saja ke rumah kita malam ini"
rindu tertegun
"iblis!itu rumah mu, bukan rumah kita" rindu hanya bisa menggerutu dalam hati.
"baiklah terserah apapun yang kau mau"
al pun tersenyum penuh kemenangan.
Setibanya di rumah hermawan, rindu dengan segera berlari meraih pintu.
"om, tante rindu pulang"
terlihat hermawan membukakan pintu
"oh kamu rin,mari masuk"
"al, mau mampir?"tanya rindu
al pun melangkah mengikutinya.
dari dalam kamar indah pun datang menghampiri rindu.
"apa kabar kak?"
"baik ndah" rindu pun memeluk indah.
"malam ini kakak nginap di sini"
refleks indah meloncat kegirangan.
"baiklah kalau begitu saya pamit dulu pak hermawan.dan tolong jaga rindu baik baik"
al pun pamit pulang.
***
Al mengutus dua orang bodyguard ke rumah hermawan, dia khawatir kalau tiba tiba aldi datang kembali ke tempat itu,fikiran nya masih tetap tidak bisa tenang.dan pada akhirnya al pun memutuskan untuk tetap berada di tempat itu, dia memarkirkan mobilnya di tempat gelap dan pandangannya tetap terfokus pada kamar rindu.
gila!! al sudah benar benar gila. dia tidak akan pernah melepaskan rindu sedetikpun dari pandangan nya.
Al yang termenung di dalam mobil, terusik oleh bunyi ponsel dalam saku nya.
sebuah pesan masuk dari vano
- tuan al apakah besok anda punya waktu untuk bertemu dengan saya?
al menaikan kedua alisnya, bukankah tadi
siang dia baru saja mengadakan meeting denganku, fikir al.
-ada hal penting apa tuan vano?
selang beberapa saat vano kembali mbalas pesannya.
-masih ada beberapa hal yang harus kita bahas lebih lanjut.
- baiklah besok saya jadwalkan
fikiran al sedikit menaruh curiga pada vano, terlebih sangat kentara dari sikap nya kalau dia memiliki ketertarikan pada rindu.
vano memang merencanakan pertemuan dengan al, hanya sekedar ingin bertemu rindu.
lelaki ini sadar betul ada hubungan tersembunyi antara al dan rindu. dia tidak mau gegabah dalam bertindak,vano sudah faham betul sifat al seperti apa.
"al kita bersaing secara sportif" ujar vano sambil ternyum.
Vano seorang pengusaha muda yang cukup sukses. dia memegang kendali untuk perusahaan media cetak terbesar di jakarta.
wajah rupawan dan ramah menjadikannya di gilai banyak wanita,namun banyak pula yang patah hati karena tidak berhasil merebut hatinya. Seleranya terlalu tinggi dalam hal memilih pasangan.
dan kali ini seorang wanita telah mengusik hatinya,rindu wulandari pasonamu sungguh luar biasa.
Mohon maaf Apabila ada kesalahan dalam penulisan 😊
silahkan berkomentar untuk koreksi&masukannya💖💖