Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.12
Situasi ketegangan tentu saja terpencar di sana. Bahkan bibi sare menahan nafas nya sesaat, melihat perdebatan antara nyonya dan nona muda nya itu. Dia tak bisa ikut campur, dan hanya diam sambil mengkhawatirkan kondisi kesehatan nona muda nya.
"Apakah begini etika mu Elly. Berbicara tak sopan dengan orang tua mu sendiri!"
"Hahahah, kapan aku memiliki orang tua nyonya. Bukan kah, aku sudah tak memiliki orang tua saat ini. Dan kenapa nyonya mengaku menjadi orang tua ku. walapun aku terlahir dengan Rahim mu, tapi aku tak pernah merasakan kasih sayang yang sama dari mu!" ucap Elly sambil meneteskan air mata nya.
Dia bisa merasakan kesedihan yang selama ini Elly rasakan. bahkan diperlakukan tidak adil, dan sering mendapatkan kekerasan oleh ibu nya itu
saat hendak menampar wajah nya Elly. Tiba tiba tangan nya dipegang oleh Elly, dengan tatapan penuh kebencian. Dia tak nyaman dengan sikap Elly yang berubah seperti ini. Kenapa gadis itu menjadi berubah.
"Jangan mencoba menampar ku, karena kau tak berhak. Jangan mengusik hidup ku lagi. Urus saja putri kesayangan mu itu!" ucap Elly dengan nada dingin nya. Dan sorot mata nya penuh kebencian yang mendalam.
Deg.... perasaan nyonya voil benar benar tak nyaman. Dengan kesal, dia pun meninggalkan kamar Elly tanpa berbicara apapun lagi.
Elly bernafas lega, saat ibunya pergi dari kamar ini. Jujur selama ada ibunya tadi, ingin sekali dia menjambak rambut wanita itu.
"nona, apakah nona baik baik saja?" tanya bibi sare dengan penuh cemas.
"Aku baik baik saja bibi, aku ingin beristirahat dulu. tubuh ku benar benar sangat lelah." ucap nya yang ingin mengecek ruangan ajaib nya terlebih dahulu.
"Baiklah nona." ucap bibi sare yang merasa kasihan dengan nona nya itu.
Flashback...
"Ibu, maaf menganggu waktu ibu. Aku membuat sesuatu untuk ibu. Ini adalah manisan yang aku buat. apakah ibu mau mencoba nya?" tanya Elly kecil dengan penuh harapan. Senyum gadis itu, benar benar sangat cantik bahkan mata nya yang bulat menatap penuh harap ke arah nyonya jendral.
"Pergi sana, jangan mengganggu waktu ku!" decak Sinis nyonya jendral terhadap Elly kecil.
"Ibu, kenapa ibu tak suka dengan Elly. Apakah Elly nakal Bu?" tanya nya dengan wajah sendu.
"Aku bilang pergi ya pergi!' bentak nya dengan keras membuat Elly merasa ketakutan.
"Kau adalah anak pembawa sial seharusnya jangan mencoba mengusik ketenangan hati ku!"
"Ibu, maafin Elly. Elly hanya memberikan manisan ini ke ibu." ucap Elly kecil yang berusaha untuk tak membuat ibunya marah.
Prang.... Piring yang berisi manisan itu, terlempar begitu saja. Dan membuat Elly kecil meneteskan air mata nya. Apakah dia salah memberikan manisan untuk ibunya.
"Jangan mendekati ku, dan pergi dari sini!"
"Pelayan!" teriak nyonya voil yang murka saat melihat wajah Elly yang tampak polos itu.
"Iya nyonya." ucap bibi sare yang datang dengan tergesa-gesa.
"Kenapa bocah ini ada disini. Bawa dia kebelakang. Ajarkan dia untuk lebih sopan dan tak mengusik kediaman keluarga ini!"
"Baik nyonya." ucap bibi sare yang menatap sendu ke arah Elly kecil.
setelah sampai di kamar, Elly terlihat murung. bahkan air mata nya tak henti henti nya menangis.
"Bibi, apakah ibu tidak sayang kepada Elly?"tanya bocah kecil itu dengan wajah sendu nya.
"Nona, jangan berkata seperti itu. nyonya jendral tentu saja menyayangi nona muda."
"Tapi ibu tak menerima Manisan yang Elly buat bibi. kenapa ibu membenci Elly?"
"nona tenang saja ya, masih ada bibi yang menyayangi nona muda."
dan malam nya, badan Elly kecil tiba tiba panas tinggi. Hal itu membuat bibi sare panik seketika.
"Ibu.....ibu....Elly sayang ibu." ucap nya yang saat ini mengigaukan nama ibunya.
"Nona, nona jangan seperti ini. Bibi akan memanggil nyonya untuk memanggil tabib ke sini."
"Bibi, Elly mau ibu." gumam nya pelan membuat bibi sare benar benar merasa kalut dan sendu dengan kondisi nona nya itu.
dengan tergesa-gesa, bibi sare menuju ke kediaman sang jendral. bahkan beberapa prajurit menatap nya heran.
"Tuan; tolong sampaikan kepada nyonya jendral. kondisi nona muda saat ini panas tinggi."
"Nyonya baru saja mengatakan, tak ingin di ganggu oleh orang lain."
" Tuan, ku mohon; Tolong sampaikan kepada nyonya jendral, apakah kalian tak memiliki rasa empati kepada lady Elly. Dia juga putri sang jendral besar."
"huft... tunggu disini biar aku yang masuk."
Saat pengawal itu memberitahukan kondisi anak nya, nyonya voil menatap malas ke arah pengawal nya itu.
"panggil saja tabib, dan jangan mengusik tidur ku!" ketus nya yang begitu kesal tidur Indah nya diganggu begitu saja.
"Baik nyonya!"
"Bagaimana tuan, apakah nyonya jendral mau bertemu dengan lady Elly?"
"Seperti yang aku katakan tadi, nyonya tak ingin di ganggu. kau panggilkan saja tabib. agar memeriksa kondisi nona muda."
Mendengar ucapan pengawal itu, langsung membuat bibi sare menatap miris. Bahkan di saat putri nya membutuhkan nya, nyonya jendral benar benar tak perduli dengan gadis kecil itu.
Setelah tabib mengecek kondisi nya, panas Nya masih tetap tinggi. Tapi wajah Elly tak sepucat tadi. tabib juga memberikan obat untuk menurunkan demam nya itu.
"Terima kasih tabib."
"Biarkan nona muda beristirahat yang cukup. Dan kondisi nya akan normal seperti sedia kala."
Back to topik....
Pengawal menyampaikan pesan, bahwa lady Elly di suruh untuk makan malam bersama oleh nyonya jendral. hal itu membuat gadis itu terkejut. Ada angin apa yang membuat wanita itu mau mengajak nya makan malam bersama. rasanya tak mungkin, ibu nya itu bersikap baik kepada nya.
Setelah pengawal pergi, barulah bibi sare mendekati nona nya yang masih terdiam dan seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Nona, apakah nona baik baik saja?" tanya nya dengan raut wajah yang cemas.
"Eh, aku baik baik saja bibi. jangan khawatir.'
"Apakah nona akan datang ke jamuan makan malam itu?"
"Hmm, aku akan datang bibi. Tentu saja, karena aku ingin melihat rencana apa yang ingin wanita itu inginkan!"
Kondisi Ella sudah lumayan membaik, semua nya tentu saja karena di rawat dengan baik oleh tabib terbaik di kota ini. Beda sekali dengan nya, saat sakit, dia hanya punya bibi sare yang merawat nya tanpa ada tabib yang mendampingi nya.
"Lady Elly memasuki ruangan!" pekik para pengawal yang berjaga di depan.
Bisa Elly liat, ternyata sudah ada lady Ella di sana, bahkan tatapan gadis itu penuh permusuhan dengan nya.
lanjut up yg banyak thor